NovelToon NovelToon
CEO Itu Ayahku

CEO Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Single Mom
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: T Moel

Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuan Aditama

Setelah mengetahui kalau Leon pernah membuat hancur kehidupan seorang gadis yang bernama Rania, tuan Aditama segera mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Rania dan ibu nya.

Butuh waktu lama untuk nya mencari mereka berdua, sapi akhirnya tuan Aditama menemukan Rania dan bu Arini. Awalnya mereka sangat terkejut dan menolak untuk berbicara dengan tuan Aditama, namun setelah mengemukakan alasan nya untuk bertemu mereka, akhirnya keduanya mau bertemu dan berbicara dengan tuan Aditama.

Bu Arini terutama Rania meminta agar tuan Aditama berjanji untuk tidak memberitahu kan keberadaan mereka pada Leon, karena Rania khawatir jika Leon tahu tentang kedua anaknya pasti Leon akan berusaha untuk mengambil mereka. Dan juga Rania tidak ingin merusak hubungan Leon dan tunangan nya jika Leon tahu Rania ada di sini.

Tuan Aditama berjanji tidak akan memberitahu kan keberadaan Rania dan anaknya terhadap Leon. Namun tuan Aditama meminta agar Rania menerima bantuan dari tuan Aditama sebagai kakek dari kedua anaknya Rania.

Awalnya Rania menolak, karena menurut nya jika menerima bantuan dari tuan Aditama, Rania akan merasa harus membalas budi, dan Rania tidak ingin hal itu terjadi.

"Ini semua semata mata karena tanggung jawab saya sebagai orang tua dari Leon yang sudah menghancurkan kehidupan dan masa depan Rania. Dan saya tidak akan menuntun balas budi. "

"Tapi tuan... "

"Saya mohon jangan panggil saya tian, panggil saya papah, atau boleh juga kakeknya Zidane. "

Rania tidak langsung menjawab tapi melihat ke arah bu Arini untuk meminta persetujuan nya. Bu Arini tampak mengangguk tanda menyetujui apa yang di katakan oleh tuan Aditama.

"Baiklah pah.. " Rania tampak tergagap

saja .

Tuan Aditama terlihat tersenyum tipis, senyuman yang hanya akan terlihat oleh orang orang terdekat nya saja. "Mana cucu papah, boleh lihat dan gendong mereka?" Tuan Aditama sangat berharap.

"Sebentar ya pah, Ran ambil dulu. " Rani berjalan ke kamarnya membawa kedua bayinya.

Tidak lama kemudian, Rania diikuti kedua babysitter nya membawa bayi Zaidan dan bayi Naila. Tuan Aditama terlihat sangat antusias melihat kedua cucunya yang terlihat lucu dan menggemaskan. Keduanya masih tertidur karena baru saja minum asi.

"Kedua bayi nya sangat mirip sekali dengan Leon, mungkin mereka ingin agar papahnya mengenali mereka kalau suatu saat nanti bertemu. " Tuan Aditama menggendong Zidan yang masih terlelap.

"Iya pah, mereka hanya numpang saja di perut Rania. " jawab Rania terkekeh pelan.

Tuan Aditama tampak bahagia karean bisa melihat langsung kedua cucunya yang sangat menggemaskan, dan hal yang penting karena kedua cucunya mewarisi Gen keluarga nya, wajah kedua cucunya sangat mirip sekali dengan dirinya dan juga Leon,

"Bu Arini, saya dan Rania juga, saya mohon jangan menolak pemberian dari saya sebagai kakek dari mereka, saya akan rutin setiap bulan memberikan uang untuk kehidupan mereka. Tolong jangan di tolak. "

Bu Arini dan Rania saling berpandangan mendengar ucapan tuan Aditama yang memohon untuk menafkahi kedua cucunya.

"Kalau saya sebagai orang tua tidak bisa berkata apa apa, saya serahkan semuanya ke Rania sendiri, karena Rania adalah ibu dari cucunya tuan. " Ujar bu Arini

"Lalu bagaimana dengan kamu nak? " Tidak tuan Aditama sangat berharap.

Dengan ragu ragu dan penuh ke hati harian, Rania menjawab apa yang di minta oleh tuan Aditama. "Baiklah pah, Ran terima niat baik papah untuk kedua anak Rania. "

"Terima kasih ya nak karena kamu mengabulkan permintaan orang tua ini. " Tuan Aditama dengan wajah berbinar.

"Boleh papah minta rekening kamu? "

"Boleh pah. "

Rania memberikan rekening milik nya pada tuan Aditama, tidak lama kemudian notifikasi di handphone nya berbunga, Rania melihat deretan angka yang di kirimkan tahun an Aditama sangat banyak sekali.

"Pah, ini tidak salah? "

"Salah apa nya? "

"Papah mengirimkan sejumlah uang yang sangat banyak sekali. "

"Memang tidak salah, itu jumlah yang tidak seberapa di bandingkan kelakuan anak papah terhadap kalian. "

"Tapi pah..... "

"Tidak ada tapi tapian, terimalah uang It sebagai tanda kasih sayang papah sebagai kakek dari mereka berdua, dan maafkanlah Leon. Maafkan juga mamah dan papah karena anak kami, kamu dan ibumu harus menderita. " Tuan Aditama berkaca kaca.

"Mungkin sudah takdir Ran harus seperti ini, dan Ran sudah menerima semua nya, "

Rania menangis karena rasa haru sekaligus bersedih dengan situasi yang membuatnya harus menerima pemberian dari orang tua yang anaknya sudah menghancurkan kehidupan nya

Bu Arini menggenggam tangan Rania seolah memberikan semangat agar tetap sabar menerima takdir dari yang maha kuasa. Sedang kan tuan Aditama merasakan bahagia sekaligus malu dengan Rania karena Leon.

"Sudah siang, sudah waktunya makan siang, mba bisa bawa Zidan dan Naila ke kamarnya."

Bu Arini melihat bayi kembarnya masih tidur, serta meminta agar kedua babysitter nya membawa kedua cucunya ke kamar.

"Tuan Aditama, mari kita makan siang dulu, hanya saja maaf, hidangan nya sederhana. "

"Saya jadi merepotkan ibu Arini. Makanan yang di hidangkan ini justru menggugah selera saya, bisa bisa program diet saya gagal hari ini karena makan siang di sini. "

Ketiganya makan siang dalam hening, Tampak tuan Aditama makan dengan lahap nya sampai nambah tiga kali. Bu Arini yang awalnya merasa rendah diri karena hidangan yang di sajikan mungkin tidak akan di makan, namun ternyata hal itu tidak terbukti.

Selesai makan, tuan Aditama berbincang sebentar dengan bu Arini, sedangkan Rania membereskan piring kotor bekas makan siang. Setelah semuanya selesai, tian Aditama pamit undur diri, dan berjanji akan kembali lagi melihat kedua cucunya.

"Tuan akan ke hotel dulu atau langsung pulang ke ibu kota? "

"Seperti nya saya akan langsung pulang ke ibukota, karena nanti pukul empat ada meeting di kantor. "

"Baiklah tuan, selamat jalan. "

"Terima kasih bu Arini, tapi sebelum pulang bolehkah saya melihat kedua cucu saya? "

"Oh boleh silakan tuan, mari saya tunjukan kamarnya. " Bu Arini jalan lebih dulu di ikuti tuan Aditama dari belakang.

Beberapa saat tuan Aditama melihat cucunya sambil mengusap air matanya yang tanpa di komando tutup sendiri di pipi nya. Setelah puas akhirnya tuan Aditama segera meninggalkan rumah bu Arini.

Tuan Aditama masuk ke dalam mobil yang berada di depan halaman rumah bu Arini. Hatinya terasa hampa, bayangan wajah kedua cucunya yang menggemaskan, jika saja di ijinkan ingin sekali membawa keduanya untuk di perlihatkan pada istri dan anaknya.

"Zidan dan Naila, kalian sungguh menggemaskan, maafkan opah sayang, ingin rasanya membawa kalian berdua ke hadapan omah, tapi opah sudah berjanji pada ibu kalian untuk tidak menganggu kalian."

Tidak terasa air mata jatuh di pipinya, ada rasa yang tidak biasa yang sulit di gambarkan. Mobil membawanya ke bandara untuk kembali ke ibu kota membawa bayangan kedua cucunya.

Tuan Aditama sudah di tunggu anak buahnya yang sudah menunggu nya. "Selamat siang tuan. " Sapa nya.

"Pesawat sudah siap? "

"Sudah tuan, kita akan segera berangkat sekarang. "

"Baiklah."

Keduanya masuk ke dalam pesawat milik keluarga Aditama, beberapa anak buah nya menganggukkan kepala sebagai tanda hormat.

Perjalanan dengan pesawat pribadi tidak terasa sudah sampai di ibu kota, tuan Aditama langsung menuju kantornya karena memang harus menghadiri meeting yang tidak bisa di wakilkan oleh asistennya.

Sampai di perusahaan, di sambut sekretarisnya yang sudah siap dengan beberapa dokumen dan berkas berkas untuk meeting sore ini.

"Selamat sore tuan. "

"Hmmmm."

"Ini materi meeting hari ini, pemilik perusahaan LEE'S CORP sudah menunggu anda lima menit yang lalu. "

"Baiklah kita ke ruang meeting sekarang."

Tuan Aditama berjalan ke ruang meeting di ikuti sekretaris dan asisten nya, ketiganya masuk ke dalam ruang meeting. Tuan Lee sudah berada di sana, menyambut tuan Aditama dengan senyuman yang khas.

"Selamat sore tuan Aditama. "

"Selamat sore Mr. Lee, maaf anda harus menunggu. "

"Its ok, saya menunggu belum lama. "

"Baiklah kita akan mulai meeting ini. "

Mr. Lee seorang pengusaha berkebangsaan China namun tinggal dan menetap di Singapura. Di Indonesia adalah perusahaan cabang milik LEE CORP., sebuah perusahaan raksasa yang menggurita ke berbagai usaha dan salah satunya adalah yang bergerak slan bidang properti, sama dengan perusahaan ADITAMA CORP yang juga menggurita sehingga menjadi perusahaan raksasa.

Meeting telah berlangsung, ada adu argumen dalam membahas kerja sama dia perusahaan raksasa di bidang properti. Meeting berlangsung selama dua jam setengah, tidak terasa meeting sudah selesai, hari mulainya gelap.

Karena meeting selesai mendekati jam makan malam, tuan Aditama mengundang partner bisnis nya tersebut untuk makan malam di sebuah restoran mewah yang sudah di reservasi terlebih dulu.

Tuan Aditama memakai mobil mewahnya bersama sekretaris dan asistennya, begitu juga dengan Mr. Lee yang di dampingi oleh sekretaris dan juga Asisten nya.

Sampai di restoran mewah tersebut, tuan Aditama dan Mr Lee di bawa ke sebuah ruang VVIP, khusus member yang harus merogoh kocek cukup dalam untuk dapat menempati ruang VVIP. Dan langganan restoran tersebut bukan pengusaha biasa namun pengusaha yang benar besar. Karena restoran itu termasuk salah satu restoran berskala internasional.

"Silahkan tuan tuan. " ucap seorang manager yang di tugaskan melayani customer kaya raya.

Tanpa ada jawaban, manager tersebut memeberikan buku menu dengan harga makanan yang sangat fantastis..

Tuan Aditama dan Mr. Lee memesan menu yang mereka suka di restoran tersebut. Begitu pun dengan sekretaris dan asisten nya masing masing. Sambil menunggu makanan yang mereka pesan, mereka berbincang ringan di luar masalah pekerjaan.

Tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan sudah datang, kemudian mereka menyantap makanan yang di pesan dengan diam, hanya dentingan sendok dan garpu serta pisau saja yang terdengar.

Makan malam selesai sudah, Mr. Lee segera pulang kembali ke Singapura malam it juga menggunakan private jet. Sedangkan tuan Aditama langsung pulang ke rumahnya karena memang hari sudah sangat larut sekali.

Denis asisten tuan Aditama mengantar kan bosnya terlebih dahulu lalu kemudian pulang sambil mengantar Erika sekretaris nya tuan Aditama.

Di rumah semua ruangan sudah gelap, mungkin saja nyonya Erlina sudah tidur lebih dulu karena kelelahan. Sampai di ruang tamu, tuan Aditama menaiki tangga menuju lantai dua tempat kamar tidur nya berada.

Masuk ke dalam kamarnya terlihat nyonya Erlina sudah terlelap, seperti nya lelah sampai tidurnya saja tidak menyadari kedatangan suaminya. Tuan Aditama mengecup kening istrinya, nyonya Erlina adalah tipe istri yang sangat di sayangi suami.

Tuan Aditama sangat mencintai istrinya, dengan meratukan nyonya Erlina yang sejak saat menikah belum memiliki kekayaan seperti sekarang namun tetap setia dengan suaminya.

Sebenarnya nyonya Erlina semasa masih gadis adalah anak orang kaya, yang selalu di manjakan oleh kedua orang tuanya, apapun yang di minta Erlina kecil selalu di kabulkan tanpa harus bersusah payah untuk mendapatkan nya.

Berbeda dengan Tuan Aditama yang terlahir dari orang tua yang kurang mampu, setiap ingin memiliki sesuatu Aditama kecil harus berjuang dulu unyuk mendapatkan nya.

Saat sudah menikah, Aditama muda membawa Erlina muda keluar dari zona nyaman, walaupun kedua orang tua Erlina sangat menentang pernikahan mereka dan menentang ketika Erlina di bawa pergi dari rumah mewah nya.

Walaupun hidup nya penuh dengan kelimpahan harta namun tidak membuat Erlina menolak untuk hidup dengan Aditama yang pas pas. Sehingga membuat Aditama sangat mencintai istrinya tersebut hingga akhirnya dalam hati berjanji akan membahagiakan istrinya, memenuhi semua kebutuhan nya dengan kerja keras tanpa kenal lelah hingga akhirnya lahirlah Leon.

Hidup rumah tangga mereka semakin hari semakin lebih baik dari sebelumnya. Aditama dapat membuktikan pada kedua orang tua Erlina bahwa dirinya mampu menopang kehidupan Erlina. Dan akhirnya kerja kerasnya terbayarkan, hingga saat ini memiliki perusahaan yang berkembang pesat hingga memiliki beberapa cabang di dalam dan luar negeri

Sepak terjang nya sudah kuat dan banyak wajib di acungi jempol. Kini tuan Aditama

Tuan Aditama masuk ke dalam toilet untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket, setelah terbang ke kota Pontianak, dilanjut dengan meeting yang sangat menguras waktu tenaga dan pikiran. Selesai mandi, tuan Aditama terlihat lebih segar, walaupun usianya sudah tidak mudah lagi, namun ketampanan nya masih sangat terlihat jelas di usianya yang tidak muda lagi.

"Papah sudah pulang, kenapa tidak membangun kan mamah. " Nyonya Erlina menggeliat saat hidungnya mencium aroma sabun yang menguar dari tubuh tuan Aditama.

"Kamu terlihat sangat nyenyak tidurnya, papah tidak ingin membangunkan mamah. "

"Setidaknya kalau mamah bangun bisa menyiapkan pakaian ganti untuk papah."

"Tidak apa apa, kan papah bisa mengambil pakaian sendiri. lihat pilihan papah pas kan.? "

"Iya mamah tahu, papah sudah makan malam? "

"Sudah, tadi selesai meeting papah mengundang Mr. Lee untuk makan malam di restoran favorit mamah, Tidak apa apa kan?"

"Tidak apa apa yang penting papah sudah makan malam. Sekarang sudah malam ayo kita tidur. " Ajak tuan Aditama.

Nyonya Erlina menggeser badannya agar tuan Aditama bisa tidur di samping dirinya, tempat favorit suaminya jika seharian sudah beraktivitas di luar rumah. Tuan Aditama merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang nyaman.

...****************...

1
tia
lanjut thor
tia
cepat satukan thor kembar sama papa nya
Nadia salma: ada lika liku dulu kak, biar ada gregetnya
total 1 replies
tia
tambah lagi Thor 🫢,,suka cerita ny
Nadia salma: siap kak...
total 1 replies
tia
update yg banyak lah thor
Nadia salma: akan saya usahakan kak, karena saya sambil kerja membagi waktu. Terima kasih sudah menyukai karya saya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!