NovelToon NovelToon
Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu susu
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Larasati, gadis desa sederhana, percaya bahwa pernikahannya dengan Reza Adiguna akan membawa kebahagiaan. Namun semua harapan itu hancur di hari ia melahirkan—anaknya direbut, dirinya diceraikan, dan ia dicampakkan tanpa sempat memeluk buah hatinya.

Sendiri dan hancur, Larasati berjuang bertahan hidup di tengah kota yang asing. Hingga takdir mempertemukannya dengan Hajoon Albra Brajamusti, pria yang dulu pernah dikenalnya tanpa sengaja.

Dengan keberanian yang tumbuh dari luka, Larasati menyamar sebagai ibu susu demi bisa dekat dengan anaknya kembali.

Di tengah perjuangannya, hadir perasaan yang tak pernah ia duga.

Apakah Larasati sanggup merebut kembali anaknya sekaligus menemukan arti cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Ingin Bantu 11

Euuugh

Laras menggeliat, dia sedikit merasa bingung. Tapi aroma yang ia hidup cukup familiar, dan dia langsung mengerti bahwa saat ini dia di rumah sakit.

"Haaah, tempat ini lagi,"ucapnya lirih. Laras menghela nafasnya panjang, ia terdengar sangat lelah.

Laras memandang langit-langit, lalu ke arah tangannya yang dipasang infus. Akhir-akhir ini hidupnya sangat akrab sekali dengan yang namanya jarum suntik dan obat, sehingga rasanya sudah sangat bosan Laras dibuatnya.

"Oh Nak, kamu udah bangun ya? Apa kamu mau minum hmm?"

Eh?

Laras terkejut ketika mendapati seorang wanita paruh baya yang ada di sebelahnya. Dimana wanita itu bukanlah Ratna. Seketika Laras menunjukkan sikap waspada nya.

Wanita itu tersenyum, dia seola tahu tentang apa yang dipikirkan oleh Laras.

Dengan senyumannya yang lebar dan juga masih sangat cantik diusianya yang mungkin sudah tidak muda itu, ia berkata, "Jangan takut. Aku adalah ibunya Hajoon."

Aaah

Laras baru ingat. Dia tadi pagi bertemu dengan Hajoon dan tertidur. Tapi ternyata tidurnya itu berubah menjadi tidak sadarkan diri.

"Maafkan saya, Bu. Pasti saya sudah merepotkan,"ucap Laras dengan buru-buru. Dia bahkan langsung duduk dan menundukkan kepalanya. Sungguh rasanya tidak enak sekali merepotkan orang lain yang belum dikenalnya itu.

"Nggak apa, nggak perlu minta maaf. Istirahatlah lagi. Tadi kamu tidur tapi nggak kunjung bangun, ternyata kamu demam tinggi jadi kami memutuskan membawamu ke sini. Ah iya perkenalkan, namaku Brigita. Aku ibunya Hajoon,"ucap Brigita. Dia menjelaskan apa yang terjadi pada Laras agar Laras mengerti alasan dia dibawa ke rumah sakit.

"Saya Larasati, Bu. Terimakasih atas pertolongan Ibu dan maafkan saya karena sudah merepotkan Ibu dan juga Bang Hajoon. Saya berjanji tidak akan merepotkan lagi. Sekali lagi saya minta maaf."

Brigita menghela nafasnya dengan sangat pelan. Dia merasa bahwa Laras sungguh memiliki banyak kekhawatiran dan ketakutan.

"Permisi." Seorang perawat datang membawakan makanan. Brigita tahu kalau Laras merasa tidak nyaman, sehingga dia pun memilih keluar agar Laras bisa makan dengan tenang.

Dan saat berada di luar kamar rawat, Hajoon dan Hwan sudah ada di sana. Hwan membawa kopi dan juga makanan ringan lainnya sedangkan Hajoon, putranya itu duduk termangu.

"Kenapa Joon? Dan dari mana kamu tadi?"

Brigita duduk di sisi sang putra, dia bisa merasakan kegelisahan yang dirasakan Hajoon.

"Eomma, Appa, ehmmm mari kita pergi ke tempat lain. Ada sesuatu yang mau aku ceritain ke Appa dan Eomma,"ucap Hajoon serius.

Hwan sedikit terhenyak dengan ucapan serius putranya. Ini adalah hal yang sangat jarang Hajoon tunjukkan kepada kedua orang tuanya.

"Baiklah mari ke kantin, kita bicara di sana,"sahut Hwan. Dia yakin apa yang akan dikatakan oleh Hajoon bukanlah sesuatu yang sederhana.

Srak srak srak

Mereka bertiga menarik kursi dan duduk di sana. Hajoon tampak menyiapkan diri sebelum bicara seolah mengatur nafas dan memilih kata yang tepat.

"Laras, belum lama ini mencoba bunuh diri."

APA?

Hwan dan Brigita terkejut bukan main. Pantas saja Brigita dan Hwan melihat bekas jahitan di pergelangan tangan wanita itu.

"Bagaimana bisa, apa penyebabnya?Pantesan Eomma lihat tatapannya seperti kosong tadi pas baru bangun," Brigita sangat penasaran. Pasalnya Hajoon tidak segera menjelaskan.

"Apa masalahnya sangat berat Joon sampai dia melakukan hal yang nekat seperti itu?"timpal Hwan. Dia jadi mengingat putrinya dulu dan berpikir bahwa Laras mungkin mengalami apa yang dialami anak pertamanya.

"Huuuft, dia dipisahkan dengan anak kandungnya tepat setelah dia melahirkan. Dia bahkan nggak diperlihatkan seperti apa rupa anak yang dilahirkan, dan saat itu juga dia diceraikan."

APA???

Brigita dan Hwan seketika menjadi geram. Bagaimana bisa ada pria dan suami semacam itu kepada istrinya sendiri.

Bukankah itu sangat keterlaluan?

Itu adalah arti dari tatapan Hwan dan Brigita.

"Laras yang aku kenal adalah gadis yang periang dan penuh semangat. Dulu dia pernah berkata bahwa dia nggak akan pernah datang ke ibu kota. Dia ke sini mungkin setelah menikah dan kebetulan ayahnya juga udah meninggal. Saat ini, dia sungguh sebatang kara. Dan semua kejadian yang dialaminya ini mungkinlah yang membuatnya nekat melakukan itu."

Sampai saat ini, sampai detik ini, Hajoon masih tidak habis pikir dengan apa yang menimpa Laras. Tapi memang Laras menjadi pribadi yang sangat jauh berbeda dengan yang ia temui dulu.

"Eomma, Appa, aku ... aku ingin membantu dia. Apa boleh?"

Degh!

Brigita langsung menatap lekat ke arah putra bungsunya. Tatapan Hajoon, tatapan yang sungguh-sungguh. Namun jika benar akan membantu, maka itu berarti akan ikut campur sepenuhnya dalam urusan orang lain.

Hanya dengan kata 'membantu' itu, Brigita dan Hwan sudah paham apa yang akan dilakukan putra mereka.

Hajoon adalah orang yang akan mengerjakan sesuatu sampai akhir dan tidak setengah-setengah. Bahkan meskipun mereka berkata tidak, anak itu pasti tetap akan bertindak atau bahkan sudah bertindak setelah mendapatkan informasi tentang apa yang dialami Laras.

"Kalau kamu memang mau membantunya, silakan Eomma nggak akan ngelarang. Hanya saja, tawarkan dulu ke Laras. Apakah dia mau dibantu atau nggak. Joon, kamu harus mendapat persetujuan dari orang yang bersangkutan. Jangan ngambil tindakan secara sepihak,"ucap Brigita memberi masukan kepada putranya.

"Iya aku paham kok, Eomma. Dia sangat kasihan sekali, hidupnya sungguh sendirian dan tidak punya siapa-siapa. Nanti aku bakalan nanya ke dia soal ini."

Hajoon tidak pernah menyangka, rasa senang karena bertemu dengan teman lama itu ternyata banyak sekali kemalangan yang ada di sebaliknya.

Hajoon menilai bahwa kejadian Laras yang ingin mengakhiri hidupnya itu pasti bisa saja terulang lagi. Sehingga sebuah pemikiran lain pun muncul.

"Eomma, bolehkan Laras tinggal di rumah?"

"Bisa aja sih. Nggak masalah, tapi dengan alasan apa ngajak dia ke rumah. Dia pasti akan nolak Joon kalau nggak ada alasan apapun,"sahut Brigita.

"Iya, melihat bagaimana anak itu yang memiliki rasa tidak enakan, dia pasti menolak,"imbuh Hwan.

Hajoon menganggukkan kepala. Dia setuju dengan pendapat kedua orang tuanya. Harus ada alasan bagi Laras agar mau tinggal di kediaman Brajamusti.

Kalau diminta untuk bantu-bantu pekerjaan rumah, sepetinya itu kurang pas karena bagaimanapun Laras adalah lulusan universitas. Lalu kalau diajak bekerja di perusahaan, kondisi Laras sepetinya kurang memungkinkan sekarang ini.

"Nanti aku pikirkan lagi deh, sekarang Appa sama Eomma pulang dulu aja. Biar aku yang nungguin Laras di sini,"ucap Hajoon sambil mengusap wajahnya. Dia bingung memikirkan alasan apa yang aka dipakainya untuk membawa Laras tinggal di rumah.

"Ya udah kalau gitu. Kami akan pulang. Tapi Joon, jangan bertanya secara frontal ke dia. Coba kamu tanya pelan-pelan. Biarkan dia mengungkapkan tentang masalahnya sendiri."

Hajoon mengangguk paham atas ucapan sang ibu. Dia juga tidak mungkin akan langsung bertanya, akan ada cara tersendiri baginya nanti agar Laras mau bicara dengan sendirinya. Dan saat itu, ia akan menawarkan bantuannya.

TBC

1
Yunita Sophi
pasti akan tenang dan senanglah biar masih baby... krn dia tau Laras yg dulu mengandung dia...
Yunita Sophi
semangat Laras kamu pasti bisa dan tentu aja kamu akan berhasil...
Yunita Sophi
yah Hajoon kan baik Laras... kamu baru keluar rumah sakit kan emang harus istirahat dulu... Hajoon modus nya tepat kan 😄😄
Yunita Sophi
orang tua yg baik dan pengertian... semoga Laras mendapat kan mertua yg seperti mereka baik nya..
Yunita Sophi
Alhamdulillah semoga Hajoon bisa membalaskan sakit hati nya Laras...
Yunita Sophi
untung Laras bertemu teman lama yg baik...
dewi rofiqoh
Sepertinya tubuh elio tidak bisa menerima adi kamu Eva! Makanya ia kejang
Esther
iti pasti efek dari susu yang dicampur Eva
Yunita Sophi
nah ya Hajoon bawa anak orag ke rumah orang tua mu..
A R
😭😭😭😭 eliooo.. asi nya beracunb krn org nya punya niat jahatt
Sugiharti Rusli
kira" apa yang akan terjadi nanti saat di rumah sakit, dan apa Laras akan langsung berangkat saat itu juga ke kota,,,
Sugiharti Rusli
anak itu memberi sinyal dengan reaksi tubuhnya yang menolak dengan keras ASI dari ibunya yang dicampur meski hanya setetes,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya reaksi tubuh baby Elio hisa sangat sensitif meski ASI yang Eva beri hanya sedikit yah,,,
Sugiharti Rusli
dan baby Elio bukan bereaksi dengab menolak langsung ASIP yang sudah dicampur si Eva, tapi malah saat tidur reaksinya,,,
Sugiharti Rusli
ternyata firasat seorang ibu ke anaknya memang kuat yah meski ga tahu ada apa,,,
Sugiharti Rusli
kira" baby Elio apa akan mau meminum ASI yang sudah dicampur meski hanya sediki,,,
Sugiharti Rusli
mana dia coba menghubungi no Laras yang belum diganti, kalo pas dia di rumah Reza kalo hp nya aktif kan bisa terbongkar penyamarannya,,,
Sugiharti Rusli
soalnya posisi Laras secara ga langsung mulai ada ancaman karena si Reza yang teringat mantan istrinya itu yah
Sugiharti Rusli
mana proses buat mengambil hak asuh baby Elio masih tertunda entah sampai berapa lama sampai Hajoon kembali lagi
Sugiharti Rusli
lagi si Hajoon kenapa dia membuat nama samaran Laras mirip gitu sih yah, kan jadi ada kecurigaan si Reza tuh jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!