NovelToon NovelToon
Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / System / Militer / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dyoka

Seno adalah seorang anak petani yang berkuliah di Kota. Ketika sudah di semester akhir, ia menerima kabar buruk. Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan bus.

Sebagai satu-satunya laki-laki di keluarganya, Seno lebih memilih menghentikan pendidikannya untuk mencari nafkah. Ia masih memiliki dua orang adik yang bersekolah dan membutuhkan biaya banyak.

Karena dirinya tidak memiliki ijasah, Seno tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Mengandalkan ijasah SMA-nya pun tidak jauh berbeda. Maka dari itu, Seno lebih memilih mengelola lahan yang ditinggalkan mendiang kedua orang tuanya.

Ketika Seno mulai menggarap ladang mereka, sebuah kejutan menantinya.

----

“Apa ini satu buah wortel dihargai tujuh puluh ribu.” Ucap seorang warganet.

“Mahal sekali, melon saja harga lima puluh ribu per gramnya. Ini bukan niat jualan namanya tapi merampok.” Ucap warganet yang lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PH 11 Balas Dendam Renata

Sepulang dari kuliah, Miranda melihat beberapa kardus tertata di meja makan rumahnya. Melihat kedatangan Miranda, asisten rumah tangga yang ada di sana mendatangi Miranda.

“Non ini temennya Mas Ferdi tadi ngirim sayur itu. Katanya Non Mira yang pesen.” Ucap Susi.

“Iya Mbak. Itu emang aku yang pesen. Ada pesan khusus nggak Mbak dari Mas Seno?” Tanya Miranda.

“Itu yang ada di kardus mie instan katanya yang wortel pesenan Non Mira. Yang lainnya katanya bonus. Tapi Non, emangnya wortel sebanyak itu buat apaan sih? Non mau jualan sayuran sekarang?”

Susi memandang bosnya itu dengan heran. Cukup aneh jika Miranda membeli sayur apalagi dalam jumlah banyak seperti sekarang ini. Jika Miranda memang menginkan sayuran tertentu, dia tinggal bilang. Besok ketika belanja Susi akan membelikan sayuran yang Miranda inginkan.

“Ini itu wortel varietas baru Mbak Sus. Makan wortel ini bagus banget buat mata. Aku yang awalnya minus tiga sekarang nggak perlu pakai kacamata setelah makan tiga buah wortel. Terus, setelah itu aku makan tujuh wortel lagi. Apa Mbak Susi tahu apa yang terjadi dengan mataku sekarang?”

“Memangnya mata Non Mira sekarang jadi gimana?” Tanya Susi penasaran.

“Sekarang aku bisa melihat lebih jelas lagi. Dari tempatku berdiri sekarang, aku bisa melihat adanya semut yang merambat di gagang pintu kulkas.” Jelas Miranda.

“Ah masak sih. Nggak mungkin kayak gitu Non.” Ucap Susi tidak percaya.

Sekarang ini jarak antara Miranda dan kulkas kurang lebih sepuluh meter. Jika Miranda bilang dia bisa membaca beberapa tulisan yang menempel di sana dari tempatnya berdiri, mungkin Susi akan percaya. Tulisan itu tidak begitu kecil masih terlihat jelas.

Lalu, ada kemungkinan Miranda sudah menghafal setiap kata dari sticky note yang menempel di sana. Tetapi ini semut. Ukuran dari semut sangatlah kecil. Jadi bagaimana mungkin Miranda dari jarak sepuluh meter, bisa melihat hewan sekecil semut.

“Kalau Mbak Susi nggak percaya, Mbak Susi cek aja. Aku akan tetap di sini. Di gagang pintu kulkas sekarang ada tiga ekor semut.”

Langsung saja Susi menghampiri kulkas tersebut. Ia penasaran dengan ucapan Miranda barusan. Bosnya itu memberikan jumlah spesifik semut yang ada di sana. Jika itu benar, berarti wortel yang dibeli Miranda itu benar-benar memiliki kemampuan luar biasa.

Susi menyipitkan matanya, mencoba mencari keberadaan semut yang dimaksud Miranda. Tidak lama kemudian Susi menemukannya. Ia kemudian menghitungnya.

“Astaga.” Teriak Susi. “Non Mira hebat banget. Bener di sini ada tiga semut.”

“Apa aku bilang. Wortel yang aku beli ini memiliki kemampuan hebat. Mbak Susi ambil sepuluh wortel dari situ. Terus sepuluh lagi berikan ke Mbok Yah, mata Mbok Yah kan juga sedikit rabun. Mungkin wortel ini bisa bantu dia.”

“Lalu, ambil lima puluh buat sopir dan satpam, masing-masing orang ambil sepuluh. Dimakan langsung tanpa di jus juga enak Mbak. Rasanya cukup manis kayak jagung manis. Nggak hambar kayak wortel biasa.” Jelas Miranda.

Meski Miranda membeli wortel tersebut dalam jumlah banyak, tetapi ia berencana membaginya dengan yang lainnya. Ini karena hal baik haruslah dibagi. Sekarang saja, dari dua ratus lima puluh wortel yang ia beli dari Seno, Miranda hanya tersisa seratus delapan puluh wortel.

Miranda berniat membagikan ini kepada keluarganya yang lain. Saat ini Miranda belum berani mempromosikan wortel milik Seno kepada yang lain. Miranda tidak tahu apakah Seno bisa mensuplay wortel-wortel tersebut dalam jumlah besar.

“Lalu sayur-sayur yang lain gimana Non? Apakah itu juga punya kehebatan khusus?” Tanya Susi penasaran.

“Tidak. Itu sayur biasa. Tetapi rasanya lebih enak daripada yang lainnya. Itu sayur yang sama dengan sayur yangaku bawa pulang.”

“Oh yang disukai oleh Tuan Besar?”

“Ya. Jadi nanti masakkan sayur kesukaan Kakek dengan sayur itu.”

*****

Pagi harinya Seno disambut dengan pemandangan renata yang kini memandangi mie instan di depannya. Asap sudah tidak lagi terlihat menandakan bahwa mie tersebut sudah tidak lagi panas. Seno kemudian menarik kursi di depan adiknya dan duduk di sana.

“Kenapa nggak Kamu makan mienya Ren? Itu udah dingin loh.” Ucap Seno mengingatkan.

“Nggak bisa dimakan Mas.”

“Lah maksudnya? Waktu aku beli tanggal kadaluarsanya masih lama kok. Kenapa nggak bisa dimakan?”

“Aku kenyang banget. Aku pengen banget makan mie, dari semalem aku belum makan padahal. Tapi setelah bikin, perutku masih terasa penuh.” Jawab Renata sembari sesekali mengaduk-aduk mie yang ada di depannya.

“Apakah Kamu makan sup yang aku tinggalkan?”

“Iya kok Mas Seno tahu. Sup ayamnya enak. Aku abisin semuanya.”

“Sungguh? Kamu menghabiskan semuanya? Nggak bersisa?”

“Hanya sisa sedikit kentangnya saja.”

Mendengar hal itu, Seno tertawa lepas. “Hahaha… Aduk-aduh.” Karena terlalu keras tertawa, luka di wajahnya tertarik. Itu membuat Seno berhenti tertawa dan hanya menampilkan sebuah senyuman.

Seno memandang penuh arti kepada Renata. Jika tidak salah ingat, kemarin satu buah kentang Seno potong menjadi empat puluh potongan dadu. Saat ini Seno sudah sedikit merasa lapar.

Itu berarti empat potongan dadu dari kentang itu mampu membuat orang bertahan tanpa merasa lapar selama dua puluh empat jam. Sekarang ini, Renata memakan banyak dari potongan kentang itu. Sudah pasti adiknya itu akan mengalami penderitaan selama beberapa hari ke depan.

Ingin memakan sesuatu tetapi terlalu kenyang untuk memakannya merupakan sebuah penderitaan bukan?

“Kenapa Mas Seno tertawa seperti itu? Ngejek aku ya?”

“Selamat menjalani penderitaan selama beberapa hari ke depan.”

Seno tidak menjawab pertanyaan Renata. Laki-laki itu malah memberikan peryataan yang cukup aneh menurut Renata.

“Maksud Mas Seno apa?”

“Apa Kamu ingat bahwa aku sudah menanam beberapa varietas sayuran baru.”

Renata mengangguk. Baru kemarin Seno memeberitahunya mengenai hal ini. Jelas dirinya masih ingat.

“Nah kentang yang kamu makan itu salah satunya. Kentang itu mampu memberikan efek mengenyangkan bagi yang memakannya. Kemarin aku membuat sebuah sup dengan kentang itu. Aku hanya makan satu per sepuluh kentang.”

“Hasilnya, aku kenyang selama sehari penuh. Jika seper sepuluhnya saja bisa membuatku kenyang seharian, Kamu yang memakan dalam jumlah banyak jelas akan kenyang selama berhari-hari.”

Seno cukup senang dia tidak menderita sendirian. Meski ada rasa kasihan kepada adiknya, tetapi ia tetap akan berbahagia di atas penderitaan adiknya itu. Lagi pula, dengan adiknya tidak makan beberapa hari, ia akan menghemat uang jajannya.

Seno tidak akan mengkhawatirkan mengenai efek tidak makan selama beberapa hari terhadap kesehatan adiknya. Meski seharian kemarin tidak makan, Seno tidak merasakan lemas di tubuhnya. Jadi itu aman menurut Seno.

“Ah aku nggak percaya. Mana ada yang seperti itu.”

“Kalian pagi-pagi ngeributin apa sih?” Tanya Anita yang baru masuk ke dapur.

“Nah kebetulan ada kelinci percobaan yang dateng. Karena kamu nggak percaya dengan ucapanku, kita akan jadikan Anita sebagai kelinci percobaan.” Ucap Seno.

“Eh kalian bahas apa sih, kok pake bilang kelinci percobaan segala?”

“Udah Kamu duduk aja dulu.”

Setelah berucap demikian, Seno kemudian mengeluarkan sebuah kentang yang sudah ia simpan di laci atas dapurnya. Ia memotongnya menjadi sepuluh potongan kecil. Seno lalu mengambil satu potong dan merebusnya.

Sementara menunggu kentangnya matang, Seno bisa melihat kedua adiknya mengobrol. Renata tengah menjelaskan kepada Anita mengenai apa yang dimaksudkan Seno dengan kelici percobaan.

Mendengar penjelasan Renata membuat Anita merasa pensaran ingin mengetaui kebenaran ucapan Seno. Maka dari itu, ketika kentang itu matang dan sudah dingin, Anita langsung memakannya. Setelah memakan satu potong kentang itu hingga habis, rasa kenyang menyerang Anita.

“Eh bener. Aku sekarang merasa sangat kenyang sekarang.”

“Itu nggak akan jadi bukti bahwa itu bisa mengenyangkan seharian penuh.”

“Kita tunggu saja Ren. Sekarang siniin miemu itu. Biar aku makan aja daripada dibuang.”

Pada akhirnya mereka menunggu sampai kapan Anita akan merasa lapar. Renata terus mengikuti kemanapun Anita pergi. Ia tidak ingin kakaknya itu makan sesuatu secara sembunyi-sembunyi. Jika begitu, maka tes yang mereka lakukan akan gagal.

Hari itu hanya Seno saja yang makan dengan ‘normal’ di rumah itu. Kedua adiknya tidak ada yang mengisi perutnya. Pada pagi harinya Anita baru kembali merasa lapar. Itu tepat dua puluh empat jam sejak Anita memakan kentang.

“Mas Seno itu varietas apa memangnya? Kentang itu benar-benar bisa mengenyangkan selama seharian. Bayangin kalo ada banyak kentang seperti itu. Kita bisa membagikan itu kepada mereka yang kelaparan. Kentang itu bisa menjadi penyelamat.”

“Satu buah kentang bisa membuat orang kenyang selama sepuluh hari. Dengan beberapa kilo kentang seperti itu, bisa jadi kita bisa mensuplai makanan untuk puluhan orang selama satu bulan.”

Mengetahui manfaat dari kentang tersebut, jiwa sosial dalam diri Anita langsung bangkit. Ia memberikan banyak ide kepada Seno mengenai pemanfaatan kentang tersebut untuk penyelamatan banyak orang.

Ketika Seno sedang sibuk mendengarkan semua ide-ide dari Anita, Renata bangkit dari tempat duduknya. Ia kemudian memasak setengah potong kentang. Ia kemudian melembutkan kentang tersebut dan membuatnya berbentuk bola.

Renata lalu memberikan sebuah kedipan mata kepada Anita. Melihat kode yang diberikan adiknya, Anita bangkit dari duduknya. Ia lalu berdiri di belakang Seno. Tiba-tiba Seno mendengar Anita memberikan sebuah perintah.

“Sekarang.”

Bersamaan dengan itu, Anita mendekap tubuh Seno. Lalu, dari arah belakangnya Renata datang dengan kentang yang sudah dibentuk bola. Dengan sedikit paksaan, akhirnya mereka berhasil memasukkan kentang tersebut ke dalam mulut Seno. Jika begini, mau tidak mau Seno harus menelan kentang tersebut.

“Nah sekarang ganti Mas Seno yang akan menderita selama lima hari ke depan. Siapa suruh Mas Seno tertawa di atas penderitaanku. Hahaha.” Ucap Renata sembari menaruh tangannya di pinggang.

1
Hidayat 92a
kan bener. 20juta tiap 5 hari. ambil aja 1 bulan 30 hari. jadinya 20juta x 6 ya 120juta
Memyr 67
𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗆 𝗆𝗂𝗅𝗂𝗄 𝗌𝖾𝗇𝗈 𝖼𝖾𝗉𝗎
Memyr 67
𝗅𝗎𝖼𝗎 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗂 𝗆𝗈𝗅𝗒𝖺𝗉 𝗆𝗈𝗆𝗈𝗒 𝗂𝗇𝗂
Memyr 67
𝖽𝗂 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗉𝖺𝗆𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗂𝖻𝗂 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗎𝗆𝗎𝗋𝖺𝗇, 𝖻𝖺𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗄𝖾𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺. 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗄𝗂𝗍𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄. 𝖽𝖾𝗆𝗂𝗄𝗂𝖺𝗇 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗎𝖽𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖺𝗎𝖽𝖺𝗋𝖺𝗄𝗎. 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝖺𝗇𝗍𝖾 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗎𝗆𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗈𝗆 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖽𝗊𝗋𝗂 𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗒𝖺 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄.
Memyr 67
𝗌𝖾𝗆𝖺𝗄𝗂𝗇 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗁𝗈𝗋𝗈𝗋 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝗆𝖺𝗍𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗂, 𝖾𝗅𝖿 𝗄𝗈𝗄 𝖽𝗂𝗅𝖺𝗐𝖺𝗇
Memyr 67
𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌, 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝗆𝗂𝗋𝖺𝗇𝖽𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺. 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖾𝗌𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖺𝖽𝖺 𝗒𝗀 𝗉𝗈𝗅𝗂𝗀𝖺𝗆𝗂 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗌𝖺𝗃𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖺𝗆𝖺𝗋𝖺𝗍𝖺𝗄𝖺𝗇, 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝖽𝗎𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺. 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗆𝖺 𝗄𝖾𝖽𝗎𝖺 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗂𝗄𝗁𝗅𝖺𝗌.
Memyr 67
𝗍𝖺𝗄𝖽𝗂𝗋𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗍𝖾𝗋𝗀𝖺𝗇𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖺𝖼𝖺𝗎
Memyr 67
𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗉𝗎𝗅𝗎𝗁? 𝗂𝗇𝗂 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗎𝗉𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝗂?
Memyr 67
𝖼𝖾𝗋𝖽𝖺𝗌 𝗌𝖾𝗇𝗈. 𝗉𝗋𝖾𝗆𝗉𝗎𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗍𝗋𝖾 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗋𝖺𝗂𝗌𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗎𝗌𝖺𝗁 𝖽𝗂𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝗂𝗇
Memyr 67
𝗀𝖺𝗃𝗂 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 3 𝖻𝗎𝗅𝖺𝗇 𝖤𝖭𝖠𝖬 𝖩𝖴𝖳𝖠, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗉𝖾𝗋𝖻𝗎𝗅𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 1 𝗃𝗎𝗍𝖺? 𝗂𝗇𝗂 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗒𝖺?
Hidayat 92a: kan 2 orang pekerjanya
total 1 replies
Rach
ga lanjut ah yang Terus an nya aduhhh
Muhammad Azrori
bukankah sudah naik ke level 5.
kok ini masih di level 4
Muhammad Azrori
Brokoli apa Buncis Bos?
Brokoli kan tidak di perjualbelikan🙏🙏🙏
kang Deden
rest
😮‍💨: Mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
kang Deden
test
Galon Poca
Kejam...kejam dari Kejamban wkwkwkw/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Karno
novel nya mantap bagus, mc ga langsung op, sejauh ini, ini Novel bertema fantasi / sistem terbaik yg q baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!