NovelToon NovelToon
SAJAK LUKA UNTUK MAS DEWANGGA

SAJAK LUKA UNTUK MAS DEWANGGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Siham tahu suaminya tidak pernah mencintainya. Dia tahu ada nama wanita lain yang masih bertahta di hati Dewangga. Namun, menemukan kotak berisi sajak-sajak cinta Dewangga untuk masa lalunya adalah luka yang tak bisa lagi ia toleransi. Siham memutuskan untuk pergi, tapi tidak dengan tangan kosong. Dia meninggalkan satu sajak luka setiap harinya sebagai 'hadiah' perpisahan. Saat Dewangga akhirnya mulai merasa kehilangan, Siham sudah menjadi puisi yang tak sanggup lagi ia baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAJAK LUKA UNTUK MAS DEWANGGA

​Layar ponsel di tangan Siham akhirnya meredup setelah ia menekan tombol power hingga benar-benar mati. Tidak ada lagi pesan perintah dari Dewangga, tidak ada lagi panggilan telepon tentang dokumen rumah baru, dan tidak ada lagi suara dunia luar yang menuntutnya untuk menjadi sempurna. Malam ini, ia hanya ingin menjadi anak dari seorang pria yang sedang tertawa kecil melihat rintik hujan.

​"Kenapa dimatikan, Ham?" tanya Ayah pelan sembari menyesap kopi hitamnya.

​Siham tersenyum, menyandarkan kepalanya pada pilar kayu teras yang kokoh.

"Siham ingin menemani Ayah tanpa gangguan malam ini. Boleh kan, Siham menginap di sini?"

​Mata Ayah berbinar, guratan di wajah tuanya seolah menghilang digantikan kebahagiaan yang murni. "Tentu saja boleh, sayang. Ayah malah senang sekali. Sudah lama rumah ini tidak terasa senyawa ini."

​Hujan turun dengan ritme yang menenangkan, membasahi tanah kering di halaman luas itu. Aroma tanah yang terkena air petrichor membawa suasana melankolis yang kental. Mereka berdua duduk di kursi rotan tua di teras, mendengarkan simfoni alam yang harmonis.

​"Ayah..." panggil Siham lirih. "Kenapa Ayah selalu membela Mas Dewangga dan keluarganya, bahkan saat mereka terlihat begitu jauh dari kita?"

​Ayah terdiam sejenak, menatap ke arah kegelapan taman di depan mereka. Ia menghela napas panjang, sebuah napas yang membawa ingatan puluhan tahun ke belakang.

​"Ham, kamu mungkin sudah lupa karena saat itu kamu masih sibuk dengan skripsimu," buka Ayah dengan suara rendah. "Tapi Ayah tidak akan pernah lupa bagaimana posisi kita dulu. Ayah hanya seorang satpam yang menjaga gerbang rumah mereka, dan Bundamu... Bunda adalah orang yang memastikan lantai rumah mereka selalu bersih dan makanan selalu tersedia di meja mereka."

​Siham menunduk, meremas jemarinya sendiri. Ia tahu sejarah itu, tapi ia tidak pernah benar-benar mendengarnya dari sudut pandang Ayahnya sedalam ini.

​"Saat Bunda divonis sakit keras dulu," lanjut Ayah, suaranya mulai bergetar. "Ayah hancur. Kita tidak punya tabungan, dan gaji satpam Ayah tidak akan cukup bahkan untuk biaya pendaftaran rumah sakit. Tapi, Papa dan Mama Dewangga... mereka tidak memecat kita. Mereka justru memindahkan Bunda ke kamar rumah sakit terbaik. Mereka membiayai semua pengobatan, kemoterapi, hingga obat-obatan paling mahal sekalipun."

​Siham memejamkan mata. Ia ingat saat itu ia bisa fokus menyelesaikan pendidikannya karena Ayah bilang "semua sudah ada yang mengatur". Ternyata, pengatur itu adalah keluarga Dewangga.

​"Sampai di detik-detik terakhir Bunda menyerah," Ayah mengusap sudut matanya yang basah. "Mama Dewangga menggenggam tangan Bunda. Bunda berpesan, dia ingin melihatmu hidup terjamin. Bunda takut jika dia pergi, kamu akan kesulitan seperti kami. Dan saat itulah, Mama Dewangga mengusulkan agar kamu menjadi menantu mereka. Mereka bilang, mereka sudah mengenalmu sejak kecil dan tahu kamu anak yang baik dan pintar."

​Ayah menoleh ke arah Siham, menatapnya dengan penuh rasa syukur. "Pernikahan ini adalah permohonan terakhir Bundamu, Ham. Bagi Ayah, keluarga Dewangga bukan hanya majikan, mereka adalah malaikat yang dikirim Tuhan untuk menyelamatkan keluarga kita. Itulah kenapa Ayah selalu bilang, sabarlah menghadapi Dewangga. Dia mungkin kaku, tapi dia berasal dari orang tua yang hatinya seluas samudera."

​Hati Siham terasa seperti dihantam palu besar. Jadi, inilah naskah yang selama ini ia jalani. Pernikahannya bukan berdasarkan cinta, melainkan sebuah kontrak balas budi yang ditandatangani di atas ranjang kematian Bundanya. Ia adalah pembayaran atas nyawa dan pengobatan Bundanya.

​Sakit. Rasa sakit itu kini berlipat ganda. Di satu sisi, ia merasa tercekik oleh hutang budi yang tak akan pernah lunas. Di sisi lain, ia sadar bahwa Dewangga mungkin juga merasa terpaksa menikahi anak seorang asisten rumah tangga demi menuruti kemauan orang tuanya yang menjelaskan kenapa pria itu lebih memilih menyimpan Agata di dalam kotak bludru daripada memberikan ruang untuk Siham.

​"Ayah tahu kamu sering sedih," gumam Ayah lagi, memecah kesunyian. "Tapi ingatlah kebaikan mereka, Nak. Itu yang membuat kita tetap harus berdiri tegak di depan mereka."

​Siham tidak menjawab. Ia hanya menatap hujan yang semakin lebat. Di dalam benaknya, ia menyadari sesuatu yang sangat pahit. Kebaikan orang tua Dewangga adalah emas, tapi pernikahan dengan Dewangga adalah penjara bawah tanah yang dingin.

​"Kebaikan mereka telah menyelamatkan raga Bunda, tapi pernikahan ini telah membunuh jiwaku, Yah," batin Siham dalam diam.

​Malam itu, setelah Ayah masuk ke kamar untuk beristirahat, Siham tetap di teras. Ia tidak menyalakan ponselnya. Ia justru mengambil sebuah buku catatan kecil dari tasnya. Ia mulai menulis dengan tinta hitam, namun kali ini tulisannya terasa lebih berat.

​"Aku adalah harga yang dibayarkan untuk sebuah nyawa. Aku adalah tumbal dari sebuah hutang budi yang tidak pernah aku tanda tangani. Ayah melihat mereka sebagai malaikat, sementara aku melihat mereka sebagai pemilik yang telah membeli seluruh sisa hidupku."

​Siham menyadari, perlawanannya kini menjadi jauh lebih rumit. Ia tidak hanya melawan Dewangga yang dingin, tapi ia sedang melawan tembok besar bernama balas budi. Namun, justru kenyataan inilah yang akan menjadi bab paling emosional dalam bukunya nanti.

​Siham masuk ke dalam rumah, mengunci pintu, dan masuk ke kamar lamanya. Ia berbaring di kasur tuanya, menatap langit-langit kamar. Esok, ia harus kembali menjadi editor yang kuat, namun malam ini, di bawah atap rumah yang dibangun dari peluh Ayah sebagai satpam, Siham menangis tanpa suara. Menangisi dirinya yang ternyata hanyalah sebuah "transaksi" yang dianggap indah oleh semua orang, kecuali dirinya sendiri.

1
falea sezi
bertele tele cerai sat set 😒
falea sezi
cerai trs pergi sembuhin diri 😒 ngapain meratapi nasib 😒
Lee Mba Young
laki blm move on di paksa nikah ya bgini hasil nya.
gk bhgia gk samawa lah.
ortu dewangga kl mau nikah in anak biar move on dulu biar gk ngrusak orang lain.
yg laki blm move on yg wanita kecintaan dah Wes.
sukensri hardiati
ya Allah ....sihaaam....kuat yaa...
Lee Mba Young
Sdh tau laki gk Cinta, ngapain bertahan smp 5 th.
2th sdh cukup lah. kcuali pingin jd orang kaya walau sakit ttp bertahan. enak ortumu sdh mati semua, km sendiri an sakit tinggal nunggu Hari mati.
hidup sekali di sia sia kan. kl wanita Pinter mah ogah lah, pasti milih cepat cerai Dan berobat biar hidup lbih berguna. gk bucinin suami yg jelas jelas mncintai wanita lain.
lulu oey
AAHH TERLALU LAMA THOR PELAN TAPI PASTI
stela aza
kelamaan Thor ,,, q udh gemes bgt sama si dewangga pingin getok kepalanya biar otaknya balik ketempatnya ,,, 🤦
falea sezi
knp mesti dk kasih skit Thor jd males😕 harusnya abis ne pergi jauh males bgt liat lu nulis scene menderita buat siham 😒
falea sezi
sakit bgt jd siham😕
falea sezi
laki kayak gini harus di buang di laut😕
Lee Mba Young
bner juga sih, mnujual kesedihan sdng penulis alias siham sendiri gk berusaha bangkit. cm jual kesedihan tok tp gk nglawan. coba kl berani main terbuka 🤣. gk akn berani siham. ya cm bisa mnujual tulisan kesedihan itu smp mati. nnti sekarat berharap belas kasian.
Lee Mba Young
ibu meninggal bpk mninggal bukan ninggalin warisan mlh ninggalin penderitaan buat anak. yg mati enak gk ngrasain apapun. yg hidup hrs bertahan dng penderitaan. dosa ortu banget itu.
kalaupun gk bisa ninggalin warisan hrse gk ninggalin penderitaan. ortu siham ki ortu gagal. demi mantu kaya Raya dng Alasan balas budi.
Haryati Atie
ka cerita nya bagus banget😍 .
Bunga
buat sigam bahagia dong Thor...jangan bikin tragis banget hidupnya
stela aza
lanjut thor up-nya double donk ❤️❤️❤️
blcak areng: udah up ya kak tiap hari 2 bab kakak 🙏
total 1 replies
stela aza
next thor ❤️❤️❤️
Nurlaila Ikbal
ya Allah sedih sekali thor baca bab ini..semangat thor upnya 🙏🙏🙏🙏
Bunga
sigam perjalanan hidup mu begitu menyakitkan...adakah kebahagian menemui mu....
Bunga
kasian sekali hidupmu shiham.
kenapa di buat semenderita itu thor
stela aza
kelamaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!