Follow yuk, ig nya Lady
@lady.nuree
__
Ini Skuel ke II dari Mafia Girls.
Ketiga anak kembar itu mewariskan sifat monster dari kedua orang tua nya. Mereka tumbuh menjadi sosok yang tak kenal ampun. Bahkan darah pun akan menjadi minuman untuk mereka.
Anak kembar itu adalah
SEAN LUCIFER ABRAHAM, pria berwajah tegas, berjiwa iblis dengan kepribadian dingin mengalahkan dingin nya es di antartika. Memiliki penglihatan tajam setajam elang dan bernetra indah. Posesif terhadap kembaran nya terutama pada Shane, adik bungsu nya.
SHABILA LUCIFER ABRAHAM, gadis cantik bak dewi pemegang kekuasaan di atas langit. Berambut panjang madu legam, bola mata bulat bernetra hitam namun menyejukkan. Kejam pada mereka yang menyakiti keluarga nya terutama pada mereka yang menyakiti kembaran nya.
SHANE LUCIFER ABRAHAM, pewaris sebenarnya dari tahta sang Lady dan King. Penguasa tertinggi dari Mafia terkenal kekejaman nya. Berwajah tegas dengan dagu sedikit terbelah, salah satu anak yang di manjakan oleh kedua kembaran nya.
Tiga anak kembar itu, tidak lain adalah putra putri dari RUBY ALDERIA SMITH dan EDWARD LUCIFER ABRAHAM, Lady dan King dari Mafia Red Phoenix yang terus berjaya dari tahun ke tahun tanpa bisa di sentuh oleh jari tak bertuan.
Tiga anak kembar itu pula memiliki Kakak perempuan bernama NARA LUCIFER ABRAHAM JEFFREY, si monster yang bersembunyi di balik kecantikan nya. Pewaris dari Mafia terkenal Jerman-Dark Blue Dragon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady nuree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lucifer ?!
" Brengsek ! bawa dia kehadapan ku hidup-hidup ". Marah Baron, di pagi hari dia kembali dan mendapati kabar jika putri tercintanya terbujur kaku mati naas, tubuh Collin sangat pucat seakan darah pun telah terkuras habis. Bibir biru begitupun sebagian tubuh milik Collin terlihat memar dengan warna yang begitu pekat dan Baron sangat geram dan tidak terima. Baron yakin, jika kematian putrinya bukanlah percobaan bunuh diri. Para bawahan nya yang dia perintahkan untuk membawa sang pelaku hanya terdiam saat kaki mereka melangkah pergi keluar ruangan, karena mereka pun tak tahu siapa yang harus mereka tangkap.
Jika benar Nara pelaku nya, maka mereka lebih baik di siksa oleh tuan nya dari pada menghadapi monster dari Red Phoenix itu.
Collen, kaka laki-laki Collin yang juga teman dari Sean menatap sendu adik nya yang terbaring di atas berangkar mayat dengan begitu prihatin.
" Siapa yang melakukan ini kepadamu hmm ? kenapa dia begitu kejam !". Ujar Collen menekuk lututnya dan membelai kepala Collin. Collen menatap semua luka yang terdapat di bagian tubuh Collin dan matanya terkunci pada perut yang bisa di katakan itu adalah luka sobekan dan juga telah terlihat bolong di sana. Tangan Collen bergetar mencoba menyentuh luka di perut adik nya tapi dia urungkan karena dia tak kuasa untuk melihat nya lebih lama.
Seluruh anggota tubuh Collen bergetar, semua rasa tercampur di sana, walaupun sering kali mereka tidak akur satu sama lain tapi di balik itu semua, mereka saling menyayangi.
" Maaf tuan muda, Tuan besar ingin bertemu dengan anda !". Lapor kepercayaan Collen yang juga teman dekatnya, mereka berdua tumbuh bersama di dalam satu atap.
" Jangan bicara terlalu formal kepadaku Vi, tidak ada orang di sini ! hanya ada kita berdua dan juga adik ku ". Ujar Collen tanpa mengalihkan tatapan nya, suaranya sedikit bergetar namun penuh tekanan seolah amarahnya tak lagi dapat ia bendung.
" Collen !". Ucap Vio menenangkan Collen yang semakin menunduk.
" Kenapa mereka begitu kejam Vi, apa salah nya sampai mereka melakukan hal ini kepada adik ku ! ". Ucap pedih Collen seakan terdengar menyayat hati karena Vio tak pernah melihat Collen menangis.
Vio memeluk erat Collen dan menenangkan nya.
" Kenapa tuhan, kenapa kau selalu mengambil orang-orang yang aku cintai ! apa salah ku kepadamu ". Jerit Collen di pelukan Vio. Vio pun tak dapat menahan tangis nya saat pria di dalam pelukan nya sedang terluka.
" Hikss,,hikss ! tidak apa, semua nya akan baik-baik saja ! ada aku di sini yang akan selalu berada di samping mu, aku berjanji untuk itu ! tenanglah, aku mohon !". Vio semakin mengeratkan pelukan nya begitupun Collen.
Collen terdiam dengan masih sesenggukan. " Aku tak terima jika tua bangka itu penyebab semua nya ! aku kehilangan ibu ku karena dia dan aku pun sama sekali tak akan memaafkan nya jika hilangnya nyawa adik ku karena dia juga !". Tekan Collen.
" Vi, tolong kau urus semua proses pemakaman adik ku ! aku pergi dulu ". Collen tiba-tiba beranjak cepat dan melangkahkan kakinya begitu terburu-buru. Vio hanya dapat menganggukkan kepalanya dan menatap kepergian sahabat kecil nya itu.
Di lain tempat, Baron beserta Zidan dan juga yang lain nya telah berkumpul di markas besar Scorpion setelah mereka melihat bagaimana kondisi dari Collin putri dari Baron dan juga mereka pun telah menganggap dia sebagai putri mereka.
" Malam tadi putri dari Lady tiba-tiba menyerang anak buah ku dan aku yakin dia lah penyebab kematian putriku !". Ucap Baron sembari mencari informasi mengenai kejadian malam tadi.
" Kematian Collin jika di sangkut pautkan dengan kedatangan Nara ke markas itu sangat tak tepat ! waktu kejadian kedua nya sangat tipis dan itu sangat mustahil jika dia yang membunuh nya ! Jarak dari hostel itu ke markas pun sangat jauh dan itu membuktikan jika bukan dia pembunuh nya Ron ". Jelas Zidan menelaah semua yang terjadi.
" Lalu apa tujuannya ?!". Bingung Baron.
" Maaf tuan, semuanya sudah selesai !". Lapor anak buahnya sembari membawa berapa rekaman cctv malam tadi.
" Cepat bawa kemari !". Ujar Zidan.
Mereka semua memperhatikan dari kedatangan Nara yang akhirnya masuk ke dalam dengan kemarahan, alis mereka tertaut saat pria muda berusaha menjadi perisai untuk nya dan itu membuat mereka melemaskan jantung nya.
" Lucifer ?!". Alis mereka tertaut begitu serius saat Shane menyebut Lucifer dari mulut nya.
" Siapa lagi Lucifer ! kenapa semuanya sangat misteri ?!". Gumam Zidan tanpa mencermati setiap wajah dari mereka dan kesalahan itu yang membuat mereka tak akan pernah sadar keterkaitan di antara Nara dan juga ketiga adik nya.
Keadaan begitu tegang dan juga penuh kebingungan, semua nya masih berfikir sampai di mana Zidan mengingat jika semalam dia memerintahkan anak buahnya untuk menangkap si pengacau.
" Ada apa ? ". Tanya Baron saat Zidan ribut mengutak-ngatik handphone nya dan ibu jarinya terhenti pada photo pria muda yang begitu ingin dia lenyapkan.
" Bukan kah pria ini mirip dengannya ?!". Zidan menunjukkan photo yang mirip dengan Shane.
" Benar-benar mirip, apa dia orang yang sama ? sebentar, bukan kah pria ini yang menjadi incaran mu Zi ?!". Ujar Baron menatap lekat Photo Sean di layar.
Zidan adalah ketua mafia yang sangat tertarik dengan perjudian sampai di mana dia sengaja mendatangi Makau karena dia tahu di sana terdapat kasino terbesar dan seluruh masyarakat di sana pun bergantung hidup pada pekerjaan itu dan juga pendapatan negara lebih besar di hasilkan dari sana. Dia pun tahu jika semua aset kasino adalah milik dari mafia Red Phoenix dan itu membuat nya menciut kembali, tapi suatu hari dia berpikir kembali dan mempertaruhkan semua keberuntungan nya demi mendapatkan harta paling ingin dia miliki.
Dia bisa menceramahi Baron dengan segala pemikiran dan dugaan nya tapi untuk dirinya sendiri dia tak bisa mengendalikan. dia tanpa berpikir panjang langsung saja ingin menguasai kasino itu yang dia pun tahu Red Phoenix adalah pemiliknya, ego dan ketamakan sangat-sangat membutakan nya.
Hanya mengandalkan kekuatan dan kekuasaan dia melancarkan aksinya dan itu berbuah kerugian. Tadinya dia berpikir siapa yang tidak tahu dirinya di dunia kemafiaan yang saat ini sedang berada di atas puncak, untuk itu tanpa mengesampingkan semua hal buruk, dia melancarkan aksinya dan itulah pertama kalinya dia bertemu dengan Sean yang sampai saat ini dia tak tahu keberadaan nya.
Siapa dia ? anak siapa dia ? tinggal di mana dia ? semua yang berkaitan dengan Sean dia tidak tahu, hanya satu yang dia tahu bahwa karena Sean lah dirinya gagal menguasai kasino itu.