NovelToon NovelToon
Mahila Arindra.

Mahila Arindra.

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Badboy / Tamat
Popularitas:227.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggika15

⚠️Adult romance⚠️

21 rate.

Mahila Arindra, seorang gadis cantik primadona di sekolahan nya dulu. Beberapa pria berusaha mendekatinya, namun Hila terus menolak mereka, salah satu nya Aksa.

Pria itu di tolak secara terang-terangan, sampai membuat nya dendam kepada gadis tersebut.

~Happy reading~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggika15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Golongan darah O.

Setelah terus menghubungi Yoga si putra sulung, dan menunggu nya beberapa menit akhir nya suara derum mobil terdengar memasuki halaman rumah nya.

—Brak..

Suara pintu di banting, lalu munculah pria berperawakan tinggi yang masih memakai kemeja kerja nya dengan nafas yang menderu-deru.

"Ya ampun Hila!"Yoga terkejut dengan ke adaan adik nya yang sudah bersimbah darah di pangkuan ibu nya, apalagi ketika melihat pergelangan tangan nya yang sudah berbalut kain dan di basahi darah yang terus mengalir.

"Cepat bawa Hila, tubuh nya semakin melemah."Tukas Arina sambil terus menangis.

Yoga mengangguk, tampa ragu ia langsung memangku tubuh Hila yang sudah sangat lemah, dengan darah yang sudah berceceran kemana-mana memenuhi kemeja nya, kemudian berjalan ke arah luar untuk segera memasuki mobil nya.

"Mah, tolong buka pintu nya!"Ucap Yoga yang kini sudah kelihatan sangat panik.

Arina menganguk, lalu segera membuka pintu mobil dan masuk ke dalam nya.

"Biar mama pangku."Suara nya pelan, lalu menepuk paha nya untu di jadikan sandaran kepala Hila.

"Ya tuhan kenapa bisa seperti ini."Yoga terlihat gusar dengan langkah kaki memutari mobil, lalu segera menyusul masuk dan melajukan mobil nya cukup kencang menuju Rumah Sakit terdekat.

^

^

Sesampai nya di Rumah Sakit.Yoga kembali memangku tubuh Hila, lalu membawa nya berlari masuk ke dalam rungan UGD, untuk segera meminta pertolongan.

"Tolong adik saya Sus!"Yoga berteriak, sampai membuat semua mata tertuju pada dirinya.

Namun pasang mata langsung tertuju pada tangan kanan Hila yang di lilit selendang yang sudah mulai membasah karena darah nya yang terus keluar.

Dengan tindakan cepat para petugas medis langsung menghampiri Hila yang sudah Yoga baring kan di atas berangkar.

"Pasang selang infus, oksigen dan alat untuk melakukan operasi kecil.Syukurlah, bekas sayatan nya tidak terlalu dalam."Teriak seorang Dokter.

"Ya ampun darah nya banyak sekali!"Seorang perawat menatap nanar wajah Hila yang sudah mulai memucat.

Sementara itu Yoga berdiri menjauh dari kerumunan Dokter dan para perawat, terus mencoba menenangkan ibu nya yang terus saja menangis histeris.

"Tolong Hila Dok, tolong putri saya."Arina terus merancau.

"Mah, tenang! Hila akan baik-baik saja.Dia gadis yang kuat."Yoga terus mengusap punggung Arina sambil sesekali mencium kening Arina yang sedang berada dalam pelukan nya.

"Hila sudah tidak sadar kan diri Ka! bagaimana ini?"Arina terus terisak dengan tangan yang terus meremas kemeja yang di kenakan Yoga.

"Bapak sudah tahu?"Tanya Yoga.

Arina menggelengkan kepala.

"Biarkan saja, dia sedang bekerja."Sergah Arina."Kamu juga kalau mau kerja lagi berangkat saja, Hila biar sama mama."Jelas nya kembali.

"Pak Wijaya baru saja menyelesai kan miting nya, jadi aku sudah senggang mah.Tenang saja, aku adalah asisten orang yang sangat baik, dia akan mengerti."Kata Yoga."Apa lagi menyangkut Hila, sibuk pun Yoga akan tetap pergi dari perusahaan."Timpal nya kembali.

Sedang terus berusaha membuat Arina tenang,tiba-tiba seorang pria tampan berjas putih datang menghampiri kedua nya.

"Kita butuh beberapa kantong darah pak.Setok darah golongan O sedang kosong di PMI."Ucap nya.

"Baiklah, saya akan mendonor kan darah saya.Golongan darah kita sama."Ujar Yoga.

"Baiklah, tapi kita butuh satu orang lagi."Kata Dokter tersebut.

Yoga mengangguk.

"Saya kabari dulu ayah saya."Jelas Yoga.

^

^

Beberapa jam Arina bersitegang dengan ke adaan Hila.Akhir nya kini tim medis berhasil menolong Hila yang sudah hampir tewas karena ke habisan darah.

Ada sedikit perasaan lega ketika pandangan mata nya kini melihat Hila sudat terlihat agak membaik yang berbaring di ruang perawatan.

Kedua tangan Hila di hiasi jaruk suntik yang dengan selang kecil yang menggantung, tangan kiri nya di aliri cairan bening, sementara tangan kanan nya di aliri cairan berwarna merah kental dengan hidung yang juga terpasang selang oksigen.

"Kenapa Hila belum bangun pak?"Ucap nya dengan raut wajah cemas.

"Sebentar lagi mah."Timpal nya lalu menoleh dan tersenyum ke arah Arina.

Berbeda dengan Arina yang terus membeo menanyakan kapan Hila akan terbangun.Yoga hanya terdiam, berdiri di samping ranjang yang di tempati Hila dengan tangan yang di lipat di atas dada.

"Hila kenapa mah?"Tiba-tiba saja Yoga bertanya.

Arina terdiam, hati nya bimbang untuk memberi tahu penyebab Hila seperti ini.Mengingat Yoga adalah seorang kaka yang sangat menyayangi adik prempuan nya, bisa saja Yoga mematah kan leher Aksa ketika Arina memberi tahu penyebab utama dalam ke jadian ini ada pria itu.

"Mah! Hila kenapa bisa sampai seperti ini?"Tanya Yoga kembali.

"Mama juga nggak tahu ka, Hila pulang nangis terus ngurung diri di kamar."Sahut nya berbohong.

Yoga menghela nafas nya pelan, lalu duduk di bangku tepat di samping Hila.

"Dek bangun, kata nya mau ke rumah kaka.Ko malah kaya gini."Ujar nya lirih.

"Janji deh kalo kamu cepet bangun kaka bakalan teraktir belanja."Ucap nya sambil terkekeh namun air mata nya mengalir di atas pipi nya.

Arina bangkit, lalu berjalan mendekat ke arah Yoga.

"Kaka kalo mau pulang, pulang saja.Ganti baju nya dulu, bawaan nya serem, kemenja putih dengan bercak darah di mana-mana."Arina mengusap punggung anak sulung nya.

"Nanti Yoga pulang, tapi kalo Hila udah bangun."Ujar nya."Kalo mamah sama bapak mau pulang dulu boleh, Hila biar Yoga yang jaga."Tukas nya kembali, kemudia mendongkakt menatap Arina yang sedang berdiri di samping nya.

Arina hanya tersenyum, lalu mengeleng kan kepala nya dan kembali berjalan ke arah sofa di mana Indra duduk dengan seragan security yang masih melekat di tubuh nya.

"Hila kenapa?"Indra berbisik.

Arina menatap suaminya lekat, lalu berbisik.

"Jangan bahas disini, nanti Yoga dengar."Kata Arina.

"Apa karena,....

"Iya pak. Sudah jangan berisik!"Arina menjengit, takut Yoga mendengar obrolan ke dua nya.

^

^

"Hila kemana?"Tanya Aksa kepada Irfan yang datang menghampiri ruangan nya.

"Saya nggak tahu pak, tapi bu Hila nggak ada di ruangan nya."Sahut nya.

-Deg..

Perasaan nya berubah menjadi tidak karuan, takut hal terburuk menimpa Hila, apalagi gadis itu pergi dengan ke adaan yang tidak baik-baik saja.

"Motor nya ada?"Tanya Aksa.

"Nggak ada pak."Jawab Irfan.

"Ya sudah, sementara kamu jaga ruangan Hila, dan jawab panggil yang masuk ke telpon kantor."Titah Aksa lalu di angguki Irfan dan segera pergi keluar dari ruangan nya.

Aksa beranjak, lalu membawa kunci mobil nya dan keluar dari ruangan nya.Langkah Aksa terus berjalan cepat menuju Fortuner hitam nya yang terparkir.

Tuit..Tuit..

—Brugh..

Derum mobil Aksa sudah terdengar, lalu mundur perlahan meninggalkan parkiran yang hampir di penuhi motor para pekerja nya.

Kamu baik-baik saja kan Hila? aku minta maaf, ini di luar kendali ku.Aku sudah berjanji untuk berhenti, dan menjalani hubungan yang sebenar nya dengan mu, tapi Yuna terus mengancam untuk melenyap kan nyawa nya kalau aku tetap bersama mu.Aku haru bagai mana sekarang, tampa aku sadari ternyata cinta untuk Yuna perlahan memudar, atau bahkan memang tidak pernah ada.

...TBC🌻🌻🌻...

...Jangan lupa! like, vote, dan komen......

1
choowie
menjaga nyawa Yuna tapi perlahan membunuh hila😡
choowie
segitu aZa udh frustasi ☹️
choowie
nyesek bgt🥺🥺🥺
choowie
dosa woiiii😡
choowie
bulshiit☹️
Anggika15: Tulisan othor disana masih cakacakan lho, ka😂🥲
total 1 replies
Ani Nur
ga ad kelanjutan ya thor
Anggika15: Mungkin nanti di bikinin season 2 nya ka
total 1 replies
Ani Nur
ya THN mentang2 penganten Bru Hajar bleh😂😂😂ledes2 deh wkwkwkwkwk
Ani Nur
aku nangis BCA nya
Ersa
bagoossss
Ersa
yessss
Ersa
kesel ma aksa
Ersa
cerai aja biar aksa dibuat menderita
Ersa
aku dukung...
Ersa
lanjut
Ersa
🤭😂😂😂
Ersa
yah resiko celup celup teh gitu tuh. mo anakmu ato bukan ya pusing deh
Benazier Jasmine
up thoooor
Anggika15: Kalo yang ini novelnya sudah tamat ka, ada dua yang masih berlanjut boleh check profil othor. Judulnya Jovian Alton (Bodyguard seumur hidup)
total 1 replies
Benazier Jasmine
up thooor
Anggika15: Itu udah lama tamat cuyung, mungkin nanti di lanjutin sama cerita anaknya aja😁
total 3 replies
Benazier Jasmine
semoga aksa & hila bersatu
Benazier Jasmine
mudah2an hanya manipulasi saja si yunna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!