NovelToon NovelToon
Karena Kamu, Jodohku

Karena Kamu, Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:566.8k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

"Terkadang kita harus merelakan sesuatu hal bukan karena kita menyerah tapi mengerti bahwa ada hal yg tidak bisa dipaksakan."

Itulah yang dipikirkan Devinta Dwi Suseno saat mengetahui pria yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya ternyata kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya .

Namun setelah 5 tahun menghindar , takdir berkata lain . Ia kembali di pertemukan dengan Arnold Prayoga , pria yang paling tidak ingin Ia temui .

Bagaimana kelanjutan lika liku hubungan Devi dan Arnold ? Bisakah Devi keluar dari bayang bayang penghianatan Arnold di masa lalu ? Apakah kisah mereka akan berakhir bahagia bersama ?

" Sebab sepanjang kita berjalan, menghindar, berpura-pura tidak mengetahui atau apapun itu, kita akan tetap akan bertemu apa yang ditakdirkan untuk bertemu . "

"Karena pada waktunya, tanpa kau rencanakan pun, jodoh tak akan pernah tertukar."

( Inilah karya pertamaku , Karena Kamu Jodohku )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 10 Flashback Chapt 8

Devi POV

Hari demi hari berlalu. Tak terasa hubunganku dengan Arnold sudah berjalan selama 4 bulan.

Selama ini belum ada masalah berarti dihubungan kami. Paling hanya Arnold yang cemburu atau aku yang menurut Arnold sangat sibuk dengan pekerjaanku.

Kuakui akhir akhir ini memang Aku saagat sibuk dengan pekerjaan ku, Aku sedang mengerjakan sebuah riset yang nantinya akan ku ikutkan dalam kompetisi yang hadiahnya berupa beasiswa pendidikan kedokteran bedah yang di adakan oleh salah satu universitas terkenal di London.

Aku belum membahas perihal niatku ini ke Arnold. Banyak alasan mengapa aku tidak membahasnya.

Pertama Aku tidak yakin Arnold akan menyetujui ideku untuk melanjutkan sekolah kedokteran lagi di tempat yang jauh dikarenakan sifat posesifnya.

Yang kedua, karena kedua pihak orang tua kami saat ini sedang membicarakan untuk mengadakan acara pertungangan kami.

Bukannya aku gak mau tungangan dengan Arnold, hanya saja sampai saat ini Arnold belum pernah menyatakan cinta ke Aku.

Ia hanya selalu bilang kalau Ia sayang sama aku, Ia membutuhkanku.

Walaupun sebagian orang menganggap itu cukup, tapi aku juga sangat berharap kata-kata Arnold mencintaiku dapat terucap dari mulutnya sendiri.

Dari semua perhatian dan cemburunya ke Aku, ku pikir mungkin Arnold sudah mulai membuka hatinya ke aku. Ku pikir untuk melanjutkan ke jenjang tunangan sepertinya aku masih ragu, masih terlalu cepat bagi kami berdua.

Tapi saat kedua orang tua kami menanyakan pendapat kami soal pertunangan, Arnold tanpa berpikir dan meminta pendapatku, malah menyetujui usulan kedua orang tua kami untuk mengadakan pertunangan dalam waktu dekat .

Alasan terakhirku belum memberi tau Arnold soal beasiswa kedokteran ini, karena belum pasti juga aku lulus. Ini merupakan kompetisi besar, ada beberapa dokter bedah dari rumah sakit lain yang sangat kompeten turut ikut dalam kompetisi ini.

Hubungan kami berjalan seperti layaknya pasangan lain. Hanya saja ditambah dengan sikap cemburu dan posesif Arnold yang berlebihan.

Tapi harus ku akui Arnold juga sangat perhatian kepadaku, seringkali Ia ke rumah sakit untuk membawakan ku makan siang saat kami tidak bisa makan siang bersama atau makan malam saat aku dapat giliran jaga malam di rumah sakit.

Setiap hari kami tak pernah melawatkan untuk berkomunikasi, pesan-pesan dari Arnold selalu saja masuk ke ponselku setiap saat.

Entah dia mengingatkan untuk istirahat, makan, atau mengingatkanku agar aku menjauhi pria lain.

Suatu waktu , hari itu adalah hari minggu . Dan seperti hari minggu yang sebelum sebelumnya, kami berdua akan lari pagi di taman dekat rumahku.

Setelah lari beberapa putaran di taman itu, aku mengajak Arnold untuk sarapan bubur ayam yang tadi kulihat saat kami sedang berlari.

" ayo sini.. " aku mengajak arnold ke arah gerobak penjual bubur ayam yang ku maksud.

ku lihat masih ada beberapa kursi kosong disana,

aku segera mendudukkan diriku di kursi itu dan menarik satu kursi lagi ke sampingku untuk diduduki Arnold.

Aku menepuk nepuk kursi disampingku sambil memanggil arnold,

" ayo duduk sini "

Walaupun awalnya menolak, akhirnya dia duduk juga di kursi itu.

Arnold mendekat ke arahku dan sedikit berbisik,

" kamu beneran mau makan disini? Kalau mau makan bubur ayam kita ke hotel ku aja, disana pasti ada menu sarapan bubur ayamnya juga"

" ngapain jauh-jauh kesana. Disini juga ada " jawabku menolak ajakannya.

" Mang, bubur ayamnya dua porsi yah...pake extra telur dan bawang goreng yah mang " aku sedikit menaikkan volume suaraku untuk memesan makanan yang di balas dengan isyarat OK dari mamang penjual bubur itu.

Sambil menunggu pesanan kami, kuedarkan pandanganku ke sekeliling.

ku lihat beberapa dari mereka juga sedang menatap kami.

BUKAN. Yang benar bukan menatap kami tapi menatap Arnold.

Ku lihat, sekumpulan gadis yang kalau di perhatikan mungkin masih anak SMA atau kuliah di semester awal terus melirik lirik ke arah Arnold sambil sesekali tertawa.

Atau terkadang saat tak sengaja pandangan mereka bertemu dengan Arnold, mereka berani untuk tersenyum-senyum malu.

Aku rasa-rasanya kesal melihat gadis-gadis itu seperti sedang menarik perhatian Arnold.

Saat pesanan bubur kami datang ,

aku menyambutnya dengan riang " wahhh akhirnya ngidam bubur ayamnya kesampaian yahh sayang"

Aku berkata ke arnold dengan volume suara sedikit besar dan aku pastikan gadis- gadis centil itu bisa mendengarnya

Arnold tidak menjawab, hanya tersenyum paham akan maksud ucapanku tadi membuatku jadi malu akan perbuatanku barusan.

saat aku sedang makan, arnold kembali berbisik, " jadi kamu sedang ngidam bubur ayam yah sayang ? tapi apa yang ku perbuat sampai kamu bisa tiba-tiba ngidam begini " tanyanya menggodaku sambil tertawa.

Aku yang mendengarnya hanya merasa makin malu saja.

" ihhh apaan sih.... udahh ah gak usah di bahas lagi " jawabku sambil sedikit menarik kursiku menjauh dari Arnold.

" atau pulang dari sini kamu mau gak sayang , aku buat jadi ngidam beneran ? " tanyanya masih terus-terusan menggodaku.

aku tak menjawabnya hanya sedikit mengerucutkan bibirku.

Arnold pun tertawa melihatku seperti itu.

Selesai menghabiskan bubur ayam kami berdua, kami berjalan bergandengan tangan menuju mobil kami yang terparkir tak jauh dari taman tadi.

" Sayang, abis dari sini kita pulang ke apartement ku yuuk, aku ingin masakin kamu sesuatu " , ajaknya

" tumben banget mau masak, tapi antar aku pulang dulu untuk bersih-bersih dan ganti baju dulu, ini udah bau.... " , jawabku menyetujui ajakannya.

Sesampainya di rumahku, kulihat Papaku masih sibuk mengutak atik mobilnya. Kebiasaan papa kalau hari libur tiba.

Aku langsung masuk ke rumah, bergegas ke kamarku untuk mandi dan siap-siap, sedang ku dengar Arnold menemani papaku mengobrol sambil sesekali terdengar suara tawanya.

Empat puluh menit kemudian, aku sudah siap.

Sekali lagi ku periksa penampilanku di depan cermin.

Aku menggunakan dress berwarna hijau mint selutut yang memiliki kancing dibagian dada , bagian leher berbentuk huruf V sehingga memperlihatkan leher putih mulusku yang jenjang.

Rambutku ku ikat bunny hair ke atas dengan Beberapa helai rambut yang terjatuh dibagian samping.

Tak lupa pula aku memakai high hells ku dengan tinggi 7cm untuk melengkapi outfit kuhari ini

Aku menggunakan make up tipis, selain karena ini masih terlalu pagi, tujuan kami pergi juga hanya ke apartement Arnold.

Setelah ku rasa semua siap, aku turun keluar dari kamarku dan ku lihat Arnold , kak devan (satu-satunya kakak laki-lakiku) serta mama papa sedang ngobrol di teras rumah.

" ayo pergi aku udah siap " ajakku ke Arnold.

" mama papa aku ijin ajakin devi pergi dulu yah.. " Arnold meminta ijin pada kedua orang tuaku.

Setelah berpamitan dengan mama, papa, serta kakakku, Arnold segera melajukan mobil menuju apartemennya.

.

.

.

.

.

to be continue

1
Nadia
aku setop baca, terlalu mudah sidevi, bego, cuman buat cadangan, atau mungkin otornya jg begitu 🤭
Rubi Azmi
ya ampun nyesekkk
Hearty💕💕
Mau
Hearty 💕
Kalau sultan mah bebas yaaa.

Semoga Willi dapat rumah ya
Hearty 💕
Melayang rasanya
Hearty 💕
❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🙄💕🌸❤🌸💕🙄❤🙄💕🌸
Hearty💕💕
Arnold kena deh dikerjain Bumik
Hearty 💕
Suka dengan quote²nya thor
Hearty 💕
Duh udah kacau nih dunianya Arnold dan Devi.... emang harus disegerakan
Hearty 💕
Jangan² udah hamil nih
Hearty 💕
Berharap ada kesempatan untuk Thomas
Hearty 💕
Cintia lapor ke Dasha????
Hearty💕💕
Puas ya Dev ngerjain Arnold
Hearty💕💕
😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣
Hearty💕💕
Hampir.... udah ngapa²in kok
Hearty💕💕
Duh padahal sebenar benarnya apa yang kaliam lakukan selama ini harus dilakukan setelah sah menikah 😭😭😭😭😭😭
Hearty💕💕
Masih kesel kr Arnold
Hearty💕💕
Terharu selamat berjuang Devi Arnold
Hearty💕💕
Kalau jujur apa yg dilakukan atas dasar kemanusiaan pasti Devi ngerti. Tapi nggak harus kamu yg jenguk kasih org lain ajaa u peehatikan kondisinya
Hearty💕💕
Ya nggak gitu juga sih... kalau suami or istri berbuat zina dgn yg bkn pasangannya dipastikan bubar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!