Parasit sering dipakai sebagai kata kiasan pengambaran : *Cara Hidup Seseorang*
Sebagaimana kisah yang terjadi dalam kehidupan Ambar Kirania, seorang Ibu muda bersama Rulof Kardasa, seorang Pejabat ASN. Begitu juga dengan Mathias Naresh, Pengacara muda bersama Angel Chantika, seorang calon model.
》Apakah mereka mampu hidup bersama parasit, atau tenggelam dan dihancurkan oleh para parasit?
》Ini adalah kisah orang-orang yang bertahan dan berjuang saat berada dalam lingkaran Manusia Parasit.
🙏🏻Yuuuukk., mari baca karya keduaku.♡
🙏🏻Semoga tidak berada dalam lingkaran ini.♡
Selamat Membaca.
❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Mathias - Erwin.
...~•Happy Reading•~...
Mathias bangun pagi, berolah raga ringan di dalam cabinnya, sebelum beraktivitas. Kemudian mandi, berpakaian kerja dan hanya minum air mineral hangat untuk mengisi perutnya yang kosong.
Sambil menuju ruang kerja, dia coba tidak mengingat peristiwa yang baru dialami. Pengkhianatan Angel membuatnya, berpikir lagi tentang kisah percintaan yang miris dan menyakitkan.
Selama hampir 2 tahun, dia berusaha menjaga dirinya dan juga Angel, agar berpacaran pada rel yang benar. Dia serius berpacaran dan berharap akan berlanjut ke jenjang berikutnya. Karena usianya sudah lebih dari 30 tahun dan berpikir Angel wanita yang baik dan tepat untuk mendampinginya.
Sehingga apa yang dilakukan oleh Angel merupakan pukulan yang berat baginya sebagai seorang laki-laki. Dia telah merencanakan untuk membangun rumah tangga bersama Angel dan percaya semua yang dikatakan Angel.
Walau selama ini, dia belum bisa memenuhi apa yang diinginkan Angel. Dia berharap dengan berkembang kariernya sebagai pengacara, lambat laun kehidupannya makin lebih baik.
'Ternyata ada wanita yang hatinya tidak secantik wajahnya. Kecantikan wajah jika tidak dibarengi dengan hati yang baik, bisa mencelakai orang lain. Terutama laki-laki bodoh yang tergiur pada kecantikan paras.' Mathias membatin, kesal dan marah terhadap dirinya sendiri.
Untuk mengurangi kegeraman hatinya, Mathias berdiri di depan jendela dan menarik krei untuk melihat lalu lintas di jalan raya yang mulai padat. Dia merenungi semua yang terjadi dan dialaminya.
'Hidup ini seperti sebuah kendaraan yang sedang melaju di jalan raya. Harus terus berjalan, walaupun ada hujan deras atau sedikit insiden, agar bisa sampai ke tempat tujuan.' Mathias membatin dengan rahang mengeras.
'Jika terjadi sesuatu, jangan menghentikan kedaraan dengan tiba-tiba, karena itu akan membuat kecelakaan atau tabrakan beruntun. Entah kita yang celaka atau mencelakai orang lain.' Mathias mengingat pesan Ayahnya.
'Aku mungkin tidak berarti bagi Angel, sehingga dia dengan gampang menghianatiku.' Mathias membatin. 'Hari ini aku bersyukur, tidak menjadi sorang penghianat.' Mathias mengingatkan dan menyemangati dirinya supaya terus berjuang.
Mathias menurunkan krei jendela lalu duduk di kursi kerjanya sambil melihat tumpukan dokumen yang ada di atas meja kerja. Kemudian dia mengeluarkan laptop, memeriksa dokumen satu persatu dan menyibukan diri dengan mulai bekerja.
Ketika melihat ponsel dan dompet Angel dan teman laki-lakinya yang ada dalam tas kerja, dia teringat peristiwa yang terjadi. 'Biarkan mereka mengurusnya sendiri.' Ucap Mathias dalam hati, dengan kesal dan memasukannya kembali ke dalam tas, tanpa berusaha melihatnya.
Tiba-tiba pintu ruang kerjanya diketuk. "Masuuuk... Ada apa Bagas?" Tanya Mathias, saat Bagas telah masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Selamat pagi, Pak. Tadi saya dihubungi oleh asisten Pak Erwin Senjaya. Beliau ingin bertemu dengan bapak hari ini untuk makan siang. Apakah saya bisa terima permintaannya? Menurutnya ada masalah di perusahaannya dan perlu bantuan hukum dari kita." Bagas menjelaskan.
"Boleh. Kau buat janji dengannya, dan beri tahu saya tempatnya. Untuk kerja sama, tunggu saya bertemu dengannya baru diputuskan." Mathias langsung menerima, karena ingin mengalihkan perhatiannya dari persoalan cintaannya yang kandas.
"Baik, Pak. Saya keluar sebentar untuk membeli sarapan untuk bapak." Bagas tahu boss belum sarapan, sehingga dia segera meninggalkan ruang kerja Mathias untuk beli sarapan tanpa tunggu diminta.
Setelah ditinggal Bagas, Mathias mencari informasi tentang orang yang bernama Erwin Senjaya dan mempelajari calon clientnya.
Ketika mengetahui calon clientnya seorang pengusaha sukses, Mathias bersemangat untuk bekerja lagi. Masih ada orang yang memerlukan bantuan dan menganggapnya berarti.
~*
Beberapa saat kemudian, Bagas kembali membawa roti dan kopi instant panas untuk sarapan Mathias. "Pak, sarapan ini dulu. Nanti agak siang baru saya pesan makanan yang agak berat. Hanya ini yang saya temukan di mini market sebelah." Ucap Bagas.
"Iyaa, t'rima kasih. Letakan saja di meja itu, nanti saya makan." Mathias menunjuk meja sofa yang ada dalam ruangan dengan wajahnya.
"Baik, Pak. Kalau perlu sesuatu, panggil saja saya. Hari ini saya tidak keluar kantor. Sekarang saya akan menghubungi Pak Erwin." Bagas meletakan sarapan di meja, lalu meninggalkan ruang kerja bossnya.
Bagas tahu, bossnya sedang sedih atas hubungannya dengan Angel. Karena mereka telah berhubungan cukup lama dan bossnya sangat menyayanginya. Selama ini, biar pun bossnya lagi sibuk, kalau Angel memerlukan bantuan, bossnya selalu mengutamakan dia.
'Kadang-kadang bossnya mengorbankan keperluan kantor, jika Mba' Angel minta dibelikan sesuatu. Baik itu baju, tas atau sepatu. Katanya untuk menunjang kariernya. 'Karier ular tangga.' Bagas membatin dan tersenyum mengingat ucapan bossnya.
Bagas menghubungi asisten Pak Erwin untuk memastikan pertemuannya. Setelah mendapat kepastian, Bagas kembali ke ruang kerja Mathias.
"Bagaimana, Bagas?" Tanya Mathias setelah Bagas masuk ke ruangannya lagi. Dia meletakan roti di tangannya, lalu berbicara dengan Bagas.
"Saya sudah menghubungi asisten Pak Erwin, Pak. Beliau ingin bertemu dan makan siang dengan bapak di DC Restaurant Vip." Bagas menjelaskan. Mathias mengangguk mengiyakan.
"Baiklah. Nanti kau periksa dokumen beberapa kasus ini dan tolong didata. Kasus mana yang harus ditangani terlebih dulu." Mathias berdiri mengambil dokumen, lalu serahkan sebagian dokumen yang ada di atas meja kepada Bagas.
Menjelang waktu makan siang, Mathias mengendarai motor sportnya menuju DC Restaurant Vip untuk bertemu dengan calon client, Erwin Senjaya. Mereka akan melakukan pertemuan bisnis dan makan siang di sana.
Mathias sudah tahu Erwin Senjaya adalah seorang pengusaha muda yang memiliki perusahaan tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Sehingga dia berusaha tiba tepat waktu.
Saat tiba di Restoran, Erwin telah menunggunya bersama asistennya. "Thanks, Pak Mathias." Erwin berdiri menyambut kedatangan Mathias dengan hati senang, karena Mathias mau bertemu dengannya.
"Sama-sama, Pak Erwin." Mathias menyalami Erwin lalu duduk di depannya. Kemudian Erwin mempersilahkan pelayan untuk menyajikan menu makan siang mereka.
Setelah selesai makan siang, Erwin menyampaikan maksud bertemu dengan Mathias. "Pak Mathias, saya memerlukan bantuan anda untuk menangani perkara perusahanku yang ada di Surabaya...." Erwin menjelaskan permasalahan hukum yang sedang dihadapi di Surabaya.
"Baik, Pak Erwin. Nanti saya akan mempelajari kasusnya. Mungkin saya perlu ke Surabaya untuk memastikan semua yang berhubungan dengan kasusnya." Mathias berkata serius, setelah mendengar penjelasan Erwin.
"Baik, saya akan menyiapkan semua akomodasinya. Pak Mathias katakan saja kapan akan berangkat ke Surabaya, nanti asisten saya akan menyiapkan semua keperluan Pak Mathias di sana." Erwin senang mendengar Mathias mau menerima kasus perusahaannya.
Dia sudah mendengar kehebatan Mathias dalam membela kasus-kasus yang ditanganinya dari beberapa rekan bisnis. Sehingga dia merespon baik rekomendasi tersebut dan berharap Mathias mau bertindak sebagai pembela dalam kasus perusahaannya.
"Baik. Saya akan menindak lanjuti hasil pertemuan ini dan nanti asisten saya akan menghubungi asisten Pak Erwin. Tolong anda siapkan semua dokumen dan berikan kepada asisten saya. Agar saya bisa putuskan, kapan waktunya ke Surabaya."
"Baik, Pak. Kami akan segera siapkan." Mendengar itu, Mathias segera pamit, karena ada kasus TQ yang harus ditangani.
Kemudian mereka berpisah di depan DC Restaurant Vip. Erwin Senjaya terkejut melihat Mathias meninggalkan tempat parkir dengan motor sportnya. 'Benar-benar seorang pria yang menarik dan keren.' Erwin berkata dalam hati, mengagumi Mathias yang tidak terlihat lagi.
...~●○♡○●~...