NovelToon NovelToon
Sistem Petani: Mengubah Sampah Menjadi Cairan Dewa

Sistem Petani: Mengubah Sampah Menjadi Cairan Dewa

Status: tamat
Genre:Sistem / Harem / Bertani / Tamat
Popularitas:184.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: R.A Wibowo

Aris adalah definisi pecundang di mata dunia. Dipecat dari pekerjaan kasarnya, dikhianati oleh kekasih yang paling ia cintai, dan dihina oleh teman-teman sekolahnya saat reuni karena hanya mengendarai motor butut.

Satu-satunya harta yang ia miliki hanyalah sebidang tanah warisan kakeknya di pinggiran kota.

Namun, harapan Aris hancur saat ia kembali. Tanah yang ia impikan menjadi tempat tinggal yang tenang, telah berubah menjadi gunung sampah ilegal—sebuah "borok" kota yang dikuasai mafia dan oknum korup.

Di titik terendah hidupnya, sebuah suara dingin bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Petani Sultan Diaktifkan!]

[Misi Pemula : bersihkan 10 KG sampah]

[Hadiah : alat penyulingan esensi Cairan dewa]

[Mulai Proses Penyulingan... Menghasilkan: Cairan Dewa Tingkat 1!]

Satu tetes cairan itu mampu mengubah tanah beracun menjadi Lahan Surgawi.

. Satu tetes lagi mampu membuat tanaman mati tumbuh kembali dengan khasiat luar biasa, dengan cairan ini dia menjadi petani sultan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24--Tuan Putri Dari Kota

​Lampu gantung kristal di Grand Ballroom Hotel Maharta memantulkan cahaya yang menyilaukan, namun bagi Aninda, suasana ini terasa menyesakkan. Sebagai putri tunggal Gubernur Kota ini, menghadiri perjamuan diplomatik antar-daerah adalah rutinitas yang membosankan.

Ia tidak mau ikut malahan kalau bukan karena paksaan. Bagi Aninda dia lebih memilih menghabiskan waktu dengan hal lain daripada harus bertemu beberapa gubernur sombong dan penuh kemunafikan itu.

Dunia politik penuh akan tipu daya, dan Aninda sudah terlalu sering melihat topeng-topeng itu di balik meja makan mewah. Untungnya ayah dia berkunjung keadilan tinggi  ia tidak melihat topeng kebohongan di keluarganya sendiri.

​"aninda, pasang senyummu. Ini perjamuan penting," bisik ayahnya, Pak Gubernur, sambil menyalami rekan sejawatnya dari provinsi tetangga.

​Aninda hanya mengangguk sopan, meskipun pikirannya sudah melayang ke tumpukan skripsi yang ia tinggalkan di meja belajar.

‘sialan mending gue nyicil skripsian daripada ke sini.’ sebagai mahasiswa akhir, tumpukan tugas terutama skripsi nya sudah menumpuk bagaikan gunung. Ia bahkan tidak tahu harus menyelesaikan dari mana.

Penelitiannya tentang …”rekayasa genetika pada tanaman pangan” sudah mandek selama tiga bulan

. Proposalnya berkali-kali dicoret dosen pembimbing karena dianggap kurang inovasi dan terlalu "teoretis". Aninda butuh sesuatu yang nyata, sebuah anomali vegetasi yang bisa mematahkan semua teori lama di fakultasnya.

​ "Aninda, perhatikan sikapmu. Gubernur Jawa Tengah sedang bicara padamu," bisik ayahnya, Pak Gubernur, dengan nada yang tidak menerima bantahan.

Tiba-tiba dia tersentak, buru-buru memasang senyuman.

"Maaf, Pak. Saya hanya sedang memikirkan deadline penelitian saya," 

"Anak muda zaman sekarang memang ambisius sekali ya, Pak Gubernur," sahut Gubernur Jawa Tengah yang duduk di seberang mereka sembari tertawa formal. 

"Tapi lupakan dulu penelitian itu. Chef Junaedi bilang malam ini dia akan menyajikan kejutan. Saya jadi penasaran apa yang akan disajikan."

Aninda hanya mendengus dalam hati. ‘Permata? Paling-paling cuma foie gras impor yang diberi hiasan daun emas,; batinnya sinis.

Namun, suasana di ballroom mendadak berubah ketika para pelayan masuk dengan langkah yang sangat sinkron. 

Tidak seperti biasanya, mereka membawa piring keramik hitam pekat berbentuk minimalis yang di tengahnya terletak sebuah potongan buah yang memancarkan pendaran hijau lembut.

Begitu piring itu diletakkan di depan Aninda, matanya yang tadi layu mendadak melebar.

"Apa ini?" gumamnya tanpa sadar.

Di hadapannya bukan potongan daging atau kue coklat, melainkan sepotong buah yang seolah-olah terbuat dari batu zamrud yang dipahat. Teksturnya transparan, memperlihatkan gradasi warna merah di dalamnya yang sangat hidup. Uap dingin tipis mengalir keluar, membawa aroma manis yang begitu murni sampai-sampai Aninda merasa paru-parunya seperti baru saja dicuci bersih.

"Silahkan dinikmati, Bapak dan Ibu. Ini adalah Semangka Kristal dari kami, spesial dan hanya ada di hotel Maharta, untuk sekarang," ucap Chef Junaedi yang tiba-tiba muncul di podium kecil dengan wajah berseri-seri.

 "Produk lokal asli dari tanah Desa Sukacita.”

Aninda mengambil sendok peraknya. Ia ragu sejenak, takut jika ini hanyalah replika lilin. Namun, saat sendok itu menekan permukaan buah, bunyi 

'Krak' yang sangat renyah terdengar.

Suapan pertama masuk ke mulutnya.

Deg.

Dunia di sekitar Aninda seolah-olah menjadi hening. Rasa manis yang elegan meledak di lidahnya, dinginnya meresap hingga ke tenggorokan. Namun yang paling aneh adalah efeknya. Perasaan kesal, pening karena skripsi, dan kebenciannya pada suasana formal malam itu mendadak luruh. Bahunya yang kaku kini terasa rileks.

Ia merasa seolah sedang berdiri di tengah kebun yang sejuk setelah hujan, jauh dari kebisingan kota.

‘Gila enak banget,’

Anehnya itu tidak hanya manis dan terasa segar. Perasaan stres Aninda seolah seperti menghilang serta lenyap begitu saja, buka cuma perkara stres, perasaan cemas depresi karena tumpukan skripsi bisa hilang hanya gara-gara makan sesuap semangka.

Sebagai anak gubernur yang biasa makan-makanan mewah, ini pertama kali dia merasakan khasiat dari sebua semangka biasa.

“Semangka apa ini, semangka jepang? Atau semacamnya?” Ujar para gubernur lain.

Junaeda tersenyum. 

"Ayah..." Aninda menoleh ke arah ayahnya. Ia terkejut melihat ayahnya yang tadi berwajah tegang kini tersenyum lepas. "Ini... ini bukan buah biasa."

"Luar biasa!" Ayahnya berseru, mengabaikan protokol formalitas sesaat. "Junaedi! Dari mana kamu dapat barang seperti ini? Saya sudah keliling dunia, tapi belum pernah merasakan sesuatu yang bisa membuat pikiran saya se-jernih ini!"

Aninda tidak mendengarkan kelanjutan pujian ayahnya. Sebagai mahasiswi jurusan Mikrobiologi pertanian, otaknya langsung bekerja keras. Struktur selnya padat... transparansi sempurna... dan senyawa relaksasi ini tidak mungkin berasal dari pupuk kimia biasa.

Ia memutuskan, usai acara ini selesai dia akan menanyakan gerangan siapa yang bisa menghasilkan tanaman sehebat ini! Lumayan bisa dijadikan subjek penelitian tambahan untuk skripsi.

Ia memanggil salah satu asisten koki yang sedang merapikan piring. "Siapa petaninya?" tanya Aninda, suaranya pelan namun penuh penekanan.

"Maaf, Mbak Aninda? Chef Junaedi sangat menjaga kerahasiaan pemasoknya," jawab si asisten gugup.

Aninda memberikan tatapan tajam. "Saya bertanya karena ini adalah kunci untuk penelitian saya. Siapa orang yang sanggup menanam 'keajaiban' ini?"

Si asisten menelan ludah. "S-saya dengar... namanya Mas Aris, dari Desa Sukacita."

*Aris. Desa Sukacita.*

Aninda menyeringai tipis. Akhirnya, ia menemukan subjek penelitiannya—atau mungkin, awal dari sebuah petualangan yang lebih gila dari sekadar skripsi.

‘Mas Aris dari desa sukacita. Gue gak sabar melihat dia orang seperti apa!’ rasa penasaran Adinda meluap-luap! 

Sementara itu di jauh dari sana, Desa Sukacita. Aris yang baru saja sampai di lahannya dan hendak melakukan cocokan tanam tiba-tiba terbatuk secara aneh.

“Uhuk-uhuk,” entah kenapa malam ini lebih dingin daripada yang dia pikirkan.

1
Choky Ritonga
aning cerita sampah 🤣🤣, harus di blokir
Cui Lan Seng
nyiraminnya satu satu tiap tanaman ya ...bocos Ndro👍 pakai otak lah, irigasi tetes lah atau sprinkle dg kolam air penampungan
BaksoEnak
capek, tiap geser satu bab ada iklan
BaksoEnak
hahaha cacingnya dikantongin🤭😄
BaksoEnak
enakan yg punya aplikasi novel toon versi lama, tanpa iklan. sekarang setiap saat selalu iklan, bikin malas dan mau uninstall
BaksoEnak
emang enggak perlu mandi dulu di kamar mandi stasiun atau pasar ya? ga bawa baju ganti pula
Manusia Biasa: mau bikin orang pingsan satu krl
total 2 replies
BaksoEnak
alat penyulingan sampahnya diceritakan setinggi dada manusia, jadi Aris punya cincin penyimpanan spacial dong ? minimal kantong doraemon
Manusia Biasa: kam ada sistem bang, sistem pasti punya inventorynya sendiri
jadi tinggal keluarin kayak di game
total 1 replies
BaksoEnak
lebih lucu mbak KRL wkwk
BaksoEnak
wkwkwk benihnya saja belum direlease dan di Eli tapi konsumennya udah tahu nama benihnya...kocak dan kocluk
Manusia Biasa: sawi ungu giok perasaan semua orang juga tahu🗿
total 1 replies
BaksoEnak
sebelumnya kan juga ikut???
Ita Xiaomi
Suka ama ceritanya. Meski pakai sistem tetap kerja keras berjuang. Dan akhirnya yang indah dan bahagia. Tq Kk. Semangat berkarya. Berkah&Sukses selalu.
Ita Xiaomi: Sama-sama Kk.
total 2 replies
Ita Xiaomi
Tq Kk ceritanya keren. Semangat berkarya. Berkah&Sukses selalu.
Ita Xiaomi
👍👍👍
Ita Xiaomi
Berubah menjd flash😁
Ita Xiaomi
Maaf Kk Ibunya Aris ada titip kain jarik jg ya, selain Bu RT?
Manusia Biasa: salah harusnya bu rt doang belum direvisi itu😁
total 1 replies
Ita Xiaomi
Pelan-pelan aja Mel hitung nolnya🤣
Ita Xiaomi
Makin seru.
Ita Xiaomi
Senangnya sarapan bersama keluarga.
Ita Xiaomi
Nih bebek tau aja klo ada tamu, langsung pamer keahlian🤣
Ita Xiaomi
Maaf Kk. Ayam apa bebek?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!