NovelToon NovelToon
Akhirnya Cinta Itu Hadir

Akhirnya Cinta Itu Hadir

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Umi Haifa

Andika Saputra seorang pemuda yang baru memasuki dunia kerja di ibu kota. Dia seorang arsitek, bekerja di perusahaan kontraktor "Satria Group" yang cukup punya nama di ibu kota. Kinerjanya sangat bagus dan kejujurannya menjadi perhatian manajemen perusahaan termasuk Gunawan Presdir perusahaan tersebut. Hingga Gunawan sangat menginginkan Andika menjadi menantunya, suami untuk Karina anak semata wayangnya.
Ujian demi ujian kehidupan dilalui oleh Andika, dari mulai kepergian ibunya utk selamanya, perjuangan meraih karirnya, termasuk perjuangan cintanya.
Akankah Andika berjodoh dengan Karina?
ataukah ada wanita lain yang dicintainya?

Temukan jawabannya.....!
Selamat membaca.

Salam
Umi Haifa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Haifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghadap Presdir

Hari senin Andika kembali beraktifitas di kantornya. Hari ini Andika datang lebih awal karena Erick minta disiapkan beberapa bahan untuk meeting dengan Pak Rudi. Meeting internal Divisi Proyek akan dilaksanakan jam 09.30. Entah kenapa hari ini perasaan Andika beda dari hari-hari sebelumnya, jantungnya terasa lebih berdebar-debar. Apa karena dia akan menghadap presdir?

Andika sudah menyiapkan beberapa jawaban dari pertanyaan yang mungkin saja nanti ditanyakan Presdirnya. Andika juga memperhatikan penampilannya , ia menggunakan kemeja yang menurutnya paling bagus yang ia punya. Andika memang termasuk orang yang perfect dalam penampilan. Ia selalu berusaha untuk menggunakan barang yang berkualitas tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dompetnya . Itulah cara dia menghargai dirinya. Selain menghargai orang lain, harus juga menghargai dirinya sendiri. Itu prinsipnya.

Andika sedang mencetak file yang akan dibawa rapat ketika Erick masuk ruangan.

" Gimana Bro beres?"

" Udah bang ni lagi di print." Jawab Andika

" Sip deh...makasih ya Bro."

" Ini kan nemang tugas saya bang." Kata Andika

" Kemarin Pak Rudi telfon, ingin meeting dimajukan hari ini, karena besok dia akan ke Kalimantan melihat proyek yang katanya bermasalah. Lu juga disuruh ikut meeting . Sepuluh menit lagi kita ke ruang meeting"

" Siap Bang." jawab Andika . Kemudian Andika mengambil berkas yang sudah dia print dan merapihkannya.

" Oh ya Bang jam satu siang saya diminta menghadap Presdir, sejak awal masuk saya memang belum pernah dipanggil ketemu beliau. Biasanya ditanya apa saja bang sama Presdir?" Tanya Andika

"Tenang saja Bro, ketemu Presdir itu nyantai...gak perlu ngapalin teori-teori, gak ada pertanyaan kaya wawancara calon karyawan. Paling ditanya keluarga kita, kegiatan di luar kerjaan, impian masa depan kita, trus Presdir pasti akan cerita riwayat hidupnya. Jadi nyantai aja Bro."

" Oh gitu ya Bang." Akhirnya Andika merasa lebih tenang.

" Setelah keluar ruangan beliau Lu pasti akan kagum sama Presdir kita....eh ayo kita ke ruang meeting" ajak Erick

Andika segera mengambil berkas untuk rapat dan bejalan mengikuti Erick menuju ruang meeting yang tidak jauh dari ruangannya.

Meeting pun berjalan dengan lancar hingga selesai tepat jam istirahat.

Pa Rudi memang pandai mengatur waktu, santai tapi tegas, selalu bisa mengarahkan bila ada pembahasan yang bertele-tele.

Andika dan Erick pun kembali ke ruangannya.

" Mudah-mudahan bukan Gue yang ditunjuk melanjutkan proyek yang di Kalimantan walaupun cuma 10 bulan." kata Erik sambil duduk di kursinya.

"Kalau bukan bang Erick paling Pak Febri atau Pak Dani. Memangnha kenapa, Bang Erick gak berminat? kan lumayan bisa promosi jabatan" tanya Andika

" Gak ah, mending Gue di sini. Gue gak mau jauh dari Marsya, ntar Gue pergi bisa-bisa dia makin jatuh cinta aja sama Lu." Jawab Erick sambil mencibirkan bibirnya.

Hah... bang Erick kok bisa berfikir sampai segitunya.

" Tenang aja Bang, gak mungkin saya berkhianat sama Bang Erick , yang ada saya akan jagain milik abang....ha...ha...." Andika merasa geli dengan ucapannya sendiri

" Ha...ha....apalagi itu ngejagain....nanti Lu jatuh cinta juga sama dia...gawat, trus Gue balik lagi kesini patah hati...gitu? Oh...no...no..." Erick menggerakan jari telunjuk kanannya.

" Ampun deh, abangku ini benar-benar parno karena cinta....tenanglah bang , lagian saya dah punya calon buat nanti dilamar."

Ya ampun PD banget sih,emang siapa calon yang mau dilamar? Riana?....emang dia bakalan mau? gak papa lah ucapan kan doa. Batin Andika

"Siapa calon Lu? Riska yang staf HRD itu yah?"

Erick memang pernah melihat Andika beberapa kali ngobrol berdua dengan Riska di kantin dan di lobi.

" Eh bukan bang, orangnya gak ada di sini" Andika khawatir Erick salah sangka.

" Lu cocok kayanya sama Riska, selera Lu kan yang kalem-kalem gitu." tambah Erick

" Nanti kalau yang calon pertama gagal boleh lah bang...he...he..." canda Andika

"Jadi Lu naksir dia juga...keren Lu punya cadangan."

" Eh... Bang gak makan? Andika mencoba mengalihkan pembicaraan.

" Eh iya udah jam setengah satu, ke kantin yuk" Ajak Erick

" Saya langsung ke mushola saja bang, saya lagi puasa. Di kantin kan pasti ada Marsya, buruan nanti keburu diambil orang."

Ah...Lu, manas-manasin aja. Ya udah Gua duluan ke bawah ya," Erick meninggalkan ruangan sambil berlari kecil.

Andika merapihkan berkas di lemari file dan langsung menuju mushola di lt.15.

Andika sengaja tidak berlama-lama di mushola, Dia langsung bersiap-siap menuju ruang Presdir yang tempatnya masih satu lantai dengan ruang kerjanya, hanya beda arah saja ke arah kanan dari lift.

Andika berjalan ke arah lift, dan tidak lama pintu lift terbuka. Ternyata ada Riska keluar dari lift, mereka berpapasan. Sebelum Andika masuk lift sempat menyapa Riska.

" Assalamualaikum Bu Riska, saya ke atas yah, maaf buru-buru." sapa Andika

" Waalaikumsalam." Jawab Riska sambil melihat ke arah Andika. Dan pintu lift pun tertutup.

Ah kenapa Pa Andika terlihat ganteng sekali, wangi lagi.

Riska berjalan ke ruangannya sambil senyum-senyum.

Andika keluar dari lift dan langsung berjalan ke arah ruangan presdir. Andika melewati pintu kaca yang otomatis terbuka. Ini pertama kalinya ia memasuki ruangan itu. Tampak ada satu set sofa untuk tamu menunggu sebelum masuk ke ruang khusus presdir, dan di depan ruang khusus presdir ada meja kerja lengkap dengan monitor LCD, mesin printer dan berkas file yang tertata rapi. Tampak seorang laki-laki muda usianya mungkin beberapa tahun di atas Andika sedang duduk melihat layar monitor.

Apa itu sekretaris presdir? tapi biasanya sekretaris seorang perempuan, ah mungkin itu asisten pribadinya.

Andika berjalan mendekati laki-laki itu.

"Selamat siang, saya Andika dari divisi proyek, diminta untuk menemui presdir."

" Selamat siang, Pak Andika yah, ya bapak tadi sudah menyampaikan jam satu ketemu Pak Andika. Bapak sedang makan siang dengan Pak Syahrul di dalam, silahkan duduk saja dulu. " Laki-laki itu mempersilahkan Andika duduk di sofa.

Andika duduk di sofa, dia melihat ke jam tangannya.

Jam 12.55. Masih lima menit lagi.

Andika memperhatikan ruangan sekitar, terlihat beberapa foto kegiatan perusahaan dan beberapa piagam penghargaan dipajang di dinding. Di sebelah ruang khusus presdir terdapat ruang meeting.

Tepat jam satu laki-laki itu terlihat memasuki ruang khusus presdir menyampaikan kalau Andika sudah ada di ruang tunggu. Dan tidak lama kemudian dia keluar langsung mendekati Andika.

" Pak Andika, bapak mempersilahkan Pak Andika masuk, silahkan."

Laki-laki itu mengantar dan membukakan pintu, Andika langsung memasuki ruangan presdir.

" Selamat siang Pak." Sapa Andika sambil membungkukan kepalanya ke arah Pak Gunawan yang sedang duduk di sofa dan tersenyum ke arahnya. Tampak Pak Syahrul juga duduk di sofa dan langsung berdiri.

"Silahkan Pak Andika duduk di sini." kata Pak Syahrul mempersilahkan Andika duduk di sofa yang tadi ditempatinya .

Andika meraih tangan Pak Syahrul dan bersalaman. Sebelum duduk Andika bersalaman dengan Pak Gunawan.

" Kalau begitu saya permisi dulu kembali ke ruangan saya, terima kasih makan siangnya Pak Gun," Pak Syahrul pamit dan meninggalkan ruangan presdir.

Tinggalah Andika dan Gunawan di ruangan itu. Sengaja Gunawan memilih duduk di sofa agar terkesan santai. Dan Andika pun merasa lebih tenang saat berhadapan dengan presdirnya, tidak seperti yang ia bayangkan sebelumnya.

bersambung

1
Islamiyah Iss
nanggung penasaran sama Riana juga mba
Islamiyah Iss
💪💪💪💪
inchieungill
kan bukan muhrim
inchieungill
koq salaman Thor?
ione
Luar biasa
ElHi
ini gada lanjutan lg ya thor?
محمد إقبال
sy sudah tamat 4 x thorr.., tapi belum puass, jadi candu malah
Ria
_👍🏻
Dwi apri
seru banget thor...banyak pelajaran yg bisa diambil
terimakasih
Dwi apri
suka sama cerita...sampai sini bagus, ga bertele-tele....suka sekali
Morani Banjarnahor
lanjut thor
Emi Kartini
Luar biasa
Fhyan Rachman
inspiratif
dementor
elo yang nanya,elo yang keder.. are you okay naradita????
dementor
dari benci jadi cinta.. Allah memang maha mengatur segalanya.. Alhamdullilah ya Allah.. 🙏🙏🙏
dementor
cerita cintanya band kahitna..
dementor
#timcandrariana#
dementor
sinetron andin pastinya.. betul nggak????
dementor
mantan terindah yang lagunya band kahitna.. yang dicover oleh penyanyi raisa.. mantan terindah..
dementor
libur dulu,kita olah raga ranjang saja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!