Arthur, mantan mafia yang tampan dan keren, masih terjebak dalam kenangan bersama Rose, pacarnya di kelompok mafia yang sama. Setelah putus, Arthur tidak bisa move on dan menjadi dingin terhadap perempuan lain. Namun, pelayan kakaknya, Esme, diam-diam menyukai Arthur dan berharap suatu hari bisa mendapatkan hatinya.
Kehidupan Arthur berubah ketika ia bertemu dengan Maureen, seorang perempuan yang ceria dan penuh semangat. Maureen tidak tahu latar belakang Arthur sebagai mantan mafia, dan Arthur tidak ingin memberitahunya. Apakah Arthur bisa melupakan Rose dan jatuh cinta dengan Maureen? Atau apakah Esme akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hati Arthur?
Apakah Arthur akan mengikuti hatinya atau tetap terjebak dalam masa lalu? 🤔😊
Novel baru othor menceritakan tentang Arthur adiknya Adelle dari novel 'transmigrasi menjadi ibu muda yang tangguh'.
Jangan lupa mampir dan kasih dukungan ya teman-teman..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tentang keluarga Alice
"Mom, aku dan Jean akan menikah," kata Alice ketika ia sarapan bersama dengan Mommy nya.
Nyonya Zanetta menghentikan suapannya. Matanya menatap tajam pada Alice yang asik memotong rotinya.
Inilah yang ia takutkan. Alice akan menikah dengan seorang pria payah yang hanya bermodalkan tampang saja. Meskipun Jean juga berasal dari keluarga terkenal dan kaya, namun pria itu pemalas. Tidak mau bekerja dan hanya bermalas-malasan setiap harinya.
Nyonya Zanetta sungguh tidak rela jika Alice menikah dengan pria seperti itu. Mungkin Alice sedikit tidak waras, pemarah dan pemaksa. Namun ia menyayangi Alice sebab hanya Alice yang tinggal bersamanya.
Anak pertamanya, Veronica sudah tiada karena b*n*h d*r*i loncat dari jembatan. Ia hamil dengan beberapa pria dan tidak tau siapa ayah dari bayi nya. Sebab tidak tahan menanggung malu dan tidak mau mencoreng nama baik keluarga besarnya tanpa pikir panjang ia mengakhiri hidupnya sendiri.
Anak kedua Nyonya Zanetta bernama Marvin. Pria berusia dua puluh delapan tahun itu sekarang dipenjara dan sudah berjalan selama dua tahun. Ia dipenjara karena memiliki berbagai jenis narkoba untuk dikonsumsi sendiri dan diperjual belikan. Dan berita terbarunya adalah ia akan segera dieksekusi m*ti namun masih belum jelas waktunya.
Sedangkan Alice, wanita yang belum dewasa itu mengalami kondisi mental yang disebut bipolar. Ia akan merasa bahagia kemudian bersedih tiba-tiba dan bisa sebaliknya.
Emosinya tidak terkendali dan ia bisa menyakiti orang yang dianggapnya sebagai ancaman tanpa melihat situasi dan kondisi. Sebagai contohnya ia berani menusuk Maureen di tengah keramaian tanpa berpikir konsekuensi apa yang mungkin diterimanya.
"Kenapa kau diam saja, Mom ?" tanya Alice mantap Nyonya Zanetta yang seperti sedang melamun.
"Ah tidak. Sayang, apa kau tidak mau melanjutkan rencanamu membuka butik. Daddy sudah menyiapkan tempat untukmu dan hanya tinggal merekrut karyawan saja. Banyak yang sudah menunggu desain pakaian yang kau buat. Apa tidak sebaiknya kau fokus dengan impianmu dulu bukan pada pernikahan ?" kata Nyonya Zanetta berkata dengan lembut agar jangan sampai menyinggung Alice.
Sejujurnya ia juga sedikit takut pada putrinya tersebut. Jika Alice marah ia sangat tidak terkendali. Berkali-kali para penghuni mansion bahkan dirinya sendiri terluka akibat ulah Alice.
"Aku bisa melakukan itu setelah menikah, Mom" jawab Alice tanpa beban. Ia juga tersenyum pada Nyonya Zanetta. Nyonya Zanetta ikut tersenyum juga meskipun dalam hatinya benar-benar bingung harus berbuat apa.
"Mommy akan bicara pada Daddy mu dulu," ujar Nyonya Zanetta berharap agar Alice mengehentikan pembicaraan tentang pernikahan ini.
"Baiklah, Mom. Kalau Mommy bertemu Daddy, katakan padanya aku merindukannya," balas Alice. Lalu ia meninggalkan Nyonya Zanetta sendirian di meja makan yang panjang ini. Hanya kekosongan yang wanita tua itu rasakan. Tidak ada kehangatan seperti impiannya semasa muda dulu.
"Aku kesepian, Raphael. Aku sangat bersedih," ucapnya sendiri lalu menangis tersedu-sedu.
Setelah Nyonya Zanetta menyelesaikan makannya, ia bergegas pergi ke kamar untuk bersiap kemudian keluar dengan penampilan yang super wow ala wanita bangsawan.
Seorang sopir membukakan pintu mobil untuknya dan mempersilahkan nya masuk. Dibelakangnya, ada sebuah mobil lagi yang berisi empat orang bodyguard yang selalu mengawalnya kemanapun ia pergi.
Tujuannya saat ini adalah sebuah mansion yang berada di dekat pantai yang indah.
Mobil segera masuk saat pintu gerbang dibuka secara otomatis. Ia segera masuk dan disambut oleh para pelayan.
"Dimana Marcus ?" tanya Nyonya Zanetta dengan tegas. Wajahnya penuh keangkuhan dan aura nya begitu kuat.
"Tuan sudah tau kau datang, Nyonya. Ia akan segera kemari," jawab seorang pelayan menunduk hormat.
Lalu Nyonya Zanetta duduk di sofa dengan menyilangkan kedua kakinya. Matanya menelusuri setiap sudut ruang tamu yang tidak sebesar mansion dimana ia tinggal.
Suara derap sepatu yang menyentuh lantai terdengar menuruni tangga. Pandangan Nyonya Zanetta beralih dan matanya bertabrakan dengan tatapan mata seorang pria tua namun terlihat gagah dan tampan.
"Selamat datang mantan istriku," suara bas menggema di ruangan tersebut. Para pelayan seketika membubarkan diri enggan ikut campur urusan majikan yang tidak pernah habis.
"Kenapa kau tidak pernah menghubungi Alice ?" tanya Nyonya Zanetta tanpa basa-basi. Ia berdiri dan mendekati Tuan Marcus.
"Aku selalu menanyakan kabarnya setiap hari. Tapi dia yang tidak pernah membalasnya. Apa aku salah ?"
"Tapi Alice mengatakan kau sulit di hubungi," kata Nyonya Zanetta sedikit ragu.
"Bukankah kau tau dia sedikit gila. Ucapannya mana bisa di percaya," balas Tuan Marcus.
"Dia putrimu. Dia sama gilanya denganmu," seru Nyonya Zanetta. Pandangannya tajam menatap Tuan Marcus dengan penuh kebencian.
"Aku tau. Meskipun dia gila aku tetap menyayangi nya. Namun dia yang tidak mau tinggal bersama ku," ujar Tuan Marcus tiba-tiba bersedih.
"Tentu saja dia tidak mau tinggal disini bersama gundikmu ," sentak Nyonya Zanetta.
"Siapa yang kau sebut gundik ? Dia istriku yang sah. Dia ibu dari anak-anakku," kata Tuan Marcus. Matanya penuh amarah namun ia berusaha tidak menyakiti mantan istrinya tersebut.
Nyonya Zanetta merasa dadanya terhimpit batu besar. Sangat sakit, sungguh sakit. Pria yang masih dicintainya tersebut membela wanita yang seusia putri pertama mereka.
"Kau berselingkuh dariku, Marcus. Kau memiliki anak dari wanita yang usianya sama dengan Veronica. Kau menceraikan ku dan memilih bersama wanita itu. Meninggalkanku dan anak-anak," teriak Nyonya Zanetta histeris. Tangannya tidak tinggal diam. Ia memukul-mukul dada Tuan Marcus.
"Kau tau dengan jelas mengapa aku melakukan itu. Kau wanita jahat, melemparkan Hera pada pria hidung belang hanya karena dia menjadi saingan Veronica. Aku memang bajingan, tapi aku masih memiliki hati untuk tidak merusak masa depan orang lain. Dan aku tidak sejahat dirimu yang dengan tega menculik anak-anak pengacara itu hanya karena mereka lebih bahagia darimu," ujar Tuan Marcus dengan pelan tapi mampu mengoyak hati Nyonya Zanetta.
Matanya terbelalak tidak menyangka jika Tuan Marcus mengetahui semua kelicikannya selama ini.
Tidak ada percakapan lagi diantara keduanya. Hanya saling bertatapan dengan pandangan yang saling membenci.
Suara sepatu wanita terdengar memecah keheningan. Keduanya mengalihkan pandangan ke satu arah. Terlihat seorang wanita yang begitu dibenci oleh Nyonya Zanetta.
Ia adalah Hera, teman Veronica yang begitu unggul dalam hal kepopuleran dan prestasi. Veronica begitu iri padanya dulu dan meminta Nyonya Zanetta memberi Hera pelajaran.
Dengan tanpa perasaan, Ia menyuruh para bodyguard nya untuk menodai Hera dengan harapan reputasi Hera menjadi buruk dan Veronica tidak memiliki saingan lagi.
Tapi niat itu digagalkan oleh Tuan Marcus. Pria yang mengalami puber untuk kesekian kalinya itu akhirnya berpikir untuk menikahi Hera dan menceraikan Nyonya Zanetta. Karena hubungan mereka sudah memburuk sejak lama.
Apalagi Tuan Marcus juga mengetahui jika Nyonya Zanetta adalah dalang dari penculikan anak-anak pengacara yang terkenal itu. Ia merasa kelak kebenaran ini akan terungkap dan ia tidak mau dilibatkan.
Setelah mengetahui Tuan Marcus menikah dengan Hera, Veronica begitu frustasi. Ia semakin dimanfaatkan oleh teman-teman prianya hingga menyebabkannya hamil namun ia tidak tau siapa ayah dari bayinya.
"Kau pelacur murahan, berani sekali menampakkan diri di depanku," teriak Nyonya Zanetta menatap penuh kebencian pada Hera yang datang dengan menggandeng seorang putri kecil berusia lima tahun. Dan yang menyita perhatian Nyonya Zanetta adalah perut Hera yang membesar, menandakan jika wanita itu tengah hamil lagi.
...
Alice ini musuhnya Maureen ya kalau lupa. Nanti kebenaran juga akan terungkap kalau Mommy nya Alice yang menculik anak-anak Tuan Raphael. Kira-kira gimana marahnya Tuan Raphael saat tau nanti ???
kejutan besar..
pantesan moses langsung ngeklik saat ngurus enzźoo
😍😍👍👍💪
🤣😍😍🙏💪
😍😍🙏💪💪
❤❤❤💪💪😍😍😍
😍😍❤❤💪💪
yg mau ketemu istri ...
😄😄😍😍❤❤💪💪
gak usah ketemulah irang masih ada anak mantan
😍😍❤💪💪💪💪
😄😄😍❤❤💪