NovelToon NovelToon
Nafkah Batin Yang Terbagi

Nafkah Batin Yang Terbagi

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:46.9k
Nilai: 5
Nama Author: Walet Biru

Pernikahan yang bahagia adalah dambaan setiap insan. Namun didalam perjalanan mahligai pernikahan tidak selalu indah seperti yang diimpikan. Karena setiap pernikahan pasti ada masalah dan cobaan yang datang silih berganti. Kerikil dan bebatuan datang menghadang langkah tiada henti.

Guntur dan Sovia adalah sepasang kekasih yang belum lama mengarungi bahtera rumah tangga. Pernikahan yang berawal dari perjodohan tidak membuat Sovia membenci suaminya. Ia berusaha sepenuh hati untuk menjadi istri yang shalihah.

Apakah Sovia bisa melewati halangan dan rintangan yang dihadapinya? Apakah Sovia dan suaminya bisa bahagia dalam membina rumah tangga?

Buruan baca dan subscribe novel ini sekarang juga! Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Walet Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengungkapkan Rasa

  "Maaf Bos, semua sudah selesai! Katanya pada mau pulang!" Ucap lelaki bernama Tono yang datang menghampiri Guntur.

  "Oh ya sory Ton, tadi ada sedikit urusan! Makasih ya Ton! Hasil panen kali ini melimpah!" Balas Guntur sambil memberikan amplop padanya.

  "Sama-sama Bos! Saya juga berterima kasih sekali sama Mas Guntur, kalau Saya masih dipercaya untuk merawat perkebunan ini! Kemarin saat panennya cuma sedikit dan harga jualnya anjlok, jujur Saya sangat sedih Bos! Saya merasa tidak enak sama Mas Guntur!" Kata lelaki berkulit hitam itu sambil menerima amplop coklat.

  "Nggak perlu dipikirkan Ton! Namanya bertani sayuran kadang, untung kadang rugi! Kadang harganya murah, kadang mahal! Bukankah Kamu sudah lama bekerja mengurus perkebunan ini, sewaktu almarhum Bapak masih ada, Ton?" Tanyanya sambil memegang bahu kiri Tono.

  "Sudah Mas! Sekitar lima tahun Saya ikut almarhum Pak Vendy, menggantikan Bapak Saya yang sudah nggak sanggup lagi mengurus perkebunan seluas ini!" Balasnya.

  "Ya sudah, sekarang Kamu samperin Ibu-Ibu yang sedang menunggu di kebun! Oh ya, sisa uangnya itu bonus buat Kamu!" Serunya.

  "Terima kasih banyak Bos!" Balas Tono sangat gembira.

  "Ya sudah cepat sana! Nanti pada marah karena Kamu kelamaan!" Pintanya.

  "Iya Bos! Sekali lagi terima kasih!" Seru Tono. Lelaki itu pun berlari penuh bahagia kearah Ibu-Ibu yang sedang duduk di area perkebunan. Sementara itu, setelah Tono berlalu dari hadapannya, Guntur seolah baru tersadar dari ucapan Wina yang belum lama datang menghampirinya. Tanpa membuang waktu lagi, lelaki itu pun berjalan dengan cepat menuju mobilnya yang terparkir di pinggir jalan. Begitu ia masuk kedalam mobil, dengan cepat mobil itu melaju dengan kencang meninggalkan area perkebunan.

  Setelah memarkirkan mobilnya di carport depan rumah, Guntur melihat Sovia sedang menyapu teras depan rumah. Ia pun mendadak ragu dan bimbang. Hatinya seperti tidak sanggup untuk mengatakan sesuatu yang pasti akan membuat istri yang dicintainya itu sakit hati. Namun ia hanya diberi waktu beberapa hari. Maka, mau tidak mau Guntur harus mengutarakan maksud dirinya untuk menikahi Wina.

  "Aku nggak ada pilihan lain! Aku harus bilang sekarang sama Sovia! Lagian sekarang, besok ataupun lusa, semuanya sama aja!" Ucap Guntur dalam hati. Dengan perlahan ia membuka pintu mobil disamping kanannya. Ia melangkahkan kakinya dengan perasaan yang sangat tidak karuan.

  "Assalamu'alaikum." Salamnya.

  "Wa'alaikumsalam. Tumben banget Mas, sudah pulang! Apa nggak ke bengkel?" Tanya Sovia heran.

  "Nggak Dek! Mas lagi kurang enak badan!" Balasnya.

  "Mas sakit?" Sovia tampak khawatir.

  "Sedikit pusing!" Jawab Guntur sambil melangkah masuk kedalam rumah.

  "Kalau begitu makan dulu Mas! Nanti minum obat terus istirahat!" Pintanya.

  "Iya Dek!"

  "Apa Mas pusing memikirkan hasil panen kali ini?" Tanya Sovia sambil mengambil nasi dan menaruhnya di atas piring.

  "Nggak Dek! Alhamdulillah panen hari ini hasilnya melimpah ruah!" Balas Guntur yang tengah duduk di atas kursi di ruang makan.

  "Alhamdulillah kalau begitu Mas!" Katanya sambil mengambil lauk ayam goreng dan sayur kangkung.

  "Mungkin Mas hanya kecapean! Soalnya cuaca hari ini kan sangat panas!" Ucapnya.

  "Ya, kalau Mas merasa cape atau sakit, mending istirahat dulu! Di bengkel kan sudah ada karyawan yang jaga! Jangan terlalu diforsir! Yang penting Mas harus jaga kesehatan!" Sovia memberikan piring berisi nasi dan lauk pauk, kepada suaminya. Ia pun pergi ke dapur untuk membuatkan secangkir teh hangat.

  "Ibu ke pasar dari jam berapa Dek?" Tanya Guntur. Ia pun kembali menyendok makanan dihadapannya.

  "Dari tadi pagi Mas! Sekitar jam sembilan!" Sovia menaruh cangkir dihadapan suaminya. Ia pun duduk di kursi didepan Guntur.

  "Kamu nggak makan siang Dek?" Tanyanya.

  "Tadi sudah makan Mas! Kirain tadi Mas langsung ke bengkel! Jadi begitu selesai nyuci pakaian, Aku langsung makan! Untung Aku belum ngantar makanan ke bengkel!" Jawabnya.

  "Sebenarnya, ada sesuatu yang mau Mas katakan Dek!" Kata Guntur sedikit ragu-ragu.

  "Mas mau bilang apa?" Tanya Sovia penasaran.

  "Nanti dulu ya! Tunggu Mas selesai makan!" Balasnya.

  "Iya Mas." Balasnya.

  Seperti yang dikatakan oleh Guntur, selesai makan ia duduk di atas sofa yang berada di ruang keluarga. Sovia pun duduk disampingnya. Jantung Guntur tiba-tiba mendadak berdegup dengan sangat kencang. Tubuhnya terasa panas dingin tidak karuan. Keringat dingin mengucur deras di wajahnya yang memerah.

  "Mas, sebenarnya Kamu mau bicara soal apa sih? Aku sudah nggak sabar!" Seru Sovia. Senyum lebar terpancar dari wajahnya yang cantik.

  "Soal...! Soal pernikahan kita sayang!" Jawabnya dengan sangat gugup.

  "Kenapa dengan pernikahan kita Mas? Apa masalah soal Aku yang belum juga hamil, Mas?" Tanya Sovia yang mendadak cemas.

  "Bukan! Bukan masalah itu Dek! Aku sama sekali nggak mempermasalahkan kalau Kamu belum hamil, sayang!" Jawabnya sambil menatap tajam kearah kedua mata istrinya. 

  "Lantas masalah apa Mas?" Tanya Sovia yang semakin penasaran.

  "Kamu masih ingat kan Dek, dengan Wina anak temannya Ibu yang kemarin pernah datang kesini?" Tanya Guntur.

  "Wina? Aku masih ingat Mas! Wina anaknya Bu Hamidah kan? Memangnya apa yang terjadi dengan Wina, Mas?" Tanyanya sedikit kaget.

  "Kamu masih ingat juga kan Dek, sewaktu Aku datang ke rumah Wina berniat untuk menolong Wina dari lelaki brengsek?" Tanya Guntur lagi. Mendengar pertanyaan suaminya, Sovia pun menganggukkan kepalanya beberapa kali.

  "Iya, Aku masih ingat! Memangnya kenapa Mas?" Ucapnya.

  "Saat itu Aku berhasil menghajar lelaki itu. Ia pun melarikan diri dari rumahnya Wina. Tapi disaat Aku sedang menunggu kedua orang tuanya Wina pulang, Aku meminum segelas minuman soda yang diberikan oleh Wina. Setelah meminum minuman itu, Aku nggak ingat apa-apa lagi. Begitu sadar, Aku sudah..." Guntur tidak bisa melanjutkan ucapannya. Keringat dingin bertambah banyak membanjiri wajahnya.

  "Sudah apa Mas?" Tanya Sovia dengan keras. Pikirannya mencoba menduga-duga. Ia masih berusaha untuk berpikir positif. Setelah berdiam membisu untuk beberapa saat, tiba-tiba dengan perlahan Guntur kembali bersuara.

  "Sewaktu Aku sadar, tanpa kusangka-sangka, Aku sudah berada di dalam kamar bersama Wina. Tanpa... tanpa selembar pakaian pun melekat pada tubuh kita." Seketika kedua matanya berlinangan air mata. Sedangkan Sovia sangat kaget ketika mendengar cerita suami yang dicintainya. Tubuhnya mendadak lemas tidak bertenaga.

  "Apa Mas??? Jadi Mas sudah berzina dengan Wina?" Tanya Sovia dengan keras. Air matanya seketika langsung menetes dipipinya.

  "Aku sama sekali nggak ingat telah melakukan zina dengan Wina, Dek! Aku benar-benar nggak ingat! Mungkin Wina telah menjebakku dengan menaruh obat tidur ke dalam minuman yang Aku minum! Kamu percaya denganku kan Dek? Mas nggak mungkin tega mengkhianati Kamu Dek!" Guntur mencoba menenangkannya. Kedua tangannya menggenggam jari-jemari Sovia.

  "Nggak tahu Mas! Nggak tahu Aku harus percaya dengan ucapan Mas apa nggak!" Balas Sovia sambil menangis sesenggukan dengan kepala ditundukkan.

  "Kamu harus percaya padaku, Dek! Aku nggak mungkin berbuat serendah itu! Aku nggak mungkin berselingkuh dengan wanita lain, Dek! Bodoh sekali kalau Aku mendzalimi istri shalihah secantik Kamu Dek! Aku dijebak!" Tangan kanan Guntur membelai jilbab istrinya dibagian atas kepalanya.

  "Benarkah yang semua Kamu katakan Mas?" Tanya Sovia perlahan sambil mengangkat kepalanya. Kedua matanya yang basah oleh air mata mencoba menatap wajah suami yang dicintainya.

  "Benar sayang! Lihat mataku Dek! Apa Kamu melihat kebohongan?" Tanya Guntur sambil mengusap air mata yang jatuh di pipi Sovia. Sovia pun menjawab pertanyaan suaminya hanya dengan menggelengkan kepalanya. Melihat maksudnya, Guntur langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat. Sovia pun membalasnya dengan memeluk tubuh suaminya.

  "Maafkan Aku telah menyakitimu, Dek!" Ucapnya.

  "Aku juga minta maaf Mas! Aku tadi sudah meragukan ketulusan cintanya Mas!" Balas Sovia.

  "Aku nggak akan pernah mengkhianati cinta Kita, Dek!" Kata Guntur meyakinkan Sovia.

  "Aku belum sanggup mengatakan kalau Wina hamil! Aku nggak tega melihat Sovia sedih!" Ucapnya dalam hati.

1
musuh pelakor
suami apaan yang kek gitu? kadang sakit bacanya:(
musuh pelakor
hamidah jadi halimah?
Fianto WB: terima kasih masukannya
total 1 replies
kavena ayunda
maless bgt harusnya kebongkar pas ceraii enak di gunturr laki brengsekk munafikkk pdhl dia uda enak2.ma jalang wina jijik q
Martifahsoemarno
coba tor gabung di fb grup novelton, promosi disono insya allah tambah pembacanya
Martifahsoemarno
ud lama gk mampir karna gk pernah up, sekali mampir ud tamat, ceritanya bagus aku suka
Martifahsoemarno
ud lama gk baca pas baca bikin jantung dekdekan, ceritanya makin seru
Fianto WB: mksh mba
total 1 replies
Martifahsoemarno
ud up lgi ya aku sampe lupa
pipi gemoy
Guntur ogeb nga selidiki dulu masa lalu si pelakor
pipi gemoy
aneh kelakuan Bu Halimah 😒
Martifahsoemarno
smg sovia gk menderita melulu seperti senetron tersanjung
Martifahsoemarno
pengen aku jambak itu rambut sm muka wina
Martifahsoemarno
bikin sovia bahagia tor jngn kalah terus sm wina sm mertua. smgt tor upnya
Martifahsoemarno
jngn bikin sovia terus menderita tor jngn kya senetron tersanjung
Martifahsoemarno
ceritanya makin seru, smngt tor
Martifahsoemarno
gk up ya tor, smngt ah
Martifahsoemarno
ayo tor smngt upnya
Fianto WB: tunggu ya
total 1 replies
Martifahsoemarno
gk up tor
Marlisa Lana
good
Martifahsoemarno
lanjut thor, smngt
Martifahsoemarno
lanjut thor, smngt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!