Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23.
Di garasi rumah Renata dan Ivan.
Renata terlihat sangat bahagia, dia pun langsung membuka pintu mobil belakang yang biasa di gunakan untuk duduk seorang penumpang.
Mata Ivan memicing tajam kala melihat tingkah istrinya itu.
"Dek, kok duduk di belakang sih! Ayo sini duduk di depan!" Ivan pun menyuruh istrinya itu untuk duduk di kursi depan samping dirinya.
Mata Renata membulat sempurna, jujur ada sedikit rasa takut yang menghampiri dirinya. Jika harus duduk di kursi depan.
Karena teringat suaminya yang dulu memarahi dirinya, akibat dia duduk di kursi depan mobil. Katanya dia itu sebagai istri hanya pantas untuk duduk di kursi belakang.
"Ta - tapi Mas," ujar Renata dengan nada bergetar. Jujur sekarang ini ada sedikit rasa takut yang menghampiri dirinya. Dia takut, kalau suaminya itu sampai mengomeli dirinya lagi.
"Dek, ayolah! Jangan lama lama, buruan pindah depan sini," pinta Ivan dengan suara memelas.
Akhirnya Ivan pun turun dari mobil milik, lalu dia membuka pintu kursi belakang, dengan lembut menarik pergelangan tangan istrinya.
Untuk membuatnya pindah ke kursi depan. Sekarang ini, hal yang bisa dilakukan oleh Renata hanyalah pasrah.
Akhirnya Renata pun duduk di samping kursi mobil suaminya, jujur sekarang ini Renata merasa sangat sangat aneh.
Kenapa suaminya tiba tiba berubah aneh begini? Padahal dulu, saat dia duduk di kursi mobil depan, tepatnya di samping kursi kemudi. Suaminya itu langsung menyumpahinya dengan sumpah serapah .
Lagi lagi Renata tampak mengernyitkan dahinya. Kenapa suaminya itu tiba tiba berubah aneh begini? Dan satu lagi, kenapa bau parfum dalam mobil suaminya beraroma cherry blossom? Sejak kapan suaminya itu menyukai bau itu? beberapa pertanyaan yang sekarang ini menghampiri benak Renata.
Tubuh Renata tiba tiba terperanjat sempurna, kala suaminya tiba tiba memegang punggung tangannya.
"Dek, sampai kapan mau diam seperti patung begini? Ini kita sudah sampai di kedai Mie Ayam kesukaan kamu 10 tahun lalu," ujar Ivan dengan suara yang terdengar begitu lembut.
"Hmmm, iya Mas," jawab Renata, lalu dengan wajah sedikit takut, Renata pun memberanikan diri untuk menoleh ke arah suaminya.
Dia ingin menganalisis mimik wajah suaminya itu, apakah marah atau kesal?
Tapi wajah suaminya sekarang ini terlihat datar datar saja.
Tak berselang lama akhirnya keduanya pun keluar dari dalam mobil. Dan masuk ke dalam kedai Mie ayam.
Renata teringat dulu selepas lulus SMA dan juga sudah bekerja. Hampir setiap hari dia makan di kedia Mie ayam ini. Tapi setelah menikah dia sudah tidak pernah makan lagi disini. Sama sekali, karena suaminya tidak pernah mengajaknya.
Renata sendiri yang mau mengajak suaminya untuk makan di sini juga merasa takut, kalau suaminya itu sampai marah.
Ntah kenapa? Sekarang ini, Renata malah merasa sedih. Apalagi melihat bangunan kedai Mie ayam langganannya yang sudah banyak sekali perubahannya.
Sedihnya karena akhirnya dia sadar, menikah dengan suaminya sungguh sebuah hal terberat yang harus dia jalani.
"Dek mau minum apa? Biar Mas pesankan sekalian," ujar Ivan yang sekarang ini terlihat bangkit dari duduknya.
"Teh hangat saja Mas, makasih."
Renata terus memandang punggung suaminya yang menjauh.
Tak berselang lama, makanan yang di pesan Ivan pun akhirnya datang.
Pelayan yang membawa makanan ternyata mantan bawahan Ivan di bank Indonesia.
"Loh Pak Ivan Gunawan kan?"
"Selly," jawab Ivan.
"Pak Ivan datang kesini dengan siapa?" tanya Selly dengan wajah heran, sembari menata mie ayam yang di pesan diatas meja.
Mata Ivan membulat sempurna, akhirnya dia teringat. Jika orang orang kantornya itu tahunya, kalau Esther itu adalah istrinya.
Kapan sihh moment pintarnya si Renata sbg wanita 👍😂
gimana kalau nanti karma nya dia juga merasakan sakit yg sama kaya istrinya, kanker prostat 😏😆
bukan nya menjalani hidup kali ke 2 Renata seperti harapannya dokter Leon?! 😁😁
dasar suami lucknut 😡😡