NovelToon NovelToon
Satu Atap Dengan Mertua

Satu Atap Dengan Mertua

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:200.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sebutir Debu

Seatap dengan mertua? Siapa takut!

Begitu pikir Lana ketika Galih–calon suaminya–mengutarakan syarat itu untuk menikah.

Tapi, siapa sangka kehidupannya setelah itu berubah drastis. Ibu mertuanya yang ajaib membuatnya makan hati hampir setiap hari.

Belum lagi ketika ipar mulai turut menggerogoti.

Bisakah Lana berdamai dengan sang mertua dan iparnya? Atau rumah tangganya akan hancur berkat campur tangan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sebutir Debu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11 Pisah Ranjang

"Ada apa kalian berisik di kamar?" Bu Tutik rupanya mendengar suara tangisan Lana. Ia berdiri di depan pintu kamar mereka dan menuntut jawaban sambil mengetuk pintunya.

"Mas akan bicara sekarang sama ibu, ya. Kamu sabar sebentar. Ibu nanti akan jelasin apa yang sebenarnya terjadi sama kamu. Bisa aja Bu Sri bohong, kan, Dek." Galih akhirnya meninggalkan Lana di kamar, masih dalam kondisi sesenggukan.

Ia lantas keluar kamar dan meminta Bu Tutik untuk bicara sebentar di ruang keluarga.

"Kenapa lagi itu istri kamu?" sergah Bu Tutik mengawali interogasinya.

"Bu ... apa benar Ibu tadi ngomong sama Bu Sri kalau kehamilan Lana itu tidak baik-baik aja dan butuh bed rest sampai-aampai Ibu yang kerjakan semua di rumah?" Galih mencoba mengutarakan dengan kalimat yang tidak bernada menuduh agar ibunya tidak marah.

Tapi tetap saja Bu Tutik menerimanya dengan amarah. Matanya membila dan membuat Galih sedikit goyah dengan niat awalnya. Sungguh, si anak bungsu itu belum pernah sekali pun melawan ibunya. Namun, pengaduan dari sang istri memang selayaknya dibela bila benar apa yang terjadi sesuai perkataan Bu Sri.

"Kamu mulai berani nuduh Ibu macem-macem, yq, Galih! Istri kamu itu tukang ngadu ya! Semua hal dia adukan sama kamu. Memang niatnya itu mau misahin Ibu sama kamu. Persis seperti kelakuan Heni istrinya Gilang itu! Dasar!" Bu Tutik langsung mencerca Lana tanpa ampun.

Hal mana membuat Lana yang mendengarnya dari dalam kamar semakin tak kuat menahan emosinya. Sedari pulang dari toko Bu Sri tadi ia sengaja masuk ke dalam kamar dan menanti suaminya pulang agar tak sampai emosi di hadapan Bu Tutik langsung. Tapi yang dikatakan ubu mertuanya barusan sungguh keterlaluan.

"Bu! Jangan samain aku sama Mbak Heni, ya! Jelas kami beda! Mbak Heni emang pinter. Beda sama aku yang bodoh mau-maunya aja dipaksa tinggal di sini sama mertua kayak Ibu! Udah, Mas. Aku nggak tahan seatap lagi sama Ibu kamu. Aku mau tinggal di rumah ibuku aja!" Lana berucap lantang menentang sang ibu mertua yang sudah kelewatan memfitnahnya.

"Bu! Beda lah Lana sama Mbak Heni. Mbak Heni mana ada pernah ke sini? Ini Lana sudah lama bisa tahan di sini kok masih disama-samain dengan Mbak Heni, sih? Gak adil, dong, Bu!" sergah Galih yang juga mulai tersulut emosi.

Hanya saja, pria itu memang tetap saja tak dapat bersuara keras terhadap ibunya itu. Entah bagaimana, tapi ia begitu hormat dan sayang dengan ibunya walau apa pun sikap dan perilaku ibunya yang selama ini tidak cocok dengan hatinya sendiri. Sebenarnya suatu kebahagiaan sendiri bagi Lana karena sang suami adalah anak yang patuh dan taat juga sangat menyayangi ibunya. Tetapi sifat dan karakter ibu mertuanya yang mulai kelewatan membuat Lana mulai jengah jika sang suami hanya terus mendiamkan kelakuan ibunya.

Galih tak teka jika harus mengorbankan perasaan istrinya seperti itu.

"Sama aja. Istri kamu yang ngajarin kamu membantah sama ibu, kan? Dulu mana pernah kamu bersikap gitu sama Ibu?"

"Ya itu karena Ibu sendiri yang sikapnya udah keterlaluan, Bu. Tolonglah ngertiin Lana sedikit, Bu. Dia itu lagi hamil. Ibu kan juga pernah hamil. Ibu pasti tahu kalau ibu hamil itu dilarang stres, Bu. Kalau Lana stres terus dengan perlakuan Ibu kan kasihan bayi kami, Bu." Galih seolah meratap kepada Bu Tutik.

Namun nihil. Tidak ada perubahan dalam sikap Bu Tutik. Wanita itu tetap tak mau meminta maaf kepada Lana atau pun mengakui perkataannya kepada Bu Sri itu salah. Bahkan, ia ikut gondok dengan pergi ke dalam kamarnya sendiri dan tidak lagu keluar meski Galih memanggilnya.

Akhirnya dengan berat hati Galih mengantar Lana untuk menginap di rumah Bu Asih. Sebelum ke sana, ia membantu Lana packing sedikit saja. Dengan harapan istrinya itu tidak akan lama menginap. Karena ia sungguh masih berharap istrinya dan ibunya, dua wanita paling dikasihi Galih itu akan bisa hidup rukun bersama.

Sebelum sampai ke rumah mertuanya, Galih mengajak Lana berputar-putar dulu di jalanan. Makan sore juga di tempat favorit mereka. Hanya agar istrinya itu tak terlalu terlihat habis menangis dan sedang dalam duka.

"Dek, nanti jangan cerita ke Ibu kamu, ya, kalau lagi bertengkar sama Ibuku," pinta Galih ketika sudah akan sampai di dekat rumah masa kecil istrinya itu.

Lana mengangguk, lagipula ia juga tidak suka membuat Ibunya cemas dan khawatir. Selama ini ia selalu memendam masalah tekanan batinnya selama tinggal di rumah Bu Tutik terhadap ibunya.

Bu Asih menyambut dengan sukacita kedatangan Lana ke rumah. Ia memang seringkali meminta Lana untuk tinggal sementara di rumah itu selama hamil. Karena ia ingin sekali bersama putrinya itu di masa kehamilan pertamanya.

Galih sendiri mulai hari itu harus bersedia bolak-balik setiap hari antara kantor, rumah Bu Asih dan juga rumahnya sendiri setiap hari karena jelas ia tak mau sehari pun tak bertemu dengan istrinya yang tengah hamil.

Sementara Bu Tutik pun menuntut Galih untuk tidur di rumah mereka karena ia tak pernah mau tidur sendirian saja di rumah. Dilema sekali untuk Galih yang sebenarnya dalam hati ingin sekali selalu bersama istrinya, menghadapi masa kehamilan pertama anak mereka.

"Mas kalo capek nggak usah ke sini," ucap Lana berpesan ketika ia tengah menelepon sang suami di jam makan siang kantor.

Ia sendiri sudah resign karena kehamilannya memang diidentifikasi kandungan lemah hingga dokter kandungan menyarankan untuk tidak bekerja dulu.

"Tidak apa, Dek. Mas malah akan cemas kalau nggak jenguk Adek di rumah sana." Galih menjawab dengan nada suara ceria.

"Nanti mau dibawain apa? Kamu apa belum ngidam apa-apa?" Galih lanjut bertanya.

"Belum, Mas. Cuma kepingin rujak manis terus makannya. Tapi udah dibikinin Ibu, kok."

"Wah, semoga Ibu nggak kerepotan ya, tiap hari bikinin kamu jamu, ya rujak, ya apa aja kemarin tuh?"

"Ibuku emang gitu, Mas. Dia mana pernah capek kalau buat anaknya. Kadang aja maksa mau mijitin pundak aku loh, karena dia bilang dulu pas hamil seringnya pegal di pundak sama punggung atas," jawab Lana menyanjung Bu Asih untuk sedikit menyindir juga mertuanya.

Karena semasa di rumah Galih, ia belum pernah sekalipun dibuatkan jamu atau ditanyai ingin makan apa. Padahal, begitu pulang ke rumah ibunya sendiri, bukan hanya ibunya, bahkan para tetangga dekatnya pun banyak yang datang dan membawakannya buah, atau kurma atau membuatkannya jamu dengan tanpa diminta.

"Syukurlah. Maaf, ya, Dek. Kalau ibuku memang dulu mungkin nggak pernah bikin jamu jadi kamu pun nggak pernah dibikinin, deh." Galih seolah tahu maksud perkataan Lana sehingga ia memberikan penjelasan yang membela Bu Tutik.

Lana memilih tak memperpanjang perdebatan. Baginya, dengan Galih memperbolehkannya tinggal sementara di rumah orangtuanya saja ia sudah senang. Meskipun jadi harus serasa pisah ranjang dengan suaminya karena tiap malam Galih harus pulang ke rumah ibunya.

1
Zachary
Luar biasa
Lili Aprilia
cepet banget end nya thorrrr.....bagus loh karyanya author
Lili Aprilia
emang ada sihhh mertua yang kayak buk Tutik ini, dan ipar seperti Ely ini bahkan lebih parah.....sabar aja ya Lana bila perlu gak usah balik lagi dehh kerumah buk tutik
Lili Aprilia
duhhh buk Tutik mulai merasakan sakit akibat perbuatannya sendiri
Mmk Ayudiathaharah
hem, mertua sejatinya adalah ibu kita juga mau sama anknya anny harus mau sama ibunya itu 1 paket and saudara saudaranya the gank. tapi aq mau ikuti alurnya pasti ada penyelesaiannya ayo sebutir debu yo wes aq ngikut😊
Eka Widya
seharusnya di beri judul"keajaiban sang mertua"kak😃😃🙏
fa _azzahra
duh salah pencet masa bintang 3 sii...ngapunten.gara2 bu tutik si
fa _azzahra
pasti tontonanya sinetron ikan terbang
fa _azzahra
sebenarnya agak gmana gt ya kalo ngomongin masalah makanan perihal orang pelit.dibicarain malu2 in ga dibicarain kok ya gatel
fa _azzahra
dimana2 ada orang kek gitu mba,realita di masyarakat.tp pasti kalian setuju kalau orang pelit itu biasanya 'nggragas sama milik orang lain😁😁
fa _azzahra: uwwo..😁😁
total 2 replies
Sri Lestari
Alhamdulillah ikut seneng kalau bumer sudah sadar 🤗
Sri Lestari
ikut gemesss 😅😅
Sebutir Debu: 🤣 komentar terunik 😁😁😁
total 1 replies
Bahari Sandra Puspita
karyamu selalu mengandung pelajaran yang berharga thor..
walaupun baca novel yang satu ini banyak gemesnya liat tingkah laku Bu Tutik, tapi berakhir bahagia..
jadinya lega banget gitu😁
tetap semangat berkarya ya thor..
semangat ngerampungin semua novel yg belum tamat.. 💪🏻
Sebutir Debu: Siap kak. Terimakasih sudah berkenan mampir di karya ku
total 1 replies
Maz Andy'ne Yulixah
baca non stop malam beberapa bab karena ngantuk tidur,,lanjut pagi smpai mau sore akhir nya selesai jga karena penasaran ending nya smpai masak saja smbil baca kak thor😄😄
Maz Andy'ne Yulixah: Naudzubilahminjalik jangan smpai to kak,nak neru2 bu tutik,nek contoh seng sae mawon😊
total 4 replies
Maz Andy'ne Yulixah
Alhmdulilah semoga kalian selalu rukun dan bahagia selalu😊
Maz Andy'ne Yulixah
Alhamdulilah akhir nya bu tutik bisa sadar dan sedikit2 bisa sembuh😇
Maz Andy'ne Yulixah
Nanti ely silau dijupuk duit te🙄
Maz Andy'ne Yulixah
Jangan2 itu tanda2 ya bu tutik,itu teguran dari ALLAH kalau hidup tu gaks sendiri masih saling membutuhkan bu harus bertetangga,dan uang gak dibawa mati jga bu,,apalagi jangan suka adu domba dan memfitnah hidup udah tua bukan nya banyak2 beribadah malah banyak nambah dosa,,duh padahal cuma novel tapi sangat2 menguras eamosi bener ya kak thor🤣🤣
Maz Andy'ne Yulixah
ely2 gak kasihan suami nya udah kerja lembur masih ngojek lembur sampai malam,itulah ely hidup gak bisa bersyukur apa2 harus kayak orang2,mbok hidup itu seadanya saja nek gak mampu yowes🙄🙄
Maz Andy'ne Yulixah
Hidup itu sewajar nya saja mba elly,orang gak mampu ko sok2 an biar kayak orang2 biar terlihat kaya tapi utang banyak,,wes podo ae nyata katah kak thor😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!