Spin off Kings and Queens dan My Darling...
Disaat Eléonore Blair McGregor bertemu dengan Billy Gallagher Luna, dia masih berusia lima tahun. Elle dan Billy melakukan perjanjian 15 tahun kemudian, Elle akan meminta sesuatu pada Billy di hari ulangtahunnya ke 20.
Sayang, Billy mengalami kecelakaan di usianya ke 15 yang mengakibatkan amnesia berat dan hanya ingat keluarga intinya. Billy melupakan semua terutama Elle dan janjinya.
Elle berusah membuat Billy ingat tapi tidak berhasil hingga Billy berpacaran dengan seorang gadis. Elle akhirnya menyerah dan menerima cinta Eliot. Disaat Elle sudah bersama Eliot, Billy mengingat semuanya. Sekarang giliran Billy mengejar Elle tanpa perduli statusnya.
Generasi ketujuh klan Pratomo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kompor Alex dan Galena
RR's Meals Soho London
"Lho Elle? Sudah datang ?" tanya Elfesya yang juga keluar dari dapur sambil membawa makanan pesanan Eliot.
"Iya mbak. Baru saja..." jawab Eléonore.
"Fesya, makasih ya makanan pikniknya. Aku lagi kena virus malas buat jadi minta kamu buatin ..." Galena memeluk Elfesya erat.
"Iya... Sama-sama mbak. Pada mau piknik kemana ?" tanya Elfesya.
"Taman saja yang dekat dengan kantornya Alex. Mumpung aku libur juga ... Sekali-kali piknik di taman..." jawab Galena.
"Hati-hati ulat ..." kekeh Eliot.
Galena menatap horor ke Eliot dan langsung memegang pipi remaja tampan itu. "Sudah tahu aku geli sama ulat, malah di harafiah kan !"
"Sebagai ... Ganti... Dibilang ... Ginjal aku hilang ..." balas Eliot susah payah karena pipinya kena cubit Galena.
"Dasar Tudor !" Galena melepaskan cubitan di pipi Eliot yang langsung mengusap - usap pipinya yang memerah.
"Aku tahu Al Jordan dan Tudor punya sejarah tapi itu kan sudah lamaaaaa..." balas Eliot.
Sekian abad lalu terjadi gesekan antara keluarga Al Jordan Dubai dengan Tudor yang hendak mengambil tanah disana. Terjadi duel antara keluarga Al Jordan dan Tudor yang dimenangkan oleh keluarga Al Jordan hingga tanah mereka di Dubai tidak bisa diutak-atik oleh keluarga Tudor saat berkuasa sebagai pemimpin Inggris saat itu.
Galena menyipitkan matanya. "Kamu memang menyebalkan... Elle, jangan mau sama si Tudor ini !"
"Kan mbak Lena yang mulai dulu ..." senyum Eléonore.
Eliot tersenyum lebar karena dibela Eléonore. "Benar itu Elle ..."
Galena menggelengkan kepalanya. "Sudah yuk, keburu terik ..." Galena cipika cipiki dengan Elfesya dan Eléonore sementara Grayson Salim ke kedua Tantenya dan bersalaman resmi ke Eliot.
"Aku pergi dulu mbak ... Elle. Eliot ..." pamit Billy sambil membawa keranjang piknik.
"Have fun ..." senyum Elfesya.
Billy melirik ke arah Eléonore yang hanya menatapnya datar.
"Selamat piknik, kak Billy ..." jawab Eléonore akhirnya.
"Iya ..." Billy pun mengangguk dan berjalan mengikuti kakak dan keponakannya.
"Dah, kalian mau makan siang apa ? Menu hari ini adalah French cuisine..." Elfesya menatap dua remaja itu.
"Ikut kak Fesya saja..." jawab Eliot. "Ya kan Elle ?"
Eléonore hanya mengangguk.
"Kalian buat tugas, mbak Fesya ke dapur dulu ..." senyum Elfesya.
Eliot dan Eléonore duduk berhadapan. "Kak Scott masih di Budapest?" Scott yang dimaksud Eliot adalah Scott Peterson, agen FBI tim fly team yang tugasnya berpusat di Budapest Hungaria.
"Masih lah. Bang Scott belum bisa ke Inggris atau Amerika. Entah mengapa Budapest cocok buat bang Scott..." jawab Eléonore sambil membuka MacBooknya.
"Tapi hebat lho. Mereka bisa tetap bersama meskipun harus long distance relationship..." jawab Eliot yang juga membuka Alienware nya.
"Mana anaknya juga sudah dua ... " senyum Eléonore mengingat dua keponakannya dari Elfesya dan Scott yang bernama Shaqeer dan Arletta.
"Eh aku salut lho dengan kehidupan rumah tangga seperti itu ..." Eliot menatap Eléonore. "Elle, aku tahu kita akan banyak rintangan terutama keyakinan. Tahu sendiri, keluarga Tudor sama dengan keluarga Blair yang tidak bisa diganggu gugat soal keyakinan..."
"Soal itu kita pikirkan nanti Eliot... Yang pasti-pasti saja ... Seperti tugas ini ..." potong Eléonore.
"Ah ... Benar. Apalagi kita kan masih imut kan ya ?" senyum Eliot.
"Exactly..." balas Eléonore.
Dua mahasiswa Art Science itu mulai berdiskusi tentang bahan paper besok Selasa. Eléonore dan Eliot saling memberikan masukan tentang karya seni yang dipilih dan mereka pun semakin asyik berbincang tanpa sadar sudah memasuki jam makan siang.
"Kalian itu makan dulu ... Hampir dua jam diskusi lho ..." ucap Elfesya sambil berkacak pinggang melihat makanan yang diberikan, belum disentuh sama sekali. "Ayo makan ! Aku sudah capek-capek bikin !"
Eliot dan Eléonore hanya nyengir melihat wajah sok galak chef cantik itu.
"Ini mau makan mbak ..." senyum Eléonore.
"Habiskan ! Jangan suka membuang makanan !" Elfesya pun kembali ke dapur karena jam makan siang adalah jam sibuk semua orang.
***
Taman Kota London
Alex Darling menghampiri istri, putra dan adik iparnya yang sudah duduk manis diatas alas piknik. Memang ini weekend tapi tetap hampir tidak ada libur bagi inspektur Alex Darling. Kasus pasti ada saja apalagi menjelang Derby London nanti sore antara Chelsea dan Arsenal.
"Sorry lama. Biasa briefing buat Derby nanti ..." senyum Alex Darling yang mencium pipi Galena lalu mengusap kepala Grayson dan mengangguk ke Billy.
"Aku pegang Chelsea !" ucap Galena.
"Bukannya kamu Arsenal?" tanya Alex Darling sambil duduk di sebelah istrinya.
"Aku tidak suka model Jersey Arsenal sekarang, masih bagus Chelsea jadi aku dukung Chelsea lah ..." jawab Galena cuek membuat Alex Darling melongo.
"Jadi gara-gara jerseynya Arsenal jelek, kamu langsung berpaling hati ? Hooligan macam apa kamu ?" kekeh Alex Darling sambil menikmati sandwich buatan Elfesya.
"Aku kan Hooligan labil ..." jawab Galena.
"Daddy, tadi aku bertemu Tante Elle berduaan sama Oom Eliot ..." lapor Grayson.
Alex Darling terkejut. "Iya kah?" Mata Alex langsung menatap ke Billy yang hanya melengos. "Bagus dong Elle dengan Eliot. Kan sama-sama di dunia fashion jadi cocok lah ..."
Billy hanya menyesap es tehnya.
"Kamu kan sudah ada Haniyah jadi wajar kalau Elle move on, Billy ..." lanjut Alex Darling.
Billy tidak menjawab. Entah mengapa dirinya tidak suka melihat Eléonore bersama dengan Eliot dan dia tidak tahu kenapa.
Aku kan tidak ingat apapun dan aku baru tahu dari foto yang aku temukan dari kotak hadiah Elle. Apa yang hendak dia minta, aku juga tidak tahu. Billy hanya menatap kakak iparnya.
"Iya. Elle bisa move on itu bagus ..." jawab Billy akhirnya.
"Karena kamu tidak ingat ... Yakin deh kenapa Elle bisa move on. Dia sudah lelah membuat kamu ingat, Billy. Orang sabar itu ada batasnya dan mungkin ini batasnya Elle ..." timpal Galena sambil menyiapkan makanan buat semua orang.
Billy hanya mengangguk. Mungkin memang bagus begini. Kita sudah punya jalannya masing-masing.
***
RR's Meals Soho London
"Kita besok ke St Andrews tidak naik kereta Elle ..." ucap Eliot sambil makan.
"Lha naik apa?"
"Mobilku. Daddy dan Mommy akan mengantarkan kita ... Lagipula tahu sendiri kan mereka akan memeriksa kamar aku rapih atau tidak ... Ada majalah aneh-aneh atau tidak ..." kekeh Eliot.
"Majalah apa El?" tanya Eléonore.
"Kamu tahu... Aku menemukan majalah lama di loteng dan itu adalah playboy. Sebagai anak baru puber, aku kan kepo ... Eh, mommy melihat dan aku dihukum membersihkan kamar mandi ..." adu Eliot.
Eléonore cekikikan. "Memang apa yang kamu lihat?"
"Cewek ... Naked."
Eléonore terbahak. "Padahal di dunia model kita kan biasa lihat ..."
"Itulah !" sungut Eliot.
Eléonore tertawa kecil melihat remaja pria di depannya manyun.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️