(Ongoing) Update Senin-Sabtu
Jou Law, memiliki kehidupan yang sangat Kacau, dia dijebak oleh Pacarnya sendiri, memukuli orang lain, dan Tidak diluluskan oleh kepala sekolah.
Akibatnya banyak yang merendahkan Jou, menganggap bahwa dia hanyalah orang yang tidak berguna, bahkan orang tuanya tidak peduli lagi.
Namun, semuanya berubah ketika ada seseorang kakek yang menasehati nya, jika ingin punya kehidupan yang lebih baik, punya wanita cantik, jadi orang kaya, maka kamu harus bunuh dirimu tapi harus bunuh diri dimalam bulan purnama.
Akan tetapi, akibat dari perubahan Jou itu nasib dunia jadi sedikit berubah di masa depan, dan Jou dituntut oleh pemilik sebenarnya kemampuan itu untuk menaklukan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ( Paralaks God ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch •••Spesial 2
Beberapa hari kemudian,
Hasil dari tes ujian perguruan tinggi sudah keluar, dari hasil tes ini Jou mendapatkan nilai yang sempurna, tidak ada satupun orang yang menyamai nilainya, dia bebas memilih sekolah apa saja dimanapun.
Di meja makan untuk sarapan. Jou, Rani, dan pak Roni sedang berbincang
"Jou, apakah kau sudah mengecek nya, hasil dari tes mu ?" Tanya Rani kepada Jou
"Hehehe, santai saja, siang-siang ini aku lagi hanya ingin menikmati waktuku" Balas Jou dengan suasana hati yang tenang
"Jou, berkas-berkas mu sudah selesai aku rubah, sekarang dimanapun kau memilih sekolah tinggi, ingatlah bahwa kau adalah almamater dari SMA 1 kota G, dan aku adalah kepala sekolahnya dan saksinya, oke " Jelas pak Roni kepada Jou
"Hey, Jou, kau tidak lupa kan dengan janjimu, Jika aku punya nilai yang lebih tinggi darimu, kau akan pergi dari rumah ini!" Rani mencoba menekankan keinginannya agar Jou segera pergi, karena bagi Rani Jou hanya seperti sampah.
"Hehehe, tenang saja aku tidak akan Lupa, lagian belum ditentukan, siapa yang tertinggi diantara kita?"Kata Jou kepada Rani sambil senyum ringan
"Helah, udah pasti aku lah, aku menjadi peserta tes dengan nilai tertinggi no 2
se- Kota Q, sedangkan kau apa ?" Tanya Rani kepada Jou dengan nada merendahkan
"Yah sudah, kau cek saja nilai ku, Ini
nomer peserta ujian ku" Ungkap Jou sambil menunjukan nomer siswanya agar Rani mau mengecek nilai Jou
"Hahaha, sini, baiklah" Kata Rani
Beberapa menit kemudian, Rani langsung mengeceknya di komputer.
"Apaaaaa!!!!, ni...ni...nilainya sempurna!!" Kata Rani sambil menunjukan ekspresi kaget di mukanya
"Hahaha, siapa yang menang dan kalah sekarang?" Jou bilang seperti itu sembari ketawa pelan
"Kau hebat Jou, padahal baru seminggu kau kulihat mulai belajar serius" ungkapan pujian pak Roni kepada Jou
'Yah ini semua berkat sistem sih, tanpa sistem aku hanya jadi pecundang' Kata Jou dalam pikirannya
"Baiklah hari ini, aku akan makan malam bersama mu sesuai janji" Kata Rani kepada Jou
"Pak Roni, bagaimana bolehkan ?" tanya Jou ke pak Roni
"Tentu saja, tapi kalian harus hati-hati, akhir-akhir ini ada sebuah geng yang mencoba merusak restauran" Kata Pak Roni kepada mereka berdua
Malam harinya Rani dan Jou pergi bersama
"Ini, meski tempat ini lumayan bagus, tapi ini masihlah bukan apa-apa dibanding restauran-restauran sebelah, tapi dulu aku, ayah, dan ibu sering mengunjungi tempat ini bersama, aku pun sampai kenal dengan paman pemilik tempat ini" Kata Rani kepada Jou
"Wah, benarkah?, berarti tempat ini sangat spesial buat mu dong" Tanya Jou ke Rani
"Iya, sampai sampai aku sering makan sendirian disini, setelah ibu meninggal"
Rani dan Jou sudah duduk di meja nya, dan sedang menikmati makanan nya. mereka sedang berbincang-bincang
"Jou, setelah ini kau akan mengambil kuliah dimana?" tanya Rani kepada Jou
"Aku...Aku akan pergi ke ibukota untuk mengambil salah satu jurusan Sains dan teknologi" Jawab Jou dengan tegas.
"Apa?, wow keren, dengan nilai mu pasti bisa," Kata Rani kepada Jou
"Hehehe, lalu bagaiman dengan mu ?" tanya Jou kepada Rani
"Aku, juga sebenarnya mau mengambil kuliah disana ,tapi ayah tidak mengizinkannya, " Ungkap Rani dengan jujur
"Kalau kau mau, aku bisa menjamin nya" Kata Jou kepada Rani.
Pagi harinya, di esok hari.
"Jou, Rani telah menjelaskan nya padaku, apa benar kamu mau kuliah di ibukota ?" tanya pak Roni penasaran
"Iya...Kota ini terlalu menyimpan banyak kenangan kepadaku" Ungkap Jou sambil melamun
"Anu...Nak Jou, Rani memang akan bilang mau kuliah di ibukota, tapi aku tidak mengizinkannya, namun jika kamu mau menjaganya disana aku akan berubah pikiran" Kata pak Roni kepada Jou
"Iya, aku memang mau mengatakan itu"Kata Jou kepada pak Roni
"Eh...Baiklah, aku akan izinkan Rani ke ibukota, tapi kalian harus tinggal bersama, di ibukota aku masih memiliki rumah, dulu kami pernah tinggal disana" jelas pak Roni kepada Jou
"Ehhhhh tinggal bersama?" Tanya Jou dengan kaget
"Iya, kalau tidak tinggal bersama, mana mungkin aku akan mengizinkannya" Kata pak Roni dengan tegas
"Eh tapi, bagaiman dengan tanggapan Rani?" tanya Jou lagi
"Tenang saja, Rani menyetujui nya" Kata pak Roni kepada Jou sambil tersenyum.
Kemudian esok harinya, Jou dan Rani berangkat untuk ke Ibukota, mereka berdua akan menetap disana sampai lulus.
Tapi, bagi Jou ini adalah awal mula baginya untuk menjadi orang kaya dan terkenal dimana-mana.
-------------Chapter Ini Selesai---------------