Ini novel pertama ku,smoga suka
"tuan tolong hentikan,ssshhh sakit...."
Pria bertubuh kekar itu menarik paksa tangan Delia, dia membawa delia masuk kedalam kamar nya dan menghempaskan tubuh delia ke atas ranjang yang berujuran king size
"tolong bantu aku hhmmmm,aku akan membayar untuk pelayanan mu malam ini "
Silahkan mampir dicerita ku ini, smoga pada suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aspriyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 11
Gilang menatap ke arah Ibu nya dengan tatapan sedih,dia ingin ibu nya kembali seperti dulu lagi. Bermain dan tertawa bersama nya, dia ngak pernah lagi melihat tawa atau pun senyuman ibu nya lagi . Gilang benar-benar merindukan senyuman itu,dia ingin segera membuat ibu nya tersenyum tapi dia tidak tau cara nya .
"Bu.....aku pergi dulu,ibu jangan marah-marah ya. Kasian mbak nya kalau ibu marah ,baik baik di rumah ya bu?" ucap Gilang, walaupun ngak pernah dijawab oleh ibu nya tapi tetap saja dia terus mengajak ibu nya bicara .
Gilang mengecup kening ibu nya,tatapan mata ibu nya terlihat kosong. Wajah nya juga tak seceria dulu,membuat air mata mengalir di sudut mata nya. Gilang menghapus nya sebentar, kemudian dia berjalan menuju pintu kamar . Mendekati seorang wanita tua yang selalu berada disamping nya sedari dulu,wanita itu sudah mulai sakit-sakitan makanya Gilang mencari perawat untuk ibu nya.
Bik Rani,pelayan setia keluarga Gilang. Beliau sudah cukup lama bersama ibu nya,dari ibu nya masih kecil. Hanya bik Rani lah yang sering sekali mengajak ibu nya berbicara dan sesekali ibu nya menjawab, karena hal itu lah Gilang tetap ingin membuat bik Rani bekerja untuk menjaga ibu nya tapi usia bik Rani ngak bisa lagi untuk mengurus ibu nya makanya dia perlu seseorang untuk membantu kedua nya.
"Bik,tolong jaga ibu. Aku mau ketemu Farel" ucap Gilang dengan pelan,dia masih menatap ke arah wajah ibu nya yang masih melamun dengan tatapan kosong nya .
"Den,kalau bisa segera cari perawat untuk nyonya. Saya ngak bisa mengurus nyonya dengan cepat, ngak perlu tamatan perawat dan bersertifikat. Yang dari desa dan biasa biasa saja juga ngak apa apa kok den,yang penting dia niat untuk bekerja" ucap bik Rani, dia sering kali mendengar perawat yang menghina dan membentak ibu nya Gilang.
Bik Rani ngak berani melaporkan nya pada Gilang karena dia tau bagaimana sikap dan sifat nya Gilang, dia takut jika Gilang akan membunuh wanita itu dengan tangan nya. Dia ngak ingin Gilang mendapatkan masalah apa pun,dia yakin jika para perawat yang menghina dan membentak nyonya nya akan mendapatkan balasan dari yang lain nya.
Gilang hanya menganggukan kepala nya saja dan memikirkan apa yang dikatakan oleh bik Rani, dia selalu mencari perawat yang berasal dari yayasan yang sudah mendapatkan sertifikat dan terlatih. Tapi semua nya tetap sama saja,tak ada yang bisa dekat dan membuat san ibu lebih baik.
Gilang sudah mendapatkan pesan singkat dari Farel mengenai perawat baru untuk ibu nya yang memang berasal dari desa ,pengalaman nya juga lumayan lama karena sudah mengasuh nenek nya Maya.
Gilang tidak tau siapa Maya, tapi mendengar ucapan Farel. Dia yakin kalau Maya merupakan salah satu karyawan di perusahaan,Gilang jadi ingin bertemu dengan Farel dan membahas semua nya.
Gilang belum mendapatkan data pribadi dari perawat ibu nya yang baru,karena Farel juga baru mendapatkan kabar nya pagi tadi . Hanya bisa menunggu besok untuk bertemu dengan wanita yang bernama Delia,Gilang jadi penasaran dengan wanita dari desa itu.
Tak lama mobil Gilang sampai di depan sebuah cafe yang sudah di beritahukan oleh Farel, dia turun dan berjalan memasuki cafe tersebut dengan tatapan yang tetap menelisik seluruh bagian dalam cafe itu. Terlihat Farel melambaikan tangan nya ke arah Gilang, membuat Gilang mengernyitkan dahi nya karena bingung.
"Kita pesan ruangan vip,aku ngak suka di lihat orang . Kau tau itu kan " ucap Gilang dengan nada tegas nya ,dia melangkah menuju bagian dalam cafe itu tapi kemudian dia berhenti membuat tubuh Farel yang ada di belakang nya langsung menabrak punggung Gilang yang cukup keras .
"Iiisssh.....kau ini,kenapa berhenti tiba-tiba hah !" bentak Farel, kalau sedang berduaan saja. Farel selalu bersikap biasa saja pada Gilang, karena mereka memang sudah berteman dan sudah seperti saudara sendiri.
"Sory....sory,lebih baik cari tau dimana tempat tinggal Maya. Kita langsung ke rumah nya dan beritahu dia kalau kita akan datang sekarang" ucap Gilang dengan tegas,dia tersenyum sedikit saat melihat Farel marah .
"Apa? Sekarang?" tanya Farel yang masih terkejut
"Ya.....ibu sudah sering diam saja,bik Rani juga sudah semakin tua rel. Aku ingin ibu dirawat dengan baik,ngak masalah dia berasal dari desa . Yang penting dia bisa membuat perubahan pada ibu " jelas Gilang dengan nada sedih nya.
Farel menganggukan kepala nya saja,dia juga tau bagaimana kondisi ibu angkat nya itu. Dia juga menginginkan yang terbaik untuk sang ibu,dia ngak perduli lagi dengan Tasya dan langsung berjalan mengikuti langkah kaki Gilang yang menuju ke mobil.
"Beritahu aku alamat nya,aku jalan lebih dulu" ucap Gilang, dia memperhatikan Farel yang sibuk menelpon bagian administrasi di perusahaan dan menanyakan alamat rumah Maya.
Farel langsung menyebutkan alamat rumah kedua orang tua nya Maya karena saat melamar bekerja di perusahaan itu,Maya memakai alamat orang tua nya. Sedangkan Farel langsung menyiapkan kontrak kerja nya,dia yakin kalau tak perlu tes lagi untuk wanita yang bernama Delia ini
Gilang lebih dulu sampai didepan rumah kedua orang tua nya Maya, dia memperhatikan dari jauh seorang wanita muda bersama seorang wanita tua duduk di teras. Hari sudah mulai senja,sebentar lagi malam akan tiba.
Gilang melihat dengan jelas wajah wanita muda itu yang penuh dengan senyuman saat membantu wanita tua itu untuk mengambil cemilan juga minuman yang tak jauh dari mereka. Mereka pun saling bercerita dan tertawa bersama,membuat Gilang tak ragu lagi untuk menerima wanita muda itu menjadi perawat ibu nya.
Entah kenapa Gilang yakin sekali kalau wanita muda itu yang akan bekerja dengan nya,dia saja senang melihat wajah wanita muda itu yang teduh dan menghangatkan. Apalagi ibu nya, dia yakin kalau ibu nya juga memiliki hal yang sama seperti nya.
Gilang keluar dari mobil nya disaat bersamaan dengan sebuah mobil biasa berhenti di depan mobil nya ,dia mengernyitkan dahi nya cukup dalam. Wanita itu berjalan dengan cepat ke dalam dan mendekati kedua wanita yang dari tadi dia perhatikan,kedua wanita itu terlihat ikut kebingungan bahkan ada sepasang paruh baya keluar dari dalam rumah dengan wajah yang sama sama terkejut.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentar nya ya,makasih