NovelToon NovelToon
Istri Culun Sang CEO: Kebangkitan Sang Ratu Panggung

Istri Culun Sang CEO: Kebangkitan Sang Ratu Panggung

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Dulu, ia adalah Thalia Alexandria—artis papan atas yang hidup dalam sorotan, dipuja dan dielu-elukan oleh jutaan penggemar. Namun, satu malam mengubah segalanya ketika ia ditemukan tak bernyawa di apartemennya sendiri. Saat membuka mata, dunia yang ia kenal telah lenyap. Ia bukan lagi sang bintang gemerlap, melainkan Thalia Anderson—gadis culun, pemalu, dan dipandang rendah oleh keluarganya sendiri. Lebih mengejutkan lagi, ia telah terikat pernikahan dengan Aiden Hugo Maverick, CEO muda yang dingin, kejam, dan sama sekali tidak mencintainya.

Dihina oleh ibu tiri, disakiti saudara tiri, dan dipermalukan di lingkungan kampus, hidup barunya terasa seperti neraka. Namun, mereka semua tak menyadari satu hal—di balik penampilan polos itu, tersembunyi jiwa seorang ratu panggung yang tak mudah ditaklukkan. Dengan tekad membara, Thalia berjanji akan membalikkan keadaan. Termasuk menaklukkan hati sang CEO yang dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Pagi itu tak ada jadwal kuliah, Thalia sedang duduk santai di sofa ruang keluarga, menyeruput jus jeruk sambil memandangi Liam yang asyik bermain balok kayu. Rina sedang merapikan bantal-bantal sofa ketika tiba-tiba ponsel Thalia bergetar.

Notifikasi dari bank pribadi muncul di layar.

Mata Thalia langsung melebar.

Transfer masuk: 1,000,000 USD

Pengirim: Aiden Hugo Maverick

Thalia hampir tersedak jusnya. "Hah?! Satu... satu juta dolar?!" gumamnya kaget. Ia sampai menepuk-nepuk pipinya sendiri memastikan ini bukan mimpi.

Rina yang mendengar langsung mendekat.

"Nyonya... ini maksudnya apa? Uang itu dari Tuan Aiden?"

Thalia mengangguk sambil masih memandangi ponsel. "Iya. Aku bahkan nggak minta apa-apa. Kok dia tiba-tiba kirim segini?!" Dalam hati, tentu saja Thalia senang bukan main. Siapa yang tidak bahagia tiba-tiba saldo bertambah segitu banyak? Tapi di sisi lain, ia bingung-Aiden bukan tipe pria yang asal transfer tanpa alasan.

Tak lama, suara derap langkah berat terdengar.

Aiden turun dari lantai atas dengan kemeja abu-abu dan jas hitam yang rapi. Wajahnya seperti biasa-dingin, tegas, nyaris tanpa ekspresi.

Thalia berdiri, melipat tangan di dada. "Apa maksudnya ini?" tanyanya sambil mengangkat ponsel menunjukkan notifikasi transfer.

Aiden menatap ponsel itu sebentar, lalu menjawab singkat, "Ucapan terima kasih."

"Terima kasih... untuk apa?" alis Thalia terangkat.

Aiden berjalan melewatinya menuju meja makan, menuangkan kopi ke cangkir, baru menjawab, "Kamu menyelamatkanku dari kerugian besar kemarin."

Thalia memiringkan kepala. "Jadi... kamu pikir cara bilang terima kasih itu... dengan langsung melempar uang satu juta dolar ke rekeningku?"

Aiden mengangkat bahu sedikit. "Cara paling efisien."

Thalia menghela napas, antara mau tertawa atau kesal. Dasar pria kaku. Nggak bisa bilang 'terima kasih' dengan normal, pikirnya. Tapi ya... siapa yang mau menolak uang segini? "Baiklah. Ucapan terima kasih diterima... dan uangnya juga," ujarnya sambil tersenyum miring.

Aiden menatapnya sebentar, seakan ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi akhirnya memilih diam.

Sementara itu, dunia luar sedang berguncang.

Kabar meledak di media nasional: Maverick

Corporation Menggugat Ghospal Company atas Tuduhan Penipuan Mega Proyek Distrik Barat.

Headline besar menghiasi portal berita,

talkshow ekonomi mengupasnya, dan media sosial penuh dengan tagar #BongkarGhospal.

Tidak butuh waktu lama sebelum cerita-cerita lama bermunculan. Korban-korban Ghospal Company mulai membagikan kisah mereka. Ada pengusaha kecil yang hampir bangkrut karena proyek fiktif, ada pemilik tanah yang haknya diambil paksa, bahkan ada keluarga yang ditipu ratusan ribu hingga jutaan dolar.

Komentar netizen pun membanjiri akun media sosial keluarga besar Ghospal.

"Tutup aja perusahaannya!"

"Jangan biarkan penipu kelas kakap kayak gini lolos!"

"Karma is real."

Nickho Albama, Presiden Direktur Ghospal, duduk di ruang kerjanya dengan wajah pucat.

Ponselnya tak henti-hentinya berdering-investor menarik dana, kontrak-kontrak dibatalkan. Ia menatap layar televisi di dinding kantornya, menampilkan berita yang memutar ulang konferensi pers Maverick Corporation.

Lucas, orang kepercayaan Aiden, dengan tegas memaparkan bukti manipulasi data tanah, dokumen palsu, dan taktik pengelabuan survei.

Nickho menggertakkan giginya. "Sialan... Maverick... pria itu akan menyesal!" tapi suaranya sendiri terdengar ragu. Dalam hati, ia tahu ini awal dari kehancuran.

Di mansion, Thalia duduk disofa sambil membaca berita di tablet. Senyum kecil muncul di bibirnya. Jadi ini alasannya dia kirim uang? Hmm... sepertinya aku baru saja jadi penyelamat keuangan Maverick Corporation.

Liam berlari masuk sambil membawa mainan dinosaurus. "Mamaaa, lihat! Dino Liam makan kue!" katanya polos.

Thalia tertawa, menaruh tablet, lalu memeluk anaknya erat-erat. "Mama lebih senang lihat Liam senyum daripada lihat uang satu juta dolar, tahu nggak?"

Liam mengangguk sambil memeluk balik. "Тарі Mama suka uang juga, kan?"

Thalia terkejut lalu tertawa keras. "Siapa yang ngajarin kamu ngomong begitu, hah?"

Dari jauh, Aiden yang baru masuk ke ruang tamu hanya memandangi pemandangan itu dalam diam. Ada sesuatu di dadanya yang terasa... aneh. Ia memalingkan wajah, tidak ingin mengakui bahwa senyum wanita itu mulai mengusik pikirannya.

**

Sore itu, siaran berita darurat muncul di hampir semua saluran televisi. Studio berita menampilkan wajah serius seorang pembawa acara.

"Breaking News - Ghospal Company, salah satu perusahaan properti besar di Negara B, resmi digugat oleh Maverick Corporation atas tuduhan penipuan dan manipulasi dokumen dalam proyek Distrik Barat."

Layar berganti menampilkan rekaman konferensi pers. Lucas, tangan kanan Aiden, berdiri di podium dengan map tebal berisi dokumen-dokumen.

"Investigasi internal kami menemukan bukti bahwa pihak Ghospal Company secara sadar menyembunyikan fakta sengketa tanah Distrik Barat. Mereka menyuap pihak-pihak tertentu untuk memalsukan dokumen legal, dan bahkan mengatur jalannya survei lokasi agar terlihat aman. Semua ini dilakukan demi menarik dana investasi dari Maverick Corporation."

Lucas membuka satu per satu dokumen di layar proyektor-salinan sertifikat tanah ganda, surat pernyataan yang kontradiktif, hingga rekaman audio seorang eksekutif Ghospal yang terang-terangan memerintahkan bawahannya "mengamankan" hasil survei.

Para wartawan berebut bertanya, kilatan kamera memenuhi ruangan. Nama Nickho Albama menjadi sorotan.

Di markas Ghospal Company, suasana seperti kapal yang hampir tenggelam. Telepon berdering tiada henti, namun sebagian besar adalah kabar buruk.

"Investor A menarik semua dana."

"Kontrak dengan perusahaan konstruksi X dibatalkan."

"Bank menunda pencairan pinjaman."

Nickho duduk di kursi eksekutifnya dengan wajah pucat pasi. Kemejanya kusut, dasinya longgar. Di depannya, tumpukan laporan kerugian makin menumpuk.

Salah satu direktur masuk dengan panik.

"Presdir, media sosial kita diserbu. Tagar #TutupGhospal trending nomor satu! Semua postingan penuh hujatan!"

Nickho meraih ponselnya, membuka akun resmi perusahaan. Matanya langsung membelalak-ribuan komentar pedas memenuhi setiap postingan.

"Balikin uang orang!"

"Keluarga penipu!"

"Karma sudah datang, Ghospal!"

Bahkan akun pribadi istrinya, Melisa Albama, ikut kebanjiran hujatan. Foto-fotonya saat liburan mewah kini dipenuhi komentar sinis.

Sementara itu, media menggali lebih dalam.

Reporter investigasi mengungkap bahwa ini bukan pertama kalinya Ghospal terlibat masalah serupa. Lima tahun lalu, mereka pernah memicu skandal properti di Kota Elwin, namun berhasil lolos karena kurangnya bukti. Kali ini, bukti yang dipegang Maverick Corporation terlalu kuat.

Beberapa korban lama angkat bicara di televisi. Seorang pria paruh baya bernama Gregor, mantan kontraktor, menatap kamera dengan mata berkaca-kaca.

"Perusahaan itu menghancurkan hidup saya. Mereka janji membayar penuh, tapi malah kabur. Rumah saya harus dijual untuk menutup utang."

Seorang ibu muda ikut bersuara, "Tabungan keluarga saya habis karena investasi di proyek mereka. Dulu tak ada yang mau percaya saya. Sekarang... terima kasih Maverick Corporation sudah membongkar mereka."

Suara publik semakin bulat: Ghospal harus bertanggung jawab.

Di kantor pusat Maverick Corporation, Aiden duduk di ruang kerjanya, memandangi layar laptop yang penuh dengan laporan perkembangan kasus.

Lucas masuk membawa kabar terbaru.

"Semua mitra besar mereka menarik diri. Nilai saham Ghospal anjlok 73% hanya dalam satu hari."

Aiden mengangguk pelan. "Biarkan mereka jatuh karena ulah mereka sendiri."

Lucas tersenyum tipis. "Sepertinya Ghospal tak akan bertahan lebih dari dua minggu."

Di rumahnya, Nickho menatap layar televisi yang menayangkan dirinya disorot sebagai 'presdir penipu'. Wajahnya merah padam, tangan mengepal.

"Kita akan melawan balik!" serunya.

Namun salah satu penasihat hukumnya hanya menggeleng. "Pak... bukti yang dimiliki Maverick terlalu kuat. Bahkan pengadilan kemungkinan besar akan memutuskan penyitaan aset perusahaan."

Nickho membanting gelasnya ke lantai. Suara pecahan kaca memantul di dinding ruang tamu. Istrinya menjerit kecil, sementara dua anak remajanya berlari naik ke lantai atas, takut melihat kemarahan sang ayah.

Di luar rumah, sekelompok wartawan dan aktivis sudah berkumpul, meneriakkan tuntutan dan memotret setiap pergerakan.

Keesokan harinya, saham Ghospal dibekukan oleh otoritas bursa. Kantor cabang mereka diserbu aparat untuk penyitaan dokumen. Sebagian karyawan sudah mulai mencari pekerjaan baru, tak mau ikut tenggelam bersama perusahaan.

Media menayangkan gambar papan nama besar bertuliskan "Ghospal Company" yang mulai dicopot dari gedung utama. Seorang reporter berkata di depan kamera, "Inilah akhir dari sebuah perusahaan yang selama ini berdiri di atas kebohongan."

Dan untuk sebagian besar warga Negara B...

kehancuran Ghospal terasa seperti kemenangan kecil melawan ketidakadilan.

1
CaH KangKung,
MC... josss
CaH KangKung,
👣👣
Fajar Fathur rizky
cepat hancurkan Abraham thor
Iry
siap
Mifta Nurjanah
lanjut
𝐀⃝🥀Weny♬⃝❤️🅠🅛
secangkir kopi buat kamu thor😊
𝐀⃝🥀Weny♬⃝❤️🅠🅛: sama🤗
total 2 replies
Lili Inggrid
lanjut
𝐀⃝🥀Weny♬⃝❤️🅠🅛
thor, bab ini tadi ceritanya ada yang di ulang²🤭
Iry: baiklah beb
total 3 replies
Sugiarti Arti
bagus
𝐀⃝🥀Weny♬⃝❤️🅠🅛
thor kasih visualnya dong😊
𝐀⃝🥀Weny♬⃝❤️🅠🅛: iya dong thor biar gak penasaran 🤭
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny♬⃝❤️🅠🅛
jos jis thalia👍🏻
Anonim
bagus iii ceritanya
lanjuttttt/Kiss/
Ma Em
Semangat Thalia pasti kamu pemenang nya dan sukses jadi bintang kalahkan semua saingan mu dan bersinar lah dgn prestasimu apalagi Nadine yg tdk ada apapa nya buat mereka yg dulu selalu menghinamu malu .
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Beautifully Hurt" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35) ? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!