Sofia Angelista, gadis sederhana, periang dan cantik yang merupakan primadona di sekolahnya dulu, memiliki seorang sahabat kaya raya namun sering dibully karena fisiknya yang gemuk dan dijuluki "kutu buku" bernama Vernon Bramaputra.
Bagaimana jadinya bila sahabat yang sering dibully berubah menjadi tampan?
Penasaran kisah selengkapnya seperti apa? yuk simak kisahnya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EP11 Ungkapan Cinta
Saat Sofia dan Vernon sedang mengobrol, tiba-tiba ada suara yang dikenali Sofia memanggil namanya.
"Sofia kamu disini ternyata". Sofia melihat kearah sumber suara yang memanggilnya, Sofia terkejut saat melihat Rey muncul dihadapannya.
"Siapa dia?" tanya Vernon.
"Oohh ini Rey teman kuliah ku. Kami juga sekelas" ujar Sofia. Kini Sofia merada suasan menjadi canggung.
"Oh, kamu Rey Ardiansyah kan?" tanya Vernon sambil menatap tajam Rey.
"Iya pak. Bapak sendiri kenapa bisa ada disini?"
"Oh saya tidak sengaja bertemu Sofia, jadi saya mengantarnya pulang" jawab Vernon berbohong. Ia tidak mau menjadi perbincangan mahasiswanya nanti.
"Kalau begitu saya pulang dulu, Assalamualaikum" Vernon pun pergi meninggalkan Sofia dan Rey. Ia tidak mengetahui kalau selama ini Rey menyukai Sofia.
Sofia dan Rey menjawab salam Vernon bersamaan. Saat Sofia ingin masuk ke dalam rumahnya, ternyata Rey menahannya.
"Tunggu sebentar Sofia, aku ingin mengajakmu jalan besok. Apakah kau punya waktu?" tanya Rey ragu-ragu.
"Jalan kemana?" Sofia penasaran kenapa tiba-tiba Rey mengajaknya jalan.
"Aku ingin ke panti asuhan, biasanya aku selalu mengunjungi anak-anak disana selepas kuliah" Sofia kaget mendengar ucapan Rey. Ia tidak menyangka Rey memiliki kepedulian yang besar. Sofia pun menyetujui ajakan Rey. Mereka akhirnya sepakat akan bertemu besok jam 10 pagi, karena mereka tidak memiliki jadwal kuliah pagi.
Saat sedang berbaring di kasurnya, Sofia tiba-tiba mengingat Vernon. Entah kenapa setiap mengingat pria itu, jantungnya menjadi berdebar tidak karuan. Sofia tersenyum memikirkan Vernon dan wajahnya bersemu merah. Aku pasti sudah gila sekarang. Jantungku serasa copot. Batin Sofia.
Saat sedang asyik memikirkan Vernon, tiba-tiba hp nya berbunyi, tertulis nama sahabatnya yaitu Angel memanggil. Sofia pun mengangkat panggilan telepon Angel "Assalamualaikum sahabat ku yang cantik, kenapa nelfon malam-malam?" tanya Sofia dengan nada manja dan imut.
Angel yang mendengarnya merasa aneh, tidak biasanya sahabatnya bersikap seperti ini. "Lo sakit ya? kenapa nada bicara loh jadi aneh gitu?"
"Nggak kok Angel cantik, Sofia nggak apa-apa kok" jawab Sofia masih dengan nada manja dan imutnya.
"Idih mau muntah gue lo panggil nama lo sendiri kayak gitu. Udah lah, kayaknya harus cari tempat curhat yang lain deh"
"Ih apaan sih, iya-iya udah nggak gitu lagi. Mau curhat apa sih?" Sofia akhirnya berhenti berbicara dengan nada manjanya.
"Nah gitu dong. Tau nggak, gue tuh lagi bingung sekarang Fi" ujar Angel.
"Bingung kenapa?"
"Gue tuh sekarang lagi kepikiran si cowok yang waktu itu kita ketemu di mall itu. Kayak udah jatuh cinta gitu gue sama dia Fi, gimana dong ini?" Sofia hanya menghela napas mendengar perkataan Angel. Menurutnya, sahabatnya ini terlalu cepat jatuh cinta kepada cowok yang ditemui.
"Maksud lo kak Joshua? kenapa lo cepat jatuh cinta sih sama cowok?"
"Tapi ini beda Fi. Gue nggak pernah suka cowok sampai kebawa mimpi. Ini sampai kebawa mimpi tiap malam, gue mau gila rasanya" teriak Angel, membuat Sofia menjauhkan hp nya dari telinga nya.
"Lo ada nomornya nggak?" tanya Angel.
"Nggak" jawab Sofia.
"Yahh Fi. Gimana dong? rasanya gue mau gila ini"
"Nanti aku coba minta ke adiknya" Sofia tiba-tiba teringat Vernon.
"Lo kenal adiknya? Wih gue iri lo kenal semua keluarganya. Yaudah jangan lupa mintain ya Sofia sayang, muaaachh"
"Dih kalau ada maunya aja, gitu. Udah malam nih, tidur aja. Assalamualaikum" jawab Sofia.
"Waalaikumsalam sahabat terbaikku" ucap Angel, lalu mengakhiri panggilannya.
Pagi hari, Sofia sudah bersiap untuk pergi bersama Rey ke panti asuhan.
Sesampainya di panti asuhan, Sofia melihat banyak anak-anak yang menyambut Rey. Mereka semua terlihat bahagia, saat kedatangan Rey.
"Hai anak-anak, lihat kakak hari ini mengajak kakak cantik loh" ujar Rey sambil memperkenalkan Sofia kepada anak panti.
"Wah apakah dia pacar kakak?" celetuk salah satu anak, sehingga membuat wajah Sofia menjadi merah.
"Iya. Cantik bukan?" jawab Rey sambil merangkul Sofia.
Sofia memukul pelan lengan Rey, ia merasa malu Rey bersikap seperti itu di depan anak-anak lainnya.
Mereka pun menghabiskan waktu cukup lama. Sampai akhirnya telepon Sofia berbunyi. Saking asiknya Sofia bersama anak-anak, membuat ia tidak mendengar dering dari hp nya yang sejak tadi berbunyi. Rey berniat mengambil hp Sofia untuk diberikan pada pemiliknya itu, tetapi ia terdiam sesaat karena orang yang memanggil bernama PLUTO. Rey bingung siapa PLUTO.
Melihat Sofia yang masih belum sadar dengan hp nya, membuat Rey mengangkat panggilan itu.
"Assalamualaikum. Maaf ini siapa?" tanya Rey.
Mendengar suara laki-laki membuat Vernon terkejut. "Ini yang siapa? Mana Sofia?" Vernon kesal, karena yang mengangkat teleponnya bukan Sofia.
"Ini dengan Rey, teman Sofia. Ini pluto siapa?"
"Hah? pluto? maksudnya?" Vernon bingung dengan pertanyaan Rey.
Tiba-tiba Sofia mendekati Rey dan segera menarik hp nya. Sofia merasa kesal, karena Rey mengangkat teleponnya tanpa se izinnya.
"Bisa nggak sih jangan ngangkat telepon orang sembarangan".
Sofia melihat Vernon meneleponnya, sesaat ia merasa sangat gugup.
"Ha..halo pak eh Ver. Ada apa ya?" tanya Sofia tergagap.
"Siapa tadi laki-laki yang ngangkat telfon kamu? terus pluto itu siapa?" Vernon bertanya dengan nada membentak.
"Oh itu Rey temanku. Eh itu nggak tau, mungkin tadi Rey salah bicara" jawab Sofia asal.
"Kamu dimana sekarang? ngapain kamu dengan Rey?" Sofia bingung dengan bicara Vernon yang terlihat marah kepadanya.
"Di panti asuhan kasih ibu. Dia yang ngajak aku kesini. Kenapa nanya gitu sih?"
"Kamu tunggu disitu, jangan kemana-mana" tutup Vernon.
Sofia masih bingung dengan perkataan Vernon terakhir. Tetapi ia tidak ambil pusing dan segera bergabung dengan anak-anak lainnya.
POV Vernon
Aku sedang berpikir, gadis kecil itu sedang apa sekarang. Tiba-tiba aku merindukannya. Akhirnya aku memutuskan untuk menghubunginya. Sudah berkali-kali aku menelponnya, tapi dia tidak angkat juga. Saat aku menelponnya lagi, tiba-tiba suara laki-laki yang mengangkatnya. Jujur saja itu membuatku marah. Entah kenapa aku kesal ada orang lain di dekatnya. Saat dia mengatakan bahwa dia bersama Rey, aku merasa semakin kesal. Entah kenapa aku merasa Rey menyukai Sofia. Aku memutuskan untuk menyusul ke tempatnya.
Tidak ada yang boleh dekat-dekat dengan gadisku.
POV Author
Selama diperjalanan Vernon terus merasa kesal. Dia bahkan memukul stir kemudinya. Ia tidak rela melihat Sofia gadis yang dicintainya, jalan bersama pria lain. Vernon merasa mulai cemburu pada sahabatnya itu. Ia bahkan memutuskan untuk mengungkapkan isi hatinya pada Sofia.
Sesampainya Vernon di panti asuhan, tanpa basa basi lagi Vernon segera masuk dan menarik lengan Sofia, dengan kemarahan yang terlihat jelas di wajahnya.
Sofia terkejut melihat Vernon yang tiba-tiba datang dan menarik lengannya "Sakit Ver, lepasin" pekik Sofia kesakitan. Melihat Sofia yang kesakitan, Rey pun berusaha melepaskan tangan Vernon dari Sofia.
"Lepasin tangan bapak, Sofia kesakitan" ucap Rey berusaha melepaskan tangan Vernon dari Sofia.
"Diam kamu. Ini urusan saya sama dia" jawab Vernon sambil terus menarik lengan Sofia.
Ditariknya Sofia ke mobilnya dan ia pun melajukan mobilnya dengan kencang, membuat Sofia ketakutan.
"Jangan kencang-kencang dong Ver, aku nggak mau mati muda" sontak perkataan Sofia membuat Vernon memelankan mobilnya.
Setelah berkendara cukup lama, akhirnya Vernon menepikan mobilnya dan mulai berbicara "Aku mencintaimu Fia. Jangan dekat-dekat dengan pria lain" ucap Vernon lembut.
"Apa?" Sofia kaget mendengar pernyataan cinta mendadak dari Vernon.
"Aku Mencintaimu Sofia Angelista"
mampir yaa
" Hessel Steven"
ternyata mama cantik Ira Wibowo dan satu lagi yang pernah jadi mamanya Steven William di sinetron apa gitu lupa....udah lama gak nonton sinetron tv Indonesia...FTV di SCTV sudah lama gak nonton padahal durasinya sebentar 2 jam selesai.