NovelToon NovelToon
TEMAN TAPI MENIKAH

TEMAN TAPI MENIKAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:234k
Nilai: 5
Nama Author: Dhessy

Menikah dengan teman sendiri? Tak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Dulu kami saling bermusuhan. Em, no! Bukan bermusuhan. Lebih tepatnya berteman, bersahabat, tapi jarang sekali kita bisa akur.

Dan sekarang kami harus terlibat dalam suatu pernikahan.

Tidakk!!

Rumah tangga yang bagaimana yang akan kami jalani nanti?
Apa rasa sayang sebagai teman bisa berganti menjadi rasa sayang sebagai suami?

Tolong! Tolong katakan padaku kalau ini hanya mimpi!

Katakan padaku ini tidak nyata!

- Carissa Amalina -


Harus tinggal satu atap dengan perempuan yang bawel dan cerewet tak pernah terbayangkan olehku.

Kami berteman sejak kecil. Walaupun tidak bermusuhan tapi juga jarang akur.

Kami lebih banyak berdebat, tak ada yang mau mengalah. Apa jadinya kalau dikumpulkan didalam satu rumah?

- Raka Putra Wibawa -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhessy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TTM 11

Note : ini novel untuk yang sudah menikah. tidak ada adegan uwuuww-nya tapi ada pembahasan yang mengarah kesana. Bijak dalam membaca yaa 🤗🤗

**Happy reading. .

🌷🌷🌷**

Windy : Raka, jadi kabar kamu menikah dengan orang lain itu benar? Tega kamu! Aku masih sayang kamu, Raka. 😭😭

Raka tak membalas pesan dari mantan kekasihnya. Windy yang memilih berkhianat. Tak dapat Raka pungkiri bahwa ia masih menyimpan rasa pada Windy. Lima tahun berpacaran bukan waktu yang sebentar. Meskipun dia laki-laki, tak mudah baginya menghilangkan perasaan sayangnya. Hanya saja ia lebih bisa menahan. Sekalipun berulangkali Windy meminta maaf dan meminta kesempatan kedua, Raka tak pernah meresponnya. Luka yang Windy torehkan karena pengkhianatannya dengan teman baik Raka sendiri tetaplah menyakitkan.

Bukan sekali dua kali Windy mengiriminya pesan sejak ia resmi menikahi Rissa. Bahkan dalam sehari, tak terhitung berapa kali Windy mencoba menelpon Raka meskipun tak ada tanggapan dari Raka. Awalnya Windy masih tak percaya kalau Raka sudah menikah. Namun semakin lama Raka semakin jengah dengan Windy yang terus mengusiknya. Sampai saat usia pernikahan Raka dan Rissa sudah berusia dua minggu, Raka sengaja memposting foto pernikahannya dengan Rissa di story WhatsApp.

Foto dimana keduanya tampak mesra dengan pandangan penuh cinta namun kenyataannya tidak.

(Anggap ini Raka dan Rissa ya 😁😁)

"Buat pamer ke mantannya pakai posting foto nikahannya?" Tanya Rissa setelah membuka story milik Raka. Awalnya ia terkejut, tak percaya kalau Raka akan memposting foto keduanya. Namun jawaban Raka membuat hatinya sedikit tersentil.

"Iya. Emang kenapa?"

"Yakin Mbak mantan cemburu?" Rissa menggoda Raka. Lebih banyak untuk menutupi keadaan hati yang entah kenapa menjadi sedikit tidak enak. Terlebih lagi saat Raka menunjukkan chat dari Windy yang terang-terangan mengatakan kalau ia masih menyayangi Raka.

"Sekarang kamu, kan, yang cemburu?" Tebak Raka.

"Eh, enggak, ya!" Rissa cepat-cepat mengelak. "Jangan terlalu percaya diri jadi orang!"

"Yakin kamu nggak cemburu?" Rissa salah tingkah saat Raka mendekatinya. Bahkan wajah keduanya kini sangat dekat.

Jantung Rissa berdebar tak menentu. Mungkin saja Raka dapat mendengar detak jantungnya yang berdetak begitu keras. "Ya-yakin, dong!" Jawabnya terbata.

Seringaian tipis terlukis di bibir Raka. Ia begitu menikmati wajah Rissa yang terlihat begitu gugup saat dirinya mendekatkan diri pada Rissa.

Bola mata Rissa bergerak gelisah menghindari tatapan mata Raka. Tubuh Rissa seolah terpaku dan tak bisa berkutik saat Raka mulai menempelkan bibirnya pada bibir Rissa.

Rissa otomatis memejamkan matanya ketika ciuman pertamanya telah di ambil oleh Raka tanpa seijinnya. Meskipun begitu, Rissa tak menolak. Ia turut hanyut pada permainan bibir yang Raka lakukan.

***

Dua minggu sudah Raka dan Rissa cuti dari pekerjaan mereka. Kini keduanya sudah memulai kembali aktifitas mereka yang sempat terhenti. Bedanya, kini Raka mulai mengelola bisnis meubel milik ayahnya. Ia tak lagi bekerja di kantor.

Raka mengantarkan Rissa sampai ke depan rumah sakit tempat Rissa bekerja. Setelah ciuman pagi sebelum mereka berangkat, Rissa tak banyak bicara dan selalu menurut dengan apa yang di ucapkan oleh Raka. Termasuk ketika Raka meminta dirinya untuk tidak lagi membawa mobil dan Raka-lah yang akan mengantar dan menjemput Rissa.

Meskipun tak ada yang terjadi lebih dari sekedar ciuman, namun jantung Rissa masih berdebar tak menentu. Ia mulai merasakan hal aneh dan mulai merasa khawatir kalau Windy, sang mantan kekasih suaminya itu akan terus menghubungi Raka.

Bukan tanpa alasan, Raka dan Windy sudah berpacaran hampir lima tahun. Lalu apa kabar dirinya yang baru beberapa bulan saja ada di kehidupan Raka? Meskipun dulu Raka dan Rissa berteman namun itu tak menjamin akan adanya perasaan cinta untuk Rissa di dalam hati Raka.

"Ciyee... Pengantin baru udah masuk aja, nih." Goda Gendis yang ia temui di lobi rumah sakit.

"Iya, dokter Rissa. Sudah masuk aja? Nggak bulan madu dulu yang lebih lama gitu?" Timpal Reni, salah satu staf rumah sakit.

Rissa hanya tersenyum simpul sebagai jawaban. Ia tak tahu harus menjawab bagaimana. Takut ia salah bicara dan berujung dengan adanya godaan-godaan yang lainnya.

Ada setangkai bunga mawar merah di atas mejanya saat Rissa memasuki ruangannya. Ia mengambil selembar kertas berwarna merah muda yang berada di bawah bunga tersebut.

"Meskipun kamu sudah menikah, namun aku masih tetap mencintaimu. Ku tunggu jandamu!"

"Ih, amit-amit!" Rissa melemparkan kertas tersebut ke dalam tempat sampah yang berada di dekatnya.

Rissa kesal sendiri pagi-pagi sudah mendapatkan doa yang buruk untuk pernikahannya. Meskipun awal pernikahannya dengan Raka tidak seperti pasangan yang lainnya yang menikah dengan cinta, namun Rissa tak ingin berpisah dengan Raka. Rissa hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Entah akan ada cinta atau tidak diantara dirinya dengan Raka.

🌷🌷🌷

Hari pertama Raka bekerja di tempat ayahnya, Raka sudah bisa beradaptasi dengan baik. Melihat laporan penjualan yang terus naik dari bulan ke bulan membuat jiwa bisnis Raka meronta-ronta ingin membuka cabang baru lagi di salah satu kota di Jawa tengah.

"Ayah, sih, sudah mau buka cabang di Semarang, Ka. Sekarang sedang proses pembangunan. Kapan-kapan kamu cek kesana sampai sejauh mana perkembangannya," ucap Dwi menanggapi usul Raka yang ingin membuka cabang baru.

Raka sendiri tak tahu kapan ayahnya itu mulai merencanakan pembukaan cabang di Semarang. Bahkan sekarang sudah sampai tahap pembangunan.

"Boleh, Pak. Besok atau lusa Raka lihat ke sana," jawab Raka antusias.

Dwi tersenyum tipis. "Ajak Rissa sekalian, Ka. Sekalian bulan madu lagi."

"Rissa sudah mulai kerja lagi, Pak. Kalau mau bulan madu, kan, dirumah bisa. Lagipula kita kan cuma tinggal berdua. Lebih bebas."

Keduanya tertawa mendengar penuturan Raka yang begitu frontal. Mungkin Dwi akan semakin menertawakan Raka kalau sampai Dwi tahu bahwa sampai saat ini Raka belum bisa menjebol gawang Rissa. Nasibnya yang begitu ngenes.

***

Tepat pukul empat sore, Raka sudah berada di rumah sakit tempat Rissa bekerja untuk menjemput Rissa. Dari kejauhan ia melihat Rissa yang tengah berbincang dengan seorang laki-laki dan terlihat begitu akrab.

Raka dapat melihat Rissa tertawa lepas ketika berbicara dengan laki-laki tersebut. Tiba-tiba saja ia mengingat kapan terakhir ia melihat tawa itu ketika Rissa sedang berdua saja dengan dirinya.

Belum pernah. Bahkan Rissa belum pernah menunjukkan tawanya itu ketika di depan Raka.

Diam-diam Raka cemburu. Dengan orang lain saja Rissa bisa begitu lepas, sedangkan dengan Raka tak ada waktu dan hari yang dilalui tanpa perdebatan.

Dalam hati Raka bertanya-tanya. Tidak adakah sedikit cinta di hati Rissa untuk dirinya? Atau memang Rissa sengaja membentengi hatinya agar tak jatuh pada Raka?

Raka menghembuskan napas kesal. Sudah sepuluh menit ia menunggu namun Rissa belum juga meninggalkan laki-laki tersebut. Padahal ia sudah mengirimkan pesan bahwa ia telah sampai di depan rumah sakit.

"Bisa dilanjut besok aja nggak pacarannya?" Sindir Raka saat panggilan teleponnya sudah diangkat oleh Rissa.

"Eh, maaf. Sebentar, ya."

Raka melihat Rissa yang berjalan cepat menuju mobilnya.

"Maaf, ya, aku pikir kamu belum datang," ucap Rissa tak enak hati saat ia sudah duduk di samping Raka.

"Memangnya kamu nggak baca WA-ku?"

Rissa menggeleng. "Nggak baca."

"Sibuk pacaran, sih." Raka kembali menyindirnya.

"Siapa yang pacaran?" Ucap Rissa tak terima karena di tuduh berpacaran.

Raka diam tak ingin menjawab. Ia memilih fokus pada jalanan. Raka takut kalau ia melanjutkan ucapannya, akan berujung dengan ucapan-ucapan yang tidak-tidak dan akan membuat perdebatan mereka semakin panjang.

***

"Besok aku ke Semarang. Mau ngecek pembangunan cabang baru disana," ucap Raka saat dirinya tengah menikmati makan malam.

"Berapa lama?"

"Aku usahakan sore pulang. Doakan lancar, ya?"

Rissa mengangguk dan tersenyum tipis. Entah kenapa ia merasa gelisah saat harus melepas suaminya pergi ke Semarang. Rissa tak ingin berprasangka buruk. Namun Semarang adalah kota dimana mantan pacar suaminya itu tinggal. Bukan tidak mungkin keduanya akan bertemu lalu bernostalgia, lalu...

Cepat-cepat Rissa beristighfar dalam hati. Ia tak ingin pikiran buruk itu kembali menghantui pikirannya.

"Kenapa?" Tanya Raka yang melihat Rissa terlihat gelisah.

"Enggak apa-apa." Rissa tersenyum untuk menutupi kegelisahannya.

***

Pagi harinya, Rissa membantu Raka mengemas beberapa pakaian ganti. Hatinya masih saja merasa tak tenang. Tapi sebisa mungkin ia tak menunjukkannya di depan Raka.

Keduanya berangkat bersama meskipun mengendarai mobil mereka masing-masing. Namun sebelum mereka keluar rumah, Raka menarik tangan Rissa dan memeluk tubuh Rissa.

"Aku tahu kamu khawatir," bisik Raka di telinga Rissa.

Tubuh Rissa menegang. Tak menyangka bahwa kekhawatirannya terbaca oleh Raka.

"Kamu doain aku, ya."

Rissa mengangguk. Tangannya terulur untuk membalas pelukan Raka. Pelukan pertama mereka setelah dua minggu lebih usia pernikahan mereka.

Raka merenggangkan pelukannya dan beralih mencium bibir Rissa tanpa permisi. Rissa kembali terbuai dengan ciuman Raka yang begitu memabukkan.

"Udah jam segini, nanggung banget," ucap Raka saat ciumannya terlepas.

Pipi Rissa bersemu merah. Ia tahu ke arah mana pembicara Raka. "Apaan, sih!"

"Cium lagi sini." Tanpa menunggu persetujuan Rissa, Raka kembali memagut bibir istrinya yang kini mulai menjadi candu untuknya.

"Baik-baik, ya? Kamu tahu, kan, dimana tempat kamu harus pulang." Kini Rissa yang memeluk erat tubuh Raka. Menikmati aroma Raka yang akan meninggalkannya hari ini. Mungkin bisa sampai besok atau lusa.

Kedua tangan Raka menangkup pipi Rissa. Ia pandangi lekat-lekat wajah Rissa yang bersemu merah. "Nanti malam, ya? Tunggu aku pulang." Pinta Raka dengan wajah memelas.

Rissa mengulum bibirnya menahan senyuman. Ia mengangguk pelan dan membuat Raka tersenyum sumringah.

Mereka berciuman sekali lagi untuk mengakhiri pagi itu. Ciuman yang lebih menggebu.

Tiba saatnya untuk Raka berpamitan. Rissa melepas kepergian Raka dengan senyuman.

Saat mobil Raka sudah meninggalkan pekarangan rumahnya, ponsel Rissa berdenting menampakkan nama Raka pada layarnya.

Annoying Raka : Aku sudah merindukanmu!

Senyuman lebar mengembang di bibir Rissa.

Tanpa mereka sadari, perlahan cinta mulai tumbuh dalam hati keduanya.

🌷🌷🌷

1
Raudatul zahra
Yaa Allah nangis pas part ini🥺😢
Raudatul zahra
fyuuuuhhh... untung cuma mimpi nya Rissa.. 2 bab ikutan nangis.. bab ini baca nya sambil tersenyum manis donggg☺️☺️
Raudatul zahra
author kok🥺🥺 jahaaaattt 😭😭😭😭
Raudatul zahra
kesel pake banget thooorrrr
Raudatul zahra
Rissa yg terluka, aku yg nangis 😭😭
Raudatul zahra
aku kecewa sama kamu Raka !!!!!!!😭😭
Raudatul zahra
Raka, aku padamu😍😍😍
Raudatul zahra
🥺🥺🤗🤗
Raudatul zahra
😍😍😍
Raudatul zahra
kanebo kering 😭😭🤣🤣
Sri Wahyuni
p0lmopnmmmmlkklkj
Sri Wahyuni
bagus bgt novel ini, kok aq baru nemu ya
KHORI PRASTYA
halo salam kenal
Hykmah Hykmah
kak bagus ceritanya, part nya tambahin sampai 200 kk, ditunggu
aisya_
lakiknya gak tegas bgt sama mantannya, gak tampar ke apa ke, susah kali ya kalo masih cinta
Mel Melda
Aku yg melelehh🤗🤗🤗🤗
Mariana Frutty
✅✔️
Effi Hartati
ini adalah definisi sat set sat set yg gue suka 😭😭
Yatimela Afirah
bagus
TongTji Tea
wait apa aku yang galfok ya thor?
usia 27 udah jadi spesialis kandungan .
wah Rissa termasuk jenius nii.
TongTji Tea: semangat Thor ..its Ok .sekarang kan pasti lebih jago💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!