Rianna, yang sudah memasuki semester akhir sekolah. Yang tidak percaya akan sebuah cinta. dapatkah dia jatuh cinta, dan mempercayai akan sebuah cinta..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranti Afriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 11
Eps.11
' Angin sepoi-sepoi..
Senja tolong berhenti sejenak,
ku ingin menikmati nya.. '
Rianna yang tampak kebingungan dengan ucapan Mori, jantungnya berdetak kencang. Gadis itu bertanya-tanya apa yang mau di bicarakan Mori. Kenapa harus menunggu malem.
" Hei.. berhentilah berpikir cepat minum air kelapa nya. " Ucap Mori..
" Ahh jantungku, kenapa dah sekian lama sekarang berdebar lagi. Apa lagi hari sudah mau gelap nanti kalau Dina khawatir kepadaku gimana, tadi tidak sempat pamit dulu. Sebab Mori keburu tarik tanganku. " Gumam Rianna..
" Apa kamu ngomong apa.? "
" Ehh.. kedengeran kah?!.. " Jawab Rianna
" Bodoh kenapa kamu bergumam gak jelas, lihatlah matahari sebentar lagi tenggelam.. "
" Hahh... " Gadis itu menarik napas panjang-panjang. ( Aku ingin pulang jantungku hampir copot ) jerit hati Rianna.
Malam pun tiba. Begitu canggung di antara mereka.
" Hai kelinci bodoh.. "
" Berhenti panggil aku kelinci aku gak bodoh!! " ( Cemberut ) kamu kenapa sih selalu maksa aku harus ngikutin kemauan kamu, selalu isengin aku, selalu nyeret aku kena masalah..
" Bodoh.. dengar baik-baik! -
Karena aku suka padamu. " ( Serius ) wajah Mori begitu serius, suaranya yang berat. Tatapan mori begitu tajam dan serius melihat Rianna tidak ada keraguan sama sekali..
" Haahh.. " ( kaget sampai gak bisa ngomong )
Rianna yang begitu terkejut, dia berlari meninggalkan Mori sendirian..
" Sial... Sial.. sekarang aku tahu apa yang selama ini ku pendam. " Ucap mori yang tertunduk entah perasaan nya lega atau menyesal dengan ucapannya. Dia tersenyum sinis..
Hosh.. hosh... Gak bisa napas, tanpa di sentuh pun aku sudah tahu jantung ku berdegup sekencang apa..
Hahh.. tenang tenang, tarik napas Mori pasti bercanda dia kan suka iseng.
Di pikiranku cuman ada wajahnya dan suaranya, yang begitu serius gak mungkin bercanda kan. Bahkan kata-kata begitu samar saking gugupnya..
Apa yang harus kulakukan, harus ku jawab apa nanti?! Apa aku harus menghindari nya.
Ahhh... Kenapa aku malah kabur tadi..
Dan ini di mana.?? Dah malem aku tersesatkah ? Ahh tadi aku refleks kabur, pas denger ucapan Mori dan sekarang tersesat, coba gak ada sinyal lagi.
Sementara itu di sisi lain, Mori tampak murung niat hati ingin memperlihatkan bintang jatuh, tapi malah menyatakan cinta. Ini baru pertama kali untuk nya, jantung nya berdetak sangat cepat saat mengungkapkan nya.
" Ahh.. sudahlah dah terlanjur ngomong mau gimana lagi. " Ucap Mori sambil garuk kepala dan pulang ke villa.
Sedangkan Rianna yang dari tadi muter-muter, belum sampai ke villa. " Hahh.. capek kenapa aku dari tadi muter-muter di sini terus si. " Gumam Rianna.
Dina... ( Batinnya menjerit memanggil nama Dina )
Krekk.. ( suara buka pintu )
" Rianna akhirnya kamu pulang, aku khawatir ta..u.. " ucap Dina sambil berlari ke pintu.
" Mori mana Rianna bukannya dia pergi bareng kamu. " Ucap Dina kebingungan..
" Hoi.. bukannya dia sudah pulang dari tadi ya, emang belum sampai?. " Ucap Mori serius..
" Ya jelas belum pulang bodoh, kan dia pergi sama kamu.. Sekarang di mana dia?.ucap Dina kesal..
Tanpa berpikir panjang Mori berlari mencari Rianna, dia begitu khawatir. Apakah dia tersesat pikiran Mori penuh dengan Rianna..
ato lanjut seasen 2 nya gt?
aukaes trs tuk karya2nya thor 💕💕💕💕
sukses...semangat