NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Chicklit / Tamat
Popularitas:327.3k
Nilai: 5
Nama Author: To Raja

Jangan lupa memberi like...

Season 2 Takdir Cinta Millaerin.
Mega dan Eki.

Mega membuat komik tentang perjalanan hidupnya, ia adalah pemain protagonisnya.

Tapi sebuah komik lain muncul dan tenyata komik itu kisah tentangnya, tapi ia malah menjadi pemain antagonisnya?

Bagaimana ini?
Reputasinya jadi tercoreng!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Pagi hari ketika Mega bangun, ia merasakan seluruh tubuhnya kesakitan.

"Ahkkh,," Gerutunya sambil melakukan peregangan.

Eki menatap gadis itu, mereka masih polos di balik selimut.

Setelah Mega selesai dengan peregangannya, Eki langsung menarik Mega ke pelukannya.

"Ehh, kau tidak bekerja?" Tanya Mega yang sadar hari itu sudah sangat siang.

"Hari ini libur." Kata Eki terus mencium wangi tubuh Mega.

"Ayo melakukannya lagi." Kata Eki saat benda di selatan kembali bangun.

"Gila! Aku sudah capek!" Kata Mega mendorong pria itu. Tapi malah ialah yang di tindih.

"Kau tidak mau?" Tanya Eki.

"Badanku sakit," kata Mega dengan suara lemasnya.

Lagi pula, karena siapa juga ia bisa kesakitan sepeti itu, kalau bukan karena ulah Eki kemarin malam.

"Baiklah, pergilah mandi." Kata Eki melepaskan gadis itu.

Mega langsung melompat dari ranjang. Ia sudah tidak ingat lagi akan rasa sakit di seluruh tubuhnya.

Eki yang melihat Mega langsung tersenyum. Ia kemudian membongkar lemari dan laci yang biasa digunakan Mega menyimpan obat-obatannya.

'Semua ini harus di buang.' Gumam Eki berjalan ke tempat sampah dan menghancurkan obat milik Mega.

"Sekarang semuanya beres." Kat Eki berjalan ke ruang kerjanya.

Baru beberapa saat ia mengerjakan beberapa dokumen, Mega sudah muncul di depan pintu.

"Kau melihat obat di dalam laci?" Tanya gadis itu.

"Obat? Obat apa?" Tanya Eki pura-pura tidka tahu.

"Tidak penting." Kata Mega kembali ke kamar. Ia mencari begitu lama, namun tak mendapatkan apa pun.

"Aku harus ke apotik." Mega cepat-cepat menyelesaikan dandanannya lalu berjalan ke pintu.

"Lho, kok nggak bisa di buka!?" Kata Mega berusaha membuka pintu.

Ia kemudian kembali ke ruang kerja Eki. Ia melihat pria itu masih sangat sibuk.

"Pintu apartemen tidak bisa di buka." Katanya.

"Benarkah?" Kata Eki mengangkat wajahnya melihat Mega.

"Ya," jawab Mega.

Eki langsung berdiri dan berjalan bersama Mega ke arah pintu.

Eki berusaha membuka pintu, tapi tidak bisa. "Apa macet ya?" Katanya dengan bingung.

"Aku akan menelpon pihak keamanan." Kata Mega kembali berlari ke kamar.

Eki tersnyum melihat kepanikan Mega. 'Selamat datang bayi kecilku!' katanya dalam hati.

Ia berjalan menyusul Mega dan mendapati gadis itu berusaha menghidupkan ponselnya.

"Ini lowbat." Kata Mega mencari charger.

"Lampunya mati." Kata Eki dengan santai.

"Apa!?" Mega Merasa frustasi. "Dimana ponselmu?" Tanya Mega.

"Mati juga."

"Benarkah?" Mega memegangi kepalanya dan duduk dengan frustasi di pinggir ranjang.

"Tidak usah sedih, sebentar lagi juga menyala." Kata Eki berjalan ke kamar mandi.

'Gimana ini, aku bisa hamil kalau aku tidak makan obat!" Pikir Mega dengan frustasi.

Akhirnya, siang itu Mega terus gelisah. Sementara Eki di ruang kerja hanya senyum -senyum saja melihat gadisnya yang lalu lalang gelisah.

"Bayi,, kau akan segera hadir." Lagi gumam Eki sambil tersenyum.

Malam harinya, akhirnya pintu bisa juga di buka. Mega langsung bersiap ke apotik, tapi hujan deras kembali membuatnya menghentakkan kakinya.

Hujan disertai badai membuatnya hampir menangis di dalam kamar.

"Apa yang membuatmu begitu kuwatir?" Tanya Eki yang datang memeluknya.

"Hujannya tidak berhenti." Kata Mega sambil menggertakkan giginya.

"Hujan begini paling enak tidur sambil di peluk." Kata Eki menciumi bahu Mega.

"Jangan menggangguku!" Bentak Mega dengan kesal.

"Hmm, baiklah," kata Eki sambil tersenyum.

Ia kemudian meninggalkan Gadis itu karena ia juga tidak mau melakukannya lagi.

Takutnya benih yang telah ia tanamkan malah terganggu jika mereka melakukan aktivitas itu lagi.

Eki terus berada di dalam ruang kerjanya hingga tengah malam ia baru keluar mendapati Mega sudah ketiduran.

Dengan senyum nakalnya ia naik ke tempat tidur dan memeluk gadis itu.

'Maafkan aku, tapi hanya ini yang bisa aku lakukan agar kau tetap tinggal di sisiku.' gumamnya menciumi Mega.

Pada harinya Mega bangun dan mendapati Eki sudah tidak ada di tempat tidur.

Ia tidak memikirkan soal kemarin lagi, yang ia fokuskan hari ini ialah melihat perkembangan berita mengenai komiknya.

Lagi pula, mengkonsumsi pil sudah tidak ada gunanya lagi. Sekarang ini, ia hanya bisa berharap supaya tidak ada kehidupan di dalam perutnya.

Setelah mandi dan menggunakan pakaian santainya ia duduk memegang ponselnya memeriksa berita harian.

Benar saja, berita itu kini menjadi topik hangat di mana-mana.

Jelas saja itu terjadi karena Ellen sudah mengaturnya, apalagi Ellen adalah salah satu komikus paling terkenal.

"Penulis terkenal seorang pelakor."

"Ellen Lorenza memberi pelajaran dengan cara yang tepat pada seorang gadis pelakor."

"Kisa di balik perjodohan Eki dan Ellen, ada orang ketiga!!!"

Mega membaca satu per satu beritanya dan merasa sangat kesal.

Saat ini ia yakin banyak wartawan telah mencarinya untuk menanyakan tentang hal itu.

"Apa yang harus kulakukan?" Kata Mega dengan kuwatir.

Padahal ia hanya ingin hidup tenang. Semua rencananya sudah ia susun dnegan baik supaya ia bisa meninggalkan Eki setelah pria itu menikah.

Skandal sepeti ini tidak akan rendah dengan cepat, paling tidak sampai beberapa bulan.

Drrrrttttt,,,, drrrrttttt.......

Mega langsung meraih ponselnya dan mengangkat panggilan itu.

Itu adalah panggilan dari Eki.

"Halo," katanya dengan cemas.

"Jangan keluar-keluar hari ini, dan siapa pun yang datang ke apartemen jangan membukakan pintu.

Tunggu di apartemen sampai aku pulang, kalau kau membutuhkan sesuatu hubungi Teo dan dia akan menyiapkannya untukmu." Suara pria itu terdengar terburu-buru.

Bahkan Mega tidak sempat menjawab lalu panggilan Itu dimatikan.

"Aku harus mencari solusi." Kata Mega sambil memeras otaknya.

Setelah berpikir cukup lama, ia tak mendapat ide apa pun. Ia memang seorang gadis yatim piatu remahan yang tidak bisa melakukan apapun.

Ia sudah berpasrah dan duduk di sofa sambil menggigit jarinya ketika sebuah panggilan lain masuk ke ponselnya.

"Erin,," katanya menjawab telpon itu.

"Aku mendengar beritanya, kau baik-baik saja kan?" Tanya Erin.

"Aku baik-baik saja, tapi aku hanya khawatir dengan Eki. Perusahaannya pasti sangat terpengaruh dengan berita itu." Kata Mega mengingat kembali beberapa berita yang menyebutkan Eki sebagai tukang selingkuh.

"Asal kau baik-baik saja, Jangan pikirkan hal yang lain. Eki pasti tahu cara menangani masalah itu.

Oh ya kalau kau bosan, kau bisa datang ke rumahku. Pintu rumahku selalu terbuka untukmu."

"Makasih Erin, aku akan menghubungimu."

"Baiklah." Kata Erin lalu panggilan itu di tutup.

Di tempat lain, di dalam sebuah kantor, sebuah rapat sengit antara petinggi kantor dan CEO perusahaan sedang berjalan.

Rapat itu membahas skandal yang dihadapi oleh Eki.

"Pokoknya kami tidak mau jika saham perusahaan turun gara-hara skandal ini!" Ucap sala satu petinggi perusahaan.

"Saya setuju, ini akan menjadi tugas Eki untuk menyelesaikannya. Lagi pula seorang perempuan tidak ada bandingannya dengan sebuah perusahaan."

Beberapa petinggi lainnya menyikapi hal itu dengan negatif, mereka semua menginginkan Eki menyelesaikan masalah itu, bahkan jika perlu mengeluarkan Mega untuk menjelaskannya pada publik.

Eki hanya diam saja, tapi dalam hatinya ia menyimpan semua omongan orang itu.

"Kalian semua bisa pergi." Kata Eki ketika semua orang terus saja berceloteh membuatnya merasa muak.

"Pergi? Maslah ini belum,,"

"Pergi atau cari orang lain untuk menjadi CEO perusahaan!" Kata Eki dengan ekspresi membunuhnya.

Semua orang tahu, perusahaan itu berkembang dengan pesat karena Eki.

Itu karena pria itu mampu memperjuangkan setiap proyek.

Dan terlebih, Eki merupakan sahabat Arka sebagai pemilik perusahaan terbesar.

Jika CEO digantikan, maka tak ada calon yang bisa disamakan dengan Eki.

Akhirnya para petinggi itu mengalah dan meninggalkan ruangan rapat itu dengan bersungut-sungut.

"Urus masalah ini. Aku ingin semuanya bersih dalam 2 hari." Kata Eki pada Teo lalu berdiri meninggalkan tempat itu.

Beri like dan komen agar otor tetap semangat menulis🙏🙏❤️

1
mommy lala
keren sukses selalu...
Dev
ortu yg egois gk sih.. kasian Eki.nya,,org kepercayaannya jg diusir..
Sevira
gila ibu na eki ibu plaing egois asli, dia cuma mikirin diri sendiri ga mikirin anaknya
Nuraishah❤💚
terbaik!!!👍👍👍
puding_laici97
malu
lintang
thor ko tumben sich masalah"a g dibhas tuntas soal ellen,,andi dan erina
Bunga
gak jadi pulang....
Bunga
kejamnya bapakny
Bunga
itu saja???? me.nagnya apa lgi yang kau harapakn???
Bunga
wkwkwkwkkwkwk
Bunga
tapi semua permepuan lengen lelaki kaya...?!?
Bunga
omg... kasihannya dirimu...
Bunga
iya.. gak ada hidup yang berjaln mulus. bahkan jalan tol kadnag macet......
Bunga
jangan keras kepala bu
Bunga
karakter jahat di dunia dongeng bertanbah lagi... penyihir ellen
Bunga
hahahahah kadal dikadalin
Bunga
kebelet pengen punya bayi nih
Bunga
oppssszzz
Bunga
akan lebih nyenyak kalau kau memelukku
Bunga
o astaga..............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!