NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Sang Dokter

Jalan Cinta Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Dokter Genius / Kehidupan di Kantor / Karir / Teman lama bertemu kembali / Dokter / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Margaret R

Ketika laki-laki itu menabraknya di lobby rumah sakit, Melisa marah-marah. Pria blasteran itu dipanggilnya 'Bambang' karena menumpahkan kopi di baju kerjanya, padahal tak ada sebaris pun kumis melintang diatas bibirnya.

Pun ketika pria itu memberinya sapu tangan untuk membersihkan tumpahan kopinya dia menambah julukannya menjadi manusia kuno prasejarah.

Dan ternyata sejam kemudian Melisa tahu, Bambang yang kuno itu adalah Boss-nya.

●●●●
Cerita Vincent yang ditolak ama Liana dan Gendhis dimari. Yukkk masuk 🤣🤣🤣

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEASON 1 Part 11. Malam ini Saja

"Kenapa Dokter membantu saya. Dokter tak membantu saya tanpa alasan." Aku duduk didepannya sekarang, makan malam di sebuah restaurant di Jakarta Selatan. Dia mengizinkan aku yang membayar. Restoran cozy di salah satu mall dekat rumah sakit atas pilihannya.

"Kau mengingatkanku pada seseorang..."

"Seseorang?"

"Ibuku, dia juga bekerja sendiri membiayai kami, aku anaknya dan adik-adiknya. Sampai saat itu umurku 14 dia bertemu dengan Ayah tiriku. Dia sama sepertimu berpura-pura kuat, tapi menangis sendiri kemudian. Aku tak tahu ceritamu, ...tapi mungkin satu saat kita mungkin bisa menjadi teman. Kau bersedia lebih terbuka. Aku selalu mengagumi wanita yang mengambil pilihan sulit, berdiri sendiri demi keluarga, tapi kau perlu tahu menerima bantuan bukan sebuah kelemahan..."

"Ohh... begitu." Aku tersenyum kecil padanya. "Cuma itu?"

"Iya cuma itu. Kecuali kau berharap sesuatu yang lain. Kita bisa bicarakan kemudian..." Dia tersenyum, sesuatu yang lain. Aku telah lama membentengi diri dengan harapan itu.

"Baiklah, anggap aku menerima alasanmu Dok." Aku membalas senyumnya.

"Bisakah kita berteman saja, kau bisa panggil namaku, Jangan dokter. Jangan mencurugaiku terus..." Aku tersenyum kecil sambil bertopang dagu mendengar permintaannya, menatapnya sambil memiringkan kepalaku.

Dia memang menawan saat dia menggulung lengan kemejanya. Makan malam ini membuatku mabuk...

"Kau tahu menjadi teman itu terlalu berbahaya." Aku masih berbicara padanya dengan bertopang dagu, dia memesan wine dan aku punya batas toleransi alkohol rendah. Aku hanya berani menyesap sedikit. Tapi gelas ini entah kenapa kosong karena kebodohanku... Dan ini membuatku merasa terlalu jauh bicara, entahlah aku tak perduli sekarang.

"Jika kau terlalu banyak berharap pada teman itu berbahaya. Jika kau kecewa pada temanmu itu juga berbahaya. Menjadi kuat itu melelahkan... tapi menjadi hancur itu lebih menyakitkan. Tebak mana yang kupilih." Aku melanjutkan perkataanku, entah kenapa terasa lega mengatakannya.

Dia tak bicara cuma menatapku.

"Apa aku kelewatan Dok, kurasa aku mabuk karena wine ini, lihatlah ini sudah kosong..." Aku tertawa dan menatap matanya dengan berani.

"Tidak, kau bisa mengatakan apapun..."

"Katakan apa ceritamu, kenapa kau masih sendiri." Aku dengan berani mengorek sisi pribadinya.

"Aku pernah menikah, umur masih muda sekitar 26, aku sudah bekerja sebagai dokter di umur 22, akselerasi, aku sudah masuk kedokteran umur 16, aku punya obsesi di pekerjaan dan karier karena dulu aku bukan dari keluarga kaya, Mama mendorong untuk menikah, tapi setengahnya aku belum siap. Aku menyetujuinya untuk membahagiakan Mama, tapi kemudian aku sadar itu membuat istriku tidak bahagia, aku masih belum siap dengan sisi emosional sebagai pendamping sebagai suami, aku menganggap kemanjaannya sebagai gangguan, jika kami punya anak itu akan lebih kacau lagi, kami bercerai tidak lebih dari setahun, karena aku sadar aku tidak boleh mengurungnya di pernikahan kami yang tidak bahagia. Aku sadar aku menghancurkannya. Tapi lebih tidak adil lagi saat itu jika aku menahannya bersamaku. Sampai sekarang, aku terbiasa hanya berteman dengan beberapa wanita..."

"Hmm... pilihan hidup yang rumit. Kau ternyata kejam." Dia tertawa.

"Kau mungkin benar. Aku kejam..."

"Kau ingin mendengar ceritaku. Aku pernah menikah umur 24. Dengan anak orang kaya, hidupku terjamin, aku nyonya boss, tapi kemudian aku tahu dia punya selain punya banyak simpanan uang dia juga punya banyak simpanan wanita... Aku cerai, karena aku tak sanggup menutup mata. Sean, dia pacarku setelahnya, tapi aku hanya janda dengan banyak beban di pundakku dan Sean adalah kebanggaan keluarganya, jadi kami bukan jodoh. Dan aku memutuskan lebih baik menjadi wanita perkasa daripada berdarah berkali-kali karena cinta sampai sekarang. Bagaimana ceritaku, menyentuh bukan..." Aku tertawa.

"Cukup hebat. Ternyata kita berdua cukup hebat." Aku tertawa atas tanggapannya.

"Aku boleh minum lagi? Menjadi mabuk itu ternyata menyenangkan, sedikit mencoba melupakan masalah ternyata melegakan..." Dia memanggil waitress untuk mengisi gelas keduaku.

"Kau harus mengantarku..."

"Aku akan mengantarmu..." Aku menyesap wine itu, rasa pahitnya membuatmu terbakar, tapi sedikit wangi buah terasa menggoda. "Terima kasih sudah berkata jujur."

"Hmm ... ini karena wine ini, kau menjebakku bukan." Dia tertawa.

"Aku suka kau yang terus terang. Itu lebih baik..." Matanya berkilau hangat, makan malam yang memabukkan, Bambang ini terlalu tampan sekarang dan aku ingin menyentuh lengannya bersandar padanya sekali saja bolehkan. Hanya malam ini...

Besok aku akan kembali seperti diriku lagi yang biasa.

"Aku mau pulang. Terlalu lama disini aku tak bisa pulang lagi..." Dia tertawa.

"Baiklah ayo. Kuantar kau. Toleransimu rendah sekali , itu cuma satu gelas..."

"Aku bukan sepupu Brad Pitt,..." Dia tertawa dan menarikku tanganku untuk bangkit, aku membiarkan diriku bergelayut di lengannya. Sopirnya membawa mobilku dan dia mengantarku pulang.

"Kau mau bersandar..." Aku mengerling padanya.

"Kenapa kau jadi baik hati."

"Aku memang baik pada temanku."

"Aku tak mau jadi temanmu. Aku cuma perlu lenganmu semalam." Aku memeluk lengannya menaruh kepalaku di pundaknya dan tak perduli apa yang dia pikirkan. Rasanya setelah bertahun-tahun bisa bersandar seperti ini lagi melegakan.

"Aku tahu. Kau memang kejam...." Bambang menertawakanku.

"Kurasa kita sama. Anggap saja kita mabuk dan besok kita tak akan mengingat ini lagi."

"Aku setuju. Hanya malam ini ... Terima kasih. Kau memang dokter yang baik." Aku memejamkan mataku dan menikmati kehangatan lengannya.

Kurasa aku sudah terlalu berani tapi dia sendiri yang menawarkan. Besok semuanya akan jadi normal lagi. Benar bukan?

Malam ini aku hanya meminum terlalu banyak wine.

1
Maria Ulfah
buku nya mak othor selalu bagus dan keren-keren 👍👍👍👍
Mei Saroha
meleleh nihh baca kisah Bambang Melisa...
aku padamu kk othor
Lulu
luar biasa keren
💜Ilalang Senja💜
Author...Jempolan...teruslah berkarya..
Sarange ... Author
💜Ilalang Senja💜
Kamsahamida... Author....Sarange..
Novee Lim
Andreas & sandra tidak adakah kak margaret?
Ria Nilasari
Luar biasa
Ria Nilasari
Lumayan
Jessica
Luar biasa
Sunaryo Sunaryo
Biasa
Sunaryo Sunaryo
Kecewa
Gita mujiati
Luar biasa
V-hans🌺
mukanya terlalu tua untuk umur 30 apa lagi blasteran kyak umur 40 malah 🙏
Bakul Lingerie: blesteran kan ang gitu kak, muka mereka boros. nanti menginjak 50 mukanya bakal begitu2 aja, mereka keliatan muda
total 1 replies
Anita Candra Dewi
menurutku wajah dr andreas kek org india, apa krn brewokan ya
ms. yati74
Luar biasa
Puspa Ayundari
Nt lama lama gultik kalo aturan nya nggk bikin nyaman penulis...😔
Nurul Kistianti
Luar biasa
Serevina Simanjuntak
luar biasa...bale lg baca novel ini
GegeSter
hihihi.. maap leo.. bukan minggir.. tapi lebih cakep erwin diliat dari kamera 360 nya juga..
u itu terlalu perpect, ga ada unsur badass nya 🤣
legira
aku suka semua novel mu kak .yg paling favorit itu l hate my bos..😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!