NovelToon NovelToon
Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Nikahmuda
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: adelita

Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.

"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"

Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.

Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.

Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.

Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.

Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.

Menikah...

Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.

Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.

ig: adelgustian_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Siang hari yang sangat terik dimana matahari bersinar terang menderang.

Ditengah suasana damai itu, terdengar langkah kaki yang tergesa-gesa dijalan tanah aspal hitam di samping kanan kirinya banyak hamparan sawah dan kebun. 

Delina, yang biasa dipanggil Deli atau Lina. berjalan menyeret sendal jepitnya yang sepertinya akan putus, wajah nya ditekuk dan mulutnya sejak tadi berkomat kamit seperti kaset rusak tanpa henti. 

" Duh ya Allah... tega banget sii! Aldo ninggalin gue sendirian di kebun bapak! emang kurang ajar tuh lakik, dikasih hati malah minta jantung, bukannya nungguin malah kabur duluan naik motor gue pulak! " gerutu Delina kesal. 

Ia melempar pandangan kearah kanan dan kirinya memastikan tidak ada orang yang mendengar ocehannya yang jikalau diperhatikan ia tampak seperti orang gila yang misuh-misuh sendiri tidak ada lawan bicaranya. 

" Emagnya dia pikir gue ini apa? kuli bangunan kali yak! kembang desa secantik sebohay dan semantep semontok ini malah disuruh jalan kaki sendirian, kit hati adek bang." 

Langkah Delina semakin mantap membuat sandal jepit yang sudah hampir putus alias kalau bisa teriak2 dah tuh sandal agar tak copot menimbulkan suara berdecit diaspal yang sedikit licin sisa hujan semalam.

Meskipun jarak dari kebun hanya butuh waktu 15 menit tapi bagi Delina itu sangatlah lama dan melelahkan. rasanya seperti menempuh berpuluh-puluh mill. 

Tiba di belokan jalan menuju rumahnya, Delina berhenti sejenak dan menyipitkan mata sesaat melihat rumah sahabatnya yang tampak mobil hitam terparkir indah disana. 

Delina memelankan laju jalan nya sesekali curi pandang, dapat dilihat seorang pria setengah baya menurunkan beberapa kadus serta koper besar dari dalam bagasi belakang. 

Seorang wanita muda tampak berdiri dihalaman, mengangkat sebuah dus besar dengan tenang. 

" Hah? siapa yang pindahan? bukannya itu Om Egi ya? masa Aldo mau pindahan gak bilang-bilangan." gumam Delina sambil memiringkan kepalanya penasaran. 

Delina memilih masuk kedalam halaman rumahnya dan bersembunyi dibalik pohon mangga yang menjulang tinggi dihalaman depan rumah. pandangan nya tetap tertuju pada mobil dan interaksi disekitarnya. 

Tapi ada satu pria yang menarik perhatian,  dengan pakaian koko serta celana gobor dan kopiah dikepalanya dalam membelakangi posisi Delina dan ia tampak begitu santai sembari masuk kedalam rumah. 

" Lumayan tinggi juga orangnya. Tapi siapa ya? Perasaan Aldo gak punya keluarga sealim itu dan sesempurnah itu deh." bisik Delina pada diri sendiri. 

Ia nyaris ingin langsung datang walaupun sekedar basa-basi doang dengan Aldo. 

" Ah sudahlah, nanti saja. sebaiknya aku mandi yang syantik dan wangin dulu baru kerumah Aldo. " pikir Delina.

Setelah puas mengintip, Delina melanjutkan masukedalam rumahnya dan buru-buru bebersih diri Mak Nurlela saja heran dengan anaknya yang tidak biasanya begitu rajin mandi dalam sekejap sudah wangi. 

" Mak, aku mau kerumah Aldo dulu ya." ucap Delina menyalami Mak Nurlela yang sibuk mengupas bawang dilantai dapur. 

" Ngapain kamu siang-siang bertamu keurmah orang? mereka pasti istirahat, kamu juga capek kan? habis bantu bapak dikebun sama Aldo. " ucap Mak Nurlela tangan nya dengan lincah mengupas. 

" Ishh, ini juga karena Aldo Mak! " 

" Kenapa lagi Aldo?"

" Dia bawa kabur motorku Mak, terus aku ditinggal sendirian dan pulang jalan kaki." gerutu Delina. 

" Pantesan, Mamak gak denger suara motor kamu pulang." 

" Oh ya Mak, itu siapa yang datang kerumahnya Om Egi? Mamak tahu gak?" tanya Delina. 

" Emang ada? Mamak gak tahu Lin, kamu samperin aja."ucap Mak Nurlela tampak acuh. 

Membuat Delina mendengus melihat tinkah Mamaknya yang terkesan bodomatan.

" Yaudah Mak, aku kerumah Aldo dulu. SEkalian ambil motorku." ucap Delina. 

" Iyaa, jangan lama-lama yang sopan disana. Gak enak kalau beneran ada tamunya." peringat Mamak Nurlela.

" IYA MAK!! " 

...➰➰➰➰...

Delina segera masuk kedalam halaman perumahan Om Egi dan tante Gita dilihatnya kearah mobil itu terlihat sangat mewah. 

" Wah, mobil orang kaya ini." pikir Delina dalam hati karena mobilnya sangat jarang Delina lihat terutama merk nya yang cukup tidka Delina ketahui.

" Assalamualaikum Tante! Aldo nya ada gak..." panggil Delina bak anak kecil yang ingin mengajak teman bermain. 

" Waalaikumsallam, Deli...mari masuk." ajak Tante Gita menghampiri Delina di pintu masuk. 

" Mau ketemu Aldo ya nak." rangkul Tante Gita mengajak Delina masuk. 

Tante Gita dan Delina bisa dikata lumayan akrab karena Delina yang sering bertamu kerumahnya dan juga Aldo dan Delina sudah berteman cukup sangat lama hampir belasan tahun.

Apalagi kedua orang tua mereka terbilang cukup dekat sebagai tetangga yang berseberangan dan saling membantu.

" Iya tan, mau ambil motor ku sekalian. Aldo nya ada?" 

" Loh itu motor kamu toh yang terpakir depan halaman?" 

" Iya tante, makanya aku mau ambil kesini." 

" Tante kira si Aldo beli motor bekas lagi, Tapi tante heran kok kali ini motornya bener. Eh ternyata kamu hahaha..."

" Lah sembarangan banget nih orng tua, walaupun motor butut setidaknya hasil jerih payah sendiri dan masih bisa digunakan." batin Delina mencoba tersenyum ramah. 

" Bukanlah tante, kebagusan amat kalau Aldo beli barang bekas. Tapi aldo nya ada kan?" 

" Ada-ada, dia diatas lagi bantu beres-beres."

" Emangnya Aldo mau kemana tan? terus itu mobil juga mau bawa Aldo gitu??" tanya Delina basa-basi. 

" Bukan, Aldo bantu paman nya beres-beres kamar. " 

" Mobil yang kamu lihat itu, punya Paman nya yang akan tinggal disini." sambung Tante Gita. 

" Oh pantesan, keliatan banget orang kotanya Tante." ucap Delina sedikit rendah. 

" Hahaha... kamu kala urusan beginian suka bener." balas Tante Gita.

" Ada kerjaan ya tante? maaf tan, aku kepo hehehe..." 

" Gak masalah, kamu inget ga guru agama disini sudah pindah kan." 

" OH iya-iya kata Bapak, Pak Rt sama yang lain juga lagi cari penggantinya kan buat mengajar di sekolah dan guru ngaji di masjid juga." 

" Nah, kebetulan Keluarga Om Egi. Papanya Aldo, saudaranya berasal dari pesantren dan juga anak-anaknya. Makanya Om Egi mengusulkan untuk keluaganya saja dan untungnya Pak Rt setuju." 

" Oh berarti ini paman nya Aldo yaa." 

" IYa, Ponakan ipar tante alias Paman Aldo. " 

" Yaudah Tan, aku keatas dulu ya. Gak enak ganggu tante masak." 

" Gak usah gitu ah, kayak sama siapa aja. datangin aja ketok kamarnya klo gak dibukain berarti di kamar sebelhanya." ucap Tante Gia terkekeh pelan. 

" Siap tante! " ucap Delina menaiki anak tangga menuju lantai 2. 

...➰➰...

DILANTAI 2

Delina berdehem pelan mencoba menetralkan suaranya sebelum akhirnya mengetuk pintu kamar Aldo, ia tahu kebiasaan Aldo jika dirinya menetuk dalam 3 kali tidak ada sahutan daridalam berarti Aldo tidak ada dikamarnya. 

TOK...

TOK..

TOK...

Hening...tidak ada sahutan dari dalam. 

" Fiks dikamar sebelah." batin Delina kegirangan. 

Ia mencoba menetralkann wajah sumringah nya membayangkan pertemuan dengan Paman nya aldo. karena sejatinya Delina pengagum pria-pria berbadan kekar dan tinggi serta tampan dan semua itu ada pada Paman nya Aldo. 

Walaupun hanya belakang nya saja yang terlhat dapat Delina tebak pasti dia tampan. 

" Semoga saja belum punya istri hihihi, alias bujang lapuk gak masalah deh yang penting kaya. " gumam Delina terkikik pelan. 

Samar-samar Delina mendengar suara dari dalam kamar disebelah dan telrihat juga pintu sedikit terbuka, ddengan ragu Delina mengetuk. 

TOK...

TOK...

TOK...

" Tumben banget Bun, ngetuk pintu." sahut dari dalam seperti suara langkah kaki mendekat dan membuka pintunya. 

" Oh ternyata elo." ucap Aldo mengubah mimik wajahnya yang awalnya tampak santai kini terlihat bete. 

" Kenapa wajah lo gitu amat lihat gue? segitu gak sedep nya gue dimata lo hah! " ketus Delina merasa tersinggung. 

" Bukan gitu Deli, lo ngapain disini? tumben gak tieur siang." 

" Tumben lo bilang? gara-gara lo jam tidur siang gue berantakan, kaki gue sakit lo tinggalin gitu aja dikebun bapak! dasar aldo kurang ajar." 

BAGH...

BUGH...

BAGH...

Delina melampiaskan amarahnya memukuli sahabatnya itu beringas hingga keduanya mundur masuk kedalam kamar. 

" ISHH! SAKIT DELI! LO GILA BANGET DAH! JADI CEWEK GAK ADA ANGGUN-ANGGUNNYA! " pekik Aldo menghindarin pukulan maut Delina. 

" Salah lo sendiri, bawa motor gue pulang. guenya lo tinggal disana! sudah dikasih hati malah minta jantung, terus motor gue gak lo kembalikan lagi! " makin membabi buta Delina memukuli Aldo. 

" Iya-iyaa... gue salah maafin sudahlah Deli! sakit punggung gue. " rengek Aldo menangkpa kedua tangan Delina nafas keduanya memburu. 

" Makanya jagnan lo tinggalin gue lagi, gak bakalan gue tebengin lagi lo yaa! " peringat Delina. 

" Iya-iya, gue salah. Bentar gue ambil dulu kuncinya, jangan ngamuk lagi. bikin malu gue aja lo dilihat sama Paman gue. " ucap Aldo melirik kearah Paman nya yang sejak tadi diam dan hanya fokus berkemas.

" ORA URUS! "

1
Dhika Bundanya Dedeg Afnan
bagus lanjut lgi donk
Eu Angel Lie
kena omongan ortu dapat duda ya🤣
Aimee Aiko
kok lama kelanjutannya
Anime aikō-kā
p
Aimee Aiko
kok lama gak muncul" lanjutannya
Adelita0305: Malam ini mimin update ka ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!