NovelToon NovelToon
Kegilaan Sang Immortal

Kegilaan Sang Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Ruang Ajaib
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Wang Chan hanyalah pemuda biasa dari Desa Hitam. Berkali-kali ditolak oleh sekte karena bakat rendah dan kekuatan lemah.

Namun saat desa mereka dihancurkan oleh monster iblis, ia tak punya pilihan selain melarikan diri sambil membawa seorang teman wanitanya.

Di tengah dunia kultivasi yang kejam, Wang Chan harus bertahan hidup dengan kekuatan yang nyaris tak berarti. Dari pelarian putus asa itulah, takdirnya mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Kedatangan Nuan Shuang

Kekuatan spiritual dahsyat menyapu seluruh Medan Pertempuran Langit. Gelombangnya tidak sekeras ledakan Wen Pang, tapi lebih dalam, lebih menekan, lebih... absolut.

Para kultivator yang tadinya berlutut karena tekanan Wen Pang, kini bisa berdiri lagi.

Beban yang menekan mereka menghilang, digantikan oleh sesuatu yang lain, sesuatu yang tidak bisa mereka pahami.

"Siapa itu?!"

Wen Pang mengalami serangan balik karena tubuh spiritualnya dihancurkan. Hubungan antara dirinya dan perwujudan spiritualnya terputus secara paksa, dan itu menyakitkan. Sangat menyakitkan.

Ia terbatuk-batuk. Darah menyembur dari mulutnya. Bukan sedikit.

Wajahnya yang tadinya merah padam karena amarah, kini pucat pasi.

Orang-orang yang dari kejauhan kembali bisa berdiri. Mereka mengerjap-ngerjapkan mata, berusaha memahami apa yang baru saja terjadi.

Mereka bertanya-tanya, siapa yang ada di sana? Siapa yang berani melawan Wen Pang? Siapa yang memiliki kekuatan sebesar itu?

Termasuk Qing Yi dan Liu Chiyang. Kini mereka bisa berdiri. Tubuh mereka masih terasa sakit, tapi tekanan yang menghancurkan itu sudah hilang.

"Itu..."

Mata Qing Yi terbuka lebar. Mulutnya sedikit menganga. Ada perasaan yang aneh di dadanya.

Perasaan yang tidak bisa ia jelaskan. Perasaan yang panas, mengganjal, dan sedikit menyakitkan.

Cemburu? Mungkin.

Di tengah Medan Pertempuran Langit, di depan Wang Chan yang hampir roboh, berdiri seorang wanita.

Rambutnya putih bersih, seperti salju yang baru turun, berkilau di bawah sinar matahari. Matanya hijau zamrud, bersinar dengan cahaya yang tidak wajar.

Kulitnya putih seperti porselen, tanpa cela sedikit pun, dan wajahnya cantik, terlalu cantik untuk menjadi manusia biasa.

Wanita itu tersenyum. Tapi senyumnya misterius. Tidak bisa ditebak apakah ia sedang marah, sedang senang, atau sedang tidak peduli sama sekali.

Pakaiannya sedikit berkibar tertiup angin. Jubah putih tipis yang hampir tembus pandang di bagian lengan, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang ideal.

Satu tangannya terangkat, jari-jarinya yang lentik masih mengarah ke tempat di mana tangan spiritual Wen Pang hancur.

"Aiya..." suaranya lembut, sedikit malas. "Baru kutinggal sebentar, sudah membuat masalah sebesar ini."

Wang Chan, yang hampir roboh, perlahan mendekat pada Nuan Shuang.

Langkahnya sempoyongan, tubuhnya oleng ke kiri dan kanan, seperti perahu kecil di tengah badai.

Darah masih mengalir dari banyak luka di tubuhnya, membasahi jejak langkahnya di tanah.

Ia hampir jatuh. Tapi Nuan Shuang menangkapnya.

"Istirahatlah sebentar."

Nuan Shuang memeluknya dengan lembut. Tangannya yang satu menopang punggung Wang Chan, tangan yang satunya lagi mengelus rambutnya yang kusut dan berdarah.

Ia menenggelamkan wajah Wang Chan ke dadanya.

Wang Chan bisa merasakan hangatnya tubuh wanita itu, bisa mendengar detak jantungnya yang tenang, bisa mencium wangi bunga yang tidak ia kenali.

Wang Chan tidak punya energi untuk merasakan malu. Ia hanya membiarkan tubuhnya bersandar, membiarkan Nuan Shuang menopang seluruh berat badannya.

Wajah Wen Pang mengeras. Otot-otot di rahangnya menegang, urat di lehernya menonjol, dan matanya yang tadinya dingin kini membara.

"Jalang sialan! Beraninya kau melindungi bocah itu!"

Mata Nuan Shuang menyipit. Senyum misteriusnya masih tersisa di wajahnya, tapi matanya berubah.

Matanya kini dingin. Lebih dingin dari es. Lebih dingin dari kematian.

"Hei, siapa yang memberimu keberanian untuk memanggilku seperti itu?"

Wushh!

Kekuatan spiritual Nuan Shuang menyapu seluruh area. Bukan ledakan. Bukan gelombang kejut. Tapi sesuatu yang lebih halus, lebih dalam, lebih... mutlak.

Banyak mata terpaku pada Nuan Shuang. Para kultivator yang hadir, dari berbagai keluarga dan sekte, mencoba membaca ranah kekuatan wanita ini.

Tapi tidak ada yang bisa.

Tekanan yang Nuan Shuang pancarkan... tidak mungkin berasal dari seorang kultivator Nirvana.

Dari kejauhan, Qing Yi dan Liu Chiyang yang melihat jelas sedikit cemburu. Meskipun aneh, mereka cemburu dalam situasi seperti ini.

'Wanita mana lagi itu,' gumam Qing Yi dalam hati. Jari-jarinya menggenggam ujung bajunya erat-erat. Perasaan panas di dadanya semakin menjadi.

Liu Chiyang tidak berkata apa-apa. Matanya tidak lepas dari Nuan Shuang. Wanita itu... cantik. Terlalu cantik.

Dan cara Nuan Shuang memeluk Wang Chan, cara ia menenggelamkan wajah pemuda itu ke dadanya... terlalu akrab.

Kemudian Nuan Shuang mengangkat kepalanya. Matanya menatap Wen Pang, lalu ke seluruh kerumunan di sekitarnya.

Tidak ada rasa takut. Tidak ada keraguan. Hanya keyakinan absolut.

"Hari ini," serunya, suaranya lantang, terdengar hingga ke seluruh penjuru Medan Pertempuran Langit, "jika aku ingin membawanya pergi, tidak satu pun orang yang bisa menghalangiku!"

Kerumunan berbisik. Beberapa terkesima, beberapa takut, beberapa hanya geleng-geleng kepala tidak percaya.

Seorang wanita muda, sendirian, berani menantang seluruh Keluarga Wen.

Wen Pang tertawa. Tawa yang pahit, tawa yang marah, tawa yang tidak bisa ia tahan lagi.

"Bocah itu membunuh putraku! Bagaimana mungkin aku melepaskannya!"

Wen Pang benar-benar tidak terima dipermalukan seperti ini. Di depan umum. Di depan para tetua keluarga lain. Di depan seluruh Kota Jiang.

Putranya mati di tangan seorang pemuda tak dikenal, dan sekarang pemuda itu akan diselamatkan oleh seorang wanita misterius.

"Lalu?"

Jawaban Nuan Shuang itu membuat banyak orang, termasuk Wen Pang, bingung.

Satu kata. Tapi mengandung seluruh makna. Seluruh ketidakpedulian. Seluruh kekuasaan.

Nuan Shuang menatap Wen Pang dengan mata yang datar.

"Wang Chan ingin membunuh siapa saja, aku tidak peduli. Selama ada aku, jangan harap bisa membunuhnya."

Kata-katanya dingin. Sama saja seperti ia tidak peduli kejahatan apa pun yang akan Wang Chan lakukan di masa depan.

Tidak peduli berapa banyak orang yang akan ia bunuh. Tidak peduli seberapa besar kekacauan yang akan ia timbulkan.

Yang penting, Wang Chan hidup.

Nuan Shuang berbalik. Tubuhnya yang anggun berputar, jubah putihnya berkibar membentuk lingkaran sempurna.

Tangannya masih memeluk Wang Chan, masih menopang tubuh pemuda yang nyaris roboh itu.

Ia melangkah. Satu langkah. Dua langkah. Menjauh dari Wen Pang. Menjauh dari Medan Pertempuran Langit. Menjauh dari semua orang yang menatapnya dengan mata penuh tanya.

Sementara Wen Pang hanya bisa terdiam di tempatnya. Wajahnya kesal.

Tangannya mengepal di samping tubuhnya, gemetar karena menahan amarah yang hampir meledak.

Ia tahu. Ia tahu ia tidak punya peluang menang melawan Nuan Shuang.

Dari ledakan kekuatan tadi, dari cara wanita itu menghancurkan tangan spiritualnya tanpa usaha, dari ketenangannya di hadapan seorang kultivator Ranah Nirvana tahap akhir, Wen Pang bisa merasakannya.

Wanita itu berada di tingkat yang berbeda. Tingkat yang tidak bisa ia jangkau. Tingkat yang bahkan tidak bisa ia pahami.

Banyak orang yang melihat benar-benar kagum. Ini pertama kalinya Keluarga Wen dipermalukan seperti itu.

Sebuah keluarga besar yang disegani seluruh Kota Jiang, yang tidak pernah terkalahkan dalam kompetisi apa pun, yang kepalanya disebut tak terkalahkan, kini harus diam dan membiarkan pembunuh putranya pergi begitu saja.

Qing Yi dan Liu Chiyang akhirnya juga pergi menjauh dari tempat itu.

Mereka mengikuti dari kejauhan, tidak berani mendekat, tapi juga tidak mau kehilangan jejak Wang Chan.

Qing Yi masih merasakan perasaan aneh di dadanya. Perasaan yang tidak bisa ia beri nama.

Liu Chiyang di sampingnya diam. Matanya sesekali menatap ke arah Nuan Shuang yang masih memeluk Wang Chan, lalu ke arah Qing Yi, lalu ke tanah.

Tidak ada yang bicara.

Medan Pertempuran Langit yang tadinya ramai dengan sorak-sorai dan benturan senjata, kini sunyi.

Hanya angin yang berembus pelan, membawa debu dan aroma darah, menyapu bersih sisa-sisa pertempuran yang telah mengubah tanah merah itu menjadi lanskap yang tidak dikenal.

1
Fajar Fathur rizky
cepat naikin kultivasi wangchan dan hancurkan segel budak itu bikin wangchan taklukkan muQinghuan
Cecilia: otw ranah empat pilar/Determined//Determined/
total 1 replies
Cecilia
sabar nunggu bab selanjutnya yaa
yayat
lanjut dah
yayat
wah yg 1 lg ga pernh diksh ni
Cecilia: yang itu spesial wkwk
total 1 replies
yayat
kash kenangn donk buat 2 gadisnya ahaaay
yayat
haha pusing dy
syarif ibrahim
siapa ya??? barusan juga bergerak eh sudah dibikin pingsan🤭
Fajar Fathur rizky
cepat tingkatkan kultivasi wangchan habis itu hancurkan segel budak itu dan taklukkan mu Qing Huan
Fajar Fathur rizky
update yang banyak thor bikin sifat wangchan kejam bantai wenpang beserta keluarganya dengan cara paling sadis
syarif ibrahim
hmmmm... gitu ya thor... 🙏
Cecilia
lesgoo, besok sampe 40 bab yakk
Fajar Fathur rizky: cepat bikin wangchan kuat habis itu bantai wenpang
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
Thor cepat naikan ranah kultivasi wangchan habis itu bikin wangchan bantai wenpang beserta keluarganya dengan cara paling kejam bikin wangchan hancurkan dantian wenpang dan kultivasi bikin wenpang mati di tangan manusia fana
Fajar Fathur rizky: kalau perlu wen xiang sama wangchan ambil dulu Thor
total 4 replies
yayat
wah dipertemukan n diperkenalkn dlm situasi yg kurang baik apakan yg dua mampu menerima n berbagi kehangatn dengn nuan huang
Hasan Udin
jangan tambah lagi wanitanya Thor cukup mereka ber 3 dah kalau nambah lagi jadi bosen bacanya
paling sukakarakter nuan shuang
Cecilia: bukan pejahat kelamin juga sih, sesuai genre dia dikelilingi cwe, tau btth ga? nah kira2 gitu, cwenya kan banyak, tpi rata2 cuma jadi bantuan doang gitu loh, ga nyampe jadi istri
total 3 replies
Hasan Udin
jangan tambah lagi wanitanya Thor cukup mereka ber 3 dah kalau nambah lagi jadi bosen bacanya
paling sukakarakter nuan shuang
Cecilia
next bab tungguin yww
Cecilia
bab selanjutnya otw ya gaess
yayat
nuan ga bantu ni
yayat
yg kaya gini yg bikin urusan panjang urusan anak n anaknya yg minta tp kalah n ortu ga terima klo anaknya menang bilng karn lbh kuat n jadilah urusan panjang sampe ke buyut2 dah ahaaay
syarif ibrahim
akhirnya bantuan datang.... 🙏💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!