NovelToon NovelToon
Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Status: tamat
Genre:CEO / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Duda / Romansa / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:62.4k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Putus cinta membuat seorang gadis bernama Emeery menerima perjodohannya dengan seorang duda beranak dua. Namun, sikapnya yang tengil membuat sang duda pusing tujuh keliling, akankah Emeery mampu menaklukkan dinding es suaminya, yang bahkan belum move on dari sang mantan?

Kalau ada, sembilan duda ~
Mau duitnya saja, semuanya ~
Ini dada, isinya duit semua ~

Penasaran dengan kisah mereka? Ikuti ceritanya di sini🤗

Jangan lupa follow
Ig @nitamelia05
fb @Nita Amelia
TT @twins✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Mengambil Keputusan

"Dari kata-kata Ethan semalam, kamu pasti sudah tahu maksudnya kan? Dia nggak mau Mona jadi ibu mereka!" tandas Jerry, kembali berbicara serius dengan sang anak, supaya bisa bertindak tegas. Karena ini demi masa depan cucu-cucunya.

Gerry mengacak-acak rambut, sejak hari itu pikirannya terasa kacau sekali hingga dia tak bisa berpikir jernih.

"Tapi Mona juga berusaha jadi ibu yang baik kok, Dad, dia mau memperbaiki semuanya. Dalam waktu tiga bulan, dia bakal kasih jawaban," ujar Gerry, kali ini masih membela sang kekasih.

Mendengar itu Jerry tertawa sumbang, tak habis pikir dengan cara kerja otak putranya yang sedang diperdaya oleh seorang wanita habis-habisan.

"Cih, itu namanya kamu digantung! Sadarlah, Ger, anak-anakmu cukup menyukai Emeery meski nggak secara gamblang. Lagian nggak ada jaminan kan dalam waktu tiga bulan Mona bener-bener berubah dan siap rumah tangga? Ethan aja yang kecil nggak bisa dibohongi kok!" Cerocos Jerry makin menggebu, karena Gerry tak sadar-sadar.

Gerry mengusap wajahnya yang kusut dengan kasar. Dia benar-benar bingung, karena jujur saja hubungan satu dengan Mona tak bisa dianggap angin lalu, dia masih teramat menyukai wanita itu.

"Daddy kasih waktu satu hari buat kamu berpikir secara jernih. Mona atau Emeery, silahkan. Daddy mau tahu kamu seegois apa," tandas Jerry akhirnya karena putranya tak segera memberi jawaban. Lantas dia berlalu dari ruang kerja meninggalkan Gerry sendirian.

"Ck, kalo nggak Mona seenggaknya ya jangan dia. Kenapa sih Daddy kayaknya percaya banget gadis itu bisa ngurus aku sama anak-anak?" gumam Gerry, merasa gamang.

*

*

*

Ternyata otak Gerry masih berfungsi dengan baik dan memahami perasaan anak-anaknya. Dia telah mengambil keputusan, meski berat untuk dirinya, dia akan mencoba menjalaninya.

Hal tersebut tentunya tidak diterima oleh Mona, karena kini malah dirinya yang diputuskan secara sepihak, bahkan dengan gamblang Gerry bilang ingin menikahi gadis lain. Secepat itu?

"Aku harus ke rumahnya sekarang, aku tahu dia cuma becanda," ucap Mona masih percaya diri. Dia membanting setir, membawa kendaraan roda empat miliknya dengan kecepatan penuh untuk pergi ke rumah Gerry.

Namun, sesampainya di sana keadaan sangat sepi karena hampir semua penghuni sedang keluar, kecuali satu yakni Anjas.

"Ke mana Kak Gerry?" tanya Mona dengan tidak sabaran. Dia harus segera bertemu dengan pria itu dan meminta penjelasan. Tidak, dia tidak ingin ditinggalkan begitu saja seperti ini.

"Emang Kak Gerry nggak ngasih tahu Kakak?"

"Di mana? Di mana dia?" Suara Mona makin meraung.

"Dia—dia sedang menikahi seorang gadis di salah satu hotel bintang 5," jawab Anjas dengan jujur. Dia saja sengaja datang terlambat, karena meski hubungan ia dan Emeery hanya sekedar main-main, nyatanya hatinya terbakar juga di hari ini, padahal sejak kemarin pun dia sudah memprovokasi Gerry agar tidak memilih gadis tengil itu.

Seluruh tubuh Mona tiba-tiba terasa lemas dan lunglai. Dia menggeleng tak percaya Gerry akan melakukan ini padanya. Apakah karena kejadian kemarin membuat Gerry berubah pikiran? Tapi bukankah Gerry sangat mencintainya.

"Anterin aku ke sana sebelum terlambat. Aku mau ketemu Kak Gerry, dia pasti berubah pikiran," ujar Mona, dia bergegas mengumpulkan tenaga meski hatinya terbakar api cemburu yang hebat, pokoknya dia harus membatalkan acara pernikahan Gerry hari ini.

Tanpa pikir panjang Anjas langsung mengangguk, dia lupa kalau harus menjemput sang pacar, karena sudah janji akan membawanya.

Sementara di bumi belahan lain, Emeery sudah didandani dengan cantik, tubuhnya yang kecil dibalut kebaya berwarna putih lengkap dengan aksesoris dan sanggul.

Merah merona di bibir Emeery menyulapnya menjadi sedikit dewasa, tapi tidak dengan sikapnya, dia akan selalu menjadi Emeery yang apa adanya, apalagi di depan ketiga sahabatnya.

"Gimana aku cantik nggak?" tanya Emeery sebelum keluar dari ruang rias pengantin.

"Cantik, Mer, tapi kamu beneran mau nerusin pernikahan ini? Aku masih belum percaya, Mer, kamu bakal nikah secepat ini," balas Talita sekaligus melayangkan pertanyaan. Dia celingukan karena takut ada yang mendengar percakapan mereka.

"Ya seriuslah, Lit, badung-badung gini aku nggak mungkin ngecewain Mommy sama Daddy. Lagian bentar lagi aku bakal bebas minta uang, jadi aku bisa ngutangin kamu sepuasnya," jawab Emeery sambil cengengesan.

Ingin rasanya Talita menoyor kepala Emeery dengan sangat keras. Tersinggung, tapi fakta.

"Jangan jujur-jujur banget dong, Mer!" omel Talita.

"Udah-udah, lagian acaranya juga bentar lagi. Emeery udah nggak bisa mundur apalagi kabur. Aku ogah repot!" sergah Zoe yang menengahi keduanya. Sedangkan Nino muncul dari arah pintu, memberi info bahwa Emeery sudah harus keluar.

Mendengar itu Emeery langsung memasang wajah paling manis. Entah pernikahan seperti apa yang dia bayangkan, sehingga dia percaya diri sekali bisa bahagia dengan Gerry. Padahal mencintai pria dewasa itu saja belum.

Dengan diapit Zoe dan Talita, serta Nino di belakangnya Emeery sampai di meja akad yang sudah diisi oleh penghulu, para saksi dan calon mempelai pria. Dia dan Gerry sempat beradu pandang sejenak, tapi Gerry langsung memutusnya.

Kayak orang bener kalo lagi dandan begini. batin Gerry.

Setelah semua siap penghulu meminta Gerry untuk menjabat tangan Bryan—sebagai wali sah Emeery.

"Sudah hafal kan, Nak Gerry?" goda sang penghulu, karena ini merupakan pernikahan kedua pria itu.

Gerry mengangguk, dua sahabatnya langsung cekikikan di belakang.

"Ya kali udah nambah masih nggak hafal. Kalo masih rapet sih percaya," ucap Edo pada Ghara yang membuat tawa keduanya pecah. Gerry hampir saja menengok.

"Saat Pak Bryan sudah selesai, langsung sambung Nak Gerry ya? Silahkan ...." Sang penghulu mempersilahkan.

"Saudara Gerry Mahesa, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya, Emeery Vine Davies binti Bryan Davies, dengan mas kawin satu unit mobil, satu unit rumah, satu set perhiasan dan uang 100 juta rupiah dibayar tunai!"

"Saya terima nikah dan kawinnya Emeery Vine Davies binti Bapak Bryan Davies dengan mas kawin tersebut, tunai!" sambung Gerry dengan satu kali tarikan napas.

"Sah?" Penghulu bertanya pada para saksi.

"SAHHH!"

Satu kata itu bergemuruh hebat di dalam ruangan. Tiba-tiba Emeery menjadi melow sehingga meneteskan air mata. Kemudian dia mencium tangan Gerry dengan takdzim, sedangkan Gerry masih terlihat kaku.

"Yeh biasanya juga licin kaya belut, cium, cium!" teriak Ghara untuk menggoda sahabatnya.

"Hahahah." Edo ikut tertawa.

Sialan!

Akhirnya Gerry pun mencium sekilas pipi Emeery yang dipenuhi blush-on. Gadis itu tertegun, tapi segera tersadar saat terdengar suara musik "Tepuk Sakinah" yang sudah mereka pelajari selama di KUA.

Mendengar itu, makin pecah saja tawa Ghara dan Edo. Gerry langsung tepuk jidat, sedang Emeery malah terlihat bersemangat, kaki dan tangannya mulai bergerak.

Berpasangan ...

Berpasangan ...

Berpasangan ...

Prok ... Prok ... Prok ...

Ethan dan Sansan juga ikut-ikutan joget.

Janji kokoh ...

Janji kokoh ...

Janji kokoh ...

Prok ... Prok ... Prok ...

Saling cinta ...

Saling hormat ...

Saling jaga ...

Saling ridho ...

"BERHENTI, JANGAN LANJUTTT!"

Di tengah keceriaan itu tiba-tiba ada yang berteriak dari arah pintu. Mona dengan mata yang berkaca-kaca, menatap Gerry yang memakai balutan baju pengantin dengan kalut.

"Kak ...."

***

Maap kalo rada lebay ya gaes🤣

1
Restu
Terimakasih thor🙏🙏🙏
Restu
good
Restu
🤭🤭🤭
Asyatun 1
keren banget thoor
Radya Arynda
laaaa kok cepet banget tamat nya
Ratu Anu👑: lanjut ke karya baru😚
total 1 replies
Radya Arynda
melihat emery dan sahabat2 nya ikut happy,,,persahabatan yang tidak memenadang stt sosial👍👍👍👍👍
Radya Arynda
sabar ger sabar
Rita
trmksh ya thor sdh bertahan dan menghibur 🥰🥰🥰🥰
Ratu Anu👑: cama-cama😚
total 1 replies
Rita
😂😂😂😂😂😂pengalaman pertama dijambak pas istri lahiran ya Ger
Rita
lagian dah tau dari muka msh ditanya gmn ga esmoni😂😂😂😂
Rita
😂😂😂😂😂😂
Rita
hei hei hadeuhhh😅😅😅😂😂😂😂😂
Ari Atik
terima kasih thor...
Maharani Rani
dah tamat aja ni kak😍😍 terimakasih ceritanya 😍
Dien Elvina
d tunggu novel baru nya kak 🙏🥰
Ratu Anu👑: ayok udah terbit nih😘
total 1 replies
Dien Elvina
ya langsung TAMAT ya thor gak bonus chapter nya ..tapi selamat ya Merry - Gerry atas kelahiran baby princes 🥳🥰
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
jambak mer jambakk 🤣🤣 Sudah jadi bapak2 masih saja gemeter 😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Gerr...bojo mu keri kae lhoo 😭🤣 kamu mau ngantarin angin yaa? 🤣 sampai lupa sama istri 😭🤣 tapi emang begitulah laki2. kalau keadaan lagi cemas bin panic smapai lupa segalanya 🤣
Rita
bumil moodyan
Rita
awas jodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!