Siena gadis sederhana yang bekerja di sebuah perusahaan besar terlibat sebuah perjanjian dengan pemilik perusahaan tersebut, dan menyeretnya ke dalam cinta segitiga yang di ciptakan oleh Rangga Wijaya, sepupu pemilik perusahaan yang bernama Sagara Abraham.
Akankah cinta Sagara Abraham berlabuh selamanya di hati Siena? atau berhenti di tengah jalan dan berpaling ke hati selanjutnya? Siapakah yang memenangkan hati Siena?
Cover by pinteres, edit by me
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia kembali
Setelah selesai bertemu dengan pak Hardi di kafe XX. Sagara mendapatkan pesan singkat dari sang ibu untuk segera pulang dan makan siang bersama, Miranda juga mengingarkan Sagara untuk mengajak Siena. Ada hal penting yang ingin di sampaikan.
"Pernikahan, pasti itu yang akan di bicarakan Momy."
"Ada apa?" tanya Siena menatap raut wajah Sagara terlihat bingung.
"Mom, memintaku mengajakmu makan siang di rumah." Kata Sagara.
"Lalu? masalahnya apa?" tanya Siena lagi.
"Masalahnya ibu pasti memaksaku untuk segera menikahimu," jawab Sagara putus asa.
"Kau tidak perlu khawatir, aku punya ide supaya ibumu tidak memaksamu lagi." Siena tersenyum tipis.
"Bagaimana caranya?" tanya Sagara, menatap gadis cantim di hadapannya.
"Sedang aku pikirkan, sebaiknya kita temui dulu ibumu." Usul Siena.
"Oke!"
Sagara membukakan pintu mobil untuk Siena, lalu mereka masuk ke dalam mobil bersamaan.
"Aku harap, idemu tidak menjebakku semakin jauh ke dalam sandiwara ini." Kata Sagara tatapan lurus ke depan.
"Kau menyalahkanku? bukankah kau yang mau?" balas Siena kesal.
"Ingat Siena, jauhi ibuku. Jangan harap kau bisa menjebakku lewat ibuku." Ancam Sagara.
"Baik!" sahut Siena.
***
Sesampainya di rumah. Siena mendapatkan pelukan hangat dari Miranda, kemudian mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah.
Di meja makan telah tersedia berbagai menu makan siang yang sudah di sediakan Miranda untuk Siena dan Sagara. Kemudian mereka duduk di kursi masing masing.
Di sela sela makan siang, Miranda mengutarakan semua keinginannya. Miranda meminta Sagara untuk segera menikah dengan Siena. Tidak ada sedikitpun keraguan dari dalam hati Miranda terhadap Siena.
Namun Siena juga tahu batasan, ia sadar kalau dirinya hanyalah kekasih bayaran. Sagara sama sekali tidak mencintainya. Siena pikir kalau Miranda mengetahui pekerjaan lain yang selama ini Siena geluti. Belum tentu Miranda akan menerimanya, dan bisa saja sikap Miranda tak sehangat ini. Siena sadar dan siap dengan semua konsekwensi yang akan dia terima nanti.
"Bu..." ucap Siena ragu ragu.
"Iya sayang?" sahut Miranda menatap tajam ke arah Siena.
"Bukan aku tidak mau menikah, tapi kami baru saja saling mengenal satu sama lain. Kami butuh waktu untuk lebih dekat lagi. Betulkan sayang?" Siena menoleh ke arah Sagara.
Sagara mengangguk cepat. "Apa yang di katakan Siena itu benar, mom."
"Kalian tunggu apalagi? aku sudah mantap memilih Siena untuk menjadi menantu di rumah ini," ucap Miranda mendesah kecewa.
"Mom...Beri aku waktu lagi," pinta Sagara menatap penuh harap.
"Baiklah, aku beri kalian waktu satu minggu untuk berpikir. Jika kalian tidak bisa menentukan sikap, biarkan aku yang bertindak." Miranda memutus perbincangan, dan meminta mereka untuk menghabiskan makan siangnya.
"Aku yakin masih ada yang mereka sembunyikan," ucap Miranda dalam hati. "Aku harus mencari tahu."
***
Sementara jauh di tempat lain. Seorang wanita berdiri dengan senyuman mengembang. Menatap seorang pria yang tak lain Jovanka Erlian, tengah berjalan menghampirinya.
"Kinan!" sapa Jovanka.
"Jo!" balas Kinan. "Terima kasih kau mau menjemputku."
Jovanka mengangguk. "Tidak masalah, tapi bukan berarti aku masih menginginkanmu."
"Aku tahu!" sahut Kinan. "Aku hanya butuh bantuanmu, aku ingin kembali pada Sagara. Apakah dia masih sendiri?" tanya Kinan.
Jovanka mengedikkan bahunya. "Ya, dia masih sama seperti yang dulu. Tapi aku lihat, dia dekat dengan seorang wanita yang lebih cantik darimu."
"Siapa?" tanya Kinan.
"Siena, Sekretaris barunya." Kata Jovanka.
Kinan tersenyum sinis, "itu mudah, aku yakin Sagara masih mencintaiku. Dan tidak ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisiku di hatinya," jawab Kinan penuh rasa percaya diri.
"Kau licik!" sungut Jovanka. "Dulu kau meninggalkan Sagara di pesta pernikahan hnaya karena mengejar pria lain yang lebih kaya dari Sagara. Sekarang, setelah pria itu bangkrut. Kau ingin kembali padanya."
"Hahaha!" Kinan tertawa terbahak bahak. "Adakah yang lebih penting dalam hidup selain uang?"
Jovanka menggelengkan kepalanya. "Beruntung sekali aku tidak menikahimu."
"Sialan kau!" gerutu Kinan, memajukan bibirnya.
"Sudahlah, nanti ke buru sore." Jovanka memutus perbincangan, lalu mengajak Kinan keluar dari Bandara menuju area parkiran.
"Apa rencanamu? bagaimana kalau Nyonya Miranda tidak menerimamu?" tanya Jovanka di dalam mobil.
"Aku tidak perduli dengan wanita tua itu, yang terpenting Sagara masih sama seperti dulu, mencintaiku sepenuhnya." Kinan menarik napas dalam dalam.
"Aku tidak ikut campur, itu urusanmu," timpal Jovanka.
"Jangan banyak bicara, bawa aku ke hotel. Untuk sementara aku akan menginap di hotel, sebelum mendapatkan rumah sewa." Kata Kinan.
"Siap Bos!"
Jd saga,rangga dan arga ini bersaudara bgitu ??? Yg punya dendam ini para orgtua nya . Tp ank2 nya yg pda jd korban
Jd sedihhh krna rangganya meninggal ,
Rangga nya munculin lg aja thor biar hdp bhgia sma siena..
Aku udh ga srek sma saga krna ibunya skrg udh jahat..dan mlah skrg berpihak sma si melati..sma² jahat mreka