Perhatian novel ini mengandung teori dan misteri
Jika kalian tim yang lebih mementingkan judul, dari pada alurnya silahkan berpikir dulu sebelum membaca, takutnya tidak suka alurnya malah berakhir hate koment🙏🏻
Setelah bertengkar hebat dengan orang tua nya Serin memutuskan untuk pergi dari rumah dan hidup sendiri
hidupnya berubah ketika dirinya mengenal Glen yang tidak lain adalah seorang Presdir tampan yang sukses di usia yang terbilang muda
ikuti keseruan cerita mereka di PENGAWAL CANTIK
yang mau info up bisa follow ig
@sweetdream
Mohon maaf jika ada kesalahan atau typo soalnya ini karya pertama autho, happy reading🥰🙏🏻
cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author, jadi mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, judul atau tempat, itu semua murni kebetulan
jika kalian suka ceritanya jangan lupa like, tambah kedaftar favorit, vote dan tentunya tinggalin jejak dengan koment ya🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sweetdream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali
Setelah dua pria tadi berhasil diusir dari rumahnya, Glen mengajak Serin masuk dan duduk diruang tamu, banyak sekali pertanyaan yang ingin dilontarkan olehnya
Mereka duduk di sofa, Glen menatap Serin dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, dia terus menatapnya sebelum akhirnya membuka mulutnya untuk memulai pembicaraan
“sekarang jawab pertanyaanku dengan jujur” ucapnya menatap Serin, pria yang sebelumnya pernah menaruh curiga bahwa pengawalnya itu sebenarnya, adalah anak dari pemilik NIX Group mulai melontarkan pertanyaan pertamanya
“kau anak presdir NIX Group kan, jawab aku dengan jujur, atau aku akan memecatmu,aku tidak suka jika dibohongi” tanyanya dengan nada penuh penekanan
Serin bingung harus menjawab apa, jika dia berbohong maka akan salah, karena dia sudah kepalang kepergok oleh bosnya itu, walaupun dia belum mengatakan jika diirinya benar anak dari David, tapi dia yakin bosnya itu sudah berpikir ribuan kali sebelum menanyakan ini, dan disisi lain jika dia mengaku, bisa saja Glen akan memecat sekaligus mengirimnya kembali pada orang tuanya
Serin benar-benar tidak mau jika harus dikirim keluar negri dan hidup layaknya di penjara karena Ayahnya akan meletakkan dua penjaga disisinya, untuk terus mengawasinya sampai dia lulus kuliah
Bahkan dia tidak akan bisa bebas jika terus di awasi, sebelumnya dia sudah merasakan rasanya dipaksa, masuk ke jurusan yang tidak diminatinya, karena itu Serin benar-benar kapok dan tidak ingin mengikuti ucapan Ayahnya
“cepat jawab!!!” ucap Glen dengan nada yang mulai meninggi, sontak wanita itu terperanjat kaget ketika bosnya itu meninggikan suaranya
“apa jaminannya kalau saya jujur, apa bapak tidak akan memecat saya” ucapnya memberanikan dirinya menatap pria yang sedang duduk di sampingnya itu
Mendengar ucapan Serin, pria itu sudah yakin 100% sekarang, bahwa Serin adalah anak dari David Rayen Nix pemilik sekaligus presdir NIX Group yang sudah pasti kekuasaannya, akan jatuh kepada wanita yang sekarang masih menyandang status sebagai pengawalnya
Glen mengusap kasar wajahnya, ia tersenyum tidak percaya jika orang yang sekarang sedang menjadi pengawalnya, adalah anak dari pemilik perusahaan yang sedang menjalin hubungan lewat sebuah proyek dengan perusahaannya
Glen hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Serin tadi, dia tertawa kecil menertawakan dirinya sendiri, entah kenapa pria itu sedikit kecewa, karena dibohongi oleh pengawalnya sendiri, sebenarnya ia juga bersalah karena tidak memeriksa latar belakang Serin lebih dalam, dan hanya mementingkan kriterianya saja.
...****************...
Glen masuk ke kamarnya setelah meninggalkan Serin yang masih duduk diruang tamu, bahkan dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan Serin tadi
Meraih ponselnya Glen menelpon seseorang dari dalam ponselnya
📞In Call-
“hallo”
“Vin bisa tolong kamu aturkan jadwaku, dan telpon pihak NIX Group aku ingin bicara dengan pak David”
“baik pak”
📞End Call-
NIX Group merupakan perusahaan Global, yang memiliki pendapatan tinggi pertahunnya, NIX Company merupakan kantor pusat dari semua anak perusahaan
NIX Group menaungi beberapa anak perusahannya seperti, NIX Hospital, NIX of Laboratorium dan yang lainnya dengan keseluruhan bisnisnya ,yang berpusat pada alat rumah sakit, farmasi, dan masalah yang berkaitan dengan dunia medis
...****************...
Karena kemarin Glen sudah memerintahkannya untuk bekerja, hari ini Serin pergi dengan bosnya itu dengan pakaian yang biasa dia pakai
Sama seperti biasanya wanita itu akan menyapa bosnya, walaupun keadaannya sedang berbeda sekarang, mereka duduk di kursi untuk menyantap sarapan
Suasana di meja makan benar-benar sunyi hanya suara alat makan, yang saling bersentuhan mengisi suara di meja makan tersebut
Hawa dingin yang dulu pernah dirasakannya kini kembali terasa ketika Glen hanya diam, bahkan tidak bicara sepatah katapun padanya seperti biasanya, hanya raut wajah dingin yang tergambar diwajahnya
...****************...
Ia mendudukkan dirinya di kursi kerjanya
Glen mulai membuka lembaran berkas yang sudah menunggu untuk disentuhnya, sedangkan Serin duduk di sofa kadang dia mencuri pandang kearah bosnya itu
Vina masuk setelah tadi sempat di panggil Glen dari dalam ruangannya, “ada apa pak?” tanya Vina yang sudah berdiri di dekat meja kerja Glen, “apa kau sudah melakukan apa yang ku perintahkan kemarin?” tanyanya dan mendapat anggukan dari Vina
Sekertarisnya itu keluar dari ruangannya, setelah dirinya menyuruhnya untuk kembali pada pekerjaanya
Glen menatap sekilas kearah Serin, lalu kembali lagi pada berkasnya
Wanita yang sedang duduk di sofa itu melihat kearah jam tangan yang melingkar ditangannya, dengan memberanikan dirinya, Serin berjalan menuju meja kerja Glen
“apa bapak tidak akan makan siang, ini sudah jam makan siang?” tanyanya karena Glen tidak keluar untuk makan siang, karena biasanya dia akan keluar jika waktunya sudah menunjukkan jam makan siang
“sebentar lagi, kau duduklah” ucapnya dingin dengan pandangan yang masih fokus pada komputernya, wanita itu mengehela nafasnya, dan mengangguk pelan lalu beranjak untuk kembali ke sofa, tapi belum sampai dia duduk di sofa
Pandangannya teralih pada sosok yang tidak asing lagi baginya, “Ayah” gumamnya pelan, wanita itu perlahan mundur sambil menyaksikan Ayahnya yang berjalan masuk keruangan Glen dan saling berjabat tangan dengan bosnya itu
“silahkan duduk pak...” ucapnya mempersilahkan pria yang notabennya berumur lebih tua darinya itu untuk duduk, disusul dirinya yang juga duduk dengan menyilangkan kakinya, sedangkan Serin yang merupakan pengawalnya itu masih berdiri terdiam kaku di samping sofa panjang yang ada disana
“Serin duduklah” ucapnya dengan nada datar menyuruh wanita yang masih berdiri itu untuk duduk, Serin perlahan mendudukkan dirinya disofa, dengan tatapan tidak percaya, dia menatap kearah Glen yang sudah pasti, orang yang membuatnya bertemu dengan Ayahnya
Wanita itu kecewa karena Glen membawa dirinya bertemu dengan Ayahnya yang sudah pasti dirinya akan pulang, tanpa tau alasan kenapa wanita itu kabur dari rumah
Dua pria itu sempat bicara masalah bisnis sebentar, sebelum akhirnya pulang dengan membawa Serin bersamanya
“maafkan saya om, karena sudah membuat anak om menjadi pengawal saya” ucapnya sopan
“kamu tidak salah Glen, ini hanya kesalahan anak ini” ucapnya melayangkan tatapan tajamnya pada Serin, karena wanita itu sudah pergi hampir 2 bulan dari rumah
Glen hanya bisa menyaksikan ketika wanita yang tidak lagi menjadi pengawalnya itu, berjalan keluar dari ruangannya dan perlahan menghilang dari pandangannya
...****************...
Di dalam mobil Serin hanya bisa diam, dia sama sekali tidak membuka mulutnya untuk mengatakan sepatah katapun
“kau akan ku kirim keluar negri, dan melanjutkan studimu, jika kau tidak menurut maka aku akan menyuruh Mario, untuk membatalkan kontrak dengan perusahaan Glen” ancamnya, mendengar ancaman Ayahnya Serin hanya bisa menelan kasar salivanya
Dia tidak mungkin membuat perusahaan Glen mengalami kerugian hanya karena dirinya yang keras kepala, wanita itu hanya bisa menerima kenyataan dan mengangguk pelan mengiyakan ucapan sang Ayah, untuk melanjutkan studinya “penjaramu dimulai Serin” gumamnya dalam hati
...****************...
Serin yang baru sampai dirumah besarnya itu langsung masuk kedalam kamarnya, tanpa menghiraukan Ayahnya, Ia berjalan gontai menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Rasanya dia benar-benar tidak ingin melakukan apa-apa, selesai dengan acara mandi dan memakai pakaiannya, wanita itu merangkak naik kekasurnya untuk merebahkan dirinya, akibat kakinya yang masih merasakan sakit tidak butuh waktu lama untuknya terlelap
Jam sudah menunjukkan pukul 21.00, terlihat seorang wanita yang bisa kita bilang umurnya sudah menginjak kepala 4 tapi wajahnya masih terlihat awet muda, masuk kedalam kamar sang anak, ia berjalan mendekat kearah kasur, terlihat sang anak sudah terlelap dengan tidurnya, Marisa menghela pelan nafasnya dan duduk di tepi ranjang sambil menatap lekat wajah anak perempuannya itu
Marisa mengelus lembut surai pipi putrinya yang sedang tertidur, tidak lupa senyum hangat tertarik dibibirnya, setelah lama akhirnya dia bisa melihat anaknya lagi, setelah cukup lama berada di kamar Serin akhirnya ibunya itu keluar
...****************...
Marisa duduk di sofa yang ada di ruang tamu, di sana juga ada suaminya yang sedang bicara dengan Kelvin yang merupakan tangan kanannya, mungkin dua pria itu sedang membicarakan tentang Serin yang akan segera dikirim sang Ayah keluar negri
“dimana kamu menemukannya?” celetuk marisa seraya meraih majalah yang ada di meja
"DC, dia bekerja untuk Glen” jawabnya, “Glen... anak Dion George Darion?!” sahut Marisa dan di angguki oleh David
“bagaimana bisa?” tanyanya lagi, pria yang merupakan Ayah Serin itu menghela nafasnya, dan mulai menceritakan semuanya kepada istrinya itu
“ya ampun Serin” ucapnya setelah mendengar pejelasan dari suaminya, “kau juga yang terlalu keras padanya, seharusnya kemarin kita biarkan saja dia masuk ke jurusan yang dia inginkan” ucapnya menatap sang suami
Ayah Serin memang keras kepala dan alhasil Serin juga mewarisi sifat sang Ayah, makanya ketika mereka berdebat maka tidak ada jalan keluar, karena sama-sama akan saling pada pikirannya masing-masing
“dia harus mengambil jalan yang sama dengan kita, aku dan kamu bergelut di dunia medis, dan aku juga ingin anakku memiliki jalan yang sama denganku, aku ingin dia menjadi wanita pertama yang memiliki gelar professor muda di kota ini, dia juga pintar jadi itu tidak masalah jika dia, kusuruh untuk melanjutkan pendidikannya, aku tidak akan merubah pemikiranku pokoknya dia harus melanjutkan pendidikannya, aku akan merubah pemikiranku jika suatu saat ada keadaan yang berbeda” ucapnya
Istrinya hanya bisa menghela nafasnya, dia tau jika suaminya itu sudah memutuskan maka dia tidak akan bisa membantahnya
...****************...
Malam yang panjang itu dihabiskannya dengan tidur, Serin yang sudah selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya itu turun dengan dress biasa selutut
Menarik kursi, Serin duduk di kursi meja makan untuk sarapan bersama orang tuanya, baru saja dia menyelesaikan sarapannya datang Kelvin yang meletakkan kunci mobil dan beberapa kartu di meja, wanita itu sontak menatap Ayah dan Ibunya secara bergantian
“aku mengembalikan fasilitasmu, dan bersiaplah besok Kelvin akan mengantarmu ke bandara” ucapnya, sontak membuat wanita itu menatap sang ibu dan hanya mendapati jika ibunya menggeleng pelan, tanda dia tidak bisa membantunya, Serin hanya bisa menghela kasar nafasnya
...****************...
.
.
.