NovelToon NovelToon
MY LOVE

MY LOVE

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duda / Janda / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:622.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: mom yara

Ratna Duhita harus menerima nasib kurang baik. Niat hati ingin menghadiri pesta pernikahan sang sahabat yang sudah seperti saudara. Tapi sebelum masuk ke pintu gerbang ia diculik dan disekap hingga tak sadarkan diri.



Saat tersadar ia sudah berada di tempat asing dengan tangan terikat dan mata tertutup kain. Ketika penutup mata itu terbuka, ia terkejut bukan main ketika laki-laki yang berada dihadapannya adalah cinta pertamanya.




Bagaimana mungkin laki-laki itu berada ditempat yang sama dengannya? Apakah dia juga diculik sama seperti dirinya? Atau diakah dalang dari penculikan itu? Apa yang sebenarnya terjadi?


Yuk ikuti kelanjutannya hanya di noveltoon!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom yara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Selidiki dia

"Kenapa kau menghindariku?" tanya Tiska. Bukannya ia tidak tahu jika laki-laki itu selalu menghindarinya, hanya saja ia seakan tidak peduli.

"Kau adik istriku, itu artinya kau adik iparku," jawab Raditya datar pada Tiska sang adik ipar.

"Itu dulu. Tapi sekarang kakak sudah meninggal. Aku mencintaimu, tidak bisakah kau melihatnya?"

"Lupakan aku. Kita tidak bisa bersama."

"Karena wanita itu. Wanita yang kakak sembunyikan di apartemen."

"Selagi aku menghormatimu sebagai adik dari mendiang istriku, pergilah!"

"Aku mohon, untuk kali ini saja jangan mengusirku. Kakak tidak tahu rasanya mememdan perasaan cinta terlalu lama. Sekarang tidak ada lagi yang akan menghalangi cinta kita."

"Aku tidak pernah mencintaimu." Raditya menolak dengan tegas wanita itu.

"Kakak bisa mencobanya, aku yakin kita bisa hidup bahagia. Aku mohon kak, beri aku kesempatan untuk bersamamu." Tiska memohon agar perasaannya diterima, tapi Raditya bersikap fingin padanya.

"Maafkan aku. Carilah pria lain yang akan mencintaimu!"

"Aku tidak mau pria lain. Aku hanya mau kakak!" Tiska berdiri lalu memeluk Raditya dari belakang. Perlahan Raditya melepaskan belitan tangan wanita itu. Entah kenapa ia merasa tak nyaman jika berdekatan dengan wanita itu. Berbeda saat dia berdekatan dengan almarhum istrinya.

Benarkah kau yang merencanakan itu semua. Wajah polosmu, sikap baikmu, sifatmu yang lemah lembut mengatakan kau tidak mungkin melakukan itu, istriku.

Tetapi...

Wanita itu juga tidak menjebakku. Wanita barbar dengan percaya diri selangit. Tingkahnya membuatku gemas.

Tiba-tiba Raditya teringat Ratna di saat dia juga mengingat almarhum sang istri.

"Pergilah! Aku sudah punya wanita lain."

Tiska mengepalkan tangannya erat. "Kakak bohong!"

"Kau hampir saja bertemu dengannya."

Tiska memutar otaknya cepat.

Ternyata benar, wanita di apartemen itu.

Tiska tertawa. "Kakak tidak perlu berbohong lagi untuk menolakku. Aku tidak akan mundur sedikitpun. Tentang wanita itu, bukankah dia sudah pergi."

Deg

Perkataan Tiska membuat Raditya memalingkan wajahnya menatap wanita itu.

"Pergi?"

"Ya, aku bertemu dengannya." Tiska tersenyum sinis.

"Apa yang kau lakukan padanya?" Raditya mengguncang tubuh Tiska, entah kenapa ia merasa dibalik wajah cantik itu ada sesuatu yang mengerikan, mungkin itulah yang membuatnya tidak nyaman bersama wanita itu.

"Aku hanya membantunya pergi dari kota ini. Kakak menyukainya?"

Raditya tidak menjawab, ia hanya menatap wanita itu tajam dengan pikiran yang entahlah.

"Ingat kak. Aku tidak akan pernah melepaskan kakak. Apapun alasannya!"

"Kau gila!"

"Ya, aku memang gila. Cintaku membuatku gila. Lihatlah aku kak, aku menderita memendam rasa cinta ini sendirian. Tidak bisakah kakak menerimaku?"

Raditya terdiam, sungguh ia tak menyangka jika Tiska akan sebesar itu mencintai dirinya.

"Tidak. Itu bukan cinta. Kau hanya terobsesi padaku."

"Obsesi?" Tiska tertawa, tidak ada lagi sifat anggun yang selalu ia perlihatkan. "Aku mencintai kakak dari dasar hatiku yang paling dalam, aku mencintai kakak jauh sebelum kakak menikah. Apa itu masih bisa dibilang obsesi. Kakak terlalu kejam padaku."

Tiska menekan emosinya. Menarik napas panjang lalu menghembuskannya.

"Mungkin kakak butuh waktu untuk menerimaku, nanti aku akan datang lagi, aku mencintaimu kak." Tiska memeluk Raditya sebelum pergi dari ruangan itu.

Setelah wanita itu pergi, Raditya menghubungi seseorang.

"Selidiki adik mendiang istriku!" Perintah Raditya pada seseorang di seberang sana. Kemudian Raditya mematikan sambungan teleponnya.

*

*

Di tempat lain.

"Kau mau kemana?" Tanya Sayla setelah mereka berdua keluar dari rumah sakit.

"Yang pasti jauh dari kota Jakarta," jawab Ratna jujur.

"Kau belum punya tujuan?" tanya Sayla yang diikuti anggukan kepala dari wanita itu.

"Mau mencoba tinggal di kota ini? Aku juga dari Jakarta, sudah beberapa bulan aku tinggal di sini. Di sini kota kecil dan penduduknya juga ramah."

"Apa boleh?" tanya Ratna merasa tak enak, pasalnya mereka baru saja kenal. Tiba-tiba ia teringat akan kisahnya dulu dengan Putri.

Ternyata orang baik itu masih banyak ya, termasuk diriku.

"Tentu. Aku tinggal sendiri. Aku sangat senang punya teman baru."

"Baiklah, semoga aku tidak merepotkanmu."

"Kita berdua akan saling merepotkan." Kemudian keduanya tertawa bersama seperti sahabat lama.

Sayla mengendarai sepeda motornya menuju rumah yang beberapa bulan lalu dibelinya. Mereka turun lalu masuk ke dalam rumah.

"Ini kamarmu, kau bisa memakai bajuku," kata Sayla sembari membukakan pintu kamar.

"Terima kasih."

Ratna seperti menemukan sosok sahabat kembali. Hanya saja mereka dua orang yang memiliki karakter berbeda. Ratna yang tahu diri jika dirinya hanya menumpang, pagi-pagi sudah bangun untuk membersihkan rumah dan menyiapkan sarapan. Saat dia masuk ke dapur ia bertemu dengan wanita paruh baya.

Apa Sayla tinggal bersama saudara?

"Selamat pagi bu," sapa Ratna sopan pada wanita paruh baya itu.

"Nona, temannya nona Sayla."

"Ya, bu," jawab Ratna sedikit canggung.

"Nona Sayla tidak akan kesepian lagi jika ada temannya di sini," ujar bibi membuat Ratna tersenyum.

"Saya bantu ya, Bu."

"Tidak perlu, Nona. Ini sudah pekerjaan saya."

"Pekerjaan?"

"Ya, kau bisa memanggilnya bibi, dia yang mengurus rumah ini dan memasak makanan untukku dan sekarang untuk kita." Bukan wanita paruh baya itu yang menjawab melainkan Sayla.

"Kau menggunakan jasa pembantu?"

"Ya," sahut Sayla lalu menghabiskan air putih dalam gelas yang dipegangnya. "Kenapa kau terkejut?"

Ratna menelisik penampilan Sayla.

Cantik, tinggi dan penampilan sederhana. Rumah sederhana, dua kamar hanya saja ada rooftop yag membuat kesan lebih keren. Mobil tidak ada ,hanya ada sepeda motor matic satu dan sepeda gunung satu. Tapi dia menggunakan jasa pembantu.

"Tidak," sahut Ratna diiringi gelengan kepala.

Sayla tersenyum, mengerti dengan pikiran sahabat barunya itu. "Aku belum bisa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, mungkin nanti."

*

*

Waktu pun berlalu, tak terasa sudah hampir setahun Ratna tinggal di kota Probolinggo. Ia tetap tinggal bersama Sayla, bahkan ia juga bekerja membantu Sayla mengurus cafe wanita itu yang semakin ramai saja. Meskipun begitu, wanita itu tidak tertarik untuk membuka cabang. Alasannya itu sudah cukup.

"Jalan-jalan, yuk!"

"Kemana?"

"Gunung Bromo."

"Dimana itu, kayaknya pernah dengar."

"Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah objek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," jelas Sayla bangga.

"Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur," lanjutnya lengkap.

"Kakak tahu banget, sering kesana, ya kak?"

Sayla nyengir kuda. "Baru baca mbah google. Ini kali pertama aku kesana, bersamamu."

"Eh .... "

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, mereka sampai di gunung Bromo dengan menggunakan jeep yang memang sudah disediakan di sana.

"Wau... Pemandangannya bagus banget, kak." Ratna terpesona dengan pemandangaj yang ada di sana, benar-benar memanjakan mata.

"Emm ... Sangat bagusbagus," sahut Ratna singkat.

Tak jauh dari mereka sepasang mata sedang memperhatikan mereka.

"Dia di sini. Apa yang dia lakukan? Cih, wajah polosnya membuatku jijik."

1
Elin Erliana
Luar biasa
falea sezi
mantan istri yasa siapa
Khanza Via
maaf kak baru liat novelnya
mimma
Luar biasa
Alif
kapok Ratna knpa di ksh pengawal sll menolak rasain skarang lo, radit jg goblok walau rasanya gk mau harusny terus di pantau dg pengawal bayangan emang the best authornya bikin para reader esmosi
Alif
hahahaha..dasar somplak
Sri Puryani
kenapa ratna gk diundang?
Sri Puryani
kenapa sih vino jd laki" yg muna, ya klo cinta mbok ya blg, cerita apa adanya soal lita....dr pada tmbl slh paham terus
Sri Puryani
salah paham terus
Sri Puryani
kenapa gk terus terang aja vino klo cinta
Sri Puryani
vino kok oon sih kenapa gk blg aja klo sdh gk punya tunangan ....cinta kok gk diungkapkan
Sri Puryani
kasihan lita...
Sri Puryani
hrsnya lgsg putuskan sj hub.dgn teguh ratna...jgn keburu dipot dl
Sri Puryani
vino & radit sok jd pahlawan tanpa memperhitungkan semuanya, msk ke kandang lawan tanpa persiapan utk menyispkan ansk buahnya
Sri Puryani
ratna kok gk cerita sih klo pernah diculik adik ipar radit
Sri Puryani
pasti ulah raditya ini
Sri Puryani
kenapa ratna gk cerita siapa yg nyulik dia ? kan yg nyulik adik ipar raditya
Sri Puryani
kenapa hardian gk blg sj klo ratna sdh tau semuanya
Sri Puryani
kenapa raditya gk menyusuri siapa yg menjebaknya? melihat cctv misalnya?
Safa Almira
lucu
Mom Yara: mungkin berkenan kak mampir di novelku yang di apkikasi sebelah. Si orange, faijo.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!