NovelToon NovelToon
SEBENARNYA...

SEBENARNYA...

Status: tamat
Genre:Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:12.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: hijaudaun_birulangit

(Sudah tersedia versi cetak)


Perjuangan Andreas mendapat maaf dan cinta dari wanita yang telah ia nodai.

Andreas yang Tuan Muda dan terbiasa hidup mewah dengan segala fasilitas terbaik, sampai merelakan semua itu hanya demi mengejar Marisa, yang sayangnya begitu benci padanya sejak kehormatannya direnggut Andreas secara paksa.

Marisa yang hamil, terpaksa mengubur semua impian dan cita-citanya, bahkan harus rela dibenci Ibu kandungnya sendiri karena menjadi penyebab kematian Ayahnya.

Apakah menurut kalian orang yang jahat akan selamanya menjadi jahat?

Bisakah Marisa memaafkan Andreas yang telah meluluh lantahkan hidupnya?

Konflik yang menguras emosi serta air mata bisa kalian baca di sini.


Halo... Ini novel pertama saya di Noveltoon, ayo ikut larut dalam perjalan cinta Andreas dan Marisa.

Semoga menghibur ❤

-🍀-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hijaudaun_birulangit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERASAAN

"Maaf Mbak, ini ruangan private.." Marisa berdiri meghalangi langkah Eva.

Eva memandang tidak suka pada Marisa."Minggir pelayan!" hardik Eva mengagetkan Marisa. "Aku ingin bertemu dengan tunanganku!" tunjuk Eva pada Andreas yang masih diam di tempat tanpa mempedulikannya.

Marisa terkejut bukan main, bisa-bisa nya wanita berwajah secantik itu bisa mengekuarkan suara sekeras dan sekasar itu.

Andreas hanya melirik sebentar, Rendy segera bangkit dari tempat duduknya dsn berjalan ke arah mereka.

"Tidak apa-apa, beliau rekan kami." Rendy tersenyum sambil memegang pundak Marisa untuk menenagkannya. Rendy tahu,pasti Marisa terkejut dengan hardikan Eva.

"Baik.." Marisa menunduk sambil berjalan kembali ke temptnya duduknya

Eva langsung berjalan ke arah Andreas yang masih saja tidak mempedulikan kehadirannya.

"Kenapa ponselmu tidak bisa di hubungi.?" tanyanya cemberut sambil duduk di samping Andreas.

"Kenapa kau tahu kami di sini?" Andreas balik bertanya.

Eva mengigit bibir bawahnya jengkel dengan Andreas yang tidak mau menjawab pertanyaannya tapi malah balik bertanya. "Aku memasang GPS pada ponsel Rendy."

"Hah?" Rendy terkejut mendengarnya.

Ia yang duduk di samping Andreas segera memencet-mencet ponsel nya. "Kapan anda melakukannya..?? Bagaimana saya bisa tidak tahu?" Rendy terlihat panik.

"Hari terakhir saat aku datang ke kantor." kata Eva ketus. "kau meninggalkan ponsel mu di meja kerja. Dasar ceroboh!" lanjutnya.

"Aah..!" Rendy mengingatkanya.

Waktu itu Eva langsung masuk ke ruangannya, saat ia sedang tidak ada di tempat. "Pasti saat aku sedang sakit perut ." runtuk Rendy dalam hati.

"Ternyata wanita cantik itu tunangannya." kata Marisa dalam hati, diam-diam di perhatikannya mereka dari jauh.

Andreas menyadarinya, di lihatnya balik Marisa. Mata mereka saling bertemu,seketika Marisa menunduk.

"....aku ingin gaun pengantin warna putih berekor panjang..Dengan brokat mewah dan kain tile lalu...."

Eva masih terus bicara di samping Andreas yang bahkan tidak mendengar apa yang sedang ia bicarakan.

"Sayang..!".panggil Eva sambil mengoyang pundak Andreas meminta perhatian. "Apa kau tidak kangen pada tunanganmu ini..?" tanyanya cemberut.

"Tentu saja aku kangen" Andreas tersenyum sambil meraih kepala Eva dan menciumnya.

Eva membelalakan matanya terkejut.

"Uhuk..uhuk.." Rendy yang sedang minum tersedak dan terbatuk-batuk melihat adegan ciuman yang tiba-tiba.

Ia melihat ke arah Marisa yang tak kalah kagetnya melihatnya.

Dengan lihai Andreas memasukan lidahnya, membuat Eva semakin terbuai. Ia menempelkan rapat tubuhnya dan memeluk erat dada bidang Andreas. Hasratnya terhadap Andreas kian meninggi, mereka terus berciuman seolah di ruangan itu hanya ada mereka berdua.

Rendy meminum segelas es jeruk sambil memecet-mencet layar ponsel nya, pura-pura tak melihat. Mau menegur pun ia tak berani, ia memilih bermain game untuk mengalihkan perhatiannya.

"Maaf, saya permisi keluar sebentar."Marisa bangkit dari duduknya. Ia tak kuat jika harus melihat pemandangan seperti itu, ia risih sendiri dan akhirnya memilih keluar.

Rendy hanya mengangguk sambil kembali sibuk dengan ponsel nya.

Dengan ekor matanya Andreas melihat Marisa yang berjalan keluar ruangan.

Andreas langsung mendorong pundak Eva menjauh darinya begitu pintu di tutup Marisa dari luar.

"Ada apa?" tanya Eva bingung.

Andreas hanya diam, tampaknya ia sendiri bingung, kenapa ia tiba-tiba mencium Eva. Untuk apa ia melakukannya? Bukanlah ia lebih memilih mencium wanita bayaran dari pada Eva? Andreas mengkerutkan keningnya, wajahnya terlihat kalut.

"Ayo kita lanjutkan yang tadi, Sayang.." Eva bergelayut manja di lengan Andreas. "Bukankah..di dekat sini ada Hotel milik keluargamu.." bisiknya.

Andreas seperti tak mendengar, tiba-tiba ia berdiri. Mengejutkan Eva dan Rendy yang sedang asik dengan game di ponselnya.

"kalau kau mau tidur di hotel milik keluargaku, suruh Rendy yang mengantar. Kau akan tetap dapat diskon."

"Apaa..??" Eva mengangga tak percaya dengan kata-kata yang barusan ia dengar.

Ia tahu Andreas memang semaunya sendiri, tapi perubahan sikapnya hari ini terasa begitu aneh.

"Tuan Muda mau kemana..?" tanya Rendy ikut berdiri.

"Toilet." Andreas menjawab singkat sebelum keluar ruangan.

"ini gara-gara kau!" tunjuk Eva jengkel.

"Kenapa jadi saya yang salah?" Rendy tak mengerti.

"Kalau tadi kau langsung pergi, pasti Andre dan aku sudah melakukannya." Kening Eva kian berkerut memandang Rendy ."Kau tadi lihat kan bagaimana Andre menciumku? Itu pasti karena sebenarnya dia ingin. Tapi karena ada kau, makannya ia menjaga sikap." Eva mengomel panjang lebar.

Rendy hanya bisa memegangi kepalanya dan menghela nafas mendengarnya. "Mimpi apa aku semalam...??" runtuknya dalam hati.

Andreas berjalan mengitari Restoran Padang yang masih terlihat ramai itu. Matanya memperhatikan satu per satu pelayan yang memakai baju seragam yang sama. Dari kejauhan di lihatnya punggung Marisa, ia segera berlari mengikutinya.

Semakin dekat dengan Marisa, ia melambatkan langkahnya. Sengaja ia memberi jarak yang cukup jauh agar Marisa tidak mengetahuinya.

Di lihatnya Marisa berbelok ke sebuah lorong yang semakin sedikit orang dan membuka pintu sebuah ruangan yang bertuliskan "Khusus Karyawan." Ia mengikutinya.

Marisa tersentak kaget ketika pundaknya di tarik seseorang. Lebih terkejut lagi melihat siapa yang menariknya.

"Sedang apa anda di sini..?!"

"Kenapa kau pergi?" tanya Andreas.

Marisa melihat ke kanan dan kirinya dengan cemas. Di ruangan yang berisi loker karyawan itu tidak ada orang lain selain dirinya dan Andreas. Marisa takut jika di lihat karyawan lain akan menimbulkan gosip lain tentang dirinya.

"Ini sudah waktu nya saya istirahat, akan ada teman saya yang akan menggantikan untuk melayani anda dan teman-teman anda." Marisa membuang muka.

Ia tidak mau melihat wajah Andreas, lebih-lebih kedua mata Andreas yang berwarna coklat terang itu.

"Tolong lepaskan saya."Marisa memegangi tangan Andreas yabg berada di pundaknya dan berusaha menariknya tapi tak berhasil.

Andreas hanya terdiam, di lihatnya baik-baik wajah Marisa. Rambut hitamnya tergelung sederhana dengan beberapa helai rambut yang menutupi keningnya yang berkeringat. Mata hitamnya yang seprti anak kucing yang tersesat,.wajahnya yang terlihat pucat tanpa polesan make up apa pun, kecuali bibirnya yang mungkin di poles dengan lip glos merah muda.

Bibirnya...,Andreas menelan ludah. Hatinya terasa tak nyaman. Entah kenapa, ia sendiri bingung kenapa.

"Apa kau tidak memikirkan beasiswamu..?" tanya Andreas setelah sepersekian menit terdiam dan hanya memandangi Marisa.

Marisa mendongkakan wajahnya mamandang Andreas. "Terserah Bapak saja,." jawab Marisa berusaha kuat.

"Saya memang bersalah,tidak seharusnya saya berani menampar anda." Marisa menundukkan wajahnya.Ia menahan tangis,takut seandainya Andreas benar-benar mencabut beasiswanya.

Di angkatnya wajah Marisa dengan tangan yang satunya.

"DEG!" jantung Andreas berdetak kencang ketika ia melihat mata Marisa yang berkaca-kaca, sedetik kemudian satu tetes air mata mengalir dari pelupuk mata Marisa.

Andreas terkesima, baru kali ini ia melihat seorang wanita menangis tapi bisa terlihat begitu cantik. Cantik dan rapuh...

Tanpa sadar Andreas mencondongkan tubuhnya dan mencium bibir Marisa.

Marisa terkejut, di dorongnya tubuh Andreas menjauh darinya. Ia mengusap bibirnya dengan punggung tangannya dan segera berlari keluar dengan air matanya yang mengalir semakin deras.

1
Retno Desy (Ning)
Rendi anak angkat..
Retno Desy (Ning)
suka main perempuan jg ternyata
Retno Desy (Ning)
Bryan temen menyesatkan..
dan itu pasti narkoba kan
Retno Desy (Ning)
makin terbayang² ya ris,pandangan pertama walau dlm keadaan TDK baik🤣
Retno Desy (Ning)
lah pak Kirman siapa disini sebenernya yg salah
Retno Desy (Ning)
waduh kecelakaan..dan ini pasti andre
Retno Desy (Ning)
baca yg ke3x nya🥰🥰
Mugi
aku baca lagi min 💪💪🤭
Ciprut
karya terbaik
Al Fatih
sangat menyentuh hati ya kisa Marisa ini,dia gadis yg sangat berjuang keras demi bisa berkuliah di universitas agar suatu saat dia lus bisa mengangkat perekonomian keluarga ,harus di hadapkn dengan segala macam cobaan hidup,dan Andreas lelaki tampan mapan arogan dan tak Ter sentuh bisa takluk dan tunduk kepada Marisa karna satu kesalahan,Hem pokonya sangat thebest deh karya Ator yg satu ini
Al Fatih
datang lagi tur sekian purnama ,masih GK bisa muf,on,sama babang Andreas,ini yg kesekian kali nya aku baca novel sebentar.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
justru aku tertarik baca novel ini karena judulnya , alasan kedua karena komenen pembaca nya yg ketiga karena memang bagus ceritanya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
mau ikutan jawab ya 😂🤣 walau giveaway nya lewat

semua bab berkesan, aku pilih yg bisa buat aku terharu ini bab yg judulnya KEINGINANMU TERKABUL bab penuh bawang , POV Rendi yg bikin terenyuh siapa aja yg baca dan kebesaran hatinya Andre menerima Dave secara hukum sebagai anaknya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
wahhhh banyak nya pulsa 300k di tahun 2020 banyak nihh
kak author mengalir deras ya rejekimu.
yang bilang novelmu membosankan, hempaskan... dia maunya sat set Marisa dan Andre ketemu, tragedi p3m3rk*saan , terus nikah paksa , bahagia selama² nya.
abaikan kak abaikan...buatlah novel sesuai maumu bukan mau pembaca. karena novel yg bagus gk akan ditinggalkan pembaca justru banyak pembaca baru yg langsung jatuh cinta sama karya mu... sama kayak aku baca di tahun 2025 langsung terlope lope sama novel ini
semangat🥰
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
aku gk mau baca POV Rendy
GK kuat😭😭😭😭😭tapi penasaran
galau
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
sesuai harapan mu kan evaaaa😭😭😭😭😭makanya kalau ngomong jangan sembrono
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
yaaa gk mungkin kan Dave umur 3 tahun donorin darah buat Rendi 🤧🤧🤧sangking putus asa nya Eva
poor Rendi semasa hidup hanya ingin sama terlihat sempurna seperti Andreas tapi selalu dihina Eva...
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
kisah nya Johan ini gk kalah seru nya tapi kekunci😭😭😭
untung disini Spil tipis²
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
tapi yg kamu ucapkan soal Marisa suka sama Andre emang bener lenna...
tentang kamu yg mendesak Marisa segera menikah dg Andreas karena kamu cemburu dg Erwin agar melupakan Marisa itu juga benar , kamu berusaha mempertahankan pernikahanmu ... tapi sekali kali teflon di rumah diberdayakan ... kalau Erwin sok sok ingat Marisa lagi geplak aja pake teflon
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
RECOMMENDED‼️
KENAPA KALIAN HARUS BACA NOVEL INI⁉️

1. Banyak novel dg genre yg sama , tentang p3m3rk*saan dan berakhir nikah dg pelaku. disini beda , banyak pertimbangan sampai akhirnya Marisa mau menikah dg Andreas... gak mudah gaeesss perjuangan Andreas untuk mendapatkan hati Marisa , menguras emosi pembaca.

2. jempol buat author nya , keren banget dia buat karakter tokoh . di novel ini dijelaskan sifat baik buruk nya setiap tokoh... jadi pembaca gk akan jomplang dukung satu tokoh aja.

3. ceritanya bikin nagih, sekali baca gk akan bosen . aku nyesel baru ketemu novel ini dan semoga semakin banyak yg baca meskipun novel ini udah lama tamat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!