Karena ingin melihat putri kembarnya (Agatha & Amanda) segera menikah, Edward menjodohkan mereka dengan pria-pria pengusaha muda tampan yang kaya, putra dari relasi-relasinya.
Agatha di jodohkan dengan Jonathan.
Amanda dijodohkan dengan Vincent.
Pertentanganpun terjadi. Agatha dan Amanda juga Jonathan dan Vincent menolak dijodohkan.
Apa yang terjadi jika Agatha bertemu dengan Vincent (jodoh buat Amanda) dan Amanda bertemu dengan Jonathan (jodoh buat Agatha).
Apakah mereka akan jatuh cinta dengan pria yang dijodohkan untuk saudara kembarnya?
*****
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH-8 Awal Cinta (part 2)
Jonathan pulang ke rumah dengan membawa boneka panda itu.
Ayahnya yang melihatnya jadi keheranan, kenapa pria itu membawa boneka segala?
“Boneka siapa itu Jo?” tanya Mr.Darwin.
“Punya wanita itu,” jawab Jonathan.
“Wanita? Wanita siapa? Kau punya pacar?” tanya ayahnya lagi, terkejut. Karena reaksi ayahnya seperti itu, Jonathan duduk menemani ayahnya, yang masih menatapnya.
“Agatha,” jawab Jonathan padahal sebenarnya dia Amanda. Disimpannya boneka panda itu di sampingnya.
Tampak senyum tersungging di bibirnya Mr. Darwin. Dia senang sekali putranya sudah mau mencoba mengenal Agatha.
“Kau sudah bertemu dengannya? Daddy sangat senang. Itu akan sangat baik jika kalian menikah nanti,” kata Mr. Darwin.
“Aku tidak mau menikah dengannya Daddy, dia sangat kekanak kanakkan, aku tidak suka,” ucap Jonathan, menggeleng.
“Sayang, jangan seperti itu. Kalian sudah dijodohkan sejak kecil. Daddy harap kau tidak mengecewakan Mr.Edward. Dia rekan bisnis juga teman baik Daddy, Daddy akan senang jika kita menjadi saudara, jangan mengecewakan Daddy,” kata Mr. Darwin.
“Tapi Daddy aku tidak mencintainya, aku tidak cocok dengannya,” kata Jonathan lagi, tetap menolak.
“Makanya cobalah mengenalnya. Kau juga tidak akan sekarang sekarang menikah, masih menunggu beberapa bulan sampai Agatha lulus kuliahnya. Daddy yakin saat akan menikah nanti kalian sudah saling menyukai,” kata Mr. Darwin.
Jonathan menarik nafas panjang dan tidak menjawab lagi, kepalanya sangat pusing dengan tekanan dari ayahnya itu. Diliriknya boneka itu, lalu diambilnya sambil berdiri meninggalkan ayahnya yang masih menatapnya.
Di dalam kamarnya, Jonathan menyimpan boneka itu di meja, diapun duduk menatap boneka itu. Apa dia yakin akan menikah dengan wanita itu? Wanita yang pecicilan itu? Mana mungkin wanita itu akan menjadi istri yang baik? Jonathan menghela nafas panjang. Dia terus berfikir apa yang harus dilakukannya untuk membatalkan penikahan ini?
Keesokan harinya..
Amanda sedang berkumpul bersama dengan Asti dan Erna, mereka berbincang sambil tertawa-tawa.
Tiba-tiba tawa mereka terhenti saat sesosok tampan menghampiri mereka.
“Pak Jo!” seru Asti.
“Pak Jonathan!” seru Erna. Mereka langsung menghampiri pria itu. Amanda tampak diam, dia malas bertemu dengan pria itu, rasanya ingin bertengkar saja setiap melihat wajahnya.
“Ada apa kau kemari? Apa ada jadwal seminarmu lagi?” tanya Asti, tersenyum dimanis maniskan. Begitu juga Erna. Amanda tampak kesal melihat sikap teman-temannya yang berlebihan itu.Dia hanya diam saja, pura-pura tidak melihat.
“Aku baik,” jawab Jonathan, tapi matanya menatap Amanda.
“Aku ada perlu dengannya,” kata Jonathan pada Amanda.
Asti dan Erna tampak kecewa, mereka melirik pada Amanda yang tampak acuh saja, tidak mau melihat Jonathan. Mereka saling lirik dan terpaksa meninggalkan Jonathan dan Amanda berdua.
“Aku ada perlu denganmu!” kata Jonathan pada Amanda.
“Perlu apa?” tanya Amanda dengan ketus.
“Ikut aku ke mobil!” kata Jonathan.
“Tidak mau, buat apa aku ikut ke mobilmu? Sangat mencurigakan!” jawab Amanda, melirik pria itu dengan ujung matanya.
Melihat sikap Amanda yang tidak bersahabat, membuat Jonathan kesal diapun meraih tangan Amanda dan menariknya melangkah meninggalkan tempat itu.
“Ayo ikut!” ucap Jonathan, berjalan terus dan tetap memegang tangan Amanda.
“Hei, lepaskan tanganku! Kau mau apa?” tanya Amanda.
Tapi Jonathan tidak menjawab, dia tetap menarik tangan Amanda sampai ke mobilnya baru dilepaskannya.
“Kau mau apa?” tanya Amanda dengan kesal.
Jonathan tidak menjawab, dia membuka pintu mobil dan mengambil boneka panda, lalu diberikan pada Amanda dengan kesal.
“Bonekamu!” kata Jonathan.
Amanda terkejut melihat boneka yang ada dipelukannya sekarang.
“Dan setelah ini, aku harap kita tidak akan berurusan lagi,” kata Jonathan. Dia lupa apa kata ayahnya tentang perjodohannya dengan Agatha, tiap kali melihat Agatha( Amanda) dia merasa ilfeel, membayangkan menikah dengan wanita tengil seperti Amanda.
“Kenapa kau marah-marah padaku? Kau fikir aku suka bertemu denganmu lagi?” gerutu Amanda.
“Baguslah kalau begitu!” jawab Jonathan, lalu berjalan memutar masuk ke dalam mobilnya. Menutup pintu dengan keras dan melajukannya dengan cepat menjauh dari Amanda.
Amandapun mencibir.
“Sok ganteng, sok kaya, huh! Dia fikir aku akan seperti Asti dan Erna yang mengagumimu. Tidak denganku!” ucapnya. Tapi kemudian dia menatap boneka panda itu.
“Kenapa boneka ini ada pada pria itu?” batinnya.
Jonathan menjalankan mobilnya dangan hati yang tidak mood. Sejak ayahnya memberitahukan perjodohann itu rasanya dunia ini sangat tidak bersahabat dengannya. Bagaimana mungkin dia harus menikah dengan wanita yang tidak dicintainya?
Dilihatnya di kaca spion, ban belakang mobilnya seperti kurang angin. Jonathan menghentikan mobilnya, membuka kaca jendelanya, melongokkan kepalanya melihat ke belakang mobilnya.
Disebrang jalan lewat sebuah mobil berwarna merah yang dikendarai Agatha. Karena ada lalat yang masuk ke dalam mobil, diapun menghentikan mobilnya dan membuka jendelanya. Mengibas ngibas lalat itu supaya keluar lewat jendela, setelah dikibas kibas akhirnya lalat itu keluar juga lewati jendela.
Tidak sengaja mata Agatha melihat sosok tampan disebuah mobil disebrangnya, yang sedang melongok keluar jendela melihat ban belakangnya. Bukankah itu pria yang bertabrakan dengannya di mall? Dia sangat tampan apalagi dengan pakaian kerjanya itu, fikirnya. Tidak terasa ada senyum dibibirnya.
“Siapa pria itu? Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi?” gumam Agatha.
Jonathan kembali menutup jendela dan menjalankan mobilnya. Agatha tersadar kalau pria itu sudah pergi.
“Dia pergi! Apa kau akan bertemu dengannya lagi?” gumamnya. Terdengar bunyi handphone berdering.
“Kau dimana?” tanya Amanda, menelpon saudara kembarnya.
“Sebentar lagi aku sampai. Kau tunggu saja dipinggir jalan, aku mau ke kantor tempat aku magang!Jangan sampai kesiangan!” kata Agatha.
“Ya aku sebentar ke depan,” kata Amanda.
Agatha menjalankan mobilnya kembali menuju kampusnya Amanda, di depan kampus dia menghentikan mobilnya. Dilihatnya di sebrang jalan, Amanda menyebrang jalan menemuinya.
Agatha membuka jendela mobilnya, mengambil sebuah dompet yang tergeletak di kursi sebelahnya. Saat Amanda sudah sampai disamping mobilnya, dia memberikan dompet itu pada Amanda.
“Terimakasih ya,” kata Amanda, sambil menerima dompet itu.
“Kau memang ceroboh soal benda, kalau tidak ketinggalan ya tertukar,” kata Agatha. Amanda hanya tertawa. Dilihatnya Amanda memegang boneka panda.
“Kau beli boneka?” tanya Agatha.
“Ah tidak, ini dari seseorang yang menyebalkan!” jawab Amanda. Kini agatha tertawa.
“Kenapa kau terlihat senang hari ini? Bukankah tadi pagi kau marah-marah karena telat bangun?” tanya Amanda, masih berdiri dengan memeluk bonekanya.
“Tidak apa-apa,” jawab Agatha tersenyum malu.
“Hmm pasti ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku!” kata Amanda.
“Aku melihat seseorang,” jawab Agatha.
“Seseoang? Siapa?” tanya Amanda.
“Ya pokoknya ada,” jawab Agatha sambil tertawa.
“Apa kau bertemu dengan seorang pria tampan, yang membuatmu jatuh cinta pada pandangan pertama?” tebak Amanda asal asalan.
“Bisa jadi,” jawab Agatha.
“Bukankah itu bagus? Jadi kita tidak perlu melanjutkan perjodohan dari Daddy bukan?” kata Amanda.
“Kau benar! Sudahlah, aku mau berangkat, sekarang aku ada magang 1 minggu bersama teman-temanku disebuah perusahaan, jangan sampai telat,” kata Agatha, sambil menyalakan mobilnya.
“Di perusahaan apa?” tanya Amanda.
“PT Asri Kencana,” jawab Agatha.
“Itu masuk 3 besar perusahan bonavide kan?” tanya Amanda. Agatha mengangguk.
“Mudah mudahan aku juga bisa magang di perusahaan besar, asal jangan di perusahaannya cowok sok cool sok cakep itu,” kata Amanda.
“Sok cool sok cakep siapa? Sepertinya kau juga merahasiakan sesuatu dariku,” kata Agatha.
“Sudahlah kau nanti terlambat!’ seru Amanda sambil tertawa.
“Kau harus cerita dirumah!” seru Agatha, mulai melepas rem tangannya.
Amanda masih tertawa. “ Terimakasih,” ucapnya kemudian sambil mengacungkan dompetnya.
Agatha hanya membunyikan klakson dan menjalankan mobilnya.
Amanda tersenyum melihat saudara kembarnya itu pergi, senyumnya hilang saat melihat boneka pandanya, lalu dipukulnya kepala boneka itu. Puk! puk!
*******************
Pagi ini Vincent mematut dirinya di cermin. Dia terlihat tampan dan keren dengan pakaian yang sudah lengkap dengan jas kerjanya. Tidak berapa lama pria itu turun dari tangga.
Melihat penampilannya seperti itu, siapa yang akan mengira kalau dia seorang pria playboy picisan? Yang terlihat adalah seorang pengusaha muda tampan dan berintelektual inggi.
Beberapa wanita pekerja di rumah itu yang sedang membersihkan perabotan rumah langsung saja kasak kusuk dan diam diam memperhatikan majikannya lalu senyum senyum kemudian cekikikan.
“Jangan bertingkah, jangan menggodaku!” teriak Vincent pada mereka, kakinya masih menuruni tangga.
“Maaf Pak, hari ini kau sangat tampan!” kata seseorang yang membersihkan guci besar.
“Kau selalu mengatakan itu tiap hari, Dian!” kata Vincent, wanita-wanita itu langsung pada tertawa.
“Mau dong Pak jadi istrinya gitu loh, jadi pacarnya juga tidak apa-apa,” kata Mbok Nur, yang usianya paling tua diantara mereka. Lagi-lagi mereka cekikikan.
“Pacarku banyak, kau tidak akan tahan jadi isriku, Mbok Nur!”jawab Vincent. Mereka cekikian lagi.
“Ah tidak apa-apa, yang penting asal selalu bersama Pak Vincent yang ganteng,” kata Mbok Nur.
“E e aku lupa mengatakan sesuatu pada kalian!” seru Vincent.
“Apa Pak?” tanya mereka bersamaan.
“Aku sudah punya calon istri!” seru Vincent.
“Calon istri? Siapa? Beberan itu pak? Aku patah hati dong!” tanya Anggi.
“Namanya Amanda, dia sangat cantik, matanya bulaaaat, hidungnya mancuung, bibirnya mungil, hmmm pokoknya dia sangat cantik!” seru Vincent sambil tersenyum dan membayangkan Agatha, tangannya bergerak memperagakan kecantikannya Agatha, terakhir jarinya berhenti dibibirnya dan kissbye.
“Mmuach!” ucapnya.
“Wah beneran itu Pak? Mbok Nur pulang kampung kalau begitu,” kata Mbok Nur pura-pura sedih. Diikuti tawa yang lain.
“Pak Vincent mau berangkat sekarang? Mobil sudah siap, supir juga sudah siap,” tiba-tiba Tony muncul ke ruangan itu.
“Iya, aku berangkat sekarang,” jawab Vincent.
Para pekerja wanita itu melambaikan tangan dadah pada Vincent, tidak lupa dengan kissbye mereka. Vincent cuek saja, dia sudah terbiasa dengan godaan dari para pekerja dirumahnya ini. Dia tinggal di rumah ini baru beberapa tahun, setelah selesai kuliah di London, ayahnya menugaskannya untuk memegang perusahaannya di kota ini.
Mobil itu melaju dijalanan kota yang padat. Ada sekitar satu jam berlalu barulah mobil itu memasuki halaman gedung perkantoran yang menjulang tinggi. Di dindingnya bertuliskan PT Asri Kencana.
***************
Jangan lupa like vote dan komen
Maaf ya baru bisa up, setelah banyak pertimbangan ini dan itu, kita lanjut. Tapi mungkin
sekali lagi maaf dengan waktu upnya yang tidak teratur.
Semangat terus berkarya Kakak author 🔥😘
daripada mencintai..
karena cinta akan tumbuh seiring waktu..
karena kasih yang diberikan setiap hari akan mengikis kebekuan hati..
❤❤❤❤❤❤