Seorang MABA (Mahasiswa Baru) Tengah menata barang di kamar barunya.
Gadis itu adalah Aprilia Eka Sari yang biasa di panggil April. Gadis Cantik ini baru akan memasuki masa orientasi di fakultas ilmu komunikasi Universitas Erl*****A.
.
April yang sedari SMA merupakan penggemar Membaca terutama membaca Novel, mengisi waktu luangnya untuk membaca Novel online maupun Novel beli di Gramedia.
.
Suatu ketika April membaca salah satu novel yang tak bosan-bosannya ia baca, Novel Online berjudul " Pengganti " yang menceritakan tentang adik yang menggantikan/berkorban kakak maupun keluarganya, April memang suka cerita yang diluar nalar manusia seperti hidup kedua kalinya, transmigrasi, sejarah, cinta yang tak akan terjadi di dunia nyata dll.
.
setelah membaca sampai tengah malam tak terasa April ketiduran, dan tak lama setelah bangun April merasa heran, heran karena ia terbangun di tempat yang berbeda.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N.N.A.22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11
di dalam apartemen Rasya, Rizal masih menjadi lebih diam, melebihi Rasya.
.
"Gue salah, gue minta maaf..." ujar Rega yang sedikit membuat alis ketiga sahabatnya terangkat, sedikit mendengar penuturannya.
"gue kalut, gue bingung... Gue..." penjelasan Rega tak ada satupun yang perduli, tapi Rega tetap berbicara seakan - akan membela diri.
.
.
"*nj*Ng.... Rega sumpah otak Lo geser ya... Main pacar-pacaran sama mahasiswi sendiri dengan dalih biar dia gak dibully.. Sumpah otak Lo geser." seru Tama tak percaya dengan penjelasan Rega.
"itu faktanya." ujar Rega.
"b*d*H.... gue gak peduli Ga, intinya jangan deketin adek gue ... jangan jadiin adek gue sebagai salah satu alasan atas perilakumu, dan gue gak peduli tentang semua penjelasan itu." Rasya berdiri menatap Rega masih dengan tatapan permusuhan." gue mau pulang, kasihan nita sendirian di Rumah Sakit."
"gue ikut Ras.. Mau jenguk dedek gemes." Rizal mengikuti rasya dari belakang.
.
.
Di rumah sakit, Nita sedang berdebat dengan keluarganya, Nita yang ingin pulang langsung di pelototi Oma, opa, nenek dan kakeknya, mamah Nita hanya tersenyum saja melihat tingkah mertua dan kedua orangtuanya itu.
.
"pokoknya Oma gak setuju kamu pulang." kesal Oma.
"tapi Oma.. Nita udah sembuh.. tinggal pemulihan aja.. Nita bosan di rumah sakit.. Kasihan si om punya pasien kayak Nita yang gak parah tapi gak pulang-pulang dari rumah sakit. " rengek Nita.
Jawab Nita membuat seluruh keluarga terkekeh geli.
"besok kamu pulang nak.. percaya sama Opa.. Opa yang menjamin bagaimana?" elusan hangat opa dan senyum samar kakeknya membuat Nita tersenyum bahagia.
"uhuyyyy.. Besok pulang." Nita sangat senang hanya karena dia diperbolehkan pulang.
.
.
Di kampus, Alle seminggu ini berjalan sendiri, ke kampus sendiri, ke kantin sendiri, semuanya serba sendirian.
Alle memang sangat lengket dengan Nita, bahkan persahabatan mereka berdua tanpa orang ketiga sampai saat ini.
"Alle.. Gimana kabar Nita?" ujar Rara teman satu angkatan mereka yang selalu menemani Alle saat Nita belum ke kampus.
"baik ... Udah mau pulang hari ini... Sore nanti." jawab Alle dengan lesu.
"eh.. Itu ada calon kakak ipar.. Gak Lo samperin El.. Mau di bully si Intan tuh." Rara yang sudah tahu kalau Alle paling tidak suka dengan Hanna mulai mengompori temannya itu
"biarin... masih calon kakak ipar juga." acuh alle yang benar-benar tidak perduli dengan semua tingkah laku Hanna maupun kakaknya yang katanya pacar Hanna.
.
.
Di kantin ( tepat di depan Alle dan Rara hanya terhalang sekitar 5 meja kantin)
.
"eh si itik buruk rupa sekarang lagi di atas angin karena jadi pacarnya pak Rega tuhh.." sindir intan and the gang.
"bener banget Tan.. Jadi terharu sumpah..." timpal salah satu geng intan.
"jangan main-main ya guys sama si itik lagi.. Takutnya pawangnya marah.. Nanti kita masuk rumah sakit kayak primadona kampus." sindiran intan dan kawan-kawannya semakin membuat Hanna menunduk wajah dan tangan mengepal dengan keras.
"idihhhh.. Lagi drama nangis guyssss..." masih terus ocehan-ocehan geng intan membuat semua orang terpaku padanya.
.
Intan memang membuli Hanna bahkan tanpa satu orang pun yang tahu penyebab utama pembullian itu.
.
.
Tak lama kemudian mata intan dan Alle saling melihat, intan tersenyum manis dan mulai menghampiri Alle.
.
"Alle, gimana kabar Nita..?" tanya intan.
"baik.. Ngapain kesini?" sewot Alle
"hahhahhaha.. Sensi banget buk.."
"gara-gara lo... kakak gue malah pacaran sama si itik , yang di senggol dikit langsung nangis." kesal Alle
"gue gak akan puas buat bulli dia Alle." jawab intan dengan nada menahan amarah
"Lo kenapa bulli si itik sih.. biarin aja dia bergerak kayak uler... Dan anehnya Lo baru bulli dia di akhir-akhir semester ini.. Terus yang kemarin2 kemana cobak?" tanya Rara dengan serius.
"ada sesuatu hal yang membuat gue melakukan itu semua... Dan belom saatnya kalian tahu.. Nanti pas wisuda akan ada surprise dari gue.. Jadi tuntaskan skripsi kalian, sebelum kita nobar ala gue." jawaban intan semakin membuat Rara dan Alle menjadi bingung dan penasaran.