NovelToon NovelToon
Mbak Ratih, Sang Penunggu Rumah Si Mbah

Mbak Ratih, Sang Penunggu Rumah Si Mbah

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Hantu / Horor / Roh Supernatural / Mata Batin / Tamat
Popularitas:513.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: cilamici

Ela, karena kelakuannya yang selalu saja susah diatur akhirnya membuat kedua orangtuanya memindahkannya ke rumah si Mbah.

Di rumah peninggalan si Mbah, ternyata menyimpan banyak rahasia kelam masa lalu.

Yuk ndongeng dengan Othor, yang tokoh-tokohnya dari nama para readers setia lagi...

Hihihi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Rumah Si Mbah

Ela berjalan pelahan menuju kamar yang di mana di dalam mimpinya Ratih ada di sana,

"Itu dulu kamar Mbah Buyut, sempat dikunci terus, tapi sejak dibersihkan Ibu, kuncinya hilang, jadi Ibu buka terus,"

Kata Kais,

Ela menatap Kais sebentar, sebelum kemudian mengangguk mengerti,

"Kalau ini kamar Mbah kan dulu?"

Ela pada Kais menunjuk kamar yang ada di samping kamar Mbah buyut,

Kais mengangguk,

"Iya dulu pernah tidur di sini, tapi kemudian pindah ke bale-bale di ruang depan."

Terang Kais,

Ela mengangguk kecil, ingatannya sejenak menuju saat dulu ia masih kecil beberapa kali liburan di rumah Mbah.

Sebetulnya Ela cukup betah liburan di rumah Mbah, tapi entah kenapa saat akan pergi liburan sendirian, pasti ada saja yang membuat rencananya gagal,

"Kamu mau tidur di mana La?"

Tanya Kais kemudian,

Ela menatap beberapa kamar yang ada di sana,

Lalu...

"Kamar Mbah saja,"

Tutur Ela,

Kais pun mengangguk setuju,

Ela lantas masuk ke kamar yang dulu ditempati si mbah,

Seraya menarik koper pakaiannya, Ela berjalan masuk ke dalam kamar peninggalan si mbah,

Ela pun kemudian menyapukan pandangannya ke sepenjuru ruang kamar,

Satu ranjang besi berukuran besar, lemari kayu jati dua pintu,.

Cermin tempel model lama yang terlihat masih bagus digantung di dinding kamar dekat jendela,.

"Ranjangnya besar, bisa untuk tidur kita bertiga kan,"

Kata Kais agak maksa,

Ia jelas sudah terlalu tidak nyaman sejak mendengar soal Bu Juwita yang melihat sosok perempuan menyapu di rumah si Mbah nya malam-malam,

Belum lagi semua yang baru saja dialami Ela, rasanya Kais belum apa-apa sudah malas sebetulnya membayangkan harus tinggal di rumah si Mbah,

Ah, andai saja ia tak kasihan pada Ela yang sedang dalam masa hukuman dari orangtuanya hingga harus tinggal di rumah Mbah, pastinya Kais juga enggan harus tidur di rumah Mbah yang makin lama tinggal makin membuat bulu kuduknya merinding,

Ela meletakkan kopernya di dekat lemari, lalu berjalan ke arah jendela kayu yang tertutup rapat.

Jendela kayu itu ukurannya cukup besar, Ela membukanya hingga udara baru dari luar dan sinar matahari siang itu pun langsung masuk menyeruak ke dalam kamar.

Kais sendiri baru akan berjalan ke arah tempat tidur untuk mengambil kayu rotan yang biasa digunakan untuk menggebuk kasur, saat ia seperti mendengar ada suara langkah kaki di depan kamar,

Kais yang mengira Bibik Resti dan Depy sudah datang pun akhirnya melongok dari pintu kamar,

Tapi...

Kosong.

Tak ada siapapun di sana, hanya tirai di pintu yang membatasi ruang depan dan ruang dalam saja yang terlihat meriap-riap dihembus angin,

Kais lantas menatap pintu menuju dapur rumah Mbah,

Gara-gara semua yang ia dengar, rasanya rumah Mbah sekarang memang jadi menakutkan,

Kais akan berbalik lagi, saat tiba-tiba bahunya ditepuk dari belakang hingga Kais pun nyaris terlonjak karena terkejut,

"Ada apa?"

Tanya Ela,

Kais yang sempat dibuat terkejut oleh Ela tampak menghela nafas, tangannya mengelus dada yang rasanya jantungnya hampir copot,

"Tidak apa-apa La, aku hanya salah dengar saja sepertinya,"

Ujar Kais,

Ela akan mengatakan sesuatu, ketika terdengar suara cablak Bibik Resti di depan bersamaan suara motor yang berhenti di halaman depan rumah,

"Bibik,"

Kata Kais yang merasa sedikit lega karena semakin banyak manusia di rumah Mbah,

Kais pun lantas keluar dari kamar dan menuju ruang depan untuk kemudian keluar untuk menyambut Bibik nya,

Depy uang menggendong ransel tangannya tampak membantu Ibunya membawa satu kantong kresek berisi belanjaan,

"Ibumu belum datang Kais?"

Tanya Bibik Resti tatkala Kais menghampiri Depy untuk membantu membawa barang,

"Belum Bik, paling sebentar lagi,"

Kata Kais,

Bibik Resti mengangguk,

"Ya jelas, Ibumu kalau sudah ke Bumiayu ya pasti lupa diri, sudah kebiasaan,"

Kata Bibik Resti pula, membuat Kais cekikikan,

Tentu saja memang begitu keduanya selalu ribut masalah hal sepele,

"Ya sudah biar masak nasi dulu saja,"

Ujar Bibik Resti sambil berjalan menuju dapur rumah si mbah,

Ela muncul dari kamar, ikut menemui Bibiknya,

"Bik,"

Sapa Ela yang lantas disambut heboh Bibiknya itu,

"Waduh La.. La, kamu ini, Bibik sampe jantungan di telfon orang tuamu,"

Kata Bibik Resti,

Ela tertawa kecil,

"Jantungan kenapa Bik?"

Tanya Ela,

Kais melewati mereka menuju dapur, disusul kemudian oleh Depy,

"Jantungan kamu katanya hajar teman laki-laki, aduh La... La... Kamu kok kayak pendekar,"

Kata Bibik Resti,

"Cuma kasih pelajaran saja Bik supaya jadi laki-laki jangan sembrana, itu tujuannya, tapi kadang tidak semua hal baik di pahami Bik,"

Tutur Ela,

"Ya La, memang begitulah kenyataannya,"

Bibik Resti mantuk-mantuk,

**-------------**

1
Kristianti 02
biasanya yg kaya gitu banyak ditemui di Jawa timuran setauku yh
Nur Bahagia
endingnya kok... 😅
aku kira endingnya Ratih berterima kasih sama ela, trs dia jadi pendampingnya ela buat menghajar temen2 kampusnya nya ela yg sombong2 itu
Nur Bahagia
🤦‍♀️ arwah nya Ratih mayah2 mulu
Nur Bahagia
Ratih ga sabaran ih minta tolong nya
Nur Bahagia
malah atraksi 🤭
Nur Bahagia
ternyata si tuan sebenarnya orang baik 🥳
Nur Bahagia
ini sebenarnya malem apa pagi sih.. waktu nya loncat2 kayaknya.. atau aku yg ga mudeng 🤣
Nur Bahagia
berarti sumber masalah nya adalah ibu tiri nya mbah buyut 😤
Nur Bahagia
sempet2 nya posting bu 🤣
Nur Bahagia
lho orang2 tadi pada ke mana🤔
Nur Bahagia
emangnya kucing 🤣
Nur Bahagia
langsung seneng ya vie dapet ongkir 😅
Nur Bahagia
wkwkwk 🤣
Nur Bahagia
berisik 👻
Nur Bahagia
ssstt berisik 👻
Nur Bahagia
nah lhoo 👻
Nur Bahagia
🤣
Nur Bahagia
enteng banget ngomong nya 😅
Nur Bahagia
rumah nya besar berarti.. kamarnya banyak.. tapi jadi makin sereemm
Nur Bahagia
biasanya ela kan berantem sama temen2 nya yg rese.. sekarang karena gabut, dia jadi mau berburu hantu 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!