kisah asmara antara Justine Anderson Smith di kehidupan sekolahnya dan juga kisah cinta Davin Anderson yang jatuh cinta pada seseorang yang tidak diduga, mereka berdua bersaudara dan saling mengejar cinta sejati mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
We are BROTHER 11
we are BROTHER 11
Pagi hari yang cerah, pesta pernikahan berlangsung dengan lancar dan sukses tanpa halangan apapun, walaupun di siapkan secara mendadak
Kini Davin telah sah menjadi suami dari Kayla, dan sekarang mereka semua tengah mempersiapkan perjalanan liburan mereka ke London, Inggris
"Ayah, jadi tujuan kemana tujuan kita yang pertama?" Tanya Jessy pada Alex, saat ini mereka ada di jet pribadi milik keluarga Anderson
Tentu saja Windsor Castle sayang setelah itu kita akan ke St James's, dan terakhir Buckingham palace, kita akan bertemu dengan keluarga kita dulu sebelum berkeliling, setelah itu kalian bisa kemanapun" jawab Alex
Windsor Castle dibangun pada tahun 1970-an. Istana tersebut biasa digunakan Ratu Elizabeth untuk menjamu tamu dari luar negeri
Sedangkan St James's Palace merupakan tempat tinggal dari beberapa anggota kerajaan. Bangunan ini juga biasa digunakan untuk 100 acara sosial setiap tahunnya.
Dan Buckingham Palace merupakan kediaman resmi untuk anggota kerajaan Inggris. Terdapat 775 kamar yang terdiri dari 19 kamar utama, 52 kamar kerajaan dan tamu, 188 kamar tidur staf, 92 kantor dan 78 kamar mandi.
Jessy mengangguki perkataan ayahnya, dia melirik kearah Leo yang tengah tertidur, dia tahu jika Leo sangat kelelahan karena menyiapkan segalanya untuk pernikahan Davin dan kayla
sementara Justine, dia masih sibuk dengan buku yang dia baca entah apa tapi membuatnya tenang dan tidak berisik seperti biasanya
Dan untuk sang pengantin baru, mereka terlihat kaku dan seperti nya tegang, Jessy tersenyum melihat ekspresi Kayla yang seperti tidak nyaman
"Kayla, bagaimana kalau kita minum kopi agar lebih segar" ajak Jessy pada Kayla
"Baiklah nyonya"
"Ayolah, kamu istrinya Davin, dan Davin adalah adiku, jadi jangan panggil aku seperti itu lagi, panggil aku kakak, okay?" Pinta Jessy pada Kayla
"Tapi..."
"Kalau kamu tidak memanggil ku kakak, maka aku akan marah" Jessy bertingkah seolah-olah marah dengan Kayla
'ya Tuhan perbuatan baik apa yang aku lakukan dimasa lalu, hingga aku bisa memanggil putri dari seorang Alex Anderson dengan sebutan 'kakak', terlebih lagi bisa memanggil Alex Anderson dengan sebutan 'ayah' ini seperti mimpi saja' batin Kayla
"Baiklah ka-kak" ucapnya terbata
"Kamu akan terbiasa nantinya" Jessy tersenyum manis pada Kayla yang duduk bersebelahan dengan Davin yang super kaku, Davin sangat berbeda dengan Leo yang agresif
Memikirkan Leo yang agresif wajah Jessy jadi memerah, mengingat bagaimana malam pertama mereka, wajah Jessy semakin merona
"Kakak, apa kakak demam? Kenapa wajah kakak merah?" Tanya Kayla khawatir
Alex dan semuanya menatap Jessy khawatir, termasuk Leo yang terbangun karena mendengar Jessy demam, Jessy menjadi salah tingkah
"Tidak-tidak, aku tidak apa-apa, aku hanya agak sedikit panas" kilahnya
"Aku akan ke toilet saja" Jessy segera melangkahkan kakinya menuju toilet dan segera membasuh wajahnya saat dia sudah sampai disana
"Sial!! Apa yang baru saja aku pikirkan?" Jessy merutuki dirinya sendiri
Jessy terkesiap saat tangan kekar melingkar diperutnya, dia melihat dari cermin didepan nya, terlihat Leo sedang memeluknya dan menciumi tengkuk lehernya
"Kamu merindukan saat-saat kita bulan madu sayang?" Tanya Leo, bibirnya terus menelusuri setiap inchi leher jenjang milik Jessy
"Leo, menyingkir lah, atau orang lain akan melihatnya" Jessy berusaha melepaskan lilitan tangan Leo di perutnya
"Tidak akan sayang"
Leo membalikkan badan Jessy menghadap padanya, dan segera menciumi bibirnya
"Mommy, Daddy bisakah kalian melakukannya nanti saat sampai di tempat nenek buyut? Kalian sungguh tidak sabaran, bahkan mengalahkan pengantin baru" cibir Justine saat melihat kedua orangtuanya sedang bercumbu mesra di toilet
Jessy mencoba melepaskan diri dari pelukan leo, namun Leo menahannya
"Justine bisakah kamu keluar, mengganggu saja!" Usir Leo pada putranya yang memergoki mereka berdua
"Oh Daddy ku sayang, ini toilet, bukan kamar pengantin kalian, kalian yang harus keluar, untung saja aku yang masuk, bagaimana jika grandad atau om Davin atau bahkan tante Kayla, Justine yakin mereka akan meminta pesawat ini turun dan berhenti untuk mencari hotel terdekat untuk mereka." Justine menyandarkan tubuhnya ke pintu masuk toilet
"Justru karena grandad tahu jadi dia tidak akan datang kesini dan mengganggu kami tidak seperti yang saat ini kamu lakukan" desis Leo
"Sudahlah sayang, kita bisa melanjutkannya nanti saat kita telah sampai di tempat grandma, bagaimana?" Bisik Jessy ditelinga suaminya
Leo tersenyum nakal pada Jessy dan kembali mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Jessy, namun Justine menarik lengan Jessy menjauhi Leo
"Sudah cukup, kalian menyebalkan, pokoknya pulang dari sini Justine mau cari pacar" ucapnya sembari menarik lengan Jessy untuk kembali duduk di kursinya
Sementara Leo mendengus kesal pada putranya yang mengganggu kesenangan nya
"Dasar anak nakal!!" gerutunya
-------
Aduuh Kamu juga nakal Leo 😝
Tap jempol kalian 😉