NovelToon NovelToon
Suamiku Bossku

Suamiku Bossku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:59.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Elvani Rosita Dewi

Clara seorang gadis cantik yang terpupuler dikampusnya, hidupnya bagaikan seorang pemeran sinetron yang mempunyai lika-liku dan masalah kehidupan yang tidak ada habisnya, pacarnya menghiantinya dan akhirnya dia harus rela menikahi orang yang tidak dia cintai demi bertahan hidup. Bagaimana kisah selanjutnya..? Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvani Rosita Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 Suamiku Bossku

Saat sedang asyik bercakap dengan Hana seorang wanita cantik menghampiri Clara.

"Kamu mahasiswa magang yang tidak masuk kemarinkan?" Ucap Lira kepada Clara.

"Eh iya mba. Ada apa yah?"

"Kamu menghadap keruangan direktur sekarang! "

Tiba-tiba Clara merasa jantungnya berdegup kencang.

"Sekarang mba?" Clara merasa sangat gugup. Tangannya sudah teraba dingin.

"Iya sekarang !" Ucap Lira kepada Clara yang sudah menunjukkan ekspresi tegang.

"Baiklah mba." Wajahnya terlihat lesu.

"Bye, bye bebs." Hana melambaikan tangannya dengan sedikit tertawa melihat sahabatnya itu.

Clara hanya memasang muka kesal melihat sahabatnya itu. Clara yang berjalan dibelakang Lira terlihat begitu gugup. Pikirannya sedang mengarah kemana-mana tentang kemungkinan terburuk.

Tok... Tok... Tok.. Suara ketukan pintu dan membuat jantung Clara bertambah kencang.

"Masuklah !" Suara seorang laki-laki terdengar dari dalam.

"Pak.. Ini Mahasiswa magang yang bolos kemarin." Lira menunjuk Clara yang sedang berada dibelakangnya sambil menundukan kepalanya dan tidak menatap Direktur tersebut.

"Kamu pergilah aku akan berbicara padanya."

"Baik pak." Lira pergi dengan menutup pintu dengan pelan.

"Siapa namamu?" Seorang pria berbicara dengan pelan.

Tunggu suara itu aku seperti mengenalnya. Clara memberanikan diri mengangkat kepalanya melihat sosok yang sedang berbicara padanya.

"Mas Cakra." Raut wajah Clara berubah menjadi ceria setelah melihat Cakra duduk dihadapannya.

"Clara?" Cakra dan Clara sama-sama terkejut.

"Iya mas, maafkan aku. Aku bolos selama 2 hari."

"Yah ampun ternyata mahasiswi itu kamu. Hei, sarapan apa yang kamu buat tadi pagi? Apa kau mau membunuhku dengan memakan makanan yang gosong itu?" Cakra terlihat menarik napas panjang melihat Clara.

"Maaf mas aku nggak bisa masak." Clara kembali menundukan kepalanya.

"Baiklah..sekarang kamu kembali keruanganmu, bekerjalah dengan baik."

"Makasih mas Cakra yang baik hati dan tampan." Clara memasang senyuman lebar.

"Hmmm... mulai besok kamu tidak usah membuat sarapan lagi dan satu lagi apa kamu kekurangan kain sampai bajumu seksi begitu? Aku tidak suka melihatnya."

"Hanya ini baju yang tesisa mas."

"Baiklah sekarang pergilah, aku akan menunggumu pulang kantor."

"Tidak perlu repot-repot mas aku akan dijemput teman. Aku juga akan nongkrong bersama teman-temanku sepulang kantor dan maaf kalau aku sebentar akan pulang malam."

"Tidak boleh, pokoknya pulang kerja kamu harus pulang bersamaku."

"Tapi mas..aku..."

"Clara, apa kamu mau aku membuang bajumu diluar sebentar malam!"

"Baiklah mas." Ha... aku tidak percaya ini. mengapa dia jadi mengatur-ngatur hidupku sekarang. Clara membatin.

Clara berjalan keluar ruangan dengan muka lesu. Setibanya dimeja kerja Hana yang sudah memprediksi raut wajah sahabatnya itu terlihat tertawa.

"Hahaha.. anak cantik kok cemberut." Ucap Hana sambil tertawa melihat wajah lucu sahabatnya itu.

"Mengapa dia begitu menyebalkan sih."

"Siapa?"

"Siapa lagi kalau bukan Direktur itu." Apa aku harus menceritakan pada Hana kalau sekarang aku tinggal bersama mas Cakra? Sepertinya tidak perlu nanti dia akan berfikir yang tidak-tidak tentangku.

"Clara..? Hei apa kamu sekarang suka melamun." Hana mencupit pipi Clara dengan kuat.

"Awww sakit tahu. Han, nanti malam aku nggak jadi nongkrong bersama kalian?"

"Tumben, biasanya dia yang paling semangat, aku rasa sahabatku ini sedang menyembunyikan sesuatu dariku." Hana menatap aneh wajah Clara.

"Soalnya aku ada urusan mendadak Han, please jangan melihatku seperti itu aku jadi merasa bersalah."

"Clara, bukannya kita sudah berjanji tidak ada rahasia diantara kita?" Hana memegang pundak sahabatnya itu.

"Hana... hiks.. hikss.. hiks.." Clara menangis dipelukan Hana.

"Ups.. ups.. ups.., sudahlah nanti saja kamu ceritakan padaku. sekarang selesaikan pekerjaanmu. Hana mengelus pundak sahabatnya itu, dia tidak ingin melihat Clara menangis lagi.

1
Arnoldina Caet
Kecewa
Sarah Yuniani
Clara sama Cakra kok gak negur anak nya sih .. Calvin udah keterlaluan
Sarah Yuniani
sip Clara jangan mau ditindas
Sarah Yuniani
ceritanya seru
Sarah Yuniani
hahahah keriput dan tuwirr
Sarah Yuniani
gemess
Sarah Yuniani
kok saya sih
Sarah Yuniani
sudah baik dikasih tumpangan tempat tinggal .. dasar clara
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
orang tua ribut melulu, pasti rumah bagai neraka bagi Clara
Ida S
Luar biasa
tris tanto
dia yg mutusin dia yg stress
tris tanto
knp jd diputer yak siapa yg salah siapa yg disalahin
tris tanto
emng gk nungguin dirs yak,kok liat diph ft hananya
tris tanto
knp kd gugu claranya yg tegas dong bgmnpun kamu yg sah lho
tris tanto
lha ktny nunggu siap kirain akna ada sdkt drma mslh ninaninu ee tau2 udh ninaninu
tris tanto
ditanyain bpknya gk bisa jwb soa perasaan cakra ke clara,,tp ada bb dimn cakra takut kehilngn clara,disini adeknya bilng msh mencintai fely,,
tris tanto
lha ngapain jg nemuin claraaa,,jd dipermalukan kan
tris tanto
malem masing galauuuuuooo kok pagi2 udh mau nyatain perasaan,,lha cpt ment to
Tami Satra
sabar cakra nunggu halal dulu
antha mom
thor kamu ya jangan sampai Clara kenapa napa sama kehamilan nya,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!