Apa jadinya jika yang menjadi sekretaris di perusahaan adalah istri sendiri? jangankan bisa menggoda karyawan wanitanya bahkan untuk sekedar lirik sana-sini pun tidak akan bisa dilakukan.
Sementara itu, dibalik sikap ceria sang istri ternyata dia harus bertahan menghadapi keluarga suami yang sering menyindirnya karena belum dikaruniai anak. Akankah rumah tangga mereka bisa kuat ataukah harus hancur hanya gara-gara sang istri belum juga dikaruniai keturunan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11 Rencana Nathalie
Ashika membalik tubuhnya menghadap Rio. "Apa wanita cantik yang menjadi model itu mantan pacar kamu, Mas?" tanya Ashika.
"Memangnya kenapa? Dia bilang apa sama kamu?" bukanya menjawab, Rio malah balik bertanya.
"Jawab saja," ucap Ashika.
"Iya, dan itu dulu sudah sangat lama," sahut Rio.
"Apa Mas masih mencintainya?" tanya Ashika kembali.
"Apaan sih? Jangan nanya yang macam-macam," kesal Rio.
"Jawab saja, aku hanya butuh jawaban pasti dari Mas," tegas Ashika.
"Tidak, Mas sudah tidak mencintai dia lagi dan untuk saat ini dan selamanya hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai," sahut Rio mantap.
"Aku pegang kata-kata Mas, aku percaya sama Mas dan aku yakin Mas tidak akan mungkin mengkhianatiku," ucap Ashika.
"Memangnya tadi Nathalie bilang apa sama kamu?" tanya Rio penasaran.
"Tidak bilang apa-apa kok," dusta Ashika.
Rio mulai gemas kepada istrinya itu. "Kenapa kamu selalu membuatku tergoda, sayang," ucap Rio.
"Idih, apaan sih, siapa juga yang menggoda," sahut Ashika.
Rio sudah tidak tahan lagi jika terlalu lama berdekatan dengan istrinya, malam itu Rio pun melampiaskan hasratnya kepada istrinya.
***
Keesokan harinya....
"Aku berangkat dulu ya, sayang," pamit Rio.
"Jangan pulang terlambat, aku bakalan masak makanan kesukaan kamu," sahut Ashika.
"Siap."
Mobil Rio mulai meninggalkan rumahnya, tapi tidak lama kemudian sebuah mobil masuk ke dalam halaman rumah Ashika. Nirmala dan Melisa keluar dari dalam mobil dengan angkuhnya.
"Mama, Melisa, apa kabar kalian." Ashika menyambut keduanya dengan senyuman, tapi pada saat Ashika hendak mencium tangan Nirmala, ia dengan kasar menghempaskan tangan Ashika.
"Kenapa Rio sudah tidak pernah datang ke rumah? Apa kamu sudah melarang dia untuk berkunjung ke rumah Mama?" sinis Mama Nirmala.
"Tidak kok Ma, Ashika tidak pernah melarang Mas Rio untuk berkunjung ke rumah Mama mungkin Mas Rio sedang banyak pekerjaan," sahut Ashika.
Nirmala dan Melisa duduk di sofa lalu menyisir setiap sudut rumah itu. "Kalian mau minum apa? Biar aku ambilkan," tawar Ashika.
"Tidak usah, kita tidak haus. Apa kamu masih belum ada tanda-tanda hamil?" tanya Mama Nirmala dengan sinisnya.
Ashika menggelengkan kepalanya. "Belum, Ma," sahut Ashika menunduk.
"Apa kamu tidak memikirkan perasaan Kak Rio? Dia itu sangat ingin mempunyai anak, walaupun dia tidak menunjukannya di hadapan kamu tapi dalam hatinya pasti Kak Rio ingin mempunyai anak. Memang sudah bagus, seharusnya Kak Rio dulu menikah dengan Kak Nathalie," ketus Melisa.
Deg..
Hati Ashika sangat sakit mendengar ucapan adik iparnya itu.
"Kamu tahu, hari ini Mama dan Melisa akan bertemu dengan Nathalie. Kamu tahu tidak siapa Nathalie? Dia adalah mantan Rio dulu, dan sekarang dia sudah menjadi model terkenal, sepertinya Nathalie masih mencintai Rio. Mama lebih suka Rio menikah dengan Nathalie, selain cantik dan seorang model, dia juga merupakan anak dari keluarga terpandang tidak seperti kamu anak dari mantan pelacur," hina Mama Nirmala.
Melisa melihat jam tangannya. "Ma, lebih baik sekarang kita pergi sepertinya Kak Nathalie sudah menunggu kita," ucap Melisa.
"Yuk, kita pergi."
Nirmala dan Melisa pun pergi dari rumah itu. Ashika menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, air matanya jatuh mendengar ucapan mertua dan adik iparnya yang sebenarnya tidak pantas untuk diucapkan. Rasa sakit kembali menjalar ke seluruh tubuh Ashika, napasnya terasa sesak sungguh ucapan mereka sangat menyakitkan.
"Mereka sungguh jahat," gumam Ashika dengan deraian air matanya.
***
Sementara itu di sebuah restoran, Nathalie sedang menunggu kedatangannya Nirmala dan juga Melisa. "Nathalie, maaf kita terlambat," ucap Mama Nirmala dengan perasaan tidak enak.
"Tidak apa-apa, Tante. Tante apa kabar!" tanya Nathalie dengan ramahnya.
"Kabar Tante sedang tidak baik-baik saja," sahut Mama Nirmala.
Nirmala dan Melisa duduk di hadapan Nathalie. "Kak Nathalie cantik banget," puji Melisa.
"Ah, kamu bisa saja. Kamu juga sudah besar ya, sekarang," sahut Nathalie.
Nathalie melihat ke arah Nirmala lalu menggenggam tangan Nirmala. "Tante kenapa?" tanya Nathalie.
"Tante sangat benci kepada menantu Tante, kamu tahu tidak, sampai sekarang dia belum juga hamil kasihan Rio padahal dia ingin sekali mempunyai anak," sahut Mama Nirmala dengan raut wajahnya yang sedih.
"Mungkin belum, Tante," ucap Nathalie pura-pura menenangkan.
"Sudah 1 tahun lebih loh, seandainya dulu Rio menikah denganmu mungkin saat ini Tante sudah punya cucu," ucap Mama Nirmala.
Nathalie sedikit menyunggingkan senyumannya. "Maafkan Nathalie, dulu Nathalie terlalu egois mementingkan ego. Cita-cita Nathalie memang ingin sekali menjadi model, dan sekarang setelah cita-cita aku tercapai, aku pulang. Aku berharap bisa kembali menjalin hubungan dengan Rio tapi ternyata Rio sudah menikah secara diam-diam membuat aku sedih padahal selama ini banyak yang ingin menikahiku tapi aku tolak karena aku hanya mau menikah dengan Rio," ucap Nathalie dengan wajah sedihnya.
"Kita memang sudah beberapa kali meminta Kak Rio untuk menceraikan Ashika, tapi Kak Rio seakan tunduk sama wanita itu entah apa yang sudah wanita itu lakukan sampai-sampai Kak Rio nurut banget sama dia," kesal Melisa.
"Mel, aku ingin mendengar jawaban jujur dari kamu, siapa yang paling cantik aku atau istrinya Rio?" tanya Nathalie.
"Cantikan Kak Nathalielah, lebih anggun dan elegan. Beda sama si Ashika, mana bajunya selalu seksi kaya yang sengaja buat menggoda para pria," sahut Melisa.
"Bukan kaya lagi, memang dia sengaja berpenampilan seperti itu biar bisa menggoda pria maklum dia 'kan anak seorang pelacur," celetuk Mama Nirmala.
"Apa? Anak seorang pelacur?" Nathalie sangat terkejut mendengarnya.
Nirmala dan Melisa saling pandang satu sama lain, mereka kaget karena sudah keceplosan. "Siapa Ashika sebenarnya?" tanya Nathalie penasaran.
"Tidak Nat, jangan dipikirin tadi Tante salah bicara," sahut Mama Nirmala gugup.
"Enggak, aku ingin tahu Tante, siapa sebenarnya Ashika? Apa ini alasan Rio nikah secara diam-diam?" ucap Nathalie sedikit memaksa.
"Tapi kamu harus janji jangan bilang kepada siapa-siapa karena ini rahasia dan menyangkut nama baik keluarga kami juga," ucap Mama Nirmala.
"Aku janji, Tante," sahut Nathalie.
"Ashika itu adalah anak dari seorang pelacur, walaupun ibunya sudah tidak jadi pelacur tapi tetap saja Tante sangat benci kepada dia. Entah kenapa Rio cinta banget sama Ashika, makanya Tante meminta untuk menyembunyikan pernikahan mereka karena Tante malu takutnya ada yang tahu siapa Ashika dan nantinya akan menghancurkan karir Rio," jelas Mama Nirmala.
Nathalie tersenyum penuh kemenangan, dia sangat bahagia mendengar berita ini. Kesempatan Nathalie untuk kembali mendapatkan Rio sangat besar dan masalah ini akan dia jadikan senjata untuk membuat Rio bertekuk lutut kepadanya.
"Lihat saja, kamu akan menceraikan wanita itu dan kembali kepadaku," batin Nathalie dengan senyumannya.