🔥✨ Update Minggu, Rabu, dan Jumat✨🔥
Seorang gadis hypertymesia yang dapat mengingat apapun yang dilihatnya hanya ingin hidup biasa saja, namun setelah kematian mendadaknya ia reinkarnasi ke tubuh budak yang tiba-tiba diangkat selir oleh seorang pangeran. Tubuh yang ditinggalinya ternyata bukanlah budak biasa, ia sangat cantik dan seksi karena milik assassin yang sedang menyamar!
Raymond adalah pangeran licik yang memanfaatkan kemampuan hyperthymesia Alice untuk membangun kerajaan melawan kekaisaran Procyon yang selalu menyerang kerajaannya. namun setelah menjadi raja ia terpikat oleh Alice dan ingin mengangkatnya menjadi ratu!
Apakah seorang selir rendahan dapat menjadi ratu?
mau kenalan atau ngewibu bareng author?
follow ✨anichan21✨ aja di Instagram ฅ^•ﻌ•^ฅ
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anichan21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11# Hunting the Tomato
Alice membaca buku di sofa empuk di ruang kerja Raymond. Rambut pirangnya terurai lembut dan pipi mungilnya bergoyang mengikuti irama kunyahan dari kue cokelat yang dimakan Alice. Darick menghampiri Alice dan memberikan buku referensi dan buku penting yang harus dibaca olehnya. Arlo duduk memandanginya sembari mengasah pedang berhias perak miliknya. Angin berhembus mengibarkan gorden putih di ruang kerja Raymond. Angin sejuk itu juga datang membawa berita-berita menyejekukan tentang Alice.
“Yang Mulia, aku dengar anda mengangkat selir yang sangat cantik.”
“Pangeran, Selirmu sangatlah sopan dan ramah.”
“Pangeran Raymond, para pasien di klinik ingin menyampaikan terimakasih karena Nona Alice sudah merawat mereka.”
“Koki kerajaan sangat tersanjung karena Nona Alice selalu memuji kelezatan makanan buatannya.”
“Seluruh gosip wanita cantik di istana selalu mengenai kecantikan dan kebaikan hati Nona Alice. Sepertinya aku harus pergi ke tempat prostitusi saja.” Darick menghela nafas saat mengantarkan pekerjaan untuk pangeran.
“Ini belum seminggu, tapi pekerjaannya sangatlah memuaskan.” Raymond memuji dengan wajah terheran.
“Berterimakasihlah padanya, pamormu di istana meningkat tajam. Bisa dikatakan seluruh pegawai kerajaan mendukungmu menjadi raja.” Darick menatap Alice yang masih membaca buku di sofa.
Raymond berjalan ke arah Alice. Mata mungil Alice berkedip indah dengan bulu matanya yang panjang. Tangan kecilnya terus membalik halaman buku dengan cepat dan mengambil buku berikutnya. Diantara bibir tipisnya itu, tertinggal lelehan cokelat kecil, membuat Raymond tertawa kecil karena gemas.
“Alice, terimakasih sudah bekerja dengan sangat baik.” Raymond memegang bibir tipis Alice, dan mengelap cokelat di bibirnya.
Alice menurunkan buku yang dibacanya, wajahnya tertegun, kupingnya memerah. Raymond tertawa kecil melihat responnya, lalu menjilat sisa coklat di jarinya.
“A… A… Aku tidak bekerja keras untukmu, kau pasti tidak pernah merasakan hidup di suatu tempat tanpa ingatan apapun kan?” Alice kembali membaca bukunya, sayangnya itu adalah halaman terakhir.
“Seperti janjiku, apapun yang kau minta akan kuberikan sebagai imbalan pekerjaan.” Raymond duduk disebelah Alice dan tersenyum.
“Tidak butuh~” Alice mengambil buku lainnya. Itu adalah buku bersampul merah tentang ilmu bela diri.
“Aku akan pergi berburu tomat.” Darick berpamitan dan berlalu keluar ruangan.
“Berburu tomat?” Alice terheran.
...-----°•°•°•°-----...
Di bukit yang memiliki pemandangan indah dan sangat sejuk, Raymond memegangi tangan Alice dengan erat. Alice sudah bisa berjalan dengan baik, namun Raymond tetap memeganginya dengan erat. Arlo berjalan didepan kami dengan tegap, sesekali ia menoleh dan tersenyum, badan Arlo tidak begitu besar namun terlihat sangat tegap dan kuat.
“Sebelum pergi dari Fomalhout, ayo kita berburu tomat.” Raymond tersenyum nakal.
“Berburu tomat?” Alice tertawa kecil.
Mereka pergi ke sebuah bangunan besar di tengah kota, bangunan kayu yang terlihat kokoh. Alice melangkahkan kakinya perlahan karena tercengang dengan apa yang ada di dalamnya, ini seperti gudang sayuran! Gumannya dalam hati. Peti-peti kayu berisi sayuran tersusun rapih. Suhu di gedung juga terasa lebih dingin. Dihadapan mereka seorang berbadan gempal berompi merah dengan pipi kemerahan tersenyum ramah.
“Baron Walmond disini Yang Mulia. Apa ada yang bisa saya bantu?” Ia mempersilahkan mereka masuk kesebuah ruangan untuk menyambut tamu.
Ruangan sederhana yang nyaman dengan lukisan pemandangan kebun sayuran dan benteng Fomalhout menghiasi ruangan ini. Mereka disuguhi teh hangat dengan aroma yang sangat menggoda. Alice sangat ingat kata-kata Darick setelah berburu tomat. Baron Walmond adalah salah satu informan terhandal di kerajaan ini, ia sangat menyukai uang, dan kepribadiannya cukup mencolok.
“Aku sudah mendengar berbagai cerita kecantikan dan kebaikan hatimu Nona Alice.” Walmond tersenyum kepada Alice.
“Aku juga mendengar kalau anda adalah pemasok sayuran ke istana pangeran. Terimakasih berkat anda masakan di istana sangat lezat.” Alice tersenyum bahagia.
“Hoo… dari mana anda mendengar itu Nona Alice?” Mata Walmond berbinar.
“Dari koki di istana.” Alice memasang wajah termanisnya, walau dia percaya Alice sudah memiliki wajah yang sangat cantik. Namun, dia tak ingin kebohongannya terungkap. Dia tau nama Baron tersebut setelah memeriksa buku pengeluaran istana dan buku pasokan gudang, bukan dari koki.
“Aku berharap setelah Pangeran Raymond naik tahta seluruh orang di kerajaan dapat merasakan kelezatan sayuran dari kebun anda.” Alice membelai helaian rambut di dekat kupingnya dan tersenyum kepada sang Baron.
“Baron Walmond, aku butuh informasi mengenai star city.” Raymond mengeluarkan kantung berisikan uang dari sakunya.
“Sepertinya itu akan mahal Yang Mulia.” Walmond mengambil kantung berisikan uang tersebut.
“Kita lihat seberapa berharganya informasimu.” Raymond tersenyum mengambil kembali kantung uang tersebut.
Arlo menatap orang tersebut dengan sangat tajam, tangannya sudah bersiap di atas pedang. Hanya menunggu perintah, Alice percaya pedangnya akan langsung menebas. Tak ada keraguan diantara wajah Pangeran maupun sang Baron. Mereka saling tersenyum dan memegangi kantung uang tersebut.
“Diskon spesial untuk Pangeran~!” Walmond melepaskan kantung tersebut.
Wajah Raymond tak berubah, tetap tersenyum tampan penuh percaya diri namun tangannya bergetar, Alice percaya dia pasti juga kaget dengan tawaran tak terduga Baron tersebut. Alice sendiri hanya dapat memandangi kantung uang tersebut dengan ekspresi terheran. Hanya Arlo yang tak berubah dari posisinya, entah kareana wajahnya yang datar, atau tidak peduli dengan perpolitikan, atau mungkin terlalu percaya dengan tuannya.
“Diskon?” Tanya Alice yang tak bisa menahan rasa penasarannya.
“Tentu Nona Alice. Aku sangat suka denganmu, rasanya hariku menjadi lebih indah setelah mendengar kata-kata mu. Oleh karena itu pangeran, saya tak ingin mengambil sepeserpun dari kantung itu. Tapi, saya ingin anda berjanji satu hal Yang Mulia.” Walmond menatap mata Alice, lalu menggenggam tangannya.
“Sebutkan!” Raymond menatap tangan Walmond dengan sinis.
“Buatlah Nona Alice bahagia.” Walmond mencium tangan Alice, namun seketika dihentikan oleh Raymond.
“Jangan Sentuh.” Raymond memandangnya sinis, menarik tangan Alice dari sang Baron.
“Heee… Kalau begitu tandanya anda menerima janji tersebut bukan? Wujudkan harapan Nona Alice Yang Mulia.” Walmond seketika berdiri di atas kursinya, tangannya mengangkat keatas dan menunjuk lukisan di ruangan tersebut.
“Semua orang akan merasakan kelezatan sayuran dari kebunku! Ahhh… Indah sekali didengar… Harapanmu sangat cantik Nona Alice.” Walmond kini duduk sambil memegang dadanya, matanya terpejam, ia mengulangi kalimat itu kembali dengan suara yang lebih pelan.
“Semua orang akan merasakan kelezatan sayuran dari kebunku…”
Alice menatap Raymond terheran, Raymond juga menatap Alice terheran. Posisi Baron Walmond belum berubah. Ia masih mengulang kalimat tersebut. Alice menatap Raymond kembali, binaran dari matanya yang hijau masih tetap indah. Raymond juga menatap Alice kembali, bulu mata lentik di mata Alice juga masih tampak indah bagi Raymond. Hanya Arlo yang masih tidak bergerak maupun merubah mimik wajahnya. Alice tersenyum, kemudian berbisik.
“Perburuan tomat kali ini… Sukses!”
siapakah Alice sesungguhx thorr
tetap semangat yach
jangan lupa mampir,
makasih
menenangkan orang yg panik itu ternyata lebih susah yaa (´°̥̥̥̥̥̥̥̥ω°̥̥̥̥̥̥̥̥`) tetap patuhi 3M yaw ( ´◡‿ゝ◡`)
selamat menikmati crazy upnyaa ฅ^•ﻌ•^ฅ
salam hangat dari ADA APA DENGAN JODOHKU ❤️❤️. dan Janda Muda ..
Ku tunggu Feedback mu..