NovelToon NovelToon
You Are My Love

You Are My Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: lee.ana

Season 1

Kisah cinta segitiga antara Celia, Kevin, dan Alex.

Celia : bertemu kembali dengan Kevin, cinta pertamanya, di kantor yang sama. Dia yang dulu biasa saja kini berusaha mendapatkan hati Kevin.

Kevin : meski awalnya mencintai wanita lain, dia akhirnya memilih Celia.

Alex : tipe yang lain di mulut lain di tindakan. Saat kecelakaan merenggut nyawa Celia, dia menerima misi dari dewa untuk mengembalikan roh Celia.

Siapa yang pada akhirnya menjadi cinta sejati Celia?

------------------------------------------------------

Season 2

Kisah cinta dari anak-anak pasangan Season 1

-------------------------------------------------------

Selamat membaca 😊


Baca juga (masih on going)
*Beautiful Sad Days with You
*What's Wrong with Love
*Love in Disguise (hiatus dulu)
*The Dragon Shifter
*Her Second Life

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee.ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

We Time

Celia menarik kopernya menuju terminal keberangkatan domestik. Bukan untuk berlibur melainkan urusan pekerjaan dengan klien di luar kota. Tentu saja ada perasaan senang karena bisa keluar kantor (ganti suasana sejenak) tapi tidak bertahan lama setelah dia diberitahu siapa partnernya dalam perjalanan itu.

Kamu di mana?

Alex sedang menunggu Celia. Dia duduk di bangku dekat terminal keberangkatan mengenakan earphone. Satu tangannya memegang gelas kopi dan lainnya mengetik pesan singkat.

"Di belakangmu," jawab Celia.

Alex tidak mendengar suara Celia dan mulai menekan tombol panggil.

"Untuk apa dia menghubungiku?" Celia baru melihat kabel earphone milik Alex. Dia terpaksa menepuk bahu pria itu.

"Kukira kamu ketiduran." Alex melepas earphone dan bergeser supaya Celia bisa duduk.

"Tentu saja tidak. Tadi taksiku terjebak macet."

"Di mana mobilmu?"

"Sedang diservis. Kamu sudah bawa semua proposal kita? Tidak ada yang ketinggalan kan?"

Alex menepuk tas kerjanya yang tebal sebagai jawaban. "Kamu bawa apa saja? Kopermu besar sekali, seperti mau minggat ke Hawaii."

Dasar menyebalkan. Pria dan wanita itu berbeda. Banyak 'printilan' yang harus dibawa oleh wanita**.

"Apa kamu membeli semua keperluanmu di sana? Kopermu kecil sekali, bahkan Chloe tidak muat di dalam sana."

Alex mengerutkan keningnya. "Siapa Chloe?"

"Kucingku. Beratnya tujuh kilo."

"Kamu beri makan apa dia?"

"Daging sapi Korea," jawab Celia asal.

Tak lama, panggilan masuk ke pesawat terdengar dan Alex menarik kopernya diikuti Celia. "Kamu masih ingat komik basket yang kita baca dulu waktu SMA? Aku sudah download film terbarunya."

Celia langsung mendekati Alex. "Sungguh? Aku mau lihat."

Perjalanan dua jam terasa menyenangkan dan tidak terasa karena Celia menonton film bersama Alex.

"Kita bertemu satu jam lagi di lobby. Jangan sampai ketiduran." Alex berpesan sebelum mereka berpisah di depan kamar masing-masing.

"Memang kapan aku pernah ketiduran?" balas Celia. Dia tidak terima dianggap seperti anak kecil oleh Alex.

Dulu sekali. Kamu sering ketiduran.

Mereka sering membaca komik di bawah pohon dan Alex hafal kebiasaannya. Makan es loli lalu tertidur dan buku yang setengah terbaca itu terjatuh ke tanah.

Malamnya

"Akhirnya bisa me time."

Celia sudah menyelesaikan pekerjaannya dan sebagai rewardnya langsung merebahkan diri ke tempat tidur dan mulai membuka handphonenya. Ternyata ada pesan dari Alex yang menawarinya pergi makan.

Kalau makan berdua, nanti aku tidak bisa hunting foto.

Celia mengetik balasan dengan cepat. Aku sudah pesan room service.

OK.

Balasan dari Alex masuk setelah Celia sampai ke lobby. Dia menenteng kamera dan tas selempang kecil lalu menyetop taksi. Tujuan Celia berada di pusat kota, tidak jauh dari hotelnya.

Meski bukan weekend, jalan yang dikunjungi Celia dipadati banyak orang. Tata letak dan desain kota yang cantik membuat Celia tidak tahan untuk tidak segera mengambil foto. Di sepanjang jalan ada banyak penjual mulai dari pakaian, tas, sepatu sampai makanan. Dia berbelanja saat menemukan barang yang murah tapi berkualitas.

"Sedang sibuk shopping?"

Celia berbalik dan terkejut karena ada Alex di belakangnya. "Mengapa kamu bisa berada di sini?"

"Aku tidak sedang mengikutimu. Aku bosan di kamar lalu staf hotel menyarankan untuk berkunjung kemari."

Kamu ini berani sekali, keluyuran seorang diri di tengah malam di kota yang belum pernah kamu datangi.

"I see. Silakan lanjutkan perjalananmu."

"Kamu mau kemana?"

"Ada obralan buku di sana." Celia tidak berniat mengajak Alex tapi pria itu masih mengekor di belakangnya. Mengapa dia tidak pergi? Apa dia mau membeli buku?

Di tempat obralan, Celia kerepotan membawa tas belanjanya sambil memilih buku. Sebuah tangan terjulur mengambil alih bebannya. "Aku bisa sendiri."

Alex tetap bersikeras dan mengekor dengan setia. "Apa yang akan kamu lakukan dengan buku-buku sebanyak itu?"

Celia sudah memilih satu tumpuk buku dalam hitungan menit. "Untuk apa kamu bertanya kalau sudah tahu jawabannya? Kalau capek, kamu duduk saja."

"Siapa yang capek?"

Alex agak menyesal membuntuti Celia karena dia malah diperalat sebagai kereta barang sementara Celia sedang asik memotret pemandangan di sekeliling mereka.

"Ini untukmu." Celia memberikan es loli saat mereka duduk beristirahat.

"Hanya es loli? Padahal bukumu beratnya minta ampun," protes Alex.

"Siapa yang suruh kamu bawa?"

Alex tidak bisa membalas karena dia sendiri yang ingin membantu Celia.

"Kalau tidak mau, biar kumakan esnya."

Es loli langsung berpindah tangan ke mulut Alex. "Kapan kita pulang?"

"Kamu pulang saja duluan kalau capek."

Wanita satu ini benar-benar... Apa jam tangannya mati? Dia pasti tidak tahu sudah jam berapa sekarang ini.

"Ayo pulang, besok kita ada meeting pagi."

"Baiklah kita pulang, tapi dengan andong." Mata Celia berbinar saat melihat kuda putih cantik di dekatnya.

Alex terpaksa menurut meski dia sebenarnya agak takut dengan kuda. "Kamu ini aneh. Mengapa tidak naik taksi saja?"

"Pemandangannya indah dari kereta ini. Apa kamu tidak menyadarinya?"

Memang benar indah selama... si kuda tidak buang angin.

1
Galih Dwitirta
obsesi cinta pertama...menuai badai
Galih Dwitirta
baik x lanang ini...saye mau kl lah ade stok😁
Galih Dwitirta
ihhhh bunda iseng bgz...ecel na kan mau...ehh malu 😂
Galih Dwitirta
barang bekas lex....gk rela q, kamu baik hrs dpt yg sempuna😊
Galih Dwitirta
lobang kok disengaja buka..sp yg nolak buat celap celup😆
Galih Dwitirta
paling tu cinta pertamanya lg asik ma mantan....bau2 nya clbk
Galih Dwitirta
obsesi cinta pertama😂😉 .....dua anak org ini sama2 korban cinta pertama
Galih Dwitirta
kebanyakan pd terobsesi cinta pertama ya...knp q tidak pernah merasa py cinta

pertama...bahkan kl boleh jujur q tidak pernah merasakan yg jantung berdebar,dag dig dug dll.ygdinarasikan org sdg jatuh cinta dintiap novel yg kubaca..ini yg kubaca mendramarisir apa q yg tdk beruntung😂😂😂😂
Masaria Hia
tapi Celia sdh dibobil ma Kevin yg sabar ta Alex
Masaria Hia
ada juga ya dewa terdampar zaman sekaran? apa sedang vermimpi Celia?
Masaria Hia
Kevin plin plan
Masaria Hia
Padahal Celia sdh milik Kevin
Masaria Hia
semoga kevin tidak berubah
Masaria Hia
kasihan sekali Alex
Masaria Hia
Celia wanita payah ...
Masaria Hia
bodoh,
Masaria Hia
tapi ada negara mana katanya, klu kasih jam sebagai kado, itu tanda perpisahan gitu deh
Masaria Hia
Celia sakit tuuu disini nembus jantung sampai terporak- porak
Masaria Hia
Celia kegeeran
🌿crystal
great
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!