NovelToon NovelToon
Kartu Sihir

Kartu Sihir

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Kaya Raya / Sistem / Tamat
Popularitas:195k
Nilai: 5
Nama Author: Can's

Setelah hidup dengan penuh penderitaan akan cacian dan ejekan berkah datang dan membawa perubahan bagi zen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Can's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Apa Sebenar Nya?

Zen akhirnya ingat bahwa hari sudah berganti dan tentu saja itu arti nya kartu sihi sudah bisa dipilih kembali

Segera ponsel diambil dan terlihat di layar ponsel ada sepuluh kartu sihir seperti biasanya

Dengan memilih dua dari sepuluh kartu ya g ada akhirnya zen sekarang membuka kartu sihir pertama nya

[Mendapat Keterampilan Master Medis]

"Ini dia kemampuan baru yang benar benar bagus" gumam zen

Satu lagi segera dibuka dan nampaklah apa isi nya

[Maaf anda belum beruntung silahkan coba lagi]

Selesai dengan membuka dua kartu sihir ny sekarang layar ponsel kembali normal seperti semula dan seperti seharusnya

Kemudian dalam kepala zen muncul banyak pengetahuan mengani medis dan menyatu dengan otak nya

Lima menit berlalu.....

Semua telah zen cerna dalam kepala nya mengenai pengetahuan medis yang baru saja didapat oleh diri nya barusan

Zen berdiri dari duduk nya dan mendekati kedua wanita nya yang sedang tertidur lelap sekarang diatas tempat tidur rumah sakit

Dengan perlahan zen menggunakan teknik pengobatan melalui pijatan kepada maria untuk menghilangkan rasa trauma dalam kepala nya

Setelah selesai dengan memakan waktu singkat saja zen segera saja sekarang memeriksa kondisi hani dan dia sehat sehat saja

Cup.....Cup......

Dua kecupan zen mendart di masing masing kening perempuan nya yang sedang tertidur diatas tempat tidur rumah sakit tersebut

"Aku memliki tanggung jawab lagi" ucap zen

......

Pagi hari tiba sekitar pukul enam pagi mamah anita dengan papah arya masuk kedalam ruangan rawat inap maria dan mendapati zen sedang duduk di sofa sekarang sambil bermain ponsel

Zen mengalihkan perhatian nya pada mamah anita dan juga papah arya sekarang yang sudah ada dihadapan nya

"Nak bagaimana?" tanya mamah anita memgarah pada kejadian sebelum nya antara hani dengan maria dan dirinya

"Semua sudah zen selesaikan dengan baik tanpa menyakiti siapapun mah....pah" jawab zen

"Jadi hasil akhir nya kau memacari kedua anak papah?" tanya papah arya tepat sasaran

Zen menganggukkan kepala nya

"Ini lebih baik namum ingat jangan sakiti mereka ya nak karena mereka dua peri kecil hidup mamah dan papah" jawab mamah anita sambil tersenyum

"Zen mengerti mah" jawab zen atas perkataan permohonan mama anita tersebut

Zen bangkit berdiri dan berkata pada mamah anita dan papah arya sekarang "kalau begitu karena mamah dan papah sudah datang zen pulang dulu mau mandi dan bersiap ke kampus dulu nanti baru kesini lagi" jelas zen

"Ya hati hati di jalan ya" jawab papah arya pada zen

"Iya nak hati hatilah apalagi kamu jangan sampai kenapa napa karena memiliki dua orang calon istri disisimu sekarang ini" jelas mamah anita terkesan tegas mengingatkan zen agar tidak mencari yang lain selain anak anak nya

Zen mengangguk dan tersenyum sebelum pergi keluar dari dalam ruangan kamar rawat inap maria

Setelah keluar dari dalam kamar rawat inap maria segera zen melangkah keluar rumah sakit dan masuk kearea parkiran rumah sakit mengambil mobil nya

Sampai di dalam mobil zen sekarang segera menghidupkan mesin mobil setelah itu segera berkendara dari rumah sakit menuju ke rumah dengan kecepatan normal dan tak terlalu terburu buru

Karena kampus kan mulai pukul 8.00 pagi jadi masih ada banyak waktu sebelum akhirnya pergi ngampus

Di jalan tepat pada lampu merah zen menghentikan laju mobil nya dibawah lampu merah di perempatan

Tiba tiba di samping mobil zen berhenti dua mobil van hitam dengan tepat berada di samping kanan dan kiri mobil nya

Dan segera telpon zen berbunyi ketika dilihat iti adalah panggilan telpon dari draco

"Halo ada apa kakak pertama?" tanya zen heran sebab biasanya kalau draco menelpon pasti ada masalah seperti di pantai waktu itu

"Zen hati hatilah geng kita sedang dalam incaran beberapa pihak sekarang jadi mungkin saja kau termasuk juga dalam target mereka" jelas draco

"Kenapa aku harus khawatir bukan kah selama ini tak ada yang tahu akan diriku siapa di Red Maple?" tanya heran zen pada draco

"Itu memang benar namun wajah mu sudah dikenali sebagai salah satu anggota Red Maple karena kau membantu anggota kita sewaktu di pantai saat itu ketika geng kita bentrol dengan geng galaxy disana" jelas draco

Zen menjadi serius sekarang dan akhirnya paham akan maksud draco ini memberitahu nya mengenai masalah ini sekarang sebab zen tahu sekarang dirinya bagian dari Red Maple ini juga salah satu dari geng bawah tanah di kota ini

"Aku mengerti terimakasih informasi mu" jawan zen

Segera telpon dimatikan zen kemudian melihat sekitar nya dan benar saja kecurigaan nya terbukti terhadap dua mobil van yang mengapit keberadaan nya sekarang

"Sudah dimulai rupanya!" zen segera bersiap memacu mobil sport nya di jalanan raya begitu lampu berubah dari merah ke kuning dan akhirnya berubah hijau!

Segera begitu lampu hijau menyala zen dengan lamborghini nya di jalan raya melesat cepat meninggalkan dua mobil van dibelakang nya dengan juah sekali

Setelah memacu kendaraan dalam kecepan tinggi nya zen sekarang sudah bebas dari kejaran dua mobil van sebelum nya

Terlebih sudah sampai rumah juga sekarang jadi aman sekiranya

Dalam rumah segera zen mandi dan berganti pakaian setelah itu memasak dengan seporsi nasi goreng putih tanpa pake kecap

Selesai masak dan sudah jadi seporsi nasi goreng untuk nya sarapan segera zen sajikan diatas piring dan dibawa ke meja makan untuk disantap segera

......

Waktu sudah berlalu dari saat zen memakan seporsi nasi goreng nya dan sekarang zen sendiri sudah berada di kampus nya

Dalam kelas

"Zen aku tidak melihat mu datang dengan hani sebelum nya kemana dia?" tanya dewi di samping kanan zen

"Dia tak masuk hari ini" jawab zen

"Kenapa?" sekarang yang bertanya adalah lusi

"Dia menemani kakak nya maria dirumah sakit" jawaban zen sukses membuat tiga sahabat nya ini kaget

"Ada apa dengan kakak cantik?" tanya brian

Pletak

Pletak

Dua jitakan mendarat di kepala brian bersamaan membuat brian merasakan rasa sakit double sekarang karea dua jitakan cukup keras mendarat di kepala nya

"Aww sakit sayang" ucap brian pada lusi

"Biarin!! Malanya jangan panggil cantik ke wanita lain aku tak suka" jawab lusi kesal

"Iya iya maaf deh" jawab brian lalu mengalihkan pandangan nya pada zen sekarang dengan bingung dan kesl juga karena zen ikut mejitak kepala nya bersamaan dengan sang pacara barusan

"Hey zen kampret kenapa kau juga mejitak kepala ku?" tanya kesal brian pada zen

"Aku kenapa? Tentu saja kesal dengan mu sudah punya kekasih masih ingin berkata begitu pada wanita lain ditinggalin lusi tau rasa nanti kau" jawab zen berbohong

Terntu saja zen kesal wanita nya dibilang cantik oleh brian yang padahal sudah punca pacar namun tak zen katakan dengan jujur apa yang ada dipikiran nya

Dewi malah tertawa terbahak bahak melihat kesialan brian yang mendapatkan dua jitakan bersamaan dari zen satu dan satu dari lusi barusan

Kelas tak lama setelah itu dimulai dan segera dosen masuk dan memberikan bahan ajar pada setiap mahasiswa/i kampus di tiap kelas yang masuk saat itu

Tiga jam kembali berlalu.......

Zen dengan segera berdiri setelah selesai berkemas barang barang nya kedalam tas sekarang

"Kau mau kemana zen?" tanya dewi

"Ke rumah sakit menjenguk maria" jawan zen

"Kami ikut" jawab brian dan diangguki oleh pacar dan teman nya yaitu dewi

"Yaudah ayo cepet" jawab zen sambil melangkah keluar kelas dan diikuti mereka bertiga sahabat nya

Di pakiran zen yang hendak masuk kedalam mobil nya terhenti sebab mendapat panggilan telpon dari mamah anita

"Halo mah ada apa?" tanya zen setelah panggilang telpon dijawab

"Zen kalau kamu amu jenguk maria dia sudah pulang karena dokter berkata maria sudah baik baik saja jadi bisa pulang" jawab mamah anita

"Kalau begitu sekarang maria dirumah?" tanya zen

"Iya begitulah dia juga bilang supaya kamu cepet datang kesini" jelas mamah anita

"Baik kalau begitu zen akan segera rumah mamah" jawab zen

Setelah sambungan telpon antara zen degan mamah anita ditutup segera zen menyimpan ponsel nya kedalam kantung celana dan berkata pada brian dan dua sahabat nya yang lain yaitu dewi dan lusi

"Sekarang maria sudah ada dirumah jadi apa kalian masih tetap ingin menjenguk?" tanya zen

"Ya" jawab mereka serempak

"Yaudah ayo berangkat" jawab zen

Segera mereka berangkat dengan mobil menuju kerumah hani

Dewi kemudian lusi ikut mobil brian dengan brian yang menyetir tentu saja

Zen sendiri dengan mobil sport nya berkendara dengan kecepatan normal menuju kerumah hani dan maria dengan dibelakang mobil sport zen ada mobil yang ditumpangi oleh dewi kemudian lusi dan brian yang menyetir mobil nya

Lima belas menit perjalanan mereka sampai di rumah hani sekarang dan segera masuk kedalam rumah dengan zen memimpin di depan

Dewi dan lusi tadi sempat mampir membeli buah di kios buah pinggir jalan

Jadi mereka tak ringan tangan ketika menjenguk maria sekarang melinkan memawa buah tangan berubah buah buahan

Setelah masuk segera zen mendapati mamah anita menyambut diruang tamu dan segera saja zen hampiri sambil mencium punggung tangan mamah anita sebagai ucapan salam

Begitupun dengan brian dan lusi juga dewi ikut mencium punggung tangan mamah anita sebagai salam

"Mereka ada dimana mah?" tanya zen

"Di kamar maria" jawab mamah anita

"Yaudah kalau gitu kita keatas duku ya mah" jawab zen

"Yaudah sana mereka dah kangen banget sama kamu kata nya padahal baru ditinggal sebentar saja oleh mu" jawab mamah anita

Dewi dan lusi serta brian terlihat heran dengan interaksi ini walau mereka tahu mungkin zen sudah dapat lampu hijau atas hubungan nya dengan hani

Namum mereka entah kenapa merasakan ada hal lain nya disini yang belum mereka sadari atau ketahui mengenai zen dan keluarga ini namun apa?

Sehingga daripada lelah dan makin penasaran dengan menebak nebak saja dewi dan lusi serta brian segera mengikuti langakah zen naik keatas menuju lantai dua rumah ke kamar maria tentu nya

Karena kamar hani dan maria memang merska tahu ada di lantai atas atau lantai dua rumah ini

Sampai dalam kamar maria begitu pintu terbuka hani dan maria yang berada dalam kamar mendapati zen yang masuk segera menyambut dengan perkataan

"Sayang" secara bersamaan nya

Brian dengan lusi serta dewi kaget bukan main sebab memang mereka tahu hani pacar zen dan wajar bilang sayang ke zen namun kenapa kak maria juga ikut bilang sayang ke zen ada apa ini sebenar nya?

****

Like,Komen,Favorit,Vote&Rate 5 Bintang

Makasih

1
slametskc
tambah satu lagi thoorrr..itu si dewi di gas sekalian tuh..aman pokok nya duwit banyak..rumah banyak..jangan sia sia kan barang nganggur😍😍
slametskc
oohh...ternyata..si zen gak doyan iclik..
Rizky Fadillah
hm author nya rakus
Leonhard
mantap tor alurnya gak ketebak
Nino Ndut
males bgt cewe model begini..dari awal aj dia harusnya cukup sadar diri..bisa dibilang dia keluar dari neraka ke surga..skrg malah kek begini..oke dia hamil n wajar cewe sensitif..tp sekali lg itu g bisa dijadiin alesan cewenya
Nino Ndut
masih kepikiran klo mc jg seharusnya ngambil dewi sebagai haremnya..
Nino Ndut
mending say aj dah panggilannya, h usah alay kek by gitu..aneh bener pas bacanya..
Nino Ndut
mending diem2 bae aj y mc nya..wkwkwkw
AitchAre
pantad
Only One
kirain 15 menit lagi😅😅
calliga: Permisi kak, boleh bantu mampir dan beri masukan untuk novel baruku "Entomonarch", terima kasih kak dan mohon maaf mengganggu 🙏🏻
total 1 replies
SI TAK TERTEBAK
kek ga asing ni kata, seperti sebuah genre?🤭
SI TAK TERTEBAK
knp ga eightpack? kan nmbh cakep tu body
seRLy AgusTina
astagaaa kok gua emosi gini yea baca nya
Puding Kun
jahat ga boleh gitu harusnya
Puding Kun
hebat
Puding Kun
waduh untung belum min yg ga² itu si zen kalau udh kan pasti nyesel
gami 77
kemana pasukan bonekanya yaa...
Eros Hariyadi
sayang gak ada wik-wiknya...jadi kurang seruuu...mang jaman baheula yaaakk...🤔🙄😫
Eros Hariyadi
lanjutkan Thor 💪👍👍👍
Eros Hariyadi
penggemar novel sistem hadir 😄💪👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!