Rinjani Analita (Riri) mahasiswa fakultas keguruan yang merangkap sebagai guru honorer di sebuah sekolah SMP negeri bertemu dengan Abel anak muridnya yang punya seorang ayah berstatus duda anak satu. Abel yang rindu sosok seorang ibu yang meninggalkannya selama 4 tahun berharap sang guru menjadi ibunya. Abel selalu berusaha menjodohkan guru kesayangannya itu dengan Ervan papa nya, sedangkan Ervan punya kekasih dan mereka menjalin hubungan selama 2 tahun.
Apakah Abel berhasil membujuk Riri bersama Ervan atau kah Ervan menolak keinginan abel?
SEASON 2
kisah rumit antara Abelia, Davin dan juga Nolan. Kisah cinta segitiga dua bersaudara yang mencinta satu wanita yang sama.
Davin seorang dirut yang dikenal dengan kebiasaannya sering berganti pasangan. Sedangkan Nolan mahasiswa dingin yang punya jiwa sosial yang tinggi terhadap sesama.
siapa yang akan mendapatkan cinta Abel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Einaz Ajjah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11 Kecewa
Dua hari sudah berlalu ketika mereka menjadi 'teman'. Ervan sering mengirim pesan WA pada Riri sekedar menanyakan kabar. Motor Riri sudah dikembalikan ke rumah oleh Pak Amin setelah keesokan paginya.
Di sekolah hari ini berjalan normal seperti biasa. Karena disekolah Abel jarang menunjukkan kedekatan dengan Riri, entah kenapa Riri ingin cepat-cepat waktu berlalu menjadi malam agar dia bisa mengajar les dirumah Abel. Setelah melewati siang yang lelah, Riri kembali ke rumah beristirahat sebentar sebelum malam mengajar les di rumah Abel.
Setelah menunjukkan pukul 18.20 dan mendengar adzan Maghrib, Riri bergegas melaksanakan sholat dan bersiap kerumah Abel. Dengan semangat Riri sengaja tidak makan malam karena keluarga Abel pasti akan mengajaknya makan.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit, Riri tiba di pintu gerbang rumah Abel. Riri turun dari motor dan megetuk pintu sekali pintu langsung terbuka.
"Masuk Mbak. Lagi makan malam. Ayo makan dulu Mbak." Bi Mina yang langsung mengiringnya ke meja makan.
"Ayo makan dulu Ri." Kata Ervan. Riri melongo mendengar sapaan Ervan yang berubah 180 derajat seperti sapaan pada seseorang yang sudah akrab.
"Ya Mas." Balas Riri duduk.
Abel yang mendengar orang dewasa di depan nya bersikap seperti itu merasa sangat senang apalagi dengan panggilan baru mereka.
Setelah selesai menyantap hidangan makan malam yang di buat Bi Mina. Riri memilih ruang tamu untuk belajar hari ini.
Di tengah belajar suara mobil terdengar dari luar beberapa menit kemudian muncul dari pintu wanita cantik dan tinggi berambut lurus sebahu memakai blouse merah dengan celana hitam.
Inikan wanita yang waktu itu dipanggil Sayang oleh Mas Ervan. Batin Riri terkejut ketika Tiara menghampiri Riri dan Abel.
"Anak manja. Ini guru les baru kamu?" Kata Tiara pada Abel. Tiara merasa pernah Melihat Riri, tapi dia malas mengingat-ingat karena baginya itu tidak penting.
"Ya Tante." Jawab Abel terlihat tidak senang dengan keberadaan Tiara.
"Mudahan guru les kamu ini nggak punya tujuan lain dan nggak manja kayak kamu." Kata Tiara melirik ke arah Riri tapi Riri tetap bersikap santai sesekali masih tersenyum.
"Tante Tiara. Bisa pergi dan nggak nganggu kita. Kita mau lanjut belajar." Kata Abel ketus.
"Sudah manja dan berani nyuruh Tante pergi."
"Iya. cepet sana." Kata Abel mngibaskan tangannya.
Tiara langsung pergi menaikkan tangga.
"Abel, siapa pun dia dan bagaimana sikapnya pada kita, kita tetap harus menghormati Bu Tiara karena lebih tua dari kita. Nanti kamu minta maaf sama Bu Tiara." Tegur Riri yang tidak suka dengan sikap Abel meskipun Tiara yang memulai duluan.
"Ya Bu. Tapi Tante Tiara yang.." sebelumnya melanjutkan perkataannya Riri menyuruh Abel diam dengan menaruh jari telunjuk di bibirnya dan menggeleng kan kepala. Abel menurut dan mengangguk.
Riri sangat penasaran siapa wanita bernama Tiara. Riri sudah menduga pasti itu pacar Ervan. Dan tiba-tiba tubuhnya terasa lemas. Karena barusan melihat hubungannya dengan Abel terlihat tidak baik.
Setelah menunjukkan sekitar pukul 20.30, Riri mengakhiri belajar hari ini. Abel mengemasi barang-barangnya yang berserakan di atas meja.
"Ibu mau ke toilet dulu." Kata Riri pada Abel. Abel mengangguk menunggu sambil memainkan ponsel.
Riri keluar dari toilet hendak menuju ruang tamu lagi, tapi langkahnya terhenti.
"Astagfirullah hal adzim... !" Riri refleks tersentak melihat di dekat tangga seorang perempuan mengalungkan tangannya ke leher laki-laki yang tak lain adalah Ervan. Bibir keduanya saling bersentuhan terlihat mesra.
Tiara dan Ervan yang mendengar refleks menengok mencari sumber suara. Riri dengan muka pucat langsung berjalan cepat ke ruang tamu.
"Kenapa Bu Riri kayak habis ngelihat setan gitu." Kata Abel kaget melihat Riri yang terlihat ketakutan.
"Memang Ibu baru saja lihat dua setan," balas Riri. Nadanya terlihat kesal.
"Benarkah Bu, dimana Bu.. Ibu punya Indra ke-enam ya?" Abel sambil menyapukan pandangannya disekelilingnya.
"Ibu pulang dulu ya. Salam aja buat Papa kamu." Kata Riri tanpa menjawab pertanyaan Abel dan segera keluar dari rumah.
Disisi lain.
"Riri!" Ervan yang melihatnya berjalan cepat menuju ruang tamu.
"Anggap aja dia nggak ada Sayang, sudah pergi juga." Balas Tiara.
"Cukup Tiara!" Ervan melepaskan pelukan Tiara dan berjalan cepat menuju ruang tamu, hanya nampak Abel yang duduk di sofa.
"Bu Riri sudah pulang Pa." Kata Abel menunjuk kehalaman. Ervan melihat Riri yang mengendarai motor mulai menjauh dari rumahnya.
Di perjalan dada Riri tiba-tiba terasa sesak seperti ada pisau tajam yang menghantam. Dia merasa jijik, kesal, dan kecewa pada Ervan. Kejadian itu terus mengiang memenuhi isi kepalanya.
"Kenapa kamu jadi begini Ri. Kamu siapa Ri, kamu siapa??" Katanya pada dirinya sendiri di atas motor dan terus melajukan menyusuri jalanan.