Kisah tiga orang pria playboy bernama Riko, Aril dan Romi yang bersahabat dengan dua pria lainnya yang bernama Refan dan Bagus.
Tiga playboy ini iri melihat kehidupan dua sahabat mereka lainnya yang sudah berumah tangga hidup dengan bahagia bersama keluarga mereka.
Hal ini membuat mereka juga ingin bahagia seperti sahabat mereka lainnya. Tetapi kedua sahabatnya menyuruh dan mendukung mereka untuk berhenti menjadi seorang playboy dan membantu mereka mendapatkan pendamping hidup yang mereka sebut bidadari surga.
Ternyata untuk menjadi pria yang baik sangat sulit, mereka menjalani berbagai cobaan untuk mendapatkan bidadari surga mereka. Mungkin itu hukuman atas perbuatan mereka selama ini.
Akankah mereka berhasil insaf menjadi seorang playboy dan mendapatkan bidadari surga mereka atau mereka akan kembali pada hobby lama mereka sebagai seorang playboy?
Silahkan ikuti kisah selanjutnya. Tapi sebelum membaca silahkan pilih menu favorit dan jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya ya untuk mendukung novel ini.
Terimakasih....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebelas
Apakah itu Cici? Cici kan jago karate katanya. Sepertinya aku tidak salah alamat mencarinya ke sini. Besok aku akan datang ke kampus ini lagi.
"Ayo jalan Pak" perintah Romi.
"Baik" jawab supir.
Baru saja mobil hendak berjalan tiba - tiba Romi ingat sesuatu.
"Stop.. stop.. Pak" cegah Romi.
Supir menginjak rem dengan tiba - tiba.
"Ada apa Pak?" tanya supir.
"Coba mundur sedikit" perintah Romi.
Sang supir memundurkan mobilnya dan kembali menghampiri mahasiswa tadi.
"Maaf dek, ke kantor polisi mana para preman itu dibawa?" tanya Romi.
"Oh di kantor polisi terdekat Mas" jawab sang mahasiswa.
"Oke, terimakasih ya" sambut Romi.
"Ayo Pak kita ke kantor polisi terdekat" perintah Romi pada sang supir.
"Baik Pak" jawab supir.
Mobil kembali menyala dan bergerak menuju kantor polisi terdekat.
"Sudah sampai Pak. Bapak mau ketemu orang yang Bapak cari di kampus tadi di kantor polisi ini?" tanya supir penasaran.
"Iya Pak, siapa tau dia adalah orang yang saya cari" jawab Romi.
Romi segera turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam kantor polisi.
"Selamat siang Pak" sapa Romi kepada polisi yang dia temui di kantor itu.
"Siang, ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya Pak Polisi.
"Maaf Pak kalau kedatangan saya sedikit mengganggu. Apakah barusan tadi ada preman dan seorang mahasiswi dibawa kemari?" tanya Romi.
"Ya benar, ada Pak" jawab Pak Polisi.
"Boleh saya tau siapa nama mahasiswi yang tadi sempat di ganggu sama preman - preman tersebut?" tanya Romi.
"Nama mahasiswi itu Shela Pak" jawab Pak Polisi.
Yaaah bukan Cici. Batin Romi kecewa.
"Mmm... dimana mahasiswi itu sekarang, boleh saya bertemu?" tanya Romi lagi.
"Maaf Pak, mahasiswi tersebut sudah pulang" jawab Pak Polisi.
"Oh baiklah kalau begitu Pak. Terimakasih atas informasinya Pak" sambut Romi.
"Sama - sama Pak" jawab Pak Polisi.
Romi balik arah dan keluar dari kantor polisi. Dengan langkah lesu masuk kembali ke dalam mobil.
"Bagaimana Pak? Apakah sudah ketemu sama orang yang Bapak cari?" tanya supir.
"Tidak Pak, bukan dia orang yang saya cari. Sepertinya pencarian saya masih panjang" jawab Romi.
"Sekarang kita kemana Pak?" tanah supir.
"Kita ke Hotel Pak" jawab Romi.
"Baik" balas Supir sigap.
Mobil bergerak meninggalkan kantor polisi dan berjalan menuju ke arah Hotel tempat Romi menginap selama di Surabaya.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di Hotel. Romi langsung cek in dan masuk ke dalam kamarnya. Saat keluar dari kantor polisi tadi entah mengapa Romi merasa sangat kecewa.
Kekecewaannya membuat Romi malas keluar kamar lagi dan memilih istirahat dan makan di kamarnya saja. setelah hampr setengah hari dia istirahat, malamnya Romi memutuskan untuk keluar dari Hotel.
Romi sengaja memesan supir tadi pada pihak Hotel untuk mengantarnya kemana saja selama dia berada di Surabaya.
"Kita mau kemana Pak?" tanya sang supir.
"Kita ke tempat makan atau tempat nongkrong anak muda yang lagi viral di kota ini Pak" jawab Romi.
"Baik Pak" sambut sang supir.
Supir membawa Romi masuk ke dalam Cafe yang tampak sangat ramai dan diisi oleh para muda - mudi.
Romi sengaja memilih tempat duduk yang strategis yang bisa melihat ke sekeliling cafe untuk mencari keberadaan Cici di tempat itu.
Sekitar satu jam Romi berada di situ memesan makan dan minum akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari tempat itu.
"Gimana Pak? Ketemu orang yang dicari?" tanya supir.
"Belum Pak. Coba bawa saya ke diskotik yang terkenal di kota ini" pinta Romi.
"Baik Pak" jawab Supir sigap.
Mobil melaju menuju tempat yang diinginkan Romi. Mereka sekarang sedang berada di parkiran diskotik yang terbesar di kota ini.
"Bapak mau ikutan masuk?" ajak Romi.
"Nggak Pak terimakasih. Saya nunggu di mobil saja" jawab sang supir.
Romi mengeluarkan kartu namanya kepada supir.
"Simpan kartu nama saya, siapa tau Bapak membutuhkan saya segera hubungi nomer ini" pesan Romi.
"Iya Pak" sambut supir.
Romi masuk ke dalam diskotik. Suara musik yang sangat keras memenuhi suara dalam ruangan tersebut.
Banyak sekali pengunjung yang datang malam ini. Romi memperhatikan satu persatu pengunjung di dalam diskotik tersebut. Berharap dia akan menemukan Cici di dalam sana.
"Haii tampaaaan" sapa seorang wanita yang mencoba mendekati Romi.
"Eh haaai... " balas Romi.
"Sendirian saja?" tanya wanita itu.
"Seperti yang kamu lihat" jawab Romi.
"Mau aku temani?" wanita itu menawarkan diri.
"Silahkan kalau kamu tidak sibuk" balas Romi.
"Saat ini aku sedang tidak sibuk, mungkin setelah ini. Aku akan sibuk dengan kamu" ujar wanita itu dengan gaya genit dan mencoba menggoda Romi.
Romi tersenyum mengerti apa maksud perkataan wanita itu. Baginya yang sering keluar masuk diskotik hal ini sudah biasa. Selalu saja ada wanita - wanita yang ingin menghibur pria - pria kesepian. Seperti dia malam ini kan datang ke tempat ini sendirian pasti wanita itu menduga Romi saat ini sangat membutuhkan teman.
"Mau minum? pesan saja" perintah Romi.
"Ups... aku suka nih pria tampan seperti kamu. Bukan hanya tampan tapi kamu sepertinya sangat pengertian" sambut wanita itu.
Sang wanita memesan minuman kepada bartender.
"Sepertinya kamu orang baru di sini? Aku tidak pernah melihat kamu selama ini?" tanya wanita yang ada di dekat Romi.
"Yup aku baru datang dari Jakarta" Jawab Romi.
"Oooh... eh iya kita belum berkenalan. Rasanya tak etis di traktir minum sama pria yang tidak di kenal" ujar Wanita itu.
Romi mengulurkan tangannya.
"Romi" ucap Romi memperkenalkan diri.
"Mely" jawab wanita itu sambil menyambut uluran tangan Romi.
"Ada urusan di sini? atau hanya liburan?" tanya Mely memulai pembicaraan.
"Lagi liburan dan ada sedikit urusan juga" jawab Romi.
"Lama tinggal di sini?" tanya Mely lagi.
"Mmm.. seminggu" jawab Romi.
Sesekali Romi melirik ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Cici.
"Kamu seperti sedang mencari sesuatu?" tebak Mely.
"Iya, aku sedang mencari seorang gadis di kota ini" jawab Romi.
"Ow yaaaah... siapa? keluarga, teman ataaaau.... " tanya Mely sambil mengedipkan sebelah matanya nakal.
"Seorang kenalan.." jawab Romi.
"Boleh aku tebak? seorang wanita?" tanya Mely lagi.
"Yup seorang gadis yang aku temui di diskotik di Jakarta. Aku hanya tau namanya dan dia tinggal di Surabaya" jawab Romi.
"Sepertinya wanita istimewa" sindir Mely.
"Tidak... aku hanya penasaran saja padanya. Dia sudah berani membohongiku" ungkap Romi.
"Hahaha... pria setampan kamu bisa dibohongi juga ternyata" ledek Mely.
Romi menatap Mely sesaat.
"Kamu sering datang ke sini?" tanya Romi.
"Setiap hari, aku kerja di sini. Ya... you know laaah" jawab Mely.
"Apa kamu pernah dengar nama Cici yang datang berkunjung ke sini?" tanya Romy.
"Mmm... sepertinya tidak ada. Ciri - cirinya?" tanya Mely.
"Kulitnya putih, wajahnya cantik, rambutnya panjang tapi tampilannya tomboy" ucap Romi menjelaskan.
"Gak ada... Tidak ada nama wanita dengan ciri - ciri seperti yang kamu katakan itu datang ke sini" jawab Mely.
"Oke terimakasih informasinya" Romi berdiri dan meraih dompetnya untuk membayar minumannya dan Mely.
"Kamu sudah mau pulang? Cepat sekali? Kita belum apa - apa?" tanya Mely.
Romi mengeluarkan beberapa lembar uang kertas berwarna merah kepada Mely.
"Nih bayaran kamu malam ini. Pulang dan istirahatlah. Malam ini kamu tidak perlu kerja" ujar Romi.
"Waaaow.. kamu baik sekali. Ini sangat banyak" sambut Mely dengan mata berbinar.
Romi berjalan menjauh dan meninggalkan Mely yang masih kesenangan diberi uang yang banyak oleh Romi.
"Apakah besok kamu ke sini lagi?" tanya Mely.
"Aku tidak bisa pastikan. Aku harus pergi, aku masih harus mencari gadis yang aku sebutkan tadi pada kamu" ujar Romi.
"Semoga kamu berhasil menemukannya" teriak Mely dalam keriuhan malam di tempat itu.
Romi segera bergegas dan berjalan keluar dari diskotik kemudian memerintahkan supir untuk segera meninggalkan tempat itu.
.
.
BERSAMBUNG
gua rasa hana cm mo anaknya d urus riko dh makanya nitip anak nya 2hr gua rasa gak bakalan balik2 lg...