Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Permaisuri Ai Ning pun meninggalkan kedua anaknya di dalam ruang biru, keduanya sudah sepakat akan belajar apa yang sudah diajarkan oleh ibunya itu. mereka tidak ingin keluar terlebih dahulu karena ingin menguasai semua jurus-jurus ilmu bela diri dan menembak memanah juga melempar menombak.
Kedua anak Permaisuri Ai Ning, ber nekat sebelum kembali ke istana. mereka sudah harus menguasai semuanya. dan saat mereka kembali kekaisaran, mereka akan membalas apa yang sudah ayahnya lakukan kepada mereka dan ibunya. mereka juga bersumpah akan membuat ayahnya menyesal karena sudah memperlakukan mereka seperti bangkai yang dibuang begitu saja.
Bahkan Ang Bei sudah bersumpah akan mengambil tahta yang dikuasai oleh ayahnya itu, dia tidak tahu kalau ayahnya hanya Kaisar tidak berguna. karena semua strategi dan peraturan yang tertera di kekaisarannya itu diatur oleh ibunya, sedangkan ayahnya Hanya duduk manis saja tanpa melakukan apapun.
...----------------...
Permaisuri Ai Ning keluar dari ruang birunya, dan dia segera menyalakan api unggun untuk membakar beberapa sosis dan ayam yang sudah di balur dengan bumbu. saat Permaisuri Ai Ning sedang membakar dia merasa ada suara orang berjalan, saat ingin menghilang Yuyung berbicara.
"Tuan... Jangan kemana-mana, sudah cukup Anda membuat para pengawal bayangan Ibu suri tujuh keliling mencari kalian. mereka sudah menelusuri setiap gua di sini" ucap Yuyung. Permaisuri Ai Ning mengerutkan alisnya karena dia tidak mengetahui kalau para pengawal bayangan mertuanya itu sudah tiba di tempat itu.
"Kenapa kau tidak memberitahuku?" tanya Permaisuri Ai Ning.
"Tuan tidak nanya" jawab enteng Yuyung. Permaisuri Ai Ning memejamkan mata untuk menahan kesal kepada ikan buntal miliknya itu.
"Baiklah... Yuyung yang bulat seperti kue donat, kau memang tidak salah... aku yang bersalah karena bertanya kepadamu" ucap Permaisuri Ai Ning dengan nada lirih, dia sedang tidak ingin berdebat dengan ikan buntal yaitu.
Yuyung hanya mengangguk puas di dalam air biru, menurut nya hari ini tuan nya cukup manis. Yuyung tidak tahu saja Permaisuri Ai Ning sedang menahan emosi.
SREK
SREK
Para pengawal bayangan Ibu suri pun kembali berjalan ke tempat tenda milik Permaisuri Ai Ning. saat mereka sampai mereka terkejut saat melihat api unggun sudah menyala, Mereka pun semakin mendekati tenda tersebut.
"Kalian semua sudah datang? ku kira ibunda tidak akan mengirim kalian kemari" ucap Permaisuri Ai Ning. kelima pengawal bayangan itu pun langsung memberikan hormat kepada Permaisuri Ai Ning.
"Salam hormat kami yang mulia Permaisuri Ai Ning, kami bersyukur anda selamat. maafkan kami yang baru tiba di tempat ini.... kebetulan kami juga harus mencari keberadaan yang mulia Kaisar Rui Ning, agar bisa melaporkan aktivitas beliau dengan" ucap ketua pengawal bayangan, Permaisuri Ai Ning terkekeh dia tahu kenapa ketua pengawal tidak meneruskan ucapannya itu.
"Dengan badut jalang itu bukan? Anda tenang saja... Aku bukan wanita yang akan menangis-nangis karena dikhianati oleh lelaki tidak tahu diri seperti Kaisar Rui Ning itu, Laginya sebentar lagi dia bukan seorang Kaisar. untuk apa aku mempertahankan lelaki yang tidak tahu diri itu" ucap Permaisuri Ai Ning dengan nada tegas. kelima pengawal bayangan itu merasakan ketegasan dari Permaisuri Ai Ning, Mereka pun saling tatap seolah bertanya dalam hati mereka bukankah Kaisar Rui Ning itu cukup bodoh.
"Kalian pasti cape mencari ku dan kedua anak ku bukan? istirahat lah, itu tenda yang bisa kalian bangun untuk tempat kalian tidur beberapa hari nanti. karena kita tidak bisa kembali hari ini kekaisaran Ning, kedua anakku sedang melakukan pelatihan tertutup" ucap Permaisuri Ai Ning. kelimanya pun langsung mengangguk dan segera mendirikan tenda yang diberikan oleh Permaisuri Ai Ning.
"Terima kasih yang mulia... maaf kami sudah membuat anda repot" ucap ketua pengawal bayangan, dan kedua pengawal bayangan itu pun diperintahkan oleh ketuanya untuk mencari beberapa hewan buruan.
Permaisuri Ai Ning pun tidak mencegah mereka, karena dia tidak ingin kelima pengawal bayangan itu mengetahui bila dia memiliki ruang penyimpanan.
"Oya... dimana putra mahkota dan putri Nuning? dari tadi kita tidak melihat keduanya ya? mereka melakukan pelatihan tertutup Di mana ya? padahal kita tadi sudah memasuki beberapa gua yang berada disini.." tanya salah satu pengawal, ketua pengawal itu pun langsung melototi anak buahnya itu. dia tidak ingin Permaisuri Ai Ning merasa terganggu dengan pertanyaan salah satu anak buahnya itu.
"Jangan terlalu banyak bertanya, lakukan saja pekerjaanmu.... jangan terlalu ingin tahu tentang sesuatu yang tidak bisa kita ketahui" ucap tegas ketua pengawal. Mereka pun akhirnya mengangguk dan melanjutkan mendirikan tenda untuk mereka beristirahat, Permaisuri Ai Ning pun tersenyum miring. Bukan dia tidak mendengar pertanyaan salah satu dari mereka, tapi dia tidak ingin mereka mengetahui tempat latihan kedua anaknya itu.
"Aku suka dengan gaya ketua pengawal itu... dia tidak terlalu banyak bertanya dan tidak terlalu ingin banyak tahu" gumam Permaisuri Ai Ning.
...----------------...
"Kakak ayo kita tanding... siapa yang bisa melewati hutan Viu itu, yang menang akan bebas dari membersihkan kamar nya. dan yang kalah akan membersihkan kamar yang menang" tantang Nuning. Ang Bei tersenyum miring, dia sudah beberapa kali berlatih di hutan ruang biru itu.
"Baik... kau jangan menyesal ya karena sudah menantang kakak" jawab Ang Bei. Nuning pun langsung berbinar, dia memang ingin melihat kekuatan kakaknya itu sampai mana. karena mereka sudah sekitar lima hari berada di ruang biru milik ibunya itu.
"Siapa takut... aku juga sudah belajar Ging gong, jadi aku pasti akan mengalahkan kakak" ucap bangga Nuning. Ang Bei tersenyum melihat adiknya yang begitu percaya diri.
"Ayo... kita mulai, jangan sampai kau menangis ya" ucap Ang Bei yang bersiap untuk melakukan lomba lari dengan adiknya itu. Nuning pun langsung melakukan ancang-ancang dan.
"Aku duluan" teriak Nuning. Ang Bei melotot adiknya itu melakukan kecurangan.
"Nuning..... kau curang? awas kau yaa..." teriak Ang Bei. sambil mengejar adiknya itu, akhirnya kedua adik kakak itu kejar-kejaran di atas pohon di hutan Viu.
"Mereka itu terlalu berisik" ucap Yuyung. yang melihat ke arah keduanya. ya Yuyung ditugaskan oleh Permaisuri Ai Ning, untuk menjaga kedua anaknya selama berlatih di ruang biru itu. tak terasa Permaisuri Ai Ning, meninggalkan keduanya selama lima hari di ruang biru itu.
"Namanya anak kecil.. kau juga ah sangat berisik ikan bulat" ucap kura-kura tua yang ikut melihat kedua bocah yang sering duduk di tempuranya. Nuning dan Ang Bei sering duduk di atas tempurung kura-kura tua itu, bukan karena tidak sopan tapi mereka sering mengajak kura-kura tua itu bermain di dalam air. Dan hebatnya lagi kedua anak Permaisuri Ai Ning, bisa menahan nafas di dalam air.
"Dasar kura-kura cerewet... Kau pasti tidak terima kedua bocah itu ku bicarakan?
BERSAMBUNG......
2 kaki = 10 kilo?
siapa yang batuk?? 🤭