NovelToon NovelToon
Menikahi Sahabatku

Menikahi Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:129.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bertha Ryn

Nantha, seorang CEO dari perusahaan ternama yang terkenal dingin dan enggan berdekatan dengan wanita manapun, karna menyimpan rasa pada gadis masa kecilnya dipaksa menikahi seorang gadis yang tidak ia kenal sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Nada, seorang gadis cantik yang hingga saat ini masih memendam rasa pada seorang pria di masa lalunya. Diminta menikah dengan Nantha, seorang pria yang baru saja ia kenal karna suatu kejadian yang membuatnya harus rela dinikahi oleh pria yang menurutnya sangat dingin dan menyebalkan.

Hingga suatu hal terungkap yang tak pernah mereka duga sebelumnya.

Akankah pernikahan keduanya dapat bertahan? Kejadian apa yang menyebabkan mereka bisa dipertemukan hingga terjadi suatu pernikahan? Dan sesuatu apakah yang terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bertha Ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akibat Dari Kegaduhan Di Resto

Sedari tadi Nantha tidak fokus dengan pekerjaannya. Ia heran memikirkan mengapa Devan bisa mengenal Nada. Menurutnya tidak mungkin mereka baru mengenal di kantor ini. Karna melihat Devan yang terlihat akrab memanggil nama Nada. Tak mau ambil pusing dengan hal itu, Nantha lebih memilih melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai dan segera pergi dengan Nada mengambil cincin, supaya satu persatu urusan selesai.

Hampir 2 jam Nantha bergelut dengan berkas-berkas yang menumpuk. Kini berkas itu sudah tidak sebanyak tadi, bahkan hampir selesai. Namun karna Nantha sudah letih dengan pekerjaannya. Akhirnya ia mematikan komputernya, membereskan semua berkas, lalu bersandar sejenak di bantalan kursi kerjanya sambil memijit pangkal hidungnya untuk mengurangi rasa lelahnya.

Setelah dirasa sudah cukup baik dan energinya kembali lagi. Ia segera masuk ke dalam kamar untuk membangunkan Nada. Di dalam kamar terlihat Nada begitu pulas tidurnya, membuat Nantha tidak tega untuk membangunkannya karna terlihat Nada juga begitu lelah. Dia tahu dalam seminggu ini Nada sibuk membuat pesanan lukisannya. Tapi biar bagaimanapun ia harus tetap membangunkan Nada, agar keduanya segera pergi mengambil cincin tunangan mereka.

"Nad, bangun." ucap Nantha membangunkan Nada dengan menepuk bahunya pelan.

"Nada" ucap Nantha lagi dan masih tidak ada respon dari Nada.

"Nadaaa..." ucap Nantha yang sudah mulai geram karna Nada sulit sekali ia bangunkan.

Nantha yang mulai kesal tidak kehabisan akal untuk terus membangunkan Nada. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga Nada dan meniup telingan Nada, agar Nada merasa geli. Dan benar Nada yang merasa ada yang meniup telinganya, perlahan membuka mata menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya lampu. Yaaa..kamar Nantha memang di desain khusus untuk menghalau sinar matahari masuk. Jadi meskipun siang kondisi kamar tetap gelap jika lampu tidak di hidupkan.

"Ck...apa sih, Nan. Udah sana kerja aku mau tidur." ucap Nada sambil memejamkan matanya kembali.

"Kamu dari tadi nyuruh aku kerja terus, kamunya enak-enakan tidur. Hee nggak nyadar udah berapa lama tidur sampe aku udah selesai kerja. Cepet bangun." jelas Nantha

"Aku gelitikin nih." imbuhnya karna Nada mengabaikannya.

"Aaa.... Nantha heheh Nantha udah, heheheh Nan stoppp..." ucap Nada kegelian saat Nantha benar benar menggelitikinya.

"Makanya bangun. Susah amat sih anak cewek suruh bangun." ucap Nantha kesal.

"Yee emang situ gampang dibanguninnya." balas Nada meledek Nantha.

"Yaa kan aku cowok." ucap Nantha membela diri.

"Dihhhh. Dah ah aku masih ngantuk, 10 menit lagi ya." ucap Nada penuh harap.

"Okey lanjut aja tidurnya." balas Nantha dan seketika Nada senang.

"Jangan nangis kalo aku tinggal." imbuhnya hendak berdiri dan seketika itu ia langsung bangun.

"Nanthaaaaa..." rengek Nada.

"Ya makanya buruan." ucap Nantha sambil berjalan keluar kamar.

"Iya iya.." balas Nada kesal.

"Nyebelin banget sih. Dasar tukang paksa." imbuhnya menggerutu sambil mengatai Nantha.

Nantha yang mendengar itu hanya menggelengkan kepala enggan menanggapi.

°

°

Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menitan, mereka sudah berada di toko perhiasan langganan keluarga Nantha. Tanpa menunggu lama, kini mereka sudah membawa pulang paperbag berisi box cincin pertunangan mereka berdua.

"Habis ini mau kemana?" tanya Nantha sambil berjalan keluar toko.

"Pulang aja. Capek." balas Nada

"Kamu belum makan siang. Aku juga belum. Makan dulu aja, habis itu aku anterin kamu pulang." ucap Nantha

"Alahh bilang aja emang kamu laper." balas Nada

"Itu tau." ujar Nantha

"Pulang aja yuk, Nan. Aku masih ngantuk nih..." ujar Nada yang memang sedang ngantuk berat.

"Makan dulu. Aku nggak nerima penolakan." ucap Nantha

"Ihh..terus ngapain coba tadi nanya-nanya habis ini mau kemana, kalo ujung-ujungnya tetep kamu yang mutusin mau kemananya." gerutu Nada yang kesal, sedangkan Nantha hanya diam dan berjalan menuju parkiran mobil dengan santainya.

°

°

°

Sesampainya di resto yang Nantha pilih, kini keduanya sudah duduk di bangku masing-masing dan mulai memesan menu makanan yang dibawakan oleh pelayan resto.

"Mau apa Nad?" tanya Nantha

"Aku nggak laper." jawab Nada yang masih kesal.

"Makan." ucap Nantha yang ta terbantahkan.

"Ck..samain aja lah." decak Nada yang malas mendebat Nantha.

"Yaudah yang ini, ini, sama ini ya, mbak.." ujar Nantha kepada pelayan sambil menunjuk menu yang ia pilih.

"Baik, mohon ditunggu ya pak." ujar pelayan ramah dan Nantha hanya menganggukkan kepala.

Setelah pelayan pergi, Nantha beralih memandang Nada yang terlihat masih kesal. Namun Nantha mengabaikannya, karna yang terpenting baginya adalah mau atau tidak mau Nada harus makan. Dikira apa nanti dia oleh calon mertuanya, membawa anak gadis kesayangan mereka sampai sore tapi tidak di kasih makan, apalagi ia tahu jika Nada sudah keluar dari rumah sejak pagi tadi.

Beberapa saat kemudian pesanan Nantha datang. Mereka pun langsung menyantap makanannya. Nada yang tadinya menolak justru ia yang paling lahap makan, karna sebenarnya ia memang lapar. Nantha yang melihat itu jadi tersenyum gemas dengan sikap Nada. Namun tiba-tiba senyum itu luntur kala melihat Nada tersedak dan bercucuran keringat.

"Minum-minum. Hati-hati dong Nad, pelan-pelan aja makannya." ujar Nantha sambil menyodorkan minum untuk Nada.

"Nan, hah hah..i-ini makanan apa sih hah hah?" tanya Nada sambil berusaha mengatur napasnya, tenggorokannya juga terasa tercekat.

"Nad, ka-kamu kenapa. I-ini cumi krispi." ucap Nantha tiba-tiba perasaannya tidak enak.

"Hah hah, a-aku alergi seafood Nan, hah hah." balas Nada masih terus mengatur napasnya yang mulai teratur dan meneguk minuman yang tadi disodorkan Nantha sampai habis.

"Apa?! Kenapa kamu nggak bilang, Nad?!!" tanya Nantha panik, seakan menjawab perasaannya yang tidak enak.

"Yaudah kita ke rumah sakit sekarang ya. Aku takut kamu kenapa-napa." imbuhnya mengajak ke rumah sakit karna mencemaskan Nada.

"Nan, udah. Habisin makanan kamu. Aku udah nggakpapa kok. Untung tadi aku cuma gigit dikit." jelas Nada yang menangkap kekhawatiran di wajah Nantha.

"Maafin aku yaa, aku bener-bener nggak tau." ucap Nantha menyesal.

"Udah, Nan. Kamu nggak salah. Kan kamu juga emang nggak tau." balas Nada.

"Yaudah ganti makanan ya. Ini nggak usah di makan." ujar Nantha hendak memanggil pelayan.

"Jangan nggak usah. Ini kan masih ada lauk yang lain. Sayang kalo nggak dimakan." ucap Nada mencegah Nantha.

"Yaudah nambah lauk aja yaa." ucap Nantha masih tetap menawari Nada.

"Nggak usah, Nan. Udah sana kamu lanjut makan." ucap Nada.

"Lagian tadi kamu kok nggak tau sih kalo itu cumi?" tanya Nantha heran.

"Ya kan dibalut sama tepung krispi, mana aku tau. Lagian nih ya semenjak aku alergi seafood dari kecil aku nggak pernah makan cumi, jadi aku lupa rasanya. Paling makan kalo nggak sengaja, ya akibatnya kayak gitu tadi." jelas Nada yang memang tidak kepikiran jika ia akan memakan cumi.

"Terus kenapa tadi nggak nanya dulu?" tanya Nantha.

"I-iiyaa...yaa ngapain nanya-nanya. Langsung makan aja, ntar keburu dingin." ujar Nada mengelak. Tidak mungkin ia bilang lapar, sedangkan tadi ia bilang tidak lapar. Mau di taruh mana mukanya.

"Keburu dingin apa keburu laper. Orang aku liat tadi kamu lahap gitu makannya." ucap Nantha meledek.

"Ck apaan sih. Aku tuh keburu-buru biar cepet pulang. Biar cepet istirahat. Capek." ucap Nada dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus.

"Iya deh terserah." balas Nantha sambil tersenyum dan tidak tega melihat wajah Nada blushing.

Saat mereka tengah menikmati makanan masing-masing, terdengar suara bass seorang pria menyapa Nada dari arah depan ia duduk. Nada yang mendengar itu mendongakkan kepalanya melihat orang tersebut. Ia hanya cuek dan acuh tak acuh.

"Hei, nggak nyangka ya kita ketemu disini." ujar orang tersebut langsung merangkul pundak Nada. Nantha yang melihat itu merasa tak suka.

"Sana ih, ganggu orang makan aja sih." ucap Nada risih pundaknya di rangkul.

"Nada sayang, kok gitu sih." ucap orang itu yang terdengar menggelikan.

"Sayang sayang pala lo peyang!!!" ujar Nada yang mulai kesal.

"Kamu makin jutek aja sih, jadi tambah gemes." ucap pria itu dengan mencolek dagu runcing Nada.

"Eeecmmm.. bisa tolong jangan ganggu orang lagi makan?" tanya Nantha sarkastik, ia yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara.

"Ehhh ada orang ternyata disini. Gue nggak ganggu bro, lo makan ya makan aja. Gue cuma mau nyamperin cewek kesayangan gue yang manis ini." ucap pria itu dengan santainya sambil mengedipkan matanya pada Nada.

"Sekali lagi nih piring melayang ya di muka lo." ucap Nada dengan mata mendelik.

"Say--"

"Dimas...!!! Berapa kali sih gue bilang sama lo, jangan ganggu gue lagi. Lo urus aja tuh cewek cewek lo. Masih kurang apa udah punya cewek serenteng gitu?" omel Nada yang memang sudah tidak tahan dengan tingkah pria bernama Dimas tersebut. Dimas adalah pria yang selalu mengejar-ngejar Nada, namun selalu terabaikan oleh Nada. Karna Nada tahu Dimas adalah seorang playboy di kampusnya. Dimas adalah teman sekelas Nada saat masih duduk di bangku kuliah. Bahkan sampai sekarang pun Dimas juga belum menyelesaikan kuliahnya karna memang dia sering keluar saat perkuliahan sedang berlangsung. Yaa apalagi kalau bukan mencari mangsa untuk dijadikan korbannya yang entah untuk ke sekian kalinya.

"Selagi kamu belum jadi milik aku, aku nggak akan pernah berhenti ngejar kamu." balas Dimas seakan sudah biasa menerima perlakuan Nada.

Bughh

Nantha yang sedari tadi sudah gatal ingin menonjok Dimas, akhirnya terealisasikan. ~~Bangunan kali terealisasikan :D

Nada yang melihat itu terkejut dan menutup mulutnya.

"Weisshh santai bro. Ngapain lo nonjok gue, ada urusan apa lo?" tanya Dimas sambil mengusap bibirnya yang berdarah karna sedikit robek.

"Sekali lagi lo ganggu calon istri gue. Habis lo." ucap Nantha sambil menarik kerah baju Dimas.

"Ha ha calon istri? Gue nggak akan berhenti sekalipun dia udah jadi bini lo. Nggak masalah bagi gue, dapet bekas lo." ucap Dimas yang sebenarnya sedikit takut melihat tatapan tajam Nantha.

"Brengsek." ucap Nantha langsung memberi tonjokan keras di wajah dan tubuh Dimas.

Bugh Bugh Bugh

"Nantha stop..stop Nan udah. Nantha.!!!!" ucap Nada yang seakan baru tersadar dari keterkejutannya, berusaha menghentikan Nantha. Akhirnya Nantha mendengar dan menghentikan aksinya.

"Kamu bisa bikin dia sekarat kalo kayak gini!" ucap Nada panik sambil matanya berkaca-kaca.

"Lo juga Dim, gue udah bilang beberapa kali stop ganggu gue!!" ucap Nada marah. Dimas tidak menyahuti karna dia sudah sangat lemas.

"Dan kalian, bawa temen kalian pergi dari sini. Bukannya ngelerai malah diem aja temennya digebukkin." omel Nada ke beberapa teman Dimas yang sejak tadi hanya jadi penonton langsung membantu Dimas berdiri.

"Aku mau pulang." ucap Nada setelah melihat Dimas dibawa pergi oleh teman-temannya.

"A--"

"Sendiri." sergah Nada memotong ucapan Nantha dan berlalu pergi dari resto.

Nantha menghela napas sambil memejamkan matanya "****" umpat Nantha dalam hati

"Nad" panggil Nantha setelah sebelumnya meletakan beberapa lembar uang berwarna biru di atas meja.

"Nada.." panggil Nantha dengan terus mengejar Nada.

"Nada tunggu.." ucapnya lagi setelah ia dapat meraih tangan Nada.

"Lepasin." ucap Nada berusaha melepas pegangan Nantha.

"Pulang sama aku." ujar Nantha dengan tatapan tajam.

"Aku nggak mau pulang sama cowok kasar kayak kamu." ucap Nada dengan suara terdengar bergetar.

Nantha menghela napas kasar, "Pulang sama aku atau aku cium kamu disini." ancam Nantha.

"Brengsek." balas Nada dan ia langsung berlari masuk mobil disusul oleh Nantha.

Kemudian Nantha melajukan mobilnya keluar dari resto. Saat di perjalanan, Nada masih saja diam sambil menatap ke arah kaca jendela mobil. Nantha yang menyadari keadaan Nada saat ini, segera menepikan mobilnya. Beruntung jalanan sedang sepi. Nada yang melihat itu langsung menoleh ke arah Nantha.

"Nad..sorry." ucap Nantha sambil memegang tangan Nada.

"Aku nggak suka kamu kayak gitu..apa dengan cara kamu gebukin Dimas itu bakal nyelesaiin masalah? Kalo dia nggak terima sama perlakuan kamu, yang ada dia bakal bales kamu. Bukannya nyelesaiin masalah malah nambah masalah tau nggak. Mikir kesitu nggak sih? hiks hiks.." jelas Nada yang sudah tidak bisa membendung air matanya lagi. Nantha yang melihat itu langsung memeluk Nada.

"Iya aku minta maaf dan terserah kalo dia mau bales. Aku cuma nggak suka dia bilang kayak gitu tadi." ujar Nantha.

"Kamu bisa santai, Nan. Tapi aku enggak. Mungkin dia nggak bales di kamu, tapi bisa aja dia bales itu ke aku. Aku tau Dimas itu senekat apa..hiks hiks." ujar Nada penuh kekhawatiran.

Mendengar itu, membuat Nantha mengepalkan tangannya yang berada di belakang pundak Nada.

"Kamu jangan takut. Kalo sampe itu terjadi. Kalo sampe dia bikin kamu lecet sedikit pun, aku nggak akan tinggal diam. Aku bakal bikin dia hancur." ujar Nantha dengan penuh keseriusan.

"Mulai sekarang kamu tanggung jawab aku. Aku akan minta pernikahan kita lebih di percepat setelah tunangan. Biar aku bisa selalu ngawasin kamu. Aku nggak akan biarin kamu kemana-mana sendirian tanpa aku." imbuhnya

"Nan--"

"Aku nggak nerima penolakan." sergah Nantha tidak menerima bantahan dan Nada hanya bisa pasrah.

Happy reading, gaessss🥰

Jangan lupa tinggalkan jejak🙏

Thank u🥰😘

1
Aiko Yuki
hai kak
rnannvalia
Lumayan
rnannvalia
Luar biasa
༄༅⃟𝐐QueenCy
lanjuttt
Diana Susanti
nyimak kak
faridah ida
hahahaa.. tahu aja nih sih mama ...😂😂
faridah ida
semoga tamat nya sampai anak2 mereka sudah besar ...😁🤭
faridah ida
akhirnya sekian lama nya baru up lagi .. makasih ya thorr ...🙏🙏
Risma Waty
Asli nyaris lupa dengan cerita ini... Semoga rutin up-nya ya, Thor... 💪🏾
faridah ida
akhir nya up lagi , ..makasih ya thorr , ..🙏🤗😘
semoga bisa up lagi besok ,sampai tamat ..
😁🙏
faridah ida: pasti dong thorr , kan belum selesai cerita nya ...😁🤗 di tunggu up nya thorr ..🙏🙏😘
total 2 replies
Norlin Buniran
hai kak bertha
Bertha Ryn
huhuhuuu maaffff🥺
hehehe doain lebih rajin yaa🤗
faridah ida
iya lama banget ,ini baru inget cerita nya lagi ...😁🤭
Helen Apriyanti
next
Helen Apriyanti
emmmn iya ni kk authorr lma bingitttt up nya udh sebulan bru up .. klo bisa
jgn klmaaan lg thorr up ny yh seru bingittt nih pnsrn dg devan shena akn kh shena nerima cinta devan !?
lnjuttt smngttt up lg yh thorr
Helen Apriyanti
Next
Helen Apriyanti
lama lama shena psti da perasaan nih sm devan ....
pepet trz devan shena nya gass full heher..
lnjutttt smngttt up lg yh thorr... pnsrn dech part slnjutnya
Helen Apriyanti
smngttt up kk
Helen Apriyanti
mntul ..kerennnn thorr gaskeun devan jgn jsih kendor
Ulfa Zahra
lanjut semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!