Anindya Yasmin tak pernah mengira akan jatuh cinta pada sosok pria bernama Daniello Lucas Dathan sang ketua OSIS yang sangat tampan.
Daniel dengan segala kelembutan dan perhatiannya membuat Yasmin benar benar jatuh cinta.
Tapi cinta mereka tidak bisa berjalan mulus, karena berbeda keyakinan. Walau Daniel sangat menghormati Yasmin dengan keyakinannya dan begitu juga dengan Yasmin.
Tapi orang tua merekalah yang tak bisa menerima semua perbedaan itu.
Apakah pada akhirnya Yasmin dan Daniel menyerah pada keadaan. Dan memilih berpisah.
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata seorang sahabat. Selamat membaca, semoga menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua...
Tak terasa telah seminggu Yasmin bersekolah dan menjalankan MOS. Sekolah Yasmin ini termasuk sekolah favorit di Pekanbaru. Setiap hari Yasmin bertemu Daniel ia selalu memberi senyum.
Pernah suatu ketika , jam istirahat Yasmin yang tak sempat sarapan ingin makan lontong di kantin.
Kantin yang di jam istirahat ini selalu penuh membuat Yasmin berdiri menunggu siswa yang selesai makan buat giliran duduk.
Daniel yang melihat Yasmin berdiri sambil memegang sepiring lontong memanggilnya dan mempersilakan Yasmin duduk di kursi yang tadi ia tempati.
"Duduk sini aja Yasmin. Kak Daniel udah selesai kok makannya"
"Terima kasih kak..." ucap Yasmin dan duduk di kursi tempat Daniel duduk tadi.
Daniel akhirnya hanya berdiri , sambil berbincang dengan teman yang lainnya.
"Kamu ada hubungan apa dengan Daniel" tanya Linda
"Nggak ada hubungan apa apa, emang kenapa kak"
"Sepertinya Daniel mengistimewakan kamu dari siswa baru yang lain" ujar Rina
"Aku rasa sama aja kak, nggak ada yang istimewa"
"Sebaiknya kamu jangan terlalu dekat dengan Daniel, nanti banyak musuhnya. Karena Daniel banyak yang naksir" ucap Merry
"Satu lagi, Daniel itu sekarang lagi dekat dengan seseorang. Jangan nanti gara gara kamu dekat sama Daniel, kamu sebagai siswa baru sudah banyak yang tak suka"
"Iya kak..."
Setelah makan Yasmin pamit ingin kembali ke kelas, Daniel yang berdiri dekat pintu keluar menyapa Yasmin.
"Sudah selesai makannya Yasmin"
"Sudah kak, terima kasih kursinya tadi. Aku pamit ya kak"
"Oke...jangan lupa besok pagi jam enam kita udah kumpul di sekolah . Jam tujuh bus udah berangkat menuju kota Bukittinggi"
"Iya kak..."
Yasmin berjalan sambil menunduk, ia masih teringat kata kata kakak kelasnya tadi. Yasmin tak ingin memiliki musuh hanya karena ia berinteraksi dengan Daniel.
#################
Jam enam tepat Yasmin sudah berada disekolahnya. Ia tak ingin terlambat lagi. Tadi sehabis sholat subuh ia langsung menuju ke sekolah dengan menggunakan ojek.
Yasmin biasanya pergi ke sekolah menggunakan angkot. Tapi karena ia berangkat pagi sekali , angkot belum ada yang beroperasi.
Yasmin tiga bersaudara. Ia merupakan anak bungsu. Saudara cowoknya bekerja di luar kota. Dan saudara ceweknya sudah menikah dan ikut suaminya tinggal di kota Batam.
Ayah Yasmin bekerja sebagai kapten sebuah kapal yang bertujuan ke kota Batam. Dalam sebulan hanya dua kali ia pulang. Ibu Yasmin membuka warung yang menjual kebutuhan harian di depan rumahnya.
Semua anak anak sudah naik ke bus mereka masing masing. Yasmin naik ke bus yang berisikan teman teman sekelasnya.
Tiap bus di awasi dua guru dan lima kakak kelas. Ternyata bus Yasmin diawasi oleh kakak kelasnya Daniel, Toni, Chandra , Rina dan Merry.
Daniel menghampiri tempat dimana Yasmin duduk. Kursi di samping Yasmin kebetulan kosong.
"Boleh kakak duduk disamping kamu..."
"Silakan kak..."
"Nggak ada yang marahkan nanti kalau kakak duduk di sini" tanya kak Daniel sambil tersenyum.
"Nggak ada kak. Aku yang seharusnya bertanya , apa nanti tak ada yang marah jika kakak duduk disamping aku " tanya Yasmin
"Nggak boleh menjawab pertanyaan dengan pertanyaan" ucap Daniel sambil duduk setelah meletakan ranselnya di bagasi yang ada di atas kepala.
"Aku kan udah jawab tadi, apa kakak nggak dengar"
"Nggak, mungkin karena terpesona melihat senyummu"
"Ih ...gombal" ucap Yasmin dan membuat Daniel tertawa . Yasmin tampak begitu cepat akrab dengan Daniel. Padahal biasanya Yasmin tidak mudah akrab dengan cowok.
"Hhhmmmmm...." deheman dari Merry membuat Yasmin dan Daniel menghentikan tawa mereka dan serempak melihat kearah asal suara.
"Asyik benar tawanya, sampai melupakan pengarahan buat siswa baru. Tuh pak Indra dari tadi menanyakan kamu" ucap Rina
"Oh iya aku lupa harus memberi pengarahan terlebih dahulu. Yasmin, kakak ke depan dulu ya. Nanti kita lanjutkan obrolannya" ucap Daniel sambil mengacak rambutku membuat aku dan yang lainnya terpaku memandangi Daniel.
"Ayo, kenapa malah bengong" ucap Daniel dengan Rina dan Merry.
Daniel mengambil mikrofon dari tangan pak Indra dan memberikan pengarahan tentang kegiatan apa yang akan dilakukan diperkemahan nanti.
Daniel juga memberitahukan tentang tugas tugas apa saja yang akan mereka lakukan begitu sampai ditujuan.
Setelah merasa cukup, Daniel meminta semua berdoa menurut keyakinan masing masing. Yasmin begitu kagetnya melihat cara Daniel berdoa.
"Astaga...jadi kak Daniel bukan beragama Islam. Ia seorang kristiani. Aku kira ia satu keyakinan denganku..."
Setelah memimpin doa, Daniel meminta bus berjalan dan ia kembali ke bangku dimana Yasmin duduk.
Bus berjalan perlahan, ketika waktunya sholat zuhur bus berhenti di satu mesjid. Kami telah memasuki kota Payakumbuh.
Yasmin mengambil air wudhu, ketika Yasmin akan masuk mesjid, ia melihat Daniel duduk di teras mesjid sedang memainkan ponselnya. Melihat Yasmin, Daniel lalu memberikan senyumnya.
Setelah semua melaksanakan sholat bus kembali berjalan. Yasmin dan Daniel terlibat pembicaraan sekitar sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler yang bisa Yasmin ikuti.
"Kamu ikut paskibra aja ya. Nanti aku ikut melatih siswa yang baru masuk"
"Aku lihat nanti aja kak. Aku rencananya nggak ikut apa apa, karena aku kesekolah pakai angkot. Susah jika ada jadwal tambahan, aku nggak mungkin datang telat terus..."
"Kakak bisa menjemputmu. Tapi cuma bisa pakai motor butut aja jemputnya"
"Yang penting masih bisa jalankan. Asal jangan jalannya harus didorong dulu"
"Nggak lah, tapi kalau sesekali ada juga ngambeknya. Apa lagi kalau lagi boncengin cewek cakep sering ngambekan tuh motor, minta didorong ama ceweknya"
"Sesekali nggak apa asal jangan tiap hari. Tiap hari mah itu namanya menyiksa"
Daniel dan Yasmin tertawa bersama. Rina dan Merry memandang ke arah Yasmin duduk mendemgar tawa mereka.
"Udah kak tertawanya, lihat semua orang memandang kesini"
"Tapi kamu jadikan masuk paskibra"
"Aku pikir dulu, kak. Nggak mungkin kakak terus yang jemput, selain merepotkan...aku takut ada yang marah" ucap Yasmin berbisik karena ia melihat Rina dan Merry serta Tony mendekati mereka.
"Asyik pacaran aja, tuh udah mau sampai. Berdiri sana, jangan duduk aja" ujar Tony.
"Iri...bilang bos" ucap Daniel sambil tertawa
Yasmin melihat kakak kelasnya yang berdiri dihadapannya langsung menundukan wajahnya.
"Yasmin, aku kedepan dulu ya" ucap Daniel.
"Jangan terlalu akrab dengan kakak kelas , nanti di kira yang macam macam" gumam Rina sambil berlalu.
Yasmin melihat tatapan tak bersahabat dari kakak kelasnya yang bernama Rina dan Merry.
"Kenapa kak Rina dan kak Merry sepertinya tidak memyukai aku ya. Apa aku ada nerbuat kesalahan. Apa salah satu dari mereka pacar kak Daniel atau naksir kak Daniel"
*****************
Terima kasih.
keren banget ceritanya mam.. 💞💞💞
akhirnya, setelah melewati segala rintangan, Yasmin dan Daniel bisa bersatu jg..
alhamdulillah Daniel mau masuk Islam..
luar biasa emang cinta Daniel ke Yasmin..
tapi tetap ya, yg pertama dan utama harus cinta kepada Allah..
selain Allah, cintai sewajarnya saja jgn berlebihan..
karena Allah itu pencemburu, dan biasanya kita akan diuji dg apa yg kita cintai..
buat Akhtar, emang gak ada manusia yg sempurna..
manusia tempat salah dan lupa..
yg penting selalu bertaubat dan sebisa mungkin untuk tidak mengulang kesalahan yg sama..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat dalam berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞
.smpai maut memisahkan nenek kakek q
🤗🤗 nenek q iklas anak2 nya ikut agama islam smw..
.
dan untuk Akhtar semoga bahagia dengan Siska segera mendapatkan momongan
biarkan Rachel diasuh sama Daniel dan Yasmin mereka lebih berhak membesarkan Rachel cukup kalian saling menyayangi buka untuk merebutkan kasihanlah anak kecil tidak tau apa² harus dipisahkan oleh orang yang telah merawat dari kecil...
dan terakhir kisah arneta mengingatkan aku dengan masa lalu ku beruntungnya aku dulu tidak sampai hamil setelah berpisah emang benar pacaran hanya membawa penyesalan dan dosa 😭😠🤧
untung Daniel itu baik hati mengurus arneta dan merawat Rachel Seperi anak sendiri.. apa gk mikir si Siska itu kok egois banget padahal dia tau betul gimana Daniel menyayangi nya
miris Sekali Siska ini
tidak tau rasa balas Budi
untungnya Akhtar sadar diri dengan posisinya 😠
apa kabar dulu arneta saat hamil dan melahirkan. merasa sendiri tidak ada suami yang menemani 😭