NovelToon NovelToon
CINTAI AKU SUAMIKU

CINTAI AKU SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Poligami
Popularitas:274.6k
Nilai: 5
Nama Author: rola

Kirania, gadis berusia 23 tahun, sedang merasakan kebahagiaan di mana dia akan menjadi seorang pengantin. menikah dengan seorang pemuda tampan dari keluarga wijaya grub. salah satu keluarga terkaya di indonesia. dia bernama Devano wijaya.

Namun kebagian nya hancur saat Kirania tahu kalo Devano menikahinya nya hanya untuk segera mendapatkan hak waris dari orang tuanya, dan lebih parah lagi, Devano ternyata memiliki kekasih yang sangat ia cintai.

Kirania yang tau hal itu masih berusaha untuk menerima semua itu, bukan harta yang ia kejar, tapi Devano adalah teman masa kecil nya yang lama pergi. Di tambahan Kirania sangat mencintai Devano.

📿📿📿📿

Seperti apa perjuangan kirania merebut hati suami nya dan bagai mana perjuangan nya untuk tetap bertahan dengan Devano yang memutuskan untuk menikah kembali dengan kekasih nya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Pagi harinya, seperti  biasa  Kirania bangun  pagi  dan membantu  para  pelayan  menyiapkan sarapan  pagi. Kirania tampak segar  dan tidak  terlihat  pucat sama sekali,  ia menutupinya dengan  makeup yang  buat  sedikit tebal,  ia tiba  mau terlihat  buruk  di hadapan  sang suami saat pagi  hari.

" Mbah Kiran sudah  pulang,  kapan?," tanya  Nara yang  datang  bersama  Devano.

Kirania hanya  tersenyum kearah  Nara dan Devano.

" Oh iya,  katanya  mbak  sakit,  sakit  apa?," tanya  Nara lagi.

" Tidak ada,  cuma  lelehan." kilah  Kirania.

Kirania berjalan  ke arah  Devano dan duduk  di kursi  yang  ada di sampai  Devano.

" Mas-"

" Nara aku berangkat kantor,  ada meeting pagi." Devano langsung  menyala ucapan  Kirania, pamit  untuk  pergi ke kantor.

" Ah iya,  hati-hati  mas."

Tampak  jelas  kekecewaan  di wajah  Kiran, namun ia tidak bisa  berbuat  apa-apa.

" Mbak,  kemarin  mbak  pergi  dengan  siapa?," tanya  Nara.

" Pergi?," ulang  Kirania.

"Iya,  kemarin mbak  pergi sama siapa, maksud nya laki-laki itu siapa?," tanya  Nara.

"Laki-laki?," Kirania tampak  bingung dengan  apa yang  dibicarakan oleh Nara. "Laki-laki mana maksud kamu?,"

" Jangan  pura-pura lupa  nembak,  kita lihat  sedari mbak  pergi  sama cowok  dengan  mobil  putih." jelas  Nara lagi.

"Cowok?,  dengan  mobil  putih?,  aku tidak apa yang  kamu  bicarakan, Nara."

" Mbak,  aku tau,  Devan kurang  memberi  perhatian  sama mbak,  tapi  tidak  seharus nya mbak  selingkuh di luar." tuduh  Nara.

"Selingkuh?, si siapa  yang  selingkuh,Nara?, aku tidak  pernah  selingkuh,"

" Sudahlah mbak,  jangan terus berbohong, lebah baik  mbak  jujur  kalau  mbak punya laki-laki  lain di luar sana,  biar  Devan biasa  cepat ceraikan mbak Kiran dengan  cepat. Kalau  soal  harta  jangan  khawatir, Devan pasti memberimu uang  cukup  banyak,  lumayan  bisa hidup  foya-foya selama  beberapa  tahun, sebelum  dapat  mangsa  baru."

Bag  petir  di hari yang terik mendengar  tuduh  yang  Nara tunjukan  pada nya.  Sakit  namun  tidak  berdarah  itulah  yang  Kirania rasakan. Air matanya  mengalir dengan  dera, sudah  tidak  lagi  bisa  ia bendung, tuduhan  yang  dilontarkan oleh  madunya itu sangat  menyakitkan  untuk  nya.

"Nara,  kamu  tidak  tahu apa-apa, lebih  baik  kamu  diam dan jangan  kondisi  kesehatan mi,  jangan  sampai  drop, dan membuat Mas Devan khawatir." pinta  Kirania dengan  suara  bergetar.  Kirania bangkit  dan pergi  meninggalkan Nara di meja makan seorang  diri.

Kirania pergi  ke tempat yang  menjadi  favorit nya,  kolam kecebong  atau berudu.

"Berudu,  kau menuduhku selingkuh?, atas  dasar apa kamu  menuduhku seperti itu,  pria, mobil putih,  siapa dia?, aku tidak tahu apa  yang  Nara maksud."  Kirania terus saja  menangis, memikirkan  tuduhan tak  jelas yang ucapkan oleh  Nara.

Kirania  kembali  merasakan pusing  di kepalanya. Bersandar  pada  sandaran kursi  dan memejamkan matanya  untuk  menstabilkan emosi nya.

Kirania mencoba  untuk  membuka  matanya yang  terasa  berat,  pandangannya  kabur,  berulang  kali ia mengedipkan matanya,  berusaha  menstabilkan pasangannya.   Kirania melihat  semuanya  tampak  putih.

"Di mana aku," gumam  Kirania.

"Nyonya,  Nyonya sudah bangun?,"

"Geby, di dimana aku?," tanya  Kirania.

"Nyonya  di rumah  sakit,  Nyonya  pingsan lagi di dekat  kolam  cebong."

" Pingsan,  bukanya  aku cuma  tertidur?,"

" Tidak  Nyonya, anda  pingsan, anda sudah dua jam pingsan di rumah sakit."

"Dua jam?,"

"Iya Nyonya?,"

"Lalu  Mas Devan?,"

" Tuan Devan.. itu...  anu...

" Tidak  datang kan." tebak  Kirania.

" Maaf Nyonya,"

" Maaf?, untuk  apa?,  kamu  tidak salah, yang  ingin  aku tau cuma satu,  pria  dengan  mobil putih  itu siapa?."

"Pria  dengan  mobil  putih?," Geby mencoba  untuk  mengingat." Pria mobil  putih?,  ah iya aku ingat,  itu dokter yang  ada di klinik kemarin  Nyonya,  dia yang  membawa  Nyonya  ke klinik nya.

" Dokter?," ulang Kirania.

"Iya,  memang  kenapa  Nyonya?,"

"Tidak  ada, sekarang aku lega,  ini hanya  salah  paham,"

"Salah  paham?,"

"Iya, oh iya Geby  bisa bantu aku,"

"Bantu apa Nyonya ?,"

"Aku ingin pulang." pinta  Kirania.

"Hisss Nyonya, Nyonya  baru  sadar,  dokter  bilah nyonya  butuh  banyak  istirahat,  tidak  boleh  kelelahan, apa lagi stres,  ini sangat  berbahaya  untuk  junior."

"Tapi-"

"Tidak ada tapi, sekarang  Nyonya  istirahat  dengan nyaman,  saya akan berada terus di samping  Nyonya.

" Katanya  aku baru sadar setelah dua jam,  apa itu  belum cukup?,"

"Belum,  kata ibuku,  orang  hamil  di awal bulan harus banyak istirahat minimal kandung nya cukup kuat  untuk  di ajak  beraktifitas."

"Selama  itu ?,"

"Iya,  bila perlu sampai junior. lahir Nyonya  tidak  boleh  melakukan apa-apa."

" Ada-ada aja kamu,  mana mungkin  itu,  setahun  ku orang  hamil harus  banyak  beraktivitas  biar  bayinya  sehat."

"Ini kan bayi sultan,  yang  harus beda." ledek  Gaby.

" Bisa aja kamu, mau sulatan mau jelata  itu sama saja, kalau hamil  yang  harus  hidup sehat, banyak  beraktivitas  agar  bayi lahir  normal dan sehat."

"Iya sih Nyonya,  tapi…, tapi  tetap saja Nyonya belum  boleh  pulang , Nyonya harus istirahat  dan tidak boleh  stres."

" Baikan,  aku akan ikuti  saran  mau."

"Gitu dong Nyonya."

***

Beralih  ke gedung wijaya Group, gedung perusahaan  milik  Devano.

"Juw,  kamu  sudah  menemukan  pria  yang  pergi  bersama  Kiran kemarin?," tanya  Devano.

" Sudah Tuan  muda, dia dokter di sebuah  klinik."

"Dokter?,"

"Iya tuan muda,  kemarin  malam  saya menjemput  Nyonya di klinik nya."

"Kamu yakin?, kamu yakin  itu bukan  selingkuhan Kiran?,"

" Saat saya  datang,  dokter  itu sedang  berdua di ruang  rawat."

"Berudu?, berudu saja?!,"

"Iya hanya  berdua saja dengan Nyonya, tapi  saat itu Nyonya  belum  sadarkan diri."

"Kamu  yakin  dia belum sadar atau pura-pura  belum  sadar."

"Kalau  itu saya kurang  tau,  yang  jelas  saat itu Gaby datang  dan terlihat senang  melihat  Nyonya  kirman sadar."

Tampak  Devano terlihat  kecewa , tapi  sekaligus  senang,  entah  apa yang membuat nya senang.

" Tuan muda, dua jam lalu pelayan Gaby memberi kabar, kalau  Nyonya  kembali  tak sadarkan  diri di dekati  kolam."

"Tak sadarkan diri?, kenapa?,"

" Nyonya muda berpesan, saya  tidak  boleh memberitahu Tuan muda apa yang terjadi dengan nya."

"Kenapa,  katakan  saja,  aku bisa  pura-pura  tidak  tahu."

"Baik,   Nyonya muda hamil,  dan usia kandungan  sudah  jalan  empat  minggu."

"Apa!, hamil !?, mana mungkin?," Devano begitu  terkejut mendengar  hal ini dan langsung berdiri dari posisi duduknya 

"Tapi  inilah yang sebenarnya terjadi, Nyonya  sudah  hamil  empat  minggu."

" Kita  kerumah sakit." Devano bergegas  untuk  menemu Kirania yang masih  berada di rumah  sakit.

Dalam  perjalanan  Devano terus  berpikir,  akan  kehamilan  Kirania, itu  anak nya atau bukan,  apa dia permen  berhubungan  dengan  Kirania atau tidak,  setaunya ia tidak pernah menyentuh  Kirania sama sekali.

"Haisss si***al!!!," umpat  Devano saat sadar  kejadian  malam itu saat ia pulang  dalam keadaan  mabuk berat. Saat itu ia masih sedikit sadar, namun  ia tidak  bisa mengendalikan pikiran  dan tubuh nya untuk  tidak  menyentuh  Kirania. dan malam  itu untuk  pertama kalinya Devano memenuhi  hak Kirania sebagai  istri nya.

1
TRI FAA
lnjut thorr apa ending untk devan
Alfida
ko bersambung lanjut
Fashion Shiip
banyak typo. nama kirania seperti susah. kadang autor bilang karina. kadang kurnia.
andi herianti
perfect
Susilawaty Uci
baik
Yunerty Blessa
rasakan Nara..sudah terbongkar dan bersiap masuk penjara dan diceraikan..
Yunerty Blessa
salah faham kau Kiran
Yunerty Blessa
pasti akan terbongkar juga kebusukan mu Nara
Yunerty Blessa
biar pun jelek dan dekik tapi itu adalah kenangan Devano dan Kiran
Yunerty Blessa
Devano pasti menyesal kalo mengetahui hal yang sebenarnya..
Yunerty Blessa
mantap Kiran.. pergi saja dari Devano..
Yunerty Blessa
smoga saja Julian bisa membantu Kiran dan Geby
Yunerty Blessa
karna hati mu sangat busuk Nara
Yunerty Blessa
kalo ada yang melihat nya bisa salah faham lagi
Yunerty Blessa
sungguh tragis kehidupan nya Kiran
Yunerty Blessa
sungguh mulia dan sabarnya hati mu Kiran
Yunerty Blessa
tega sekali kau Devano.. demi kekasih mu kau tinggalkan isteri mu..
Triana Purnami
komek bagus
nuna_army7
maaf thor banyak typo
nuna_army7
baru sekali baca karyamu thor, perkenalan dulu 😊😊😊
salfok sama boneka kudanya kirania mirip kudanya J-HOPE BTS
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!