menceritakan kisah Azril dan teman temannya ketika bersekolah di Smageat... teman baru masalah osis dan Farrel, apa yang terjadi antara Azril dan Farrel dan bagaimana dengan sang ketua kedisiplinan yang bernama Layla delta breninndy?
.... see....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dipanggil ndholLep saja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hubungan Farrel dan Anin
"alhamdulillah nyampek"pekik Azril sambil turun dari motor
"rumahnya bryan berubah ya"ucap Lay yang memandangi gerbang biru rumahnya Bryan
"hah berubah??"tanya Azril kaget
"dulu terakhir kali gua kesini gerbang ini warnanya kuning"Lay yang menunjuk gerbang rumah Bryan yang sekarang berwarna biru
"udahlah lay yok masuk"Azril menarik tangan Lay
"heeh pelan pelan zril"
_____
"assalamaualaikum"
"waalaikumsallam; cie ih cie berduaan"ledek Windy
"paan seh; elukan juga"Lay menepuk paha Windy dan duduk di sebelahnya
"eh rendy ma tama mana??"tanya Azril yang mencari teman akrabnya
"beli camilan buat aing"jawab Putra yang tangannya disenggol Leon
"paan yon"Putra yang menepuk tangan Leon
"eh gua pinjam pensil dong"jawab Leon
Putra bedecak dan kemudian mengambil kotak pensil hitam miliknya dan meminjamkan leon pensil Fabber yang ia beli seharga 3500
"gak modal lo yon"Bryan meledeknya
"pensil gua ketinggalan babon"Leon yang perlahan membuka buku bukunya
"eh bon kemaren gua liat si ketos ma wakilnya dua duaan di alun alun loh"Afi yang mulai menggosip
"anin kan?"tanya Dinda (pacarnya tama)
"hah???"kaget Kayla
"eh setau gua anin itu deketnya ma rakha IPSA loh"Kalya menambahkan
"mereka pacaran yen"ucap Lay memberi tau
"hah"kaget semua orang yang ada di ruang keluarganya Bryan
"lo gak vercanda lay??"tanya Zidan yang mulai ikut pembicaraan
"mereka beneran pacaran lay??" tanya Afi
(seisi ruangan fokus padaku)
"iya fi; mereka emang serius pacaran"aku yang menjawab pertanyaan mereka
"hah; lay manamungkin farrel suka ma anin; yang kita tau selama ini diakan sukanya ma elu"Bryan yang berbicara sambil menunjuk nunjuk Lay dgn bingung
"deh gua yakin anin bakal jadi pelambiasnya doang karna lu udah pacaran ma azril" Kayla yang menunduk kasihan karna dulu anin itu memang teman baik kayla
"gua udah gak mau ikut campur sebenernya; soalnya kemarin waktu gua labrak dan gua tanyain soal osis; farrel malah ngira gua syirik ma anin"Lau yang menceritakan kejadian dimana dirinya melabrak sepasang pemimpin osis itu.
"gua gak rela kalo anin sebaik itu harus jadi pelampias farrel doang; setau gua yang tulus ma anin itu cuma rakha"Putra yang meraut kasihan
"ya gimana lagi tra; kalo kita ikut campur malah dikira kita sewot"Leon yang mengusap punggung putra
tak lama setelah itu Tama dan Rendy datang
"woy assalamualaikum ngerumpi apaan genk"Rendy yang langsung meletakan camilan didepan kami semua
"ngomongin farrel ma anin"Afi menjawab
"eh sumpah ****; gua kemarin liat anin gak kayak biasanya"Tama bergabung di samping dinda
"hah?? berubah apa beb"tanya Dinda
"gak biasanya anin tuh ngumpat ngumpat kan setau gua diatu anaknya alim alim gimana gitu... nah kemaren gua pas lewat halte liat anin kesandung waktu mau naik bis dianya ngumpat ngumpat marah sama misuh misuh kagak jelas gitu"Tama yang menceritakan
"hah emang bisa kayak gitu"Azril yang mengambil camilannya dan duduk di samping Rendy
"kalo iya farrel sampek ngerubah anin; gua gak rela;; anin tuh udah kayak adek gua sendiro tau gak"Putra yang menepuk kedua tangannya kesal
"eh udah yuk bahas tugasnya aja males gua bahas pasangan baru yak mereka"Windy yang mulai membuka buku ekonomi yang dibawa Zidan
"eh gua mau tanya soal lomba cerdas cermat"Zidan yang membuka suara
"gua ikutan gimana ya"Azril yang mengarahkan bola matanya ke atas pertanda dia sedang menghayal
"setuju gua zril loe kan pinter"Bryan menambahkan
"uch bangga gua zril"Lay menepul pundak Azril
"udah deh gua gak pernah digituin ma rendy;udah baperrr akuuuu"Windy yang melirik tajam Rendy
"ya ampun sayangggg kurang apakah cintaku padamu"Rendy yang hendak memeluk Windy tapi dihalangi Leon
"belon mukhrim rennn"Leon yang menepuk paha Rendy sekuat tenaga dan membuatnya mengaduh dan mengumpat
"besok gua ke KUA"Rendy yang mulai sewot
"eh gua masih pengen sekolah ren"Windy yang berbicara tapi matanya fokus pada buku
disini lama ga hujan
semangat thor
aku padamu