NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:123
Nilai: 5
Nama Author: nisa_prafour

Aruna Prameswari tidak pernah tahu bagaimana hidupnya berubah menjadi runyam. Semenjak Kedatangan sosok Liam Noah Rajasa, Atlet bola sekaligus Pengusaha ibukota. Hidupnya dibuat kacau balau sejak laki-laki itu selalu merecoki harinya yang gitu-gitu aja. Kerja, lembur, nongkrong, dan pulang.

Laki-laki itu semakin gencar mendekati dirinya ketika tahu kalau dirinya baru saja putus dari pacarnya, padahal Aruna masih belum begitu move on. Namun Liam dengan segala usahanya hingga membuat dirinya menyerah dan cinta itu datang tiba-tiba.

akankah Cinta Aruna yang datang tiba-tiba berakhir dengan indah atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nisa_prafour, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2

Weker di atas nakas itu berbunyi nyaring. Namun Kamar dengan nuansa biru laut itu sudah kosong, Tentu saja karena penghuninya sudah terbangun sejak satu jam yang lalu. Bahkan kini si penghuni sudah terlihat cantik dan rapi dan bersiap untuk memulai aktivitasnya.

"Weker ngga berguna! kalau rusak nggak usah bunyi sekalian bodoh! percuma dipelihara!"

Aruna mendumel lalu dengan cepat ia keluar dari kamarnya karena teriakan sang ibu sudah terdengar sejak tadi untuk menyuruhnya sarapan. Sesampainya di meja makan, tidak hanya ibu dan bapaknya yang sudah duduk disana, Melainkan sosok Kakaknya dan wanita cantik juga tengah duduk berdampingan disana.

Aruna mendengus, Tapi ia tetap mendudukkan dirinya untuk sarapan. Moodnya pagi ini benar-benar teruji dan ia sedikit tidak menikmati sarapannya. Mendapati sang kakak pagi-pagi begini begitu berpengaruh terhadap moodnya. Tidak ingin berlama-lama, nasi yang tinggal separuh dipiringnya ia biarkan begitu saja. Aruna berdiri dan memilih melarikan dirinya ke dapur dengan alasan mengambil air dingin.

Namun tanpa Runa sadari sosok tinggi sang kakak diam-diam mengikuti dirinya, Bahkan sang kakak membuntutinya sampai ia meletakkan gelas minumnya di westafel.

"Run aku mau ngobrol"

Aruna yang sejak tadi abai akan kehadiran sang kakak, menulikan pendengarannya dan tidak perduli akan kalimatnya yang baru saja terlontar untuknya. Ia lebih memilih melanjutkan kegiatannya mencuci piring dan gelasnya.

"Kamu dengar aku tidak Run?"

"....."

"Aruna jangan seperti anak kecil! Aku lagi bicara sama kamu!"

Dan yap berhasil! Kini Aruna fokus sepenuhnya pada sang kakak, Ia menoleh setelah Gelas dan piringnya ia biarkan begitu saja di kubangan air. Mata bulatnya menatap sang kakak dengan penuh, "Kalau mau ngobrol nggak penting mending gausah! Ngapain sih pagi-pagi kesini kamu itu udah punya keluarga dan kehidupan sendiri  jadi stop ikut campur urusan ku!"

"Kamu adikku jadi sudah seharusnya aku ikut campur "

"Jangan jadi orang yang peduli sama aku. Atau aku makin benci sama kamu! "

"Aku cuma nggak mau kamu salah langkah Run"

"Salah langkah apa?! Emang aku ngapain?!"

"Aku tahu ya kelakuan mu"

"Aku bukan bayi dan kamu pikir aku wanita apa hah?! Aku--"

"Kamu pikir aku nggak tahu soal kamu yang tengah menjalin hubungan dengan Rinos?

Sudah Aruna duga, Cepat atau lambat kakaknya  pasti akan mengendus hubungannya dengan laki-laki itu, "Apa urusannya sama kamu? Jangan ikut campur ya"

"Run, emang harusnya aku nggak usah ikut campur dengan urusan asmara mu. Tapi kali ini aku rasa aku harus ikut campur"

"Kamu nggak ada hak ya!!"

"Ada! kamu adikku ingat itu! Aruna, selama ini aku membebaskan kamu menjalin hubungan dengan siapapun tapi untuk kali ini aku benar-benar nggak setuju. Dia temen ku Run"

"Emang kenapa kalau dia temen kamu? Nggak menghalangi hidup kamu juga kan?"

"Bukan begitu Aruna. Kamu pasti ngerti maksud ku kan?"

"Nggak! aku nggak ngerti sama sekali"

"Ya Tuhan Run, Rinos itu orang asing, Dia bukan asli penduduk sini. Kamu tidak mengenal dia secara mendalam siapa. Banyak perbedaan yang nggak kamu pahami"

"Aku bukan wanita naif! I know he's better"

"Kamu masih nggak ngerti Runa"

"Oh ya? Emang kamu tahu siapa dia sebenarnya?! Enggak kan? Dia itu manusia bukan binatang, Dan tentunya dia bukan orang yang egois dan jahat!!"

.

.

.

.

.

Aruna itu sebenarnya orang yang baik dan tidak suka membangkang. Namun sejak hidupnya berubah sikapnya juga ikut berubah 360 derajat. Seperti tadi, ia meninggalkan kakaknya begitu saja setelah perdebatan yang tidak akan ada ujungnya. Memang selalu seperti itu jika ia dan sang kakak bertemu dan melakukan interaksi. Selalu akan ada percikan amarah dan perdebatan yang Aruna ciptakan.

Sang kakak yang keras kepala dan Aruna yang tidak suka dilarang maupun diperintah.

"Morning Aruna"

"Jangan ganggu please Van. Kepalaku rasanya mau pecah!" Jawaban ketus itu Aruna lontarkan ketika sapaan penuh canda tawa dari rekan kerjanya ia dapatkan.

Iya Aruna memang sudah sampai kantor sejak setengah jam yang lalu. Dan moodnya amat begitu buruk pagi ini gara-gara perdebatan dengan sang kakak tadi pagi.

"Galak banget sih. Sarapan hati ya pagi tadi?"

"Jangan mulai ya Van! Kamu mau aku tonjok?!"

"Ya ampun iya-iya Sorry. Kenapa sih bete gitu mukanya?"

"Bukan urusanmu! Udah mending kamu pergi aja sana, aku beneran lagi nggak mood bercanda"

"Yaah nggak asik deh!"

Aruna memilih tidak memperdulikan laki-laki yang menjabat sebagai juniornya itu, kepalanya pening dan sontak tangannya memijat pelipisnya kuat-kuat. Kemudian ia memilih mengambil ponselnya untuk diisi daya, Ponselnya memang kehabisan daya sejak kemarin dan ia lupa tidak mengisinya.

TING

TING

TING

TING

TING

Ketika ponselnya sepenuhnya menyala, puluhan pesan masuk memborbardir. Ia menunggu beberapa saat sebelum membuka satu persatu pesan masuk tersebut. Hingga sesaat kemudian, setelah notifikasi berhenti jari-jarinya menggulir layar perlahan.

'Marinos'

Ia menekan chat yang bertuliskan nama diatas sendiri. Chat itu kebetulan baru masuk satu menit yang lalu, Dan benar saja ketika membuka room chat itu. Beberapa pesan langsung ia dapati. Bahkan logo online tertera pada room chat tersebut.

Ia tersenyum ketika membaca beberapa pesan masuk itu, dan saat ia akan memberikan balasan, panggilan masuk ia dapatkan seketika.

'Hallo?'

'Hai!! Oh God finally!! Aku kira kamu ngga akan angkat'

Lagi-lagi Aruna tersenyum. Hal sekecil ini pun Aruna merasa menjadi wanita yang paling dicintai oleh seseorang diseberang sana. Apa Aruna boleh berbangga hati?

"Kenapa?"

"Kamu kemana aja? Kenapa ngga jawab pesanku"

"Sorry,Aku ketiduran dan you know ponselku lowbat"

"....."

Ada jeda sebentar diseberang sana yang membuat Aruna menyatukan kedua alisnya bingung. "Run, you okay? Kamu nggak berantem kan sama ibu dan Ayahmu?"

Kini Aruna yang terdiam. Ia menggigit ujung jarinya gusar. Ada banyak pertanyaan dan unek-unek yang ingin ia sampaikan pada lelaki disebrang sana namun ia bimbang untuk memulainya.

"Run?"

"Tidak. Everything is fine"

"You sure?"

"Hmm"

"Kamu ngga bohong kan? Aku beneran khawatir"

"Kalau kamu cuma mau nanya itu, mending aku tutup aja telfonnya"

"Bukan begitu. You know i mean. Kita nggak bisa kayak gini terus"

"Kayak gimana?"

"Kamu jangan sembunyikan apapun soal kita Run. Lebih baik jujur kan?"

"Kalau aku jujur kamu emang udah siap buat semuanya? Kamu aja masih banyak batasannya sama aku"

"....."

"What you want?"

"....."

"Kenapa diem? Udahlah aku capek debat terus"

TUT

TUT

TUT

Aruna memutus sambungan telfon sepihak,  Ia membanting ponselnya diatas meja begitu saja. Hari ini benar-benar hari mood buruknya. Semuanya membuatnya pusing kepala. Helaan nafas kasar pun ia keluarkan berkali-kali sebelum ia kembali berkutat dengan kerjaan yang akan membuatnya bertambah pusing.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!