NovelToon NovelToon
My Possessive Husband

My Possessive Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:34.8k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah kepergian Ayahnya, hidup Keysa begitu menyedihkan. Di mana perlakuan Ibu dan Adiknya yang semakin menjadi-jadi, bahkan mereka sampai menjual Keysa ke salah satu klub untuk dilelang.

Saat pelelangan, seorang pria menawar Keysa dengan harga dua miliar dan membuat Keysa menjadi milik pria itu. Keysa pikir hidupnya akan hancur setelah dibeli pria asing itu, namun justru sebaliknya. Keysa diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan pria itu tidak membiarkan siapapun menyakiti Keysa, pria itu memanjakan Keysa hingga membuat banyak orang merasa iri dengan hidup Keysa.

Bagaimana kelanjutannya? Siapa pria yang membeli Keysa? Apa alasan pria itu membeli Keysa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saya Lapar

Setelah kepergian Lucas, Keysa masih berdiri di tempatnya dan menatap pintu besar yang baru saja tertutup. b​Pikirannya mendadak kalut saat teringat pada pekerjaannya di toko roti, hari ini adalah jadwal shift paginya dan ia sudah bolos beberapa hari tanpa kabar.

​"Aku harus kerja... Kalau aku nggak kerja, gajiku bakal dipotong dan bisa-bisa aku dipecat? Tapi tunggu, aku belum bicarakan soal ini sama Lucas, apa dia bakal marah kalau aku kerja? Nggak mungkin deh, Lucas pasti ngerti," gumam Keysa panik.

​Keysa naik ke lantai tiga untuk bersiap-siap, begitu ia masuk ke kamar utama. Ketsa tiba-tiba takut jika Lucas akan marah, "Gimana ini, aku kerja apa nggak ya? Lucas masa marah kalau aku kerja, coba aku telepon dulu buat minta izin," gumam Keysa.

Keysa sudah mencari ponselnya di sekeliling kamar, namun ia tidak menemukan ponselnya hingga tiba-tiba ia sadar jika ponsel lamanya yang retak itu hilang, mungkin terjatuh saat ia diseret oleh anak buah Mami Rosa di klub.

​"Gimana ini?" gumam Keysa cemas.

​Keysa memutuskan untuk mencari Bi Lita guna meminjam telepon untuk menghubungi Lucas atau setidaknya berpamitan, Keysa turun ke lantai bawah, melewati dapur, ruang cuci hingga taman belakang. Namun, anehnya, ia tidak menemukan satu pun pelayan.

​Rasa takut dan tanggung jawab bertarung di dalam dadanya. Di satu sisi, ia takut melanggar perintah Lucas untuk tetap di rumah. Di sisi lain, ia merasa berdosa jika hanya berdiam diri di rumah sementara ia masih memiliki kewajiban pekerjaan.

​"Lucas bilang aku aman di sini, tapi dia nggak bilang aku dilarang bekerja, kan? Lagipula, aku nggak bisa hanya mengandalkan uangnya. Aku harus punya uang sendiri untuk berjaga-jaga jika suatu saat dia bosan padaku dan mengusirku," gumam Keysa.

​Dengan penuh kebimbangan, Keysa pergi ke walk-in closet. Ia mencari pakaian yang paling sederhana di antara deretan baju mewah itu, ia menemukan sebuah sweater rajut tipis dan celana kain panjang yang tampak tidak terlalu mencolok.

​Tanpa pamit, Keysa melangkah keluar rumah. Ia berjalan kaki cukup jauh menuju gerbang utama, beruntung para penjaga di gerbang sudah diinstruksikan untuk tidak bersikap kasar pada sang Nyonya, sehingga saat Keysa berkata ingin mencari udara segar, mereka membukakan gerbang meski dengan tatapan bingung.

​Setelah sampai di jalan raya, Keysa segera mencari angkutan umum, keringat mulai membasahi pelipisnya saat ia menaiki angkutan umum pertama. Di dalam angkot yang sempit, aroma keringat dan asap rokok dari penumpang lain terasa begitu kontras dengan aroma kayu cendana yang menenangkan di kamar Lucas, Keysa harus berganti angkutan umum sebanyak tiga kali.

​Di angkot kedua yang penuh sesak, seorang pria paruh baya terus menatapnya dengan pandangan yang membuat Keysa merasa tidak nyaman, ia merapatkan sweaternya dan mencoba menyembunyikan diri.

​Saat menaiki angkutan ketiga yang membawanya menuju pusat kota, kaki Keysa mulai terasa lecet karena mengenakan sepatu baru dari pemberian Lucas yang ternyata belum terbiasa di kakinya. Namun, begitu ia melihat toko roti tempatnya bekerja, ia mengembuskan napas lega sekaligus cemas.

​Keysa mendorong pintu kaca toko roti itu, aroma ragi dan mentega menyambutnya. Namun, suasana hangat itu seketika mendingin saat sosok wanita bertubuh tambun dengan kacamata yang bertengger di ujung hidung menatapnya dengan tajam, itu adalah Bu Jihan, pemilik toko yang terkenal galak.

​"Bagus ya! Baru punya muka kamu hari ini?" suara melengking Bu Jihan membuat beberapa pelanggan menoleh.

​"Maaf, Bu... saya...," Keysa belum sempat menyelesaikan perkataannya, Bu Jihan sudah bersuara.

​"Maaf? Kamu tahu tidak, tiga hari ini pesanan roti terus membludak dan kamu malah menghilang tanpa kabar! Saya telepon nomor kamu mati! Kamu pikir toko ini milik nenek moyangmu?" bentak Bu Jihan dengan menggebrak meja kasir dan membuat Keysa tersentak mundur.

​"Telepon saya hilang, Bu. Dan kemarin saya ada musibah...," ucap Keysa dengan suara bergetar dan mencoba meminta empati.

​Bukannya iba, Bu Jihan justru mendengus sinis. "Saya nggak peduli ya! Bukan berarti kamu bisa seenaknya bolos berhari-hari, kalau bukan karena tenaga kamu yang murah, sudah saya pecat kamu dari kemarin!" bentak Bu Jihan.

​Bu Jihan mendekat, matanya yang tajam meneliti penampilan Keysa. "Dan lihat ini! Baju apa yang kamu pakai? Sweater rajut mahal? Dari mana kamu dapat uang? Jangan-jangan kamu bolos kerja karena sibuk menjajakan diri di luar sana, ya?" tuduh Bu Jihan.

​Tuduhan itu menghantam Keysa telat di jantungnya, ia ingin berteriak bahwa ia sudah menikah. Namun, ia tahu tak ada yang akan percaya jika ia mengatakan suaminya adalah orang kaya.

​"Cepat pakai apronmu! Jangan hanya berdiri seperti patung! Cuci semua loyang kotor di belakang dan jangan berani istirahat sebelum semua rak penuh. Gaji kamu saya potong lima puluh persen bulan ini sebagai denda!" bentak Bu Jihan lagi.

​Keysa hanya bisa menunduk, air matanya tertahan. Ia melangkah ke dapur belakang, menggulung lengan sweaternya dan mulai menyikat loyang-loyang hitam yang berminyak. Tangannya yang semalam diusap lembut oleh Lucas, kini kembali bergelut dengan sabun cuci piring yang kasar.

​Hingga jam menunjukkan pukul dua siang, waktunya para karyawan beristirahat sejenak. Rekan kerja Keysa, Maya, mendekatinya dengan wajah iba.

​"Key, ayo makan dulu. Aku bawa bekal lebih hari ini," bisik Maya pelan.

​Baru saja Keysa hendak meletakkan spon pencuci piring, suara sepatu hak tinggi yang menghentak lantai terdengar mendekat, Bu Jihan berdiri di ambang pintu dapur dengan melipat tangan di dada.

​"Mau ke mana kalian?" tanya Bu Jihan dingin.

"Mau istirahat sebentar, Bu," jawab Maya.

​Bu Jihan mendengus keras, ia berjalan mendekati Keysa dan menunjuk tumpukan karung terigu yang baru datang di sudut ruangan. "Enak saja mau istirahat! Maya, kamu boleh istirahat. Tapi Keysa, kamu tetap di sini. Jaga toko di depan! Kamu sudah bolos tiga hari, jadi jangan harap ada waktu santai hari ini. Anggap saja ini tebusan atas ketidakhadiranmu," ucap Bu Maya.

​"Tapi Bu..., saya lapar," ucap Keysa pelan.

​"Jangan manja!" Bu Jihan tiba-tiba melangkah maju dan memberikan dorongan kasar pada bahu Keysa.

"Cepat ke depan!" bentak Bu Jihan.

​Dorongan itu begitu kuat hingga tubuh Keysa yang memang masih lemas terlempar ke arah meja kerja yang terbuat dari stainless steel.

​Brak!

​Pinggang bagian belakang Keysa menghantam sudut meja yang tajam dengan keras, rasa sakit yang tajam seperti tusukan pisau seketika menjalar ke seluruh sarafnya dan membuat penglihatan Keysa sempat menggelap sejenak, ia merintih kesakitan sambil memegangi pinggangnya dan tubuhnya merosot ke lantai.

"Aduh, akting kamu bagus juga ya, cepat berdiri! Pembeli di depan sudah menunggu, kalau sampai ada pelanggan yang komplain, saya potong gaji kamu lagi!" bentak Bu Jihan tanpa rasa bersalah.

Dengan sisa tenaganya, Keysa berusaha berdiri tegak meski pinggangnya terasa sangat panas. Ia berjalan tertatih menuju meja kasir dan melayani pelanggan satu per satu dengan senyum yang dipaksakan, sementara keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

.

.

.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
jangan terlalu polos Keysa, saatnya Donny menuai apa yang sudah dia tabur
Felycia R. Fernandez
kayaknya Yasmin bakalan jadi ulat bulu nih
Felycia R. Fernandez
aku paling suka Eclair coklat dengan isian butter krim🤤
jadi pengen 🤣🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
👍👍👍👍👍
Ariany Sudjana
hahaha Yasmin ketinggalan info, kalau Keysa itu istrinya Lucas 🤣🤣
Ariany Sudjana
Keysa kamu jangan terlalu polos, Yasmin itu pelacur murahan
Ratih Tupperware Denpasar
wah aromanya akan ada pelakor nih
Felycia R. Fernandez
Akhirnya Keysa bisa mengembangkan dirinya...bukan hanya seorang istri yang duduk manis dirumah.semangat Keysa,kamu juga bisa sukses sebagai penjual kue dan roti...
Ariany Sudjana
wah semangat yah Keysa 😄🙏
Felycia R. Fernandez
Ulala...suami bucin akut sih ini namanya...
Masak ya nunggu sampe Berjam jam gak konfirmasi ke asisten Lucas...
Nurminah
hadeh HP kemana zaman now nenek reot aja ada HP nunggu 2 jam hadeh lucu sekelas istri CEO jangan juga dibuat dramatis
Ariany Sudjana
bagus Lucas, kamu bersikap tegas sama karyawan kamu yang tidak menghormati Keysa
Masha 235
nah...bagus jg tu idenya si Keisha..bhsa "halusnya",shock theraphy...pindahin mreka jadi staf OB, Cleaning service, staf gudang atau apapun yg posisinya rendah...biar mreka tau di posisi rendah itu nggak enak...
Ariany Sudjana
masih syukur kalian ga dipecat dan di blacklist, karena kebaikan hati nyonya bos 😄🙏
Naufal Affiq
entar kalau sudah dipecat dari kantor mu tuan lucas,kirim ya kerumah ku,biar kukirim orang itu ke hutan
erviana erastus
telat lu lucas... makax umumkan kalo lu pnya istri,...
Ariany Sudjana
mampus kalian semua, sudahlah Lucas pecat saja semua karyawan yang tidak kompeten begitu dan blacklist saja dari semua perusahaan
Felycia R. Fernandez
pasti ini resepsionis gak percaya kalau kamu istrinya Lucas Keysa...
Masha 235
hadeuuh....langsung TLP kn bisa ...ribet amat ..
Ariany Sudjana
dasar resepsionis ga tahu diri, kamu siap-siap menggali kuburan kamu sendiri 🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!