Karna ini adalah novel pendek jadi babnya gak terlalu panjang ya..
Mengandung cerita 21+
Ayunanda saputri harus terima kalau, mama yang ia cintai harus rela memilih lelaki yang baru saja menikahinya. Lelaki itu bernama Thomas Killer dia adalah sahabat papanya dahulu.
Dengan penuh perjuangan dia hidup sebatang kara, untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Suatu hari dia bekerja di sebuah Bank swasta dan terpaksa menjadi simpanan CEO untuk membalas dendam kepada lelaki yang sekarang menjadi suami mamanya.
Adakah cinta di antara keduanya, simak terus kelanjutannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta haknya
Setelah selesai melakukan penandatangan dokumen Yuna dan Arya kembali ke kantor. Mereka keluar dari perusahaan Thomas dengan sejuta senyuman.
"Tuan yakin kalau rencana Tuan akan berhasil?." tanya Yuna sambil terus berlajan ke arah mobil Arya.
"Tentu saja Baby, aku tidak akan begitu saja melepaskan terkamanku. Akan ku buat Thomas dan anaknya tidak bisa membayar bunga yang harus di bayar pada bulan pertama, aku akan mengecoh semua keuangannya."
"Benarkah?."
"Tentu saja!!." jawab Arya sambil mengerlingkan matanya.
Sepanjang perjalanan ke kantor kegiatan Arya hanya merayu Yuna, tapi rayuan itu tak di tanggepi oleh Yuna. Yang ia mau dia hanya ingin di bantu membalas dendam, masalah hatinya itu nomor dua.
Perjalanan tidak begitu lama, karna jarak kantor Thomas dan Bank milik Arya tidak begitu jauh. Mereka berdua langsung menuju ruangan Arya, tapi Lian mengahdang perjalanan mereka.
"Yuna, kenapa kau selalu menempel kepada Tuan Arya. Banyak pekerjaan tapi kenapa kamu selalu bersamanya?!." Lian merasa cemburu karena Yuna terus bersama Arya.
"Tuan apa boleh aku menggantikan pekerjaan Yuna?." Lian mencoba menggoda Arya dengan memegang dasi yang di pakai oleh Arya.
"Jangan mengganggu pekerjaan Yuna sekretaris Lian, lanjutkan saja pekerjaanmu!!." Mendengar itu Lian mengerucutkan bibirnya dan melihat sinis kepada Yuna.
"Dari awal aku sungguh tidak menyukaimu, gadis perebut!."
'Ternyata, aku punya banyak panggilan di kantor ini. Mulai dari wanita penguntit, sugar baby, sampai gadis pengganggu lalu sebentar apa lagi?.' gumamnya sambil menatap jengah Lian yang berada di sampingnya.
"Permisi Bu, saya dan Tuan Arya masih ada pekerjaan kalau begitu saya tinggal masuk dulu."
Arya tertawa sambil menarik halus rambut Lian.
"Jangan marah, Yuna hanya melakukan pekerjaannya." Setelah mendapat perlakuan manis dari Arya, senyumnya kembali cerah.
"Kapan Tuan bisa saya temani lagi?."
"Saya masih sibuk mungkin sebentar lagi."
'Apa maksut dari pertanyaan Lian itu, apa semua wanita di kantor ini selalu menawarkan tubuhnya dengan menggoda Tuan Arya. Menjijikan sekali, ups.. lalu diriku ini apa? aku juga rela di jadikan simpanannya untuk membalas dendam. Ya Tuhan ternyata aku tidak lebih baik dari mereka.' Pikirnya dalam hati.
Tak lama mereka melakukan meeting pekerjaan mereka dengan perusahaan Thomas tadi, pintu ruangan Arya kembali di ketuk oleh Lian.
Tok..Tok...
"Masuk!!, ada apa sekretaris Lian?."
Lian belum menjawab tapi Diego sudah menerobos masuk ke ruangan Arya.
"Hai Bro, lama kita tidak berjumpa aku sangat merindukanmu!!." Diego menjabat tangan Arya lalu memeluknya dengan erat, tak lupa ia juga mencium pipi kanan dan kiri Arya.
"Berhenti melakukan ini kepadaku, bodoh!!." Arya mengelap pipi yang barusan di cium oleh Diego.
Merasa kalau dirinya tidak di butuhkan Lian segera menutup kembali pintu ruangan Arya.
Diego yang mengetahui ada sesosok wanita cantik di sana sungguh terkejut.
"Arya siapa dia, kenapa seleramu berubah. Bagaimana kabar Ellena, apa dia masih bersamamu atau sudah kau hempaskan?." tanyanya dengan terus menggoda Arya.
'Ohh... jadi Tuan Arya sudah mempunyai kekasih, lalu di mana wanita itu. Emp.. apa wanita yang ku jumpai di gidang kantor itu. Cantik sih, tapi kenapa mau diajak berkencan di sana. Dasar sama-sama aneh'
"Jangan ganggu dia Di, dia wanita spesial untukku."
"Benarkah?, Nona bisa kita berkenalan?!. Kenalkan namaku Diego, aku adalah asisten Arya. Aku juga baru pulang dari perjalanan bisnis dari Negara XX."
"Nama saya Ayuna Tuan, biasa di panggil Yuna saja. Saya adalah sekretaris kedua Tuan Arya."
"Behhh... sialan kau punya dua sekretaris segala Bro, mana bule gini lagi."
"Bukannya kamu juga bukan bule? bule teriak bule." Arya menertawankan asistennya.
"Oiya 😂😂." Diego ikut menertawakan dirinya. Diego adalah keturunan Spanyol, badannya tegap tinggi dengan hidung mancung dan mata berwarna biru. Mereka bersahabat sejak duduk di bangku SMA.
Karna di rasa urusannya sudah selesai Yuna bermaksut untuk pergi dari ruangan Arya dan Arya membiarkan dia untuk keluar.
"Nanti pas pulang kantor tunggu aku di mobil," bisiknya sambil memberikan kunci mobil Arya kepada Yuna.
"Baik Tuan." Yuna menerima kunci itu dan keluar dari ruangan Arya.
"Sebenarnya apa hubungan kalian berdua, kelihatannya ada tanda-tanda orang jatuh cinta nih ya?." Diego menerka dari gestur tubuh mereka.
"Diam kau, selesaikan pekerjaanku. Aku mau tidur." Arya membuka pintu ruangan pribadinya.
"Hei, aku kan baru saja tiba kenapa aku di beri pekerjaan yang begitu baanyak kepadaku. Kau curang sekali ya??." Diego mengetahui kalau Arya menyukai wanita yang baru saja di temuinya. Lalu dia meneruskan pekerjaan Arya yang belum terselesaikan.
Belum lama Arya tidur, hapenya selalu berdering terus menerus. Menuntut agar segera di terima sambungannya.
'Siapa yang berani mengganggu waktu istirahatku sih?.' pikirnya dalam hati.
Arya mengambil hapenya di atas nakas tempat tidurnya, lalu menggeser tombol hijau dan langsung menempelkan benda pipih itu pada kupingnya.
"Hallo Hana, apa yang kau lakukan Kakak sedang sibuk sekarang." Arya berbohong agar adiknya tidak terus mengganggunya.
"Kak, pulanglah mami sungguh merindukanmu, sama seperti diriku." rengek hana agar kakaknya mau pulang.
"Kau selalu saja begini, baiklah makan siang nanti aku akan pulang bersama diego."
"Sebaiknya Kakak pulang sendiri, karna Tante Mitha ingin kau memberikan jabatan yang pantas untuk kak Rendi." Hana menceritakan kedatangan tantenya ke rumah sekarang ini.
"Apa tante Mitha sekarang masih berada di rumah?."
"Iya Kak, tante menunggumu. Maka dari itu pulanglah sekarang, kasian mama yang selalu jadi bahan kemarahannya terus."
"Selalu saja mengganggu, kenapa tidak dari dulu saja mereka mengurus perusahaan ini. Sekarang begitu tau perusahaan sudah sebesar ini, mereka ingin ikut andil mengambil keuntungannya. Baiklah tahan tante Mitha aku akan segera pulang."
"Baik Kak, Hana tunggu ya.." mereka menutup sambungan telpon mereka masing-masing.
Sedangkan Arya segera memakai jasnya dan memakai sepatunya yang tadi sempat ia lepas.
Diego terkejut saat Arya begitu tergesa-gesa meninggalkan ruang pribadinya.
"Ada apa Ar, kenapa terburu-buru. Apa ada sesuatu yang mendesak?!." tanyanya berurutan.
"Aku pulang dulu Di, di rumah ada tante Mitha. Ia ingin Reyhan menduduki posisi tertinggi di sini, dan menggeser kedudukanku."
"Kenapa tidak dari dulu saja, saat pamanmu baru saja meninggal?." Diego ikut tersulut emosi dengan kelakuan tante Arya.
"Entahlah Di, aku tidak bisa berfikir jelas sekarang ini." lanjutnya dengan bersiap untuk pergi.
"Apa kau mau aku menemanimu?." Diego menghawatirkan keadaan sahabatnya itu, di balik sifat arogan dan playboynya. Arya adalah sosok yang sangat penyanyang dan lembut saat bersama keluarganya, karena Arya di tinggal pergi untuk selamanya oleh papa dan pamannya sejak ia masih remaja. Membuat sifat Arya sedikit berubah. Ia begitu rapuh saat bersama keluarganya dan kelemahannya adalah mamanya, ia bisa melepaskan jabatannya di perusahaan apa bila mamanya yang meminta.
"Tidak Di kamu di sini saja atasi semua pekerjaanku yang terbengakalai, aku bisa mengatasi masalahku sendiri. Aku mengandalkanmu!!." Lalu beranjak pergi menemui Yuna, karna kunci mobilnya di pegang oleh Yuna
Dasar Mak lampir...
ngga bisa lihat orang bahagia.
visualnya thort