Cindy, seorang gadis biasa yang sederhana dan tidak pintar di sekolah, jatuh cinta terhadap Heaven, kakak kelasnya yang populer, pintar bermain musik dan juara umum di sekolah.
Ternyata Lisa sahabatnya, juga menaruh perasaan yang sama terhadap Heaven.
Akankah cinta yang tidak mungkin akan berbalas dan berakhir manis?
Mampukah Cindy bertahan melampaui setiap persaingan bahkan mempertaruhkan sebuah persahabatan.
Jarak dan waktu yang akan membuktikannya..
Cinta adalah bahagia melihat orang yang dicintainya bahagia.
- Cindy -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah Keluarga
Siang itu sepulang sekolah, Cindy mendapati Mamanya sedang duduk termenung di meja makan. Wanita paruh baya itu seperti sedang memikirkan sesuatu. Wajahnya yang nampak lelah nampak menatap kosong. Perlahan Cindy mendekati Mamanya itu.
"Mama kenapa? Mama sakit?" Tanya Cindy sambil duduk disebelah Mamanya, tangannya menggenggam tangan Mamanya itu dengan lembut. Mama Cindy nampak agak terkejut dengan kehadiran Cindy, kemudian dia hanya menggeleng perlahan.
"Nggak kok Cin, Mama nggak apa-apa... kamu sudah pulang Nak..." Mama Cindy tersenyum lembut. Hati Cindy makin gelisah melihat mamanya yang tidak seperti biasanya itu.
"Ada apa Ma...? Jangan bohongin Cindy, apa kita sedang ada masalah? Ayo lah cerita Ma... biasanya kan kita selalu cerita-cerita tentang banyak hal Ma...Cindy sudah besar Ma...please ada apa?" Tanya Cindy penasaran. Mama hanya tersenyum bijak, dia membelai rambut Cindy dengan sayang.
"Sudahlah Cindy, kan Mama sudah bilang tidak ada apa-apa....Sekarang lebih baik kamu ganti baju, terus makan, habis itu istirahat....nggak usah pikir apa-apa lagi, mengerti?" Sahut Mamanya sambil beranjak bangun dari duduknya dan kemudian pergi meninggalkan Cindy yang masih duduk termangu.
Pada malam harinya, dari dalam kamar, sayup-sayup terdengar oleh Cindy percakapan Mama dan Papanya. Perlahan Cindy membuka pintu kamar, dilihatnya Mama dan Papanya sedang duduk di meja makan sambil berbincang. Kemudian Cindy kembali menutup pintu kamarnya namun tidak rapat, supaya pembicaraan Mama dan Papanya bisa ia dengar.
"Apa keputusan ini sudah bulat Pa...tidak bisa ada jalan lain?" Mama Cindy bicara sambil menghela napas. Papa Cindy yang berperawakan kurus itu tampak mengerutkan keningnya, seperti sedang berpikir keras.
"Sepertinya nggak bisa Ma...dari pada kita harus mengganti biaya kerugian lima puluh juta, lebih baik aku mengundurkan diri...walaupun itu bukan kesalahanku, tapi aku lalai terhadap anak buah ku, sehingga mereka ada kesempatan untuk korupsi...sebagai kepala bagian aku harus bertanggung jawab... mengundurkan diri, dan uang pesangon bisa digunakan untuk menggantikan kerugian perusahaan..." Papa menghela napas panjang. Nampak ada beban berat yang sedang dipikulnya.
"Tapi kasihan anak-anak Pa...seusia Papa mau cari kerja dimana lagi?... Cindy dan Ega masih perlu biaya besar untuk pendidikannya... belum lagi untuk biaya hidup sehari-hari..." Dengan lembut Papa Cindy merangkul bahu istri yang sangat dikasihinya itu.
"Jangan kuatir Ma...kita punya Tuhan yang bisa diandalkan! Kita serahkan saja semua nya sama Tuhan, semua yang kita miliki adalah kepunyaan Tuhan, termasuk anak-anak...kita berdoa supaya Tuhan kasih jalan yang terbaik buat kita" Kemudian Mama dan Papa Cindy saling berpelukan.
"Ayo kita berdoa sekarang saja Pa...siapa tau Tuhan kasih jalan...mumpung anak-anak sedang tidur....mereka jangan sampai tau keadaan ini, jangan sampai mereka ikut bersedih karena Papanya sudah tidak lagi bekerja..." Mama Cindy mulai menangis.
"Cepat atau lambat mereka pasti tau...apalagi Cindy sekarang sudah besar, sudah remaja... bukan anak-anak lagi...kita sebagai orang tua harus kuat Ma...demi anak-anak kita...."
Dari balik pintu kamar, Cindy menangis mendengar percakapan Mama dan Papanya. Sebagai seorang anak hatinya begitu sedih. Cindy bingung dan tidak tau harus berbuat apa, selama ini keluarganya baik-baik saja, namun Tuhan rupanya punya rencana lain terhadap keluarga Cindy.
"Aku harus berbuat sesuatu..." Bisik Cindy dalam hati.
author malu malu yaaa
kyk lisa.. hihihihii
eits.. tergantung novel nya...
please....
See u later.....
Bye..... 😭😭😭😭😭
sangat apik....
bahasamu lugas.. alurnya tenang, mendebarkan....
TeOPe!
maaf, baru mampir..
baru nemu sih.... 😘💪👍
kabar duka....
begitu dalam cintamu, cin...
syaluutttttt
😭😭😭😭😭👍👍👍
hati.... cinta...
mana bs dipaksa....
bersaing sehat dong!!!
nasihat ortu paliiiing botul!!!!
makan tak. nyenyak..
tidur tak enak.... 😁😍🤣
Cinta dlm diam...
Hmmm cin...
bgmn? menyerah skrg?
ternyata,,, dia cowok idaman byk siswi
Semangat hayukkkk